Jolen-jolen yang dihiasi hasil bumi, aneka ornamen, dan sesaji sebagai ungkapan syukur atas hasil laut sekaligus doa agar para nelayan senantiasa memperoleh keselamatan saat melaut. Jolen-jolen yang sudah disediakan kemudian dilarung di perairan Teluk Penyu, Kabupaten Cilacap.
Perhelatan budaya tahunan Sedekah Laut dikemas dalam Festival Nelayan 2026. Gelaran budaya itu kini berkembang menjadi ajang promosi pariwisata sekaligus penggerak ekonomi daerah yang mampu menarik ribuan pengunjung sejak rangkaian kegiatan dimulai pada Senin (6/7/2026).
Pada penyelenggaraan tahun ini, Festival Nelayan tidak hanya menghadirkan prosesi Larung Jolen, tetapi juga dimeriahkan dengan Expo UMKM dan Ekonomi Kreatif di Alun-alun Cilacap yang menampilkan berbagai produk unggulan daerah, pertunjukan seni, lomba-lomba, serta hiburan yang melibatkan generasi muda Cilacap.
Puncak festival berlangsung Selasa (7/7/2026) melalui prosesi kirab jolen dan larung sedekah laut dari Pendopo Wijayakusuma Cakti menuju Pantai Teluk Penyu. Sepanjang rute kirab, masyarakat memadati sisi jalan untuk menyaksikan arak-arakan budaya yang menjadi salah satu tradisi terbesar masyarakat nelayan Cilacap.
Kirab diawali dengan Jolen Tunggul milik Pemerintah Kabupaten Cilacap sebagai simbol persatuan masyarakat nelayan. Selanjutnya, arak-arakan diikuti jolen milik Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) serta delapan jolen dari kelompok nelayan Pandanarang, Donan, Sidakaya, Pelabuhan Perikanan Cilacap (PPC), Sentolokawat, Lengkong, Tegalkatilayu, dan Kemiren.
Plt Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya menghadiri prosesi bersama jajaran Forkopimda dan Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap Annisa Fabriana. Mengenakan busana adat Jawa, Ammy mengikuti seluruh rangkaian kirab sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi masyarakat pesisir yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Ammy menyampaikan apresiasi tinggi kepada panitia, para nelayan, pelaku UMKM, komunitas seni, dan seluruh pihak yang berpartisipasi menyukseskan Festival Nelayan Tahun 2026.
“Semoga seluruh rangkaian Festival Nelayan Tahun 2026 berjalan dengan lancar, dan event tahunan ini bisa semakin dikembangkan melalui kolaborasi dan sinergi seluruh unsur pentahelix sehingga dapat menjadi agenda budaya dan pariwisata yang semakin berkualitas, berdaya saing, dan membanggakan Kabupaten Cilacap," harapnya.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Cilacap Budi Narimo mengatakan Festival Nelayan telah berkembang menjadi agenda wisata unggulan yang tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat luas.
“Festival Nelayan tahun ini diawali dengan ziarah ke Karang Bandung, dilanjutkan kirab Jolen Tunggul menuju Pendopo, tasyakuran kelompok nelayan, hingga puncaknya berupa kirab jolen dan prosesi larung. Seluruh rangkaian kami kemas sebagai daya tarik wisata sekaligus pelestarian budaya,” ujarnya.
Menurut Budi, Festival Nelayan 2026 juga diramaikan Expo dan Bazar UMKM di Alun-alun Cilacap pada 6–11 Juli serta Grand Final Pemilihan Duta Wisata Kabupaten Cilacap pada 8 Juli 2026. Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan mampu memperpanjang lama kunjungan wisatawan sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi pelaku UMKM, sektor perhotelan, kuliner, dan jasa di Kabupaten Cilacap. (*)