Soto Semarang Masuk Usulan Warisan Budaya Tak Benda, Ini Langkah Disbudpar

Kepala Disbudpar Kota Semarang, Wing Wiyarso. (dok Alan Henry)
Kepala Disbudpar Kota Semarang, Wing Wiyarso. (dok Alan Henry)
ADVERTISEMENT
Top Article Ad 728x90

Lingkar.co - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Kota Semarang usulkan kuliner khas Soto Semarang jadi warisan budaya tak benda kepada Kementerian Kebudayaan.

Kepala Disbudpar Kota Semarang, Wing Wiyarso menyampaikan, pihaknya masih mengumpulkan literasi untuk mendaftarkan Soto Semarang menjadi warisan budaya tak benda ke kementerian.

“Literasi masih kita kumpulkan sebagai bahan usulan jika Soto Semarang adalah warisan budaya tak benda yang jadi kekuatan potensi budaya lokal,” katanya, Jumat (2/5/2025).

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Dirinya berharap, tentu Soto Khas Semarang bisa menjadi warisan budaya tak benda yang dimiliki Ibu Kota Jateng. Sebelumnya, Disbuspar telah mengusulkan kuliner Nasi Glewo untuk bisa masuk dalam warisan budaya tak benda pada tahun 2024.

“Nasi Glewo sudah kita usulkan, tapi harus ada berkas literasi yang harus dilangkapi agar bisa diterima oleh kementerian,” tuturnya.

Sementara itu, para rangkaian Hari Jadi ke-478 Kota Semarang (HJKS), Pemkot menggelar Soto Vaganza, festival soto dengan menyediakan 4.478 porsi Soto Semarang. Event ini diharapkan bisa menjadi salah satu literasi untuk bisa dimasukan dalam usulan ke Kementerian.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

“Kami minta support data agar Soto Semarang bisa menjadi warisan tak benda Kota Semarang,” pungkasnya. ***

ADVERTISEMENT
In Article Ad 336x280

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu