ADVERTISEMENT
Iklan Header 1200x120

Sebanyak 23 Desa di Kendal jadi Lokus Percepatan Penurunan Stunting

Wakil Bupati Kendal Windu Suko Basuki /Foto: Wahyudi
Wakil Bupati Kendal Windu Suko Basuki /Foto: Wahyudi
ADVERTISEMENT
Top Article Ad 728x90

Lingkar.co - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal terus berupaya menekan angka stunting, salah satunya, menjadikan 23 desa sebagai lokasi fokus (Lokus) audit kasus stunting.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP2PA) Kabupaten Kendal, Albertus Hendri Setiawan mengatakan, ada 23 desa dari 11 kecamatan di Kabupaten Kendal yang menjadi Fokus audit kasus stunting.

Karena itu, dia meminta kepala perangkat daerah berfokus menangani stunting dengan mengerahkan program kerja, yakni melalui inovasi program penurunan stunting.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

"Saya harap camat di masing-masing wilayah mengerahkan inovasinya untuk penurunan stunting. Supaya target kita tercapai untuk zero stunting," ujarnya dalam Diseminasi Audit Kasus Stunting (AKS) Kabupaten Kendal di Ruang Abdi Praja, Rabu (7/4/2023).

Wakil Bupati Kendal Windu Suko Basuki mengatakan, stunting menjadi pembahasan pokok yang harus mendapat perhatian lebih.

Apalagi dari hasil Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, prevalensi stunting di Kendal mencapai 17,5 persen. Padahal tahun 2024, prevalensi stunting harus turun menjadi 14 persen.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

"Maka tahun ini fokus kita tidak hanya sosialisasi dan rapat koordinasi saja. Melainkan ada aksi nyata melalui intervensi," tegasnya.

Basuki melanjutkan, intervensi yang dimaksud berupa intervensi sensitif yang secara tidak langsung berhubungan dengan persoalan kesehatan.

Seperti air minum dan sanitasi bersih, pelayanan gizi, serta edukasi perubahan perilaku.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Selanjutnya, intervensi spesifik yang berhubungan dengan peningkatan gizi dan kesehatan, serta intervensi pendukung seperti terintegrasinya data kependudukan, penguatan posyandu, dan surveilans gizi.

"Satu lagi ada intervensi integratif. Itu  pencegahan dan penanggulangan permasalahan gizi khususnya Stunting dengan melibatkan berbagai sektor terkait. Jadi disengkuyung bareng," jelasnya.

Basuki menekankan, untuk kasus yang dapat diselesaikan di tingkat kelurahan dan kecamatan, supaya dapat diintervensi menggunakan sumber daya yang tersedia.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Seperti dana desa untuk stunting, CSR, gotong royong melalui Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting.

Pihaknya juga akan melakukan monitoring dan evaluasi menyeluruh, terkait pelaksanaan serta progres penurunan stunting di masing-masing wilayah selama tiga bulan ke depan.

"Saya juga tidak diam saja. Progresnya saya monitoring terus. Biar prevalensi stunting sesuai target juga," tandasnya.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Penulis : Wahyudi

Editor : Kharen Puja Risma

ADVERTISEMENT
In Article Ad 336x280

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu