Tabung Rp10 Ribu Sehari, Perajin Tempe Asal Pati Wujudkan Mimpi Naik Haji

IMG-20260425-WA0038
Seorang perajin tempe tradisional asal Kabupaten Pati, Siti Nafiah, membuktikan bisa menunaikan ibadah haji. Foto: Miftah/Lingkar.co
ADVERTISEMENT
Top Article Ad 728x90

Lingkar.co - Seorang perajin tempe tradisional asal Kabupaten Pati, Siti Nafiah, membuktikan bahwa ketekunan dan kesabaran mampu mengantarkannya menunaikan ibadah haji. Warga Dukuh Kedungpanjang, Desa Soneyan, Kecamatan Margoyoso itu sehari-hari mengolah kedelai menjadi tempe di dapur sederhana miliknya.

Selama sekitar 20 tahun, Siti menjalankan usaha tersebut untuk memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus menabung demi impian ke Tanah Suci. Ia mendaftar ibadah haji sejak 2012 dan harus menunggu antrean hingga akhirnya mendapat kesempatan berangkat pada 2026.

Dalam perjalanannya, Siti mengaku menyisihkan sebagian penghasilan dengan nominal kecil setiap hari.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

“Keuntungan tak seberapa, setiap hari menyisihkan uang kadang hanya Rp 10.000. Seminggu kalau kondisinya memungkinkan bisa nabung Rp 100.000,” ucap Siti kepada awak media, Sabtu (25/4/2026).

Perempuan berusia 58 tahun itu juga mengungkapkan bahwa kondisi ekonomi kerap menjadi tantangan dalam menabung. Namun, ia tetap berusaha konsisten meski harus menyesuaikan dengan kebutuhan sehari-hari.

“Kalau ada kebutuhan lain ya tidak bisa nabung, tapi tetap diusahakan sedikit-sedikit,” ungkapnya.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Usaha dan kesabarannya pun berbuah manis. Siti dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada 7 Mei 2026 bersama sang suami, Winoto. Ia mengaku tak menyangka impiannya bisa terwujud dari hasil berjualan tempe.

“Senang sekali, tidak menyangka bisa berangkat dari jualan tempe. Berangkat tanggal 7 Mei 2026 besok,” terangnya.

Dari usaha tempe yang digelutinya, Siti memperoleh penghasilan sekitar Rp150 ribu per hari. Ia bersama suaminya memproduksi sekitar 8 kilogram tempe setiap hari. Sementara itu, untuk kebutuhan produksi, ia mengeluarkan modal sekitar Rp500 ribu per pekan guna membeli 50 kilogram kedelai.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Tak hanya berhasil mewujudkan impian berhaji, usaha tersebut juga mampu mengantarkan ketiga anaknya menyelesaikan pendidikan hingga perguruan tinggi. Kini, anak-anaknya telah bekerja di luar kota.

Kisah Siti menjadi bukti bahwa konsistensi dalam bekerja dan menabung, meski dengan nominal kecil, dapat membuka jalan untuk meraih impian besar. (*)

ADVERTISEMENT
In Article Ad 336x280

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu