Arsip Tag: Demak Hari Ini

Buntut Dugaan Keracunan MBG di Pilangwetan, BGN Hentikan Sementara Operasional SPPG

Lingkar.co – Badan Gizi Nasional (BGN) untuk sementara waktu menghentikan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Khidmatul Ummah Madani di Desa Pilangwetan, Kebonagung, Demak, Jawa Tengah.

Penghentian itu menyusul insiden santri dan warga di Kecamatan Kebonagung yang diduga mengalami keracunan seusai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Minggu (19/4/2026).Peristiwa itu terjadi sehari setelah dapur mendistribusikan makanan kepada para penerima manfaat.

Pelaksana Harian (Plh) Kasat Reskrim Polres Demak, Iptu Kuntoro, mengungkapkan, Kepolisian telah mengambil langkah cepat menyusul adanya laporan dari masyarakat mengenai gangguan kesehatan yang di derita pasca mengonsumsi makanan dari dapur SPPG.

“Kami dari Kepolisian langsung turun ke lokasi sebagai bentuk respons cepat atas aduan masyarakat terkait adanya sejumlah warga yang mengeluhkan gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari dapur SPPG di Desa Pilangwetan,” kata Kuntoro saat konferensi pers di ruang gelar perkara Satreskrim Polres Demak, Selasa (21/4/2026).

“Kami juga telah mengambil langkah awal dengan menjaga status quo guna memudahkan proses penyelidikan yang sedang kami lakukan,” sambungnya.

Lebih jauh ia menerangkan, pihaknya telah mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak termasuk dari penerima manfaat.Dari hasil keterangan sementara, kata dia, proses pengolahan makanan dinilai telah sesuai prosedur. Selain itu, tidak ditemukan indikasi mencurigakan dari segi aroma maupun kondisi makanan saat dikonsumsi.

Hal tersebut juga diterangkan oleh penerima manfaat, dalam hal ini pihak sekolah. Meski demikian, Kuntoro menyebut pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab kejadian tersebut.

“Pihak kepolisian masih menunggu hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah,” ujarnya.

Sementara, Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Demak, Ali Muzani, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas insiden tersebut.

“Kami sangat prihatin atas kejadian ini dan menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat, khususnya di wilayah Kebonagung. Kami akan berupaya maksimal menangani ini secara transparan dan tuntas,” katanya.

Ia melanjutkan, hingga kini pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab kejadian lantaran semua dari hasil uji coba atau pencicipan makanan, menunjukkan kondisi layak konsumsi, sebelum didistribusikan kepada seluruh penerima manfaat.

Ali Muzani menyebut, Badan BGN telah menghentikan sementara operasional SPPG Yayasan Khidmatul Ummah Madani sejak Senin, 20 April 2026. Ia bilang, operasional akan dibuka kembali setelah dilakukan evaluasi menyeluruh dan dinyatakan memenuhi persyaratan.

BGN, lanjutnya, juga bertanggung jawab atas seluruh biaya pengobatan korban, baik di rumah sakit, puskesmas, maupun perawatan mandiri.Selain itu, BGN memberikan pendampingan trauma healing kepada para korban agar tidak mengalami ketakutan dalam mengonsumsi makanan dari program MBG. Dari sisi teknis, proses pengolahan makanan disebut telah mengikuti standar operasional prosedur.

Bahan baku diterima pada Jumat (17/4/2026) sekitar pukul 15.00 WIB, kemudian disortir sebelum masuk tahap penyiapan.Proses memasak dilakukan pada dini hari, sekitar pukul 01.00 hingga 05.00 WIB, dengan menu nasi goreng, susu, telur, acar, dan jeruk. Setelah itu, pendistribusian makanan kepada para penerima manfaat mulai dilakukan pukul 06.00 WIB.

“Kami mengimbau seluruh penyelenggara SPPG agar lebih berhati-hati dan meningkatkan pengawasan dalam setiap tahapan pengolahan makanan, sehingga kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” pungkasnya. (*)

Miras Masih Jadi Gangguan Kamtibmas di Kabupaten Demak

Lingkar.co – Permasalahan minuman keras (miras) masih menjadi salah satu sumber gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Kabupaten Demak Jawa Tengah.

Kapolres Demak, Arrizal Samelino Gandasaputra mengungkapkan, meski berbagai upaya penindakan telah dilakukan, peredarannya masih kerap ditemukan.

Menurut Kapolres, salah satu jenis miras yang menjadi perhatian adalah ‘es moni’. Pemberantasan miras jenis ini dinilai masih menghadapi berbagai kendala di lapangan.

“Permasalahan di Kabupaten Demak salah satunya adalah miras, khususnya es moni. Yang menjadi pertanyaan kita bersama, mengapa pemberantasannya terasa sulit. Setiap kali dilakukan penindakan, masih saja ditemukan peredaran di lapangan”, ujarnya saat memberikan penyuluhan kepada masyarakat di Desa Katonsari, Kecamatan Demak, Selasa (7/4/2026).

Ia menjelaskan, hingga saat ini pihaknya terus melakukan penelusuran guna menemukan lokasi produksi atau pabrik es moni yang diduga menjadi sumber utama peredaran.

Pada kesempatan tersebut, Kapolres juga menyampaikan pelaksanaan Operasi Pekat yang dilakukan jajaran Polres Demak berhasil mengamankan sekitar 450 liter arak yang diduga akan digunakan sebagai bahan oplosan es moni.

Namun, kata dia, bahan tersebut diketahui berasal dari luar daerah atau kota tetangga.

Pada kesempatan itu, dirinya menegaskan kepolisian juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam membantu upaya pemberantasan miras dengan memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas peredaran miras di lingkungan masing-masing.

“Peran serta masyarakat sangat kami harapkan agar upaya pemberantasan ini dapat berjalan lebih maksimal”, tambahnya.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Polres Demak juga melaksanakan bakti sosial dan bakti kesehatan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat. Sebanyak 50 paket sembako disalurkan kepada 50 warga Desa Katonsari. (*)

Pengungsi Banjir Demak Bertahan di Posko, Ahmad Luthfi Salurkan Bantuan Rp236 Juta

Lingkar.co – Ribuan warga terdampak banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang masih bertahan di posko pengungsian, Sabtu (4/4/2026). Di tengah kondisi serba terbatas, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyalurkan bantuan senilai Rp 236,98 juta dan menegaskan penanganan banjir harus dilakukan menyeluruh dari hulu hingga hilir.

Suasana pengungsian di Kantor Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, masih dipenuhi warga yang mengungsi dengan barang seadanya. Perempuan, anak-anak, hingga lansia menempati ruang utama gedung, sebagian beristirahat di atas alas darurat, sementara lainnya bertahan di teras sambil menunggu kondisi rumah mereka membaik.

Banjir yang dipicu jebolnya tanggul Sungai Tuntang ini berdampak pada delapan desa di empat kecamatan, yakni Guntur, Karangtengah, Wonosalam, dan Kebonagung. Jumlah pengungsi tercatat mencapai 2.839 jiwa.

Salah satu warga terdampak, Musri’ah (63), mengaku air datang secara tiba-tiba dengan arus deras saat tanggul tak lagi mampu menahan debit air.

“Kejadiannya sekitar jam 10 atau 11 siang. Tiba-tiba air mengalir deras sekali dari tanggul AQ, lama-lama jebol. Awalnya cuma setinggi betis,” ujarnya.

Ia menambahkan, tanda-tanda kerusakan tanggul sebenarnya sudah terlihat sebelumnya. Warga bahkan berencana melakukan kerja bakti usai salat Jumat untuk memperbaiki bagian yang tergerus.

“Sudah kelihatan tanahnya terkikis air. Rencananya mau kerja bakti, tapi belum sempat, tanggul sudah keburu jebol,” katanya.

Kondisi semakin memburuk menjelang sore. Debit air terus meningkat hingga mencapai setinggi dada orang dewasa, memaksa warga dievakuasi menggunakan perahu.

“Setelah Ashar kami dijemput perahu. Waktu itu airnya sudah setinggi dada,” tuturnya.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meninjau langsung posko pengungsian di Kantor Kecamatan Guntur bersama Bupati Demak Eisti’anah dan jajaran terkait. Dalam kunjungan tersebut, Ahmad Luthfi menyerahkan bantuan secara simbolis kepada para pengungsi.

Total bantuan yang disalurkan Pemprov Jawa Tengah mencapai Rp 236.985.411. Bantuan tersebut berasal dari berbagai organisasi perangkat daerah, di antaranya BPBD Jawa Tengah, Dinas Sosial, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, serta PMI Jawa Tengah.

Usai meninjau lokasi, Ahmad Luthfi menggelar rapat terbatas bersama pemangku kebijakan terkait. Ia menegaskan, penanganan banjir Demak tidak bisa dilakukan secara parsial.

“Kita mengatasi banjir ini tidak bisa parsial. Dari hulu sampai hilir itu harus kita tuntaskan,” tegasnya. Ia menekankan pentingnya memastikan kebutuhan dasar warga terdampak tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat.

“Prinsipnya layanan dasar kepada masyarakat terdampak harus terpenuhi. Mulai dari pendidikan, kesehatan, bahan pokok, makanan, dan lainnya tidak boleh ketinggalan,” ungkapnya. (*)

Ramadan Jadi Momen Tingkatkan Kepedulian Sosial, Pemkab Demak Santuni Yatim dan Duafa

Lingkar.co – Bulan Ramadan diharapkan menjadi momen meningkatkan kepedulian dan kebersamaan di tengah masyarakat, terlebih Inflasi kerap terjadi pada momen menjelang idulfitri atau lebaran.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Demak melakukan penyerahan santunan kepada anak yatim/yatim piatu dan kaum duafa di Pendopo Satya Bhakti Praja, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Momen berbagi tersebut dilakukan secara langsung oleh Bupati Demak, Eisti’anah,sekaligus kegiatan pengarahan Ketua Pembina Tim Penggerak PKK.

Dalam kesempatan itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Demak Muh Zaky Ma’ardi menyampaikan rasa syukur karena seluruh hadirin masih diberikan kesehatan dan kesempatan untuk berkumpul dalam kegiatan yang penuh keberkahan di bulan suci Ramadan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah hadir dan mendukung terselenggaranya kegiatan santunan tersebut.

Menurutnya, kegiatan santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa merupakan wujud nyata kepedulian dan kebersamaan dalam membantu sesama, terutama pada bulan Ramadan yang penuh berkah.

“Melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan rasa empati, mempererat tali silaturahmi, serta memberikan kebahagiaan bagi masyarakat yang membutuhkan,” katanya, Senin (16/3/2026).

Sementara, Bupati Demak Eisti’anah menyampaikan bahwa selama bulan Ramadan Pemerintah Kabupaten Demak secara rutin menyelenggarakan kegiatan pengajian setiap minggu sebagai sarana memperkuat keimanan dan kebersamaan masyarakat.

Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada para ulama dan tokoh agama yang telah memberikan berbagai nasihat dan pembinaan kepada masyarakat, sehingga diharapkan pesan-pesan kebaikan tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan ibadah dan memperbanyak amal kebaikan pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan, khususnya pada malam-malam ganjil yang diyakini sebagai waktu turunnya malam Lailatul Qadar.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga memberikan motivasi kepada anak-anak yatim yang menerima santunan agar tetap semangat dalam menuntut ilmu, rajin beribadah, serta terus berusaha meraih cita-cita.

Ia berharap generasi muda dapat tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak baik, berilmu, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan agama. (*)

Jaga Inflasi Jelang Hari Besar Keagamaan, Bupati Demak Tekankan Sinergi Lintas Sektor

Lingkar.co – Bupati Demak Eisti’anah menegaskan, pengendalian inflasi merupakan kerja bersama melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Ia tekankan sinergi antar lintas sektor mutlak dilakukan.

Ia menjelaskan sejumlah langkah yang akan dilakukan Pemkab Demak untuk mengendalikan inflasi, antara lain menjaga ketersediaan pasokan melalui pemantauan stok dan distribusi secara berkala, serta memastikan kelancaran distribusi terutama menjelang puncak arus mudik dan hari raya.

Penegasan itu ia sampaikan saat membuka High Level Meeting untuk pengendalian inflasi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H / 2026 M di Gedung Gradhika Bina Praja, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Kamis (5/3/2026).

Forum strategis tersebut sebagai wahana koordinasi, evaluasi, serta pengambilan langkah konkret dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan di Kabupaten Demak.

Selain itu, kata dia, pemerintah daerah juga akan mengintensifkan operasi pasar dan pasar murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah agar harga kebutuhan pokok tetap terjangkau. Penguatan komunikasi publik juga akan dilakukan untuk mencegah terjadinya panic buying yang dapat memicu kenaikan harga.

“Pengendalian inflasi bukan hanya soal menjaga angka statistik. Namun lebih dari itu, pengendalian inflasi adalah upaya menjaga daya beli masyarakat dan memastikan kesejahteraan tetap terjaga, khususnya di bulan suci yang penuh berkah ini,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Demak, Ahmad Nur Azizul Miftah, dalam laporannya menyampaikan data inflasi Februari 2026, inflasi nasional tercatat sebesar 4,76 persen. Sementara inflasi di Jawa Tengah berada pada angka 4,43 persen.

“Karena Kabupaten Demak mengacu pada pergerakan inflasi Kota Semarang, maka peningkatan tersebut perlu diantisipasi melalui penguatan koordinasi, komunikasi efektif antar OPD, sinergi dengan instansi vertikal, serta pengendalian pasokan dan distribusi kebutuhan pokok selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri yang secara historis selalu mengalami kenaikan”, kata Miftah.

Sebagai informasi, hadir pula dalam pertemuan tersebut unsur Forkopimda, Wakil Bupati Muhammad Badruddin, jajaran perangkat daerah, para camat, pimpinan BUMN/BUMD, serta tokoh agama. (*)

Pantau Inflasi Jelang Ramadan, Pemprov Jateng Jamin Harga Pangan Terkendali Meski Cuaca Ekstrem

Lingkar.co – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan upaya pengendalian harga dan ketersediaan pangan terus diperkuat menjelang bulan suci Ramadan 2026/1447 H.

“Masalah inflasi selalu kami pantau. Kalau ada gejolak, tentu kami ambil langkah untuk mengendalikan harga di Jawa Tengah,”kata Sekda Jateng Sumarno, usai mewakili gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, menjadi Narasumber dalam Acara Mutiara Ramadhan TVRI Jawa Tengah, di Studio I TVRI Jawa Tengah, Jl. Pucang Gading Raya, Batursari, Mranggen, Kabupaten Demak, Selasa (20/1/2026).

Sekda menegaskan, antisipasi inflasi tidak hanya dilakukan musiman, tetapi menjadi agenda rutin sepanjang tahun.

Menurutnya, Ramadan memang memiliki karakter berbeda dibanding bulan lainnya karena aktivitas ekonomi masyarakat meningkat selama sebulan penuh. Karena itu, koordinasi lintas daerah sudah dilakukan sejak awal.

Pemprov Jateng juga mengandalkan sistem pemantauan harga yang selama ini berjalan di pasar-pasar tradisional.

“Pemantauan harga kami lakukan setiap hari. Kalau ada gejolak, segera kami tindaklanjuti. Kenaikan harga itu mungkin tidak bisa dicegah sepenuhnya, tapi harus tetap terkendali,” katanya.

Hingga saat ini, kondisi harga bahan pokok di Jawa Tengah disebut masih stabil. Pemerintah daerah juga menjaga ketersediaan pasokan dengan menggandeng Bulog, terutama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan.

“Untuk sekarang harga masih terkendali dengan baik. Ketersediaan juga kami jaga bersama Bulog, antisipasi kecukupan selama Ramadan sudah kami siapkan,” jelas Sekda.

Terkait cuaca ekstrem yang memicu gagal panen di sejumlah daerah seperti Pati, Jepara, dan Kudus, Sekda menyatakan dampaknya terhadap ketersediaan pangan masih relatif terbatas. Pemerintah telah melakukan pendataan lahan terdampak puso serta menyiapkan langkah perlindungan bagi petani.

“Kami sudah identifikasi dampak bencana dan menyiapkan asuransi untuk petani. Dampaknya terhadap stok pangan belum besar karena hanya di beberapa lokasi,” pungkasnya.(*)

Pemkab Demak Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Partisipasi Masyarakat dan Sekolah

Lingkar.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak mendorong pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat dan satuan pendidikan atau sekolah. Hal itu merupakan wujud komitmen perhatian terhadap isu lingkungan hidup.

Bupati Demak, Eisti’anah menyatakan, sekolah memiliki peran strategis dalam menanamkan kebiasaan baik sejak dini, termasuk kepedulian terhadap lingkungan dan pengelolaan sampah.

Ia lantas menyoroti banyak bencana lingkungan berawal dari permasalahan sampah, sehingga kesadaran tidak boleh hanya dibebankan kepada pemerintah, melainkan harus tumbuh dari masyarakat.

“Sekolah diharapkan mampu mengajarkan kecintaan terhadap alam, membiasakan membuang sampah pada tempatnya, serta meminimalisir penggunaan plastik”, ujarnya dalam kegiatan apresiasi bagi sekolah penerima penghargaan Adiwiyata.Selasa (6/1/2026),

Eisti, sapaan akrab Eisti’anah, pun mengapresiasi lima sekolah yang berhasil meraih penghargaan Adiwiyata. Ia menegaskan bahwa pencapaian tersebut bukanlah hal yang mudah dan merupakan bukti nyata komitmen seluruh warga sekolah, mulai dari guru, siswa, hingga masyarakat sekitar, dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Makanya, Bupati berharap semakin banyak sekolah di Kabupaten Demak yang meraih Adiwiyata, sehingga mampu meminimalisir potensi bencana lingkungan.

Adapun Sekolah penerima penghargaan tersebut yakni SMAN 1 Karanganyar, SMAN 1 Karangtengah, SMPN 1 Mranggen, SDN Ngelowetan, dan SDN Krajanbogo.

Penghargaan Adiwiyata Nasional berasal dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia. Penyerahan penghargaan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Demak Eisti’anah di Grhadika Bina Praja, Selasa (06/01/2026).

Selain itu, Eisti juga mendorong pengelolaan sampah di tingkat desa melalui Bank Sampah lebih masif. Dengan begitu, kata dia, sampah tidak harus dibawa ke Tempat Pengololaan Sampah (TPS) yang jauh yang berpotensi menambah beban anggaran.

Pada kegiatan tersebut diberikan pula Bantuan Alat Pengelolaan Sampah Kepada Desa Sriwulan, Sayung, Desa Kedungwaru Kidul, Karanganyar, Desa Tlogosih, Kebonagung, Desa Tanjunganyar Kecamatan Gajah, dan Bank Sampah Santoso Mandiri, Mranggen.

Bantuan yang diberikan meliputi, Dua Unit Alat Pemecah Sampah Organik, Dua unit Kontainer Sampah, Dua Unit Mesin Conveyor, Dua Unit Mesin Gibrik, Dua unit Mesin Pencacah Sampah Plastik, dan Hanggar Pengelolaan Sampah, 33 set tong sampah isi 2 40 Liter, 2 unit motor roda tiga (VIAR), serta Gedung Bank Sampah.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Demak juga menyerahkan dua unit dump truck kepada Dinas Lingkungan Hidup sebagai bentuk dukungan sarana prasarana pengelolaan sampah di daerah. (*)

Tutup Bulan Dana PMI Demak Tahun 2025, Eistianah Harapkan Tumbuh Solidaritas Masyarakat

Lingkar.co – Bupati Demak, Jawa Tengah Eisti’anah mengatakan bahwa pelaksanaan Bulan Dana Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Demak Tahun 2025 merupakan wujud sinergi yang baik antara PMI Kabupaten Demak, Pemerintah Kabupaten Demak, serta seluruh elemen masyarakat.

Eisti, sapaan akrab Eistianah berharap, dari kegiatan tersebut dapat terus tumbuh dan meningkat rasa kepedulian, solidaritas sosial, serta semangat gotong royong dalam membantu sesama, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan kemanusiaan.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Demak, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran PMI Kabupaten Demak, para relawan, panitia, serta seluruh pihak baik dari unsur pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, maupun masyarakat yang telah berpartisipasi aktif menyukseskan Bulan Dana PMI Tahun 2025”, ucap Eisti dalam penutupan dan serah terima bulan dana pada Jumat (2/1/2026) di gedung Gradhika Bina Praja.

Ia berharap keberhasilan tersebut dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang.

Ia bilang, Bulan Dana PMI merupakan kegiatan strategis yang mencerminkan semangat kemanusiaan, kepedulian sosial, dan gotong royong masyarakat Kabupaten Demak.

“Dana yang terhimpun bukan sekadar angka, tetapi merupakan amanah besar yang akan digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan kemanusiaan seperti pelayanan kesehatan, penyediaan darah, penanggulangan bencana, bantuan sosial, serta pembinaan relawan PMI”, tuturnya.

Penutupan dan serah terima hasil Bulan Dana PMI kabupaten Demak Tahun 2025 menjadi momentum evaluasi sekaligus apresiasi atas partisipasi masyarakat dalam mendukung kegiatan kemanusiaan. Pelaksanaan Bulan Dana PMI yang telah berjalan kurang lebih tiga bulan dikabupaten Demak ini telah memperoleh Rp. 794.999.999

Sementara, Ketua PMI Kabupaten Demak Akhmad Sugiharto menyampaikan bahwa perolehan Bulan Dana PMI tahun 2025 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Ia menyebut perolehan Bulan Dana PMI tahun 2025 meningkat menjadi Rp794.999.999. sedangkan pada tahun 2024, dana yang berhasil dihimpun sebesar Rp779.999.999.

Menurutnya, peningkatan tersebut mencerminkan tingginya semangat kepedulian dan solidaritas masyarakat Kabupaten Demak terhadap sesama. Dengan waktu pelaksanaan selama tiga bulan, mulai Oktober hingga Desember 2025, dana yang dikumpulkan secara sukarela mampu menghasilkan capaian yang luar biasa.

“Ini menunjukkan bahwa kepedulian masyarakat Demak terhadap kegiatan kemanusiaan semakin meningkat dari tahun ke tahun”, kata Akhmad Sugiharto.

Dirinya menjelaskan, dana Bulan Dana PMI yang telah terkumpul akan digunakan untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi PMI di bidang kepalangmerahan, di antaranya penanggulangan bencana, pertolongan pertama, pembinaan relawan, pelayanan donor darah, serta berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan lainnya. (*)

Luncurkan Film Kudu Wani, Bawaslu Demak Dorong Keberanian Laporkan Dugaan Pelanggaran Pemilu

Lingkar.co – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Demak Jawa Tengah meluncurkan film dokumenter penanganan pelanggaran pemilu berjudul Kudu Wani, Senin (30/12/2025), Peluncuran yang dirangkai dengan bedah film dilaksanakan di Ruang Rapat Bawaslu Kabupaten Demak.

Ketua Bawaslu Kabupaten Demak Ulin Nuha dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembuatan film ‘Kudu Wani’ merupakan bagian dari program yang telah dirancang sejak awal tahun 2025. Film tersebut dikemas dalam bentuk dokumenter sebagai media edukasi pengawasan pemilu.

“Bawaslu Kabupaten Demak tetap melakukan sosialisasi, meskipun berada pada masa non-tahapan. Melalui film ini kami berharap sosialisasi tidak hanya dilakukan secara luring, tetapi juga bisa menjangkau masyarakat secara daring,” kata Ulin.

Dirinya berharap film ini dapat disebarluaskan oleh berbagai pihak agar pesan pengawasan pemilu dapat diterima lebih luas. Ia juga menegaskan bahwa masyarakat diharapkan berani melaporkan jika menemukan dugaan pelanggaran pemilu.

“Film ini diharapkan bisa menambah esensi demokrasi dan menunjukkan bahwa Bawaslu di masa non-tahapan pun tetap bisa berkreasi dan berkontribusi menjaga demokrasi”, tambahnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Tengah Muhammad Amin mengapresiasi inisiatif Bawaslu Kabupaten Demak dalam memproduksi film edukasi pengawasan pemilu tersebut. Menurutnya, film menjadi media yang efektif untuk menyampaikan pesan demokrasi kepada masyarakat.

“Demokrasi harus tetap hidup, dijaga, dan terus bertumbuh dimanapun dan kapanpun. Kami berharap melalui film ini masyarakat semakin memahami pentingnya pengawasan demi bangsa yang lebih baik”, katanya.

Sebagai informasi, film ‘Kudu Wani’ sendiri dimaknai sebagai simbol keberanian kolektif, yakni bukan hanya keberanian Bawaslu dalam menindak dan menangani pelanggaran, tetapi juga keberanian masyarakat untuk mengawasi, melaporkan, serta terlibat aktif dalam menjaga kualitas demokrasi.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut, Dewan Kesenian Demak Munthohar, serta undangan dari Dinas Komunikasi dan Informatika, Bakesbangpol, KPU Kabupaten Demak, dan insan media. Peresmian film ditandai dengan pemukulan gong oleh pimpinan Bawaslu. (*)

Ratusan Buruh Gelar Aksi di Depan Kantor Bupati, Kawal UMK dan UMSK Demak Tahun 2026

Lingkar.co – Ratusan buruh atau pekerja yang tergabung dalam Gerakan Buruh Demak (Gebrak) menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Demak, Senin (22/12/2025).

Aksi digelar sebagai bentuk pengawalan terhadap penetapan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Demak tahun 2026 serta pembahasan Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK) Demak tahun 2026.

Dalam aksinya, massa buruh menyuarakan tuntutan terkait peningkatan kesejahteraan pekerja. Mereka meminta kebijakan pengupahan harus benar-benar berpihak pada buruh, khususnya di tengah meningkatnya kebutuhan hidup masyarakat.

Menurut koordinator aksi, Poyo Widodo, formula penetapan upah minimum saat ini masih mengacu pada komponen inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan nilai alfa. Nilai alfa tersebut ditentukan melalui pembahasan dalam rapat Dewan Pengupahan dengan rentang antara 0,5 hingga 0,9.

Selain menyoroti nilai alfa dan persentase kenaikan upah, massa buruh juga menyuarakan penolakan terhadap pemberlakuan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2025 tentang Pengupahan.

Aksi berlangsung dengan tertib dan mendapat pengawalan dari aparat kepolisian. Selama aksi berlangsung, akses lalu lintas di Jalan Kyai Singkil atau tepat di depan Kantor Bupati Demak sempat ditutup karena banyaknya massa aksi yang memenuhi ruas jalan. 

Aksi kemudian diakhiri dengan mediasi antara perwakilan buruh dengan pihak Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) serta Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Demak yang dilaksanakan di ruang rapat Wakil Bupati Demak. (*)