Arsip Tag: Idulfitri 1447 H

Lonjakan Wisatawan di Kota Bandung Saat Libur Lebaran 2026 Jauh Melampaui Target, Farhan Kaget

Lingkar.co – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengaku terkejut dengan tingginya angka kunjungan wisatawan di kota Bandung, Jawa Barat.

Dikatakan Farhan, wisatawan ke Kota Bandung, Jawa Barat selama libur Lebaran 2026 melampaui ekspektasi. Hingga pertengahan masa libur, jumlah pengunjung tercatat mencapai sekitar 700 ribu orang.

Farhan menyebut lonjakan tersebut jauh di atas perkiraan awal.

“Jumlah pengunjung itu mencapai angka 700.000 orang. Ini betul-betul mengagetkan karena kami tidak menyangka akan setinggi ini,” ujar Farhan dalam siaran persnya, Sabtu (28/3/2026).

Ia memprediksi jumlah wisatawan akan terus bertambah pada puncak akhir pekan. Bahkan, total kunjungan berpotensi menembus angka 1 juta orang.

“Bisa sampai 1 juta, terutama di Sabtu dan Minggu yang menjadi puncak kunjungan,” katanya.

Mayoritas wisatawan datang dari wilayah Jabodetabek dan didominasi oleh rombongan keluarga. Mereka memilih Bandung sebagai destinasi utama untuk menghabiskan libur Lebaran.

Farhan menilai tren tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya yang tidak mencapai target. Peningkatan signifikan ini menunjukkan daya tarik Kota Bandung masih sangat kuat.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung pun memastikan seluruh perangkat daerah disiagakan untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan. Ia mengimbau seluruh pihak menjaga kenyamanan dan ketertiban selama masa libur berlangsung. (*)

Pascalibur Lebaran 2026, Bupati Cirebon Minta Pelayanan Cepat, Ramah dan Solutif

Lingkar.co – Bupati Cirebon Imron meminta para aparatur sipil negara (ASN) untuk meningkatkan pelayanan yang cepat, ramah dan solutif bagi masyarakat.

“Masyarakat sangat bergantung pada kehadiran kita. Mereka membutuhkan pelayanan yang cepat, ramah, dan solutif. Oleh karena itu, mari kita hadir sebagai aparatur yang tidak hanya bekerja, tetapi juga melayani dengan hati,” ujar Imron.

Bupati menyampaikan hal itu saat memberikan arahan dalam apel pagi sekaligus halalbihalal bersama seluruh perangkat daerah di halaman Kantor Bupati Cirebon, Rabu (25/3/2026).

Apel tersebut menjadi momentum awal bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk kembali menjalankan tugas pasca libur Idulfitri 1447 Hijriah dengan semangat baru dan komitmen peningkatan pelayanan publik.

Imron juga mengajak seluruh ASN untuk kembali menata ritme kerja secara profesional setelah libur Lebaran, dengan mengedepankan tanggung jawab dan dedikasi.

“Saya mengajak kita semua untuk kembali menata ritme kerja dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab, untuk menghadirkan kembali semangat melayani dengan sepenuh hati,” tegasnya.

Selain itu, Imron mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak dapat dicapai secara individu, melainkan melalui kerja sama dan sinergi antarperangkat daerah.

“Tidak ada keberhasilan yang dicapai secara individu. Semua membutuhkan kerja sama, sinergi, dan komunikasi yang baik antar perangkat daerah,” ujarnya.

Menutup arahan dalam apel, Imron mengajak seluruh ASN untuk memulai kembali tugas dengan niat baik dan tekad kuat demi kemajuan daerah.

“Mari kita awali kembali tugas kita hari ini dengan niat yang baik, hati yang bersih, serta tekad yang kuat untuk memberikan yang terbaik bagi Kabupaten Cirebon yang kita cintai,” pungkasnya.

Kegiatan apel pagi dan halalbihalal ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Cirebon dalam memperkuat disiplin kerja, sinergi, serta peningkatan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat. (*)

Hemat Ongkos Usai Lebaran, Gubernur Ahmad Luthfi Lepas Balik Rantau Gratis dari Stasiun Tawang

Lingkar.co – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memberangkatkan peserta Balik Rantau Gratis dengan moda kereta api dari Stasiun Tawang, Semarang, Jumat, (27/3/2026). Program tersebut menjadi bagian dari fasilitasi pemerintah untuk membantu masyarakat, khususnya pekerja informal, kembali ke perantauan usai merayakan Lebaran di kampung halaman.

Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan, arus balik tahun ini difasilitasi melalui moda kereta api dan bus. Khusus pada hari ini, pemberangkatan dilakukan dengan kereta api dari Stasiun Tawang.

“Hari ini kita pemberangkatan arus balik. Jadi arus balik kita gunakan kereta api,” ujar Gubernur didampingi Manager Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, serta direksi Bank Jateng.

Ia menjelaskan, arus balik gratis dengan kereta api ini merupakan bagian dari skema pelayanan Pemprov Jateng bersama sejumlah pemerintah kabupaten, Bank Jateng, dan para pemangku kepentingan lainnya.

Menurutnya, bantuan transportasi gratis sangat berarti bagi masyarakat pekerja informal yang sebelumnya telah menggunakan banyak pengeluaran selama mudik di kampung halaman.

“Mereka yang sudah mudik di Jawa Tengah, sudah belanja di kampungnya masing-masing, dia pulang itu uangnya sudah tipis. Sehingga dengan adanya balik gratis ini, mereka sangat senang sekali,” kata Ahmad Luthfi.

Pada pemberangkatan hari ini, sebanyak 320 penumpang diberangkatkan menggunakan empat gerbong kereta api. Ahmad Luthfi menyebut program ini merupakan bagian dari hadirnya negara, dalam hal ini Pemprov Jateng, di tengah kebutuhan masyarakat, terutama kelompok pekerja informal.

“Hari ini ada 320 penumpang dengan menggunakan empat gerbong, besok bus yang (lebih) banyak,” ungkapnya.

Selain melepas peserta arus balik, Ahmad Luthfi juga menitipkan pesan kepada warga Jawa Tengah yang kembali bekerja di perantauan agar tetap menjaga semangat, bekerja keras, dan menaati hukum. Menurutnya, keluarga di kampung halaman menaruh harapan besar kepada mereka.

“Saya juga berpesan kepada masyarakat yang kerja di perantauan, kerja yang keras, kerja yang rajin, kemudian tidak melanggar hukum. Ingat di kampung masih menunggu keluarga kita,” tegasnya.

Ia menambahkan, karakter masyarakat Jawa Tengah yang guyub, rukun, rajin bekerja, dan menjunjung toleransi harus terus dijaga sebagai modal sosial saat kembali ke perantauan.

“Jawa Tengah sejatinya adalah masyarakat yang guyub rukun, yang senang bekerja dan bertoleransi,” kata Gubernur.

Program arus balik gratis ini disambut antusias para peserta. Susanto, warga asal Pati yang merantau di Bekasi, mengaku program tersebut sangat membantu pengeluaran keluarganya. Tahun ini ia mudik bersama istri dan dua anaknya.

“Ini menghemat banget, membantu kami menekan pengeluaran,” ujarnya.

Susanto yang telah tinggal di Bekasi sejak 2002 mengatakan, dirinya sudah beberapa kali mengikuti program mudik gratis, namun sebelumnya selalu menggunakan bus. Adapun perjalanan arus balik dengan kereta api kali ini menjadi pengalaman pertama bagi keluarganya.

Ia mengaku senang karena kedua anaknya bisa merasakan pengalaman naik kereta jarak jauh untuk pertama kali.

“Senang, soalnya bisa ngajak anak-anak yang belum pernah naik kereta merasakan pengalamannya. Biasanya kan cuma naik commuter line,” katanya.

Ia berharap kuota program serupa ke depan dapat ditambah agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.

“Harapannya bisa diperbanyak lagi kuotanya. Terima kasih Pemerintah Jawa Tengah, minal aidin wal faizin,” ucap Susanto.

Hal senada disampaikan Nani Rusmalani, perantau asal Demak yang sehari-hari tinggal di Bogor. Ia bersama suaminya, Zainal Mubarok, mengikuti program balik gratis kereta api untuk pertama kalinya.

“Ini sangat membantu sekali. Terima kasih,” kata Nani.

Menurut Nani, sebelumnya saat mudik ke kampung halaman ia menempuh perjalanan menggunakan bus. Karena itu, pengalaman mengikuti arus balik gratis dengan kereta api kali ini terasa berbeda dan menyenangkan.

“Baru pertama kali ikut balik gratis kereta ini. Kemarin mudik pulang naik bus. Pengalamannya seru,” ujarnya.

Sementara itu, Zainal Mubarok mengaku biasanya ia mudik secara mandiri dengan biaya perjalanan yang tidak sedikit. Karena itu, program arus balik gratis sangat membantu dari sisi ekonomi.

“Biasanya mudik umum, habisnya sampai Rp1 juta seorang. Ikut mudik gratis ini alhamdulillah dari ongkos ekonomi lebih membantu,” katanya.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Jateng dan berharap ke depan jumlah gerbong yang disediakan untuk program mudik dan balik gratis bisa ditambah.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Pak Luthfi atas dukungannya. Harapan ke depan mudah-mudahan lebih banyak gerbong yang disediakan untuk yang mudik gratis,” tandasnya. (*)

Cek Pelayanan Publik Pascalibur Lebaran 2026, Sekda Kaltara Temukan Masalah Kedisiplinan ASN

Lingkar.co – Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kalimantan Utara (Kaltara), Denny Harianto melakukan Safari Perangkat Daerah ke sejumlah instansi, Kamis (26/3/2026). Hal itu dia lakukan untuk mengecek kesiapan layanan publik pascalibur hari raya Idulfitri 1447 Hijriah atau lebaran 2026.

Kunjungan ini mencakup beberapa instansi pelayanan publik, di antaranya Kantor Samsat Bulungan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltara, Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kaltara, layanan Samsat Keliling di Pasar Induk Tanjung Selor, hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Tanjung Selor.

Dalam peninjauan itu, Sekda mencatat beberapa masalah yang perlu menjadi perhatian bersama, khususnya terkait kesiapan petugas layanan dan kedisiplinan aparatur sipil negara (ASN).

Di DPMPTSP, ia mendapati layanan belum berjalan optimal saat jam kerja berlangsung. Selain itu, terdapat beberapa pegawai yang belum hadir tepat waktu, serta pimpinan instansi yang sedang tidak berada di tempat pada saat kunjungan.

Denny menegaskan bahwa pelayanan publik memiliki peran penting, terutama bagi masyarakat dan pelaku usaha.

“Pelayanan publik harus menjadi perhatian bersama. Kehadiran petugas dan kesiapan layanan sangat penting agar masyarakat dapat terlayani dengan baik,” kata Denny.

Ia juga menekankan bahwa disiplin dan tanggung jawab ASN dalam menjalankan tugas, merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.

Hasil kunjungan ini, lanjutnya, akan menjadi bahan evaluasi internal guna mendorong perbaikan ke depan.

“Harapannya pelayanan dapat terus ditingkatkan dan berjalan secara konsisten,” ujarnya.

Safari Perangkat Daerah ini menjadi bagian dari upaya Pemprov Kaltara dalam memastikan pelayanan publik tetap optimal, khususnya setelah libur Idulfitri. (*)

Bertepatan Hari Jadi ke-1.222, Pemkab Kediri Gelar Apel Besar Hari Pertama Pascalebaran 2026

Lingkar.co – Apel Besar ASN Pemerintah Kabupaten Kediri pascalibur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah yang bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kabupaten Kediri ke-1222 digelar di halaman belakang Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri Rabu (25/3/2026).

Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Bupati Dewi Mariya Ulfa menekankan apel tersebut menjadi momentum kebangkitan semangat kerja pasca Ramadhan dan Idulfitri, sekaligus refleksi dalam memperingati usia Kabupaten Kediri yang ke-1222 tahun.

“Ukuran kerja kita bukan sekadar hadir dan lamanya waktu di kantor, melainkan sejauh mana manfaat yang dirasakan masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, disampaikan pascalibur panjang, masyarakat membutuhkan pelayanan yang sigap dan optimal, mulai dari administrasi kependudukan, layanan kesehatan, hingga perizinan. Oleh karena itu, seluruh jajaran pemerintah diminta bisa langsung bekerja maksimal tanpa penyesuaian yang berlarut.

Dalam sambutannya, diungkapkan pula sejumlah isu strategis daerah, di antaranya penanganan kemiskinan yang masih berada di angka 9,81 persen serta upaya penurunan stunting. Kedua hal tersebut membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan tidak dapat diselesaikan secara parsial.

Selain itu, peningkatan kualitas pelayanan publik menjadi perhatian utama. Seluruh perangkat daerah diharapkan terus menjaga kualitas pelayanan dan memastikan tidak ada lagi layanan yang kurang optimal, khususnya di fasilitas kesehatan.

Sebagaimana tema Hari Jadi Kabupaten Kediri ke-1222 “Kediri Berbudaya, Kediri Berdaya” Pemerintah Kabupaten Kediri berkomitmen untuk mewujudkan pembangunan yang tetap berakar pada nilai budaya, serta diperkuat oleh persatuan dan kerja keras seluruh elemen masyarakat.

Mbak Dewi menegaskan, apel ini menjadi penanda dimulainya kembali aktivitas pemerintahan dengan semangat baru, serta penguatan komitmen ASN dalam memberikan pelayanan terbaik.

“Dirgahayu Kabupaten Kediri ke-1222. Semoga semakin maju, kuat, berdaya saing, dan masyarakatnya semakin sejahtera,” pungkasnya. (*)

Apel Perdana Usai Libur Lebaran, Pj Sekda Banjarnegara Pesan: ASN Mulai Bekerja dengan Semangat Baru

Lingkar.co – Pada hari pertama masuk kerja setelah libur lebaran, Pj Sekretaris Daerah Banjarnegara, Tursiman menginginkan agar para Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Banjarnegara memulai pekerjaan dengan semangat baru.

Waktu libur lebaran yang cukup panjang, menurutnya bisa membawa suasana hati dan pikiran terasa lebih segar. Hal ini diharapkan mampu menghadirkan semangat saat kembali melaksanakan rutinitas pekerjaan.

“Kita sudah mendapatkan kesempatan beristirahat, sekarang saatnya bekerja dan menunaikan tugas kembali sesuai tugas dan fungsinya masing-masing,” tuturnya saat kegiatan apel pagi di Halaman Kantor Bupati Banjarnegara, Rabu (25/3/2026).

Tursiman juga menyampaikan, OPD atau dinas diperbolehkan halal bi halal, namun harus dilaksanakan secara sederhana, efisien dan tidak mewah. Kegiatan ini difokuskan sebagai ajang silaturahmi untuk memperkuat kerja sama tim, tanpa mengganggu kinerja pelayanan publik.

Disamping itu dia mengajak para ASN untuk memaknai Idul Fitri sebagai momentum perubahan ke arah yang lebih baik. Senantiasa bebenah diri dengan selalu menjaga hati agar tetap bersih, berikiran positif dan saling memaafkan.

“Mari kita jauhkan segala hal buruk yang bisa mengotori hati dan pikiran kita. Bersihkan diri dari dendam dan kebencian, mari saling memaafkan dan mendoakan,” ungkapnya.

Selepas apel pagi kegiatan dilanjutkan dengan jabat tangan, Sekda dan jajarannya serta beberapa Kepala OPD bersalam-salaman dengan karyawan dan karyawati di lingkungan Sekretariat Daerah. (*)

Infrastruktur Mulus, Nirmala Jadi Primadona Destinasi Wisata Baru di Bogor

Lingkar.co – Kawasan wisata Nirmala yang terletak di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat menjadi primadona destinasi wisata baru setelah infrastruktur yang lancar, Rabu (25/3/2026).

Bupati Bogor, Rudy Susmanto telah membangun infrastruktur jalan Nirmala yang sebelumnya rusak parah menjadi mulus. Praktis hal itu menjadikan isatawan berdatangan untuk merasakan akses jalan yang mulus dengan pemandangan indah perbukitan kebun teh Nirmala.

Wisatawan dari luar kecamatan Nanggung bahkan dari luar kota berbondong-bondong berkunjung pada momentum libur lebaran, Senin (23/3) membuat situasi ramai seperti di kawasan Puncak saat akhir pekan.

Perubahan signifikan tersebut menjadi bukti nyata pembangunan infrastruktur di era Bupati Bogor, Rudy Susmanto, khususnya melalui pembangunan Jalan Nirmala yang sebelumnya rusak parah.

Sebelumnya, akses menuju kawasan wisata di kaki Taman Nasional Gunung Halimun Salak itu dikenal sulit dilalui. Kondisi jalan berbatu dan berlumpur saat hujan membuat wilayah tersebut terkesan terisolasi selama puluhan tahun. Kini, wajahnya berubah total menjadi jalan mulus yang nyaman dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat.

Perubahan tersebut berdampak langsung terhadap meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan. Pada momen libur Idul Fitri, arus kendaraan menuju kawasan Nirmala terpantau padat. Bahkan, suasananya disebut-sebut mulai menyerupai kawasan Puncak saat akhir pekan.

Ucapan terima kasih mengalir kepada Bupati Bogor Rudy Susmanto, yang dinilai telah mewujudkan mimpi warga yang selama ini hanya bisa mereka harapkan. Baru kali ini warga merasakan dampak pembangunan yang begitu nyata. Setelah lebih dari 80 tahun Indonesia merdeka, mereka akhirnya menikmati akses jalan yang layak.

“Terima kasih atas pembangunan yang dilakukan Bapak Rudy Susmanto. Kini desanya mulai dikenal luas sebagai destinasi wisata baru,” ujar warga.

Menurutnya, sekarang Desa Malasari sudah seperti kawasan wisata di Puncak. Banyak kendaraan dari luar kecamatan bahkan dari Jakarta dan Tangerang. Kondisi ini turut mendorong perputaran ekonomi masyarakat setempat, seiring bertambahnya kunjungan wisatawan.

Pembangunan Jalan Nirmala sendiri menjadi salah satu proyek strategis yang membuka akses penghubung antara Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi. Lebih dari sekadar infrastruktur, pembangunan ini dinilai sebagai wujud komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pemerataan pembangunan hingga ke wilayah terpencil. (*)

Hari Ini Jalan Tol Mulai Berlakukan One Way dari Semarang Menuju ke Jakarta

Lingkar.co – Menghadapi arus balik Lebaran 1447 Hijriah/2026, pengaturanl lalu lintas mulai memberlakukan satu arah atau one way.
Sebagai langkah persiapan, sejak pagi telah dilakukan persiapan dan pembersihan jalan dari hal-hal yang bisa memgganggu kelacaran arus lalu lintas.

Hal itu disampaikan Kanit Turjawali Satlantas Polres Kendal Ipda Very Okta Dwi Saputra, Selasa (24/3/2026).

Dia mengatakan, selama pembersihan, one way juga sudah dilakukan tapi baru dimulai sepenggal.

Namun one way secara menyeluruh akan mulai diberlakukan pada Selasa 24 Maret 2026 ini pukul 14.00

“Pemberlakuan itu sudah menyeluruh Jadi, sudah langsung menyambung semuanya sampai Jakarta,” kata Very.

Menurutnya, pemberlakuan one way akan dihentikan manakala arus balik ke arah Jakarta sudah normal.

Very juga menyampaikan, dalam pantauannya, kondisi arus balik ke arah Jakarta sudah mulai ramai dan padat namun lancar.

“Arus balik hari ini terpantau sudah mulai ramai dan padat tapi lancar,” ungkapnya.
Demikian juga yang terjadi di sepanjang jalan tol ruas Semarang-Kendal dan Kendal-Batang. Arus lalu lintas ke arah Jakarta terpantau ramai dan padat tapi lacar tanpa ketersendatan.

Bahkan, lanjutnya, di sekitar Rest Area 389 di wilayah Wujgurejo Kendal yang semula sempat mengalami krodit, saat ini terlihat lancar.
Sementara itu, arus balik di jalur pantura Kendal juga sudah terlihat ramai dan lancar.

Para mengguna sepeda motor yang akan melakukan perjalanan balik ke tanah rantau sudah mulai memadati jalur pantura Kendal.

Very juga menyampaikan imbauan khususnya kepada para pengguna sepeda motor untuk tetap berhati-hati selama perjalanan balik ke Jakarta.
Dia menyarankan agar mereka tak memaksakan diri untuk melanjutkan perjalanan jika terjadi kelelahan atau mengantuk.

“Jika lelah atau negantuk, beristirahatlah sejanak agar badan kembali fit, baru setelah itu melanjutkan perjalanan lagi. Manfaatkanlan rest area atau pos-pos yang sudah disediakan untuk beristirahat sejenak,” pintanya. (*)

Penulis: Yoedhi W

Ahmad Luthfi Salat Id di Simpanglima, Gus Yasin di Mijen, Open House di Wisma Perdamaian

Lingkar.co – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dijadwalkan melaksanakan salat Idulfitri 1447 Hijriah di Lapangan Pancasila, Simpanglima, Kota Semarang, Sabtu (21/3/2026). Sementara itu, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen akan menunaikan salat id di wilayah Kecamatan Mijen.

Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Agama telah menetapkan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Penetapan tersebut dilakukan melalui sidang isbat yang digelar pada Kamis (19/3/2026).

Berkaitan dengan hal itu, Gubernur Ahmad Luthfi akan melaksanakan salat Id di Lapangan Pancasila, Simpanglima, Kota Semarang. Ini menjadi kali kedua Ahmad Luthfi merayakan Idulfitri sebagai gubernur.

Berdasarkan informasi dari Yayasan Pusat Kajian dan Pengembangan Islam (YPKPI) Masjid Raya Baiturrahman, pelaksanaan salat id di Simpanglima dijadwalkan dimulai pukul 06.15 WIB dan terbuka untuk umum.

KH Zaenuri Ahmad Al Hafidz, pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qur’ani Kabupaten Semarang, akan bertindak sebagai imam. Sedangkan Ustadz Muhammad Yusuf dijadwalkan sebagai bilal.

Adapun khatib salat Id adalah Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Saiful Mujab. Ia akan menyampaikan khutbah bertema “Idulfitri Momentum Menjaga Ketaqwaan, Membangun Kepedulian Sosial dan Kepedulian terhadap Lingkungan.”

Di lokasi berbeda, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen direncanakan melaksanakan salat Id di wilayah Kecamatan Mijen, Kota Semarang.

Usai pelaksanaan salat Id, Ahmad Luthfi bersama Taj Yasin Maimoen dijadwalkan menggelar open house di Wisma Perdamaian. Kegiatan silaturahmi tersebut akan berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 11.00 WIB dan terbuka bagi masyarakat umum. (*)

Ribuan Warga Muhammadiyah Pati Shalat Ied Lebih Awal, Digelar di 14 Titik

Lingkar.co – Ribuan umat Muhammadiyah di Kabupaten Pati melaksanakan Sholat Idulfitri 1447 Hijriah pada Jumat (20/3/2026). Ibadah Sholat Ied digelar di berbagai masjid dan lapangan, salah satunya di halaman Stadion Joyokusumo Pati yang dipadati jemaah sejak pagi hari.

Pelaksanaan Idulfitri kali ini mengikuti Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang penetapan hasil hisab Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah 1447 H. Berdasarkan maklumat tersebut, 1 Syawal ditetapkan jatuh pada 20 Maret 2026.

Ketua panitia Sholat Ied di Stadion Joyokusumo, Abdul Wahid, menyebut jumlah jemaah yang hadir mencapai ribuan orang.

“Alhamdulillah jumlah jemaah yang hadir sekitar 2.000 sampai dengan 3.000-an. Karena bertepatan dengan perbedaan dengan pemerintah, dalam hal ini Muhammadiyah melaksanakan sesuai Maklumat PP Muhammadiyah bahwa 1 Syawal bertepatan dengan 20 Maret 2026,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh umat Islam, khususnya di Kabupaten Pati, untuk tetap menjaga kerukunan meskipun terdapat perbedaan penetapan hari raya.

“Kita tetap saling menghormati, menjaga persaudaraan. Memang perbedaan suatu yang damai sesuai memantapkan keyakinan masing-masing. Kami menjaga keharmonisan di antara umat Islam,” tambahnya.

Di Kabupaten Pati, pelaksanaan Sholat Ied Muhammadiyah tersebar di 14 titik yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) hingga Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM). Sejumlah lokasi di antaranya berada di lapangan terbuka, halaman sekolah, hingga masjid di berbagai kecamatan.

Beberapa titik pelaksanaan di antaranya di halaman Stadion Joyokusumo Pati oleh PDM Pati, lapangan Desa Wonorejo Tlogowungu, Lapangan Kedungwinong Sukolilo, serta sejumlah masjid dan lapangan di wilayah Tayu, Dukuhseti, hingga Gabus dan Gembong.

Pelaksanaan Sholat Idulfitri berlangsung khidmat dan lancar. Meski terdapat perbedaan penetapan hari raya dengan pemerintah, suasana tetap kondusif dengan semangat kebersamaan dan toleransi antarumat Islam di Pati. (*)