Terlambat Distribusi Bikin Vaksin Kedaluwarsa, Ganjar: Dari Sananya Mendekati Expired

Ganjar Pranowo usai memimpin rapat Covid-19, Rezanda Akbar D./Lingkar.co
Ganjar Pranowo usai memimpin rapat Covid-19, Rezanda Akbar D./Lingkar.co
ADVERTISEMENT
Top Article Ad 728x90

SEMARANG, Lingkar.co - Beredar isu adanya keterlambatan vaksin yang kedaluarsa karena keterlambatan pendistribusian ke daerah-daerah Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, membantah hal tersebut.

"Kemarin ada yang bilang, katanya kelamaan di provinsi, tidak. Di provinsi itu paling hanya sehari atau paling lama dua hari. Begitu datang, kami minta hari itu segera diambil," katanya usai memimpin Rapat Penanganan Covid-19 Jawa Tengah di Semarang, Senin (11/8/2021).

Baca Juga : Ribuan Vaksin Kadaluarsa, Kudus Terbatas Fasilitas Penyimpanan Vaksin

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Menurut dia, adanya vaksin Covid-19 yang kedaluarsa di Kabupaten Kudus karena kiriman vaksin dari pemerintah pusat memang sudah hampir habis masa berlakunya.

Ia mencontohkan, Kabupaten Purbalingga yang beberapa waktu lalu datang ke Kementerian Kesehatan untuk meminta tambahan vaksin Covid-19, setelah diberikan vaksin limpahan dari Tangerang masa berlakunya hanya tinggal beberapa hari saja sudah kedaluwarsa.

"Memang dari sananya (pusat) sudah mendekati expired, kasus Purbalingga contohnya, mereka dapat langsung dari Kemenkes tapi mendekati expired, tapi mereka sanggup menyelesaikan sebelum expired, jadi bagus itu," ujarnya.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Ganjar mengaku tidak pernah lelah mengingatkan kepada bupati/wali kota terkait dengan masa kedaluwarsa vaksin COVID-19.

"Saya ingatkan terus, tiap minggu kami ingatkan. Awas ya, sekian vaksin akan expired tanggal sekian. Segera disuntikkan, yang tidak sanggup angkat tangan agar kami pindahkan ke daerah lain," tegasnya.

Sebelumnya, Ganjar berkali-kali mengusulkan agar jatah vaksin Covid-19 tidak ditentukan oleh Kemenkes, melainkan oleh pemerintah provinsi.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

"Izinkan alokasinya tidak ditentukan dari Kemenkes, kami saja dari pemprov yang tahu persis daerah mana yang butuh percepatan. Daerah yang capaiannya bagus, ya harus diberi 'reward' bagus. Masa minta alokasi saja ndak dikasih, padahal mereka sudah bekerja keras," katanya.

Penulis : Tito Isna Utama
Editor : Rezanda Akbar D.

ADVERTISEMENT
In Article Ad 336x280

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu