Arsip Tag: Libur Lebaran 2026

Lonjakan Wisatawan di Kota Bandung Saat Libur Lebaran 2026 Jauh Melampaui Target, Farhan Kaget

Lingkar.co – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengaku terkejut dengan tingginya angka kunjungan wisatawan di kota Bandung, Jawa Barat.

Dikatakan Farhan, wisatawan ke Kota Bandung, Jawa Barat selama libur Lebaran 2026 melampaui ekspektasi. Hingga pertengahan masa libur, jumlah pengunjung tercatat mencapai sekitar 700 ribu orang.

Farhan menyebut lonjakan tersebut jauh di atas perkiraan awal.

“Jumlah pengunjung itu mencapai angka 700.000 orang. Ini betul-betul mengagetkan karena kami tidak menyangka akan setinggi ini,” ujar Farhan dalam siaran persnya, Sabtu (28/3/2026).

Ia memprediksi jumlah wisatawan akan terus bertambah pada puncak akhir pekan. Bahkan, total kunjungan berpotensi menembus angka 1 juta orang.

“Bisa sampai 1 juta, terutama di Sabtu dan Minggu yang menjadi puncak kunjungan,” katanya.

Mayoritas wisatawan datang dari wilayah Jabodetabek dan didominasi oleh rombongan keluarga. Mereka memilih Bandung sebagai destinasi utama untuk menghabiskan libur Lebaran.

Farhan menilai tren tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya yang tidak mencapai target. Peningkatan signifikan ini menunjukkan daya tarik Kota Bandung masih sangat kuat.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung pun memastikan seluruh perangkat daerah disiagakan untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan. Ia mengimbau seluruh pihak menjaga kenyamanan dan ketertiban selama masa libur berlangsung. (*)

Pascalibur Lebaran 2026, Bupati Cirebon Minta Pelayanan Cepat, Ramah dan Solutif

Lingkar.co – Bupati Cirebon Imron meminta para aparatur sipil negara (ASN) untuk meningkatkan pelayanan yang cepat, ramah dan solutif bagi masyarakat.

“Masyarakat sangat bergantung pada kehadiran kita. Mereka membutuhkan pelayanan yang cepat, ramah, dan solutif. Oleh karena itu, mari kita hadir sebagai aparatur yang tidak hanya bekerja, tetapi juga melayani dengan hati,” ujar Imron.

Bupati menyampaikan hal itu saat memberikan arahan dalam apel pagi sekaligus halalbihalal bersama seluruh perangkat daerah di halaman Kantor Bupati Cirebon, Rabu (25/3/2026).

Apel tersebut menjadi momentum awal bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk kembali menjalankan tugas pasca libur Idulfitri 1447 Hijriah dengan semangat baru dan komitmen peningkatan pelayanan publik.

Imron juga mengajak seluruh ASN untuk kembali menata ritme kerja secara profesional setelah libur Lebaran, dengan mengedepankan tanggung jawab dan dedikasi.

“Saya mengajak kita semua untuk kembali menata ritme kerja dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab, untuk menghadirkan kembali semangat melayani dengan sepenuh hati,” tegasnya.

Selain itu, Imron mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak dapat dicapai secara individu, melainkan melalui kerja sama dan sinergi antarperangkat daerah.

“Tidak ada keberhasilan yang dicapai secara individu. Semua membutuhkan kerja sama, sinergi, dan komunikasi yang baik antar perangkat daerah,” ujarnya.

Menutup arahan dalam apel, Imron mengajak seluruh ASN untuk memulai kembali tugas dengan niat baik dan tekad kuat demi kemajuan daerah.

“Mari kita awali kembali tugas kita hari ini dengan niat yang baik, hati yang bersih, serta tekad yang kuat untuk memberikan yang terbaik bagi Kabupaten Cirebon yang kita cintai,” pungkasnya.

Kegiatan apel pagi dan halalbihalal ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Cirebon dalam memperkuat disiplin kerja, sinergi, serta peningkatan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat. (*)

Hemat Ongkos Usai Lebaran, Gubernur Ahmad Luthfi Lepas Balik Rantau Gratis dari Stasiun Tawang

Lingkar.co – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memberangkatkan peserta Balik Rantau Gratis dengan moda kereta api dari Stasiun Tawang, Semarang, Jumat, (27/3/2026). Program tersebut menjadi bagian dari fasilitasi pemerintah untuk membantu masyarakat, khususnya pekerja informal, kembali ke perantauan usai merayakan Lebaran di kampung halaman.

Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan, arus balik tahun ini difasilitasi melalui moda kereta api dan bus. Khusus pada hari ini, pemberangkatan dilakukan dengan kereta api dari Stasiun Tawang.

“Hari ini kita pemberangkatan arus balik. Jadi arus balik kita gunakan kereta api,” ujar Gubernur didampingi Manager Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, serta direksi Bank Jateng.

Ia menjelaskan, arus balik gratis dengan kereta api ini merupakan bagian dari skema pelayanan Pemprov Jateng bersama sejumlah pemerintah kabupaten, Bank Jateng, dan para pemangku kepentingan lainnya.

Menurutnya, bantuan transportasi gratis sangat berarti bagi masyarakat pekerja informal yang sebelumnya telah menggunakan banyak pengeluaran selama mudik di kampung halaman.

“Mereka yang sudah mudik di Jawa Tengah, sudah belanja di kampungnya masing-masing, dia pulang itu uangnya sudah tipis. Sehingga dengan adanya balik gratis ini, mereka sangat senang sekali,” kata Ahmad Luthfi.

Pada pemberangkatan hari ini, sebanyak 320 penumpang diberangkatkan menggunakan empat gerbong kereta api. Ahmad Luthfi menyebut program ini merupakan bagian dari hadirnya negara, dalam hal ini Pemprov Jateng, di tengah kebutuhan masyarakat, terutama kelompok pekerja informal.

“Hari ini ada 320 penumpang dengan menggunakan empat gerbong, besok bus yang (lebih) banyak,” ungkapnya.

Selain melepas peserta arus balik, Ahmad Luthfi juga menitipkan pesan kepada warga Jawa Tengah yang kembali bekerja di perantauan agar tetap menjaga semangat, bekerja keras, dan menaati hukum. Menurutnya, keluarga di kampung halaman menaruh harapan besar kepada mereka.

“Saya juga berpesan kepada masyarakat yang kerja di perantauan, kerja yang keras, kerja yang rajin, kemudian tidak melanggar hukum. Ingat di kampung masih menunggu keluarga kita,” tegasnya.

Ia menambahkan, karakter masyarakat Jawa Tengah yang guyub, rukun, rajin bekerja, dan menjunjung toleransi harus terus dijaga sebagai modal sosial saat kembali ke perantauan.

“Jawa Tengah sejatinya adalah masyarakat yang guyub rukun, yang senang bekerja dan bertoleransi,” kata Gubernur.

Program arus balik gratis ini disambut antusias para peserta. Susanto, warga asal Pati yang merantau di Bekasi, mengaku program tersebut sangat membantu pengeluaran keluarganya. Tahun ini ia mudik bersama istri dan dua anaknya.

“Ini menghemat banget, membantu kami menekan pengeluaran,” ujarnya.

Susanto yang telah tinggal di Bekasi sejak 2002 mengatakan, dirinya sudah beberapa kali mengikuti program mudik gratis, namun sebelumnya selalu menggunakan bus. Adapun perjalanan arus balik dengan kereta api kali ini menjadi pengalaman pertama bagi keluarganya.

Ia mengaku senang karena kedua anaknya bisa merasakan pengalaman naik kereta jarak jauh untuk pertama kali.

“Senang, soalnya bisa ngajak anak-anak yang belum pernah naik kereta merasakan pengalamannya. Biasanya kan cuma naik commuter line,” katanya.

Ia berharap kuota program serupa ke depan dapat ditambah agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.

“Harapannya bisa diperbanyak lagi kuotanya. Terima kasih Pemerintah Jawa Tengah, minal aidin wal faizin,” ucap Susanto.

Hal senada disampaikan Nani Rusmalani, perantau asal Demak yang sehari-hari tinggal di Bogor. Ia bersama suaminya, Zainal Mubarok, mengikuti program balik gratis kereta api untuk pertama kalinya.

“Ini sangat membantu sekali. Terima kasih,” kata Nani.

Menurut Nani, sebelumnya saat mudik ke kampung halaman ia menempuh perjalanan menggunakan bus. Karena itu, pengalaman mengikuti arus balik gratis dengan kereta api kali ini terasa berbeda dan menyenangkan.

“Baru pertama kali ikut balik gratis kereta ini. Kemarin mudik pulang naik bus. Pengalamannya seru,” ujarnya.

Sementara itu, Zainal Mubarok mengaku biasanya ia mudik secara mandiri dengan biaya perjalanan yang tidak sedikit. Karena itu, program arus balik gratis sangat membantu dari sisi ekonomi.

“Biasanya mudik umum, habisnya sampai Rp1 juta seorang. Ikut mudik gratis ini alhamdulillah dari ongkos ekonomi lebih membantu,” katanya.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Jateng dan berharap ke depan jumlah gerbong yang disediakan untuk program mudik dan balik gratis bisa ditambah.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Pak Luthfi atas dukungannya. Harapan ke depan mudah-mudahan lebih banyak gerbong yang disediakan untuk yang mudik gratis,” tandasnya. (*)

Cek Pelayanan Publik Pascalibur Lebaran 2026, Sekda Kaltara Temukan Masalah Kedisiplinan ASN

Lingkar.co – Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kalimantan Utara (Kaltara), Denny Harianto melakukan Safari Perangkat Daerah ke sejumlah instansi, Kamis (26/3/2026). Hal itu dia lakukan untuk mengecek kesiapan layanan publik pascalibur hari raya Idulfitri 1447 Hijriah atau lebaran 2026.

Kunjungan ini mencakup beberapa instansi pelayanan publik, di antaranya Kantor Samsat Bulungan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltara, Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kaltara, layanan Samsat Keliling di Pasar Induk Tanjung Selor, hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Tanjung Selor.

Dalam peninjauan itu, Sekda mencatat beberapa masalah yang perlu menjadi perhatian bersama, khususnya terkait kesiapan petugas layanan dan kedisiplinan aparatur sipil negara (ASN).

Di DPMPTSP, ia mendapati layanan belum berjalan optimal saat jam kerja berlangsung. Selain itu, terdapat beberapa pegawai yang belum hadir tepat waktu, serta pimpinan instansi yang sedang tidak berada di tempat pada saat kunjungan.

Denny menegaskan bahwa pelayanan publik memiliki peran penting, terutama bagi masyarakat dan pelaku usaha.

“Pelayanan publik harus menjadi perhatian bersama. Kehadiran petugas dan kesiapan layanan sangat penting agar masyarakat dapat terlayani dengan baik,” kata Denny.

Ia juga menekankan bahwa disiplin dan tanggung jawab ASN dalam menjalankan tugas, merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.

Hasil kunjungan ini, lanjutnya, akan menjadi bahan evaluasi internal guna mendorong perbaikan ke depan.

“Harapannya pelayanan dapat terus ditingkatkan dan berjalan secara konsisten,” ujarnya.

Safari Perangkat Daerah ini menjadi bagian dari upaya Pemprov Kaltara dalam memastikan pelayanan publik tetap optimal, khususnya setelah libur Idulfitri. (*)

Bertepatan Hari Jadi ke-1.222, Pemkab Kediri Gelar Apel Besar Hari Pertama Pascalebaran 2026

Lingkar.co – Apel Besar ASN Pemerintah Kabupaten Kediri pascalibur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah yang bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kabupaten Kediri ke-1222 digelar di halaman belakang Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri Rabu (25/3/2026).

Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Bupati Dewi Mariya Ulfa menekankan apel tersebut menjadi momentum kebangkitan semangat kerja pasca Ramadhan dan Idulfitri, sekaligus refleksi dalam memperingati usia Kabupaten Kediri yang ke-1222 tahun.

“Ukuran kerja kita bukan sekadar hadir dan lamanya waktu di kantor, melainkan sejauh mana manfaat yang dirasakan masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, disampaikan pascalibur panjang, masyarakat membutuhkan pelayanan yang sigap dan optimal, mulai dari administrasi kependudukan, layanan kesehatan, hingga perizinan. Oleh karena itu, seluruh jajaran pemerintah diminta bisa langsung bekerja maksimal tanpa penyesuaian yang berlarut.

Dalam sambutannya, diungkapkan pula sejumlah isu strategis daerah, di antaranya penanganan kemiskinan yang masih berada di angka 9,81 persen serta upaya penurunan stunting. Kedua hal tersebut membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan tidak dapat diselesaikan secara parsial.

Selain itu, peningkatan kualitas pelayanan publik menjadi perhatian utama. Seluruh perangkat daerah diharapkan terus menjaga kualitas pelayanan dan memastikan tidak ada lagi layanan yang kurang optimal, khususnya di fasilitas kesehatan.

Sebagaimana tema Hari Jadi Kabupaten Kediri ke-1222 “Kediri Berbudaya, Kediri Berdaya” Pemerintah Kabupaten Kediri berkomitmen untuk mewujudkan pembangunan yang tetap berakar pada nilai budaya, serta diperkuat oleh persatuan dan kerja keras seluruh elemen masyarakat.

Mbak Dewi menegaskan, apel ini menjadi penanda dimulainya kembali aktivitas pemerintahan dengan semangat baru, serta penguatan komitmen ASN dalam memberikan pelayanan terbaik.

“Dirgahayu Kabupaten Kediri ke-1222. Semoga semakin maju, kuat, berdaya saing, dan masyarakatnya semakin sejahtera,” pungkasnya. (*)

Apel Perdana Usai Libur Lebaran, Pj Sekda Banjarnegara Pesan: ASN Mulai Bekerja dengan Semangat Baru

Lingkar.co – Pada hari pertama masuk kerja setelah libur lebaran, Pj Sekretaris Daerah Banjarnegara, Tursiman menginginkan agar para Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Banjarnegara memulai pekerjaan dengan semangat baru.

Waktu libur lebaran yang cukup panjang, menurutnya bisa membawa suasana hati dan pikiran terasa lebih segar. Hal ini diharapkan mampu menghadirkan semangat saat kembali melaksanakan rutinitas pekerjaan.

“Kita sudah mendapatkan kesempatan beristirahat, sekarang saatnya bekerja dan menunaikan tugas kembali sesuai tugas dan fungsinya masing-masing,” tuturnya saat kegiatan apel pagi di Halaman Kantor Bupati Banjarnegara, Rabu (25/3/2026).

Tursiman juga menyampaikan, OPD atau dinas diperbolehkan halal bi halal, namun harus dilaksanakan secara sederhana, efisien dan tidak mewah. Kegiatan ini difokuskan sebagai ajang silaturahmi untuk memperkuat kerja sama tim, tanpa mengganggu kinerja pelayanan publik.

Disamping itu dia mengajak para ASN untuk memaknai Idul Fitri sebagai momentum perubahan ke arah yang lebih baik. Senantiasa bebenah diri dengan selalu menjaga hati agar tetap bersih, berikiran positif dan saling memaafkan.

“Mari kita jauhkan segala hal buruk yang bisa mengotori hati dan pikiran kita. Bersihkan diri dari dendam dan kebencian, mari saling memaafkan dan mendoakan,” ungkapnya.

Selepas apel pagi kegiatan dilanjutkan dengan jabat tangan, Sekda dan jajarannya serta beberapa Kepala OPD bersalam-salaman dengan karyawan dan karyawati di lingkungan Sekretariat Daerah. (*)

Infrastruktur Mulus, Nirmala Jadi Primadona Destinasi Wisata Baru di Bogor

Lingkar.co – Kawasan wisata Nirmala yang terletak di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat menjadi primadona destinasi wisata baru setelah infrastruktur yang lancar, Rabu (25/3/2026).

Bupati Bogor, Rudy Susmanto telah membangun infrastruktur jalan Nirmala yang sebelumnya rusak parah menjadi mulus. Praktis hal itu menjadikan isatawan berdatangan untuk merasakan akses jalan yang mulus dengan pemandangan indah perbukitan kebun teh Nirmala.

Wisatawan dari luar kecamatan Nanggung bahkan dari luar kota berbondong-bondong berkunjung pada momentum libur lebaran, Senin (23/3) membuat situasi ramai seperti di kawasan Puncak saat akhir pekan.

Perubahan signifikan tersebut menjadi bukti nyata pembangunan infrastruktur di era Bupati Bogor, Rudy Susmanto, khususnya melalui pembangunan Jalan Nirmala yang sebelumnya rusak parah.

Sebelumnya, akses menuju kawasan wisata di kaki Taman Nasional Gunung Halimun Salak itu dikenal sulit dilalui. Kondisi jalan berbatu dan berlumpur saat hujan membuat wilayah tersebut terkesan terisolasi selama puluhan tahun. Kini, wajahnya berubah total menjadi jalan mulus yang nyaman dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat.

Perubahan tersebut berdampak langsung terhadap meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan. Pada momen libur Idul Fitri, arus kendaraan menuju kawasan Nirmala terpantau padat. Bahkan, suasananya disebut-sebut mulai menyerupai kawasan Puncak saat akhir pekan.

Ucapan terima kasih mengalir kepada Bupati Bogor Rudy Susmanto, yang dinilai telah mewujudkan mimpi warga yang selama ini hanya bisa mereka harapkan. Baru kali ini warga merasakan dampak pembangunan yang begitu nyata. Setelah lebih dari 80 tahun Indonesia merdeka, mereka akhirnya menikmati akses jalan yang layak.

“Terima kasih atas pembangunan yang dilakukan Bapak Rudy Susmanto. Kini desanya mulai dikenal luas sebagai destinasi wisata baru,” ujar warga.

Menurutnya, sekarang Desa Malasari sudah seperti kawasan wisata di Puncak. Banyak kendaraan dari luar kecamatan bahkan dari Jakarta dan Tangerang. Kondisi ini turut mendorong perputaran ekonomi masyarakat setempat, seiring bertambahnya kunjungan wisatawan.

Pembangunan Jalan Nirmala sendiri menjadi salah satu proyek strategis yang membuka akses penghubung antara Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi. Lebih dari sekadar infrastruktur, pembangunan ini dinilai sebagai wujud komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pemerataan pembangunan hingga ke wilayah terpencil. (*)

Pemkab Kediri Berangkatkan Pemudik Balik Gratis ke Jakarta

Lingkar.co – Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Perhubungan (Dishub) memberangkatkan 100 penumpang dalam program ‘Balik Gratis Lebaran 2026’ di Kantor Dinas Perhubungan, Selasa (24/3/2026).

Program ini menjadi bentuk komitmen Pemkab Kediri dalam memberikan pelayanan transportasi yang aman dan nyaman bagi warganya yang kembali bekerja ke Jakarta.

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana melalui Kepala Dinas Perhubungan M. Nizam Subekhi mengatakan program rutin tahunan yang telah memasuki tahun ketiga ini ditujukan khusus bagi warga Kabupaten Kediri yang bekerja di Jakarta Raya. Tahun ini, Pemkab Kediri menyediakan kuota 100 peserta dengan dua unit bus eksekutif.

“Tujuannya tentu agar perjalanan lebih terkoordinir sehingga memberikan rasa nyaman dan keselamatan bagi warga kita yang akan bekerja di Jakarta,” katanya.

Selain menyediakan transportasi gratis, Pemkab Kediri juga memberikan fasilitas tambahan berupa makan dan minum ringan (snack) bagi para peserta. Para penumpang nantinya akan menempuh rute dari Nganjuk, masuk tol, dan beristirahat di rest area sebanyak dua kali sebelum tiba di tujuan akhir, yakni Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta.

Untuk memastikan kenyamanan dan keamanan perjalanan, Dinas Perhubungan juga mengerahkan dua pendamping di setiap bus. Pendamping ini bertugas membantu penumpang selama perjalanan berlangsung.

“Himbauan kami kepada kru bus dan pendamping, terutama kru bus, agar tidak ngebut di jalan, tetap mengikuti aturan lalu lintas, sehingga menjaga keamanan bagi warga kita dalam perjalanan balik gratis ini,” tambahnya.

Nizam berharap ke depan Pemerintah Kabupaten Kediri dapat meningkatkan kuota program balik gratis ini guna memperluas pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, salah seorang penumpang, Nisa asal Pare, menyampaikan terima kasih kepada seluruh penyelenggara program. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini.

“Program ini sangat bermanfaat dan semoga ke depannya semakin luas dan menjangkau lebih banyak masyarakat,” ungkapnya.

Sebelumnya, para peserta melakukan pendaftaran secara online melalui situs balikgratis.kedirikab.go.id sejak 14 Maret 2026 hingga kuota terpenuhi, dengan prioritas bagi warga Kabupaten Kediri. (*)

Lomba Dayung Tradisional Desa Klidang Lor Gaet Wisatawan Luar Kabupaten Batang

Lingkar.co – Lomba Dayung Tradisional Desa Klidang Lor kembali digelar di sungai eks Sungai Sambong, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Minggu (22/3/2026).

Kegiatan ini menjadi salah satu tradisi tahunan yang terus menarik perhatian wisatawan, baik dari dalam maupun luar daerah.

Ketua panitia Egi Elan Viantono mengatakan, antusiasme peserta tahun ini cukup tinggi dengan total 236 peserta yang mengikuti 512 nomor tanding. Peserta datang dari berbagai daerah, seperti Jakarta, Bekasi, hingga Cilacap.

“Untuk total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp90 juta. Dari sisi sarana, panitia menyediakan enam unit perahu atau total 12 perahu untuk menunjang perlombaan. Selain itu, tahun ini terdapat penambahan dua perahu baru dari Pemerintah Kabupaten Batang sebagai bentuk pembaruan fasilitas,” jelasnya.

Ia juga mengatakan, bahwa perahu baru ini sangat membantu karena sebagian perahu lama kondisinya sudah tua.

Sementara itu, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menyampaikan, bahwa bantuan dua perahu tersebut merupakan realisasi dari janji yang disampaikan pada penyelenggaraan tahun sebelumnya.

“Alhamdulillah, dua perahu yang kami janjikan sudah bisa dimanfaatkan pada lomba hari ini,” tuturnya.

Ia berharap, dukungan tersebut dapat semakin meningkatkan kualitas penyelenggaraan serta menarik minat masyarakat lebih luas.

Menurutnya, Lomba Dayung Tradisional Klidang Lor memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi event berskala nasional. Namun, masih diperlukan berbagai pembenahan, baik dari sisi infrastruktur maupun peningkatan publikasi.

“Kami punya komitmen untuk menjadikan event ini sebagai agenda nasional yang mampu menarik lebih banyak peserta dan pengunjung,” harapnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga berencana menambah armada pengerukan sungai guna menjaga kondisi Sungai Sambong, terutama saat musim hujan.

Faiz juga menegaskan, lomba dayung tradisional bukan sekadar ajang hiburan, tetapi merupakan bagian dari warisan budaya yang harus terus dijaga dan dilestarikan.

“Ini adalah akar budaya masyarakat Klidang Lor yang harus tetap hidup dan bisa dinikmati hingga generasi mendatang,” pungkasnya. (*)

Pemkot Semarang Naikkan Tarif Wisata Saat Lebaran, Cek Daftarnya

Lingkar.co – Pemerintah Kota Semarang menaikkan tarif tiket masuk sejumlah destinasi wisata selama sepekan libur Lebaran 1447 Hijriah/2026.

Kebijakan tersebut dilakukan sebagai bentuk penyesuaian layanan untuk menghadapi lonjakan pengunjung selama musim liburan. Penyesuaian tarif ini telah diatur dalam peraturan daerah (Perda) dengan kenaikan yang dinilai tidak terlalu signifikan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari, mengatakan salah satu contoh kenaikan tarif terjadi di Taman Lele yang sebelumnya Rp10.000 menjadi Rp13.000.

“Iya, harga tiket masuk wisata ada penyesuaian selama sepekan Lebaran. Destinasi lainnya juga ada penyesuaian tiket masuk,” ujarnya.

Selain penyesuaian tarif, Pemkot Semarang juga mendorong pengelola destinasi wisata untuk menghadirkan atraksi khusus guna menarik minat wisatawan selama libur Lebaran.

Beberapa agenda yang telah disiapkan antara lain Atraksi Mahakarya di Goa Kreo pada 27 Maret 2026 dan Sesaji Rewanda pada 28 Maret 2026.

Disbudpar mencatat kunjungan wisata selama Ramadan mengalami penurunan. Namun, pihaknya optimistis jumlah wisatawan akan meningkat saat libur Lebaran seiring berbagai persiapan yang dilakukan.

Untuk mendukung kenyamanan dan keamanan, Pemkot Semarang juga menggandeng aparat kepolisian serta menyiagakan Dinas Perhubungan Kota Semarang dalam pengaturan arus lalu lintas dan parkir di kawasan wisata.

“Masyarakat dipersilakan berlibur ke tempat wisata, restoran, atau hotel. Namun tetap menjaga kesehatan dan keamanan karena lokasi wisata diperkirakan ramai,” kata Indriyasari.

Daftar Tarif Wisata Semarang Saat Lebaran 2026

Berikut tarif terbaru sejumlah destinasi wisata di Kota Semarang:

  1. Goa Kreo – Rp15.500
  2. Kolam Keceh Sodong – Rp10.500
  3. Taman Lele – Rp13.000
  4. Hutan Wisata Tinjomoyo – Rp6.000
  5. Museum Kota Lama – Rp10.000
  6. Semarang Zoo – Rp30.000
  7. Lawang Sewu – Rp20.000
  8. Pantai Marina – Rp15.000
  9. Klenteng Sam Poo Kong – Rp25.000
  10. Maerakaca – Rp20.000
  11. Menara Masjid Agung Jawa Tengah – Rp10.000
  12. Manunggal Jati – Rp15.000
  13. Jungletoon – Rp45.000

Sementara sejumlah destinasi lain seperti Kota Lama Semarang, Awanncosta, Koetatoea, dan Makam Mbah Depok hanya memberlakukan biaya parkir. (Adv)