ADVERTISEMENT
Iklan Header 1200x120

Tolak Oportunisme Politik, Kader Muda Gerindra Pati Serukan Penolakan Budi Arie

IMG-20251107-WA0037
Pernyataan sikap Kader Muda Partai Gerindra Kabupaten Pati di Kantor DPC Partai Gerindra Kabupaten Pati, Jumat (7/11/2025). Foto: Miftah/Lingkar.co
ADVERTISEMENT
Top Article Ad 728x90

Lingkar.co — Kader Muda Partai Gerindra Kabupaten Pati menyatakan sikap tegas menolak bergabungnya Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi ke Partai Gerindra. Pernyataan itu disampaikan di Kantor DPC Partai Gerindra Kabupaten Pati, Jumat (7/11/2025).

Perwakilan Kader Muda Gerindra Pati, Adhi Ratna Suminar menyampaikan bahwa pentingnya menjaga marwah, ideologi, dan tradisi perjuangan kader partai. Ia menegaskan bahwa Partai Gerindra adalah partai kader yang tumbuh dari pengorbanan dan proses panjang perjuangan, bukan dari karbitan dan kepentingan.

“Gerindra adalah partai kader yang tumbuh dari pengorbanan, bukan hasil karbitan dari kepentingan. Perkaderan di Gerindra berjalan sistematis, berjenjang, dan berlandaskan ideologi perjuangan,” ujar , mewakili Kader Muda Gerindra Pati.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Adhi menambahkan, banyak kader Gerindra yang telah mengabdi dengan sepenuh hati, bahkan mengorbankan tenaga, harta, hingga nyawa demi menjaga garis perjuangan partai.

“Ada kader-kader setia yang terpinggirkan karena memilih bertahan pada keyakinan dan kesetiaan, bukan kekuasaan. Mereka adalah bukti nyata bahwa Gerindra berdiri di atas keikhlasan perjuangan, bukan oportunisme,” tegasnya.

Sementara itu, Adham, kader muda lainnya, menilai bahwa kehadiran figur baru yang muncul hanya ketika partai sedang kuat dan hanya saat berkuasa tidak sejalan dengan semangat perjuangan yang telah dibangun sejak awal.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

“Gerindra bukan tempat berlindung bagi penumpang kemenangan. Ini rumah bagi pejuang yang tetap tegak berdiri, bahkan ketika badai menghantam,” ujarnya.

Pihaknya menegaskan bahwa partai harus tetap dijaga sebagai rumah perjuangan, bukan rumah singgah politik. Menurut mereka, menjaga marwah partai berarti menjaga integritas dan arah perjuangan yang telah dirintis oleh para kader pendahulu.

“Gerindra dibangun dengan darah kesetiaan, bukan dengan tawaran kekuasaan,” tutupnya. (*)

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280
ADVERTISEMENT
In Article Ad 336x280

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu