Iklan

Bangun Bronjong untuk Tahan Sembilan Titik Longsor di Sumut

Inti berita

Wakil Gubernur (Wagub) Sumatra Utara (Sumut) Surya mengatakan, pihaknya menerima laporan terdapat sembilan titik di ruas jalan provinsi Miga-Lolowua, Kota Gunungsitoli. Untuk mengatasinya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut membangun turap atau bronjong yang berfungsi sebagai pondasi sekaligus penahan beban jalan

Bangun Bronjong untuk Tahan Sembilan Titik Longsor di Sumut
Wakil Gubernur (Wagub) Sumatra Utara (Sumut) Surya saat meninjau salah satu lokasi longsor. Foto: dokumentasi

Wakil Gubernur (Wagub) Sumatra Utara (Sumut) Surya mengatakan, pihaknya menerima laporan terdapat sembilan titik di ruas jalan provinsi Miga-Lolowua, Kota Gunungsitoli. Untuk mengatasinya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut membangun turap atau bronjong yang berfungsi sebagai pondasi sekaligus penahan beban jalan.

Saat meninjau lokasi, Jumat (24/7/2026), dirinya memastikan pembangunan bronjong berjalan sesuai perencanaan. Infrastruktur tersebut dibangun untuk menangani sejumlah titik longsor sekaligus memperkuat badan jalan agar aman dilalui masyarakat.

"Saya ke sini menjalankan tugas dari Pak Gubernur (Bobby Nasution), untuk memastikan pekerjaan pembangunan jalan sesuai perencanaan," ujar Wagub Surya.

Surya menegaskan pentingnya percepatan penyelesaian pekerjaan mengingat ruas jalan tersebut merupakan jalur strategis yang menghubungkan Kota Gunungsitoli dengan Kabupaten Nias Barat. 

Menurutnya, konektivitas antardaerah di Kepulauan Nias menjadi salah satu prioritas pembangunan Pemprov Sumut.

"Kalau sudah ada penetapan waktunya, segera selesaikan sesuai jadwal. Karena jalan ini penting dan dibutuhkan masyarakat. Apalagi jalur ini menghubungkan Kota Gunungsitoli dan Nias Barat. Begitu juga di tempat lain di Kepulauan Nias," tegasnya.

Pada kesempatan itu, Surya juga meninjau salah satu titik longsor dengan kondisi kerusakan cukup parah. Pekerjaan diawali dengan pembangunan pondasi yang kuat agar konstruksi jalan lebih kokoh dan tahan terhadap potensi longsor. Proyek tersebut ditargetkan rampung dalam waktu sekitar tiga bulan.

"Prinsipnya kita ingin pembangunan infrastruktur ini tepat waktu. Sebagaimana pesan Pak Gubernur pada agenda Berkantor di Kepulauan Nias untuk memastikan pembangunan berjalan optimal, dan wilayah ini tidak lagi masuk kategori tertinggal," pungkasnya. (*)

Bagikan artikel ini

Sebarkan ke teman atau simpan tautannya.

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu