Sungai Kapuas di Kalimantan menyusut seiring penurunan drastis curah hujan di musim kemarau yang ekstrem ini. Situasi ini mengganggu distribusi barang dan produksi air bersih, serta meningkatkan risiko bagi satwa air endemik di pesut Mahakam. Di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, dasar Sungai Kapuas muncul ke permukaan akibat air yang menyusut, dan menciptakan pemandangan hamparan pasir karena sangat keringnya.
Sungai Kapuas merupakan sungai terpanjang di Indonesia. Sungai yang mengalir sepanjang lebih dari 1.000 kilometer ini menjadi salah satu jalur transportasi penting yang menghubungkan wilayah pedalaman dengan kawasan pesisir di Kalimantan Barat.

Persoalan surutnya debit air yang diakibatkan kemarau panjang ini juga terjadi di Sungai Mahakam. Surutnya Mahakam dilaporkan menyulitkan pelayaran barang dan penumpang, Kemudian, memicu juga masuknya air laut ke sungai di Samarinda.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan distribusi batu bara terganggu karena surutnya sungai-sungai di Kalimantan. Sungai yang mengering juga disebut sebagai salah satu penyebab kelangkaan BBM di wilayah ini karena kesulitan pendistribusian.
“Di Kalimantan ini banyak terjadi. Saat ini, sungai ini mengalami kondisi surut, sehingga kapal-kapal yang biasanya mengirimkan melalui jalur sungai terkendala untuk proses pengiriman BBM,” ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR RI, Rabu (26/8).
Merespons situasi ini, Kementerian ESDM memperbanyak pengiriman BBM menggunakan truk melalui jalur darat. Meskipun, kapasitas angkutan darat lebih kecil dibandingkan angkutan melalui sungai guna tetap berjalannya pendistribusian bahan bakar tersebut.