Arsip Tag: Pemkab Demak

Kasus Dugaan Keracunan MBG di Pesantren Demak Jadi Perhatian Serius Pemprov Jateng

Lingkar.co – Dugaan keracunan makanan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Demak menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, menilai persoalan utama bukan semata pada menu, melainkan ketepatan distribusi dan waktu konsumsi makanan.

Ia mengaku prihatin atas insiden yang menimpa ratusan penerima manfaat tersebut. Menurutnya, indikasi keracunan sering kali berkaitan dengan pengelolaan waktu distribusi yang kurang tepat.

“Biasanya yang keracunan itu karena pengaturan jadwalnya kurang tepat. Makanan ini ada masa konsumsinya, jadi harus diantarkan tepat waktu dan langsung dikonsumsi,” ujar Taj Yasin yang juga sebagai Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Percepatan Pelaksanaan Program MBG Jateng, Selasa (21/4/2026).

Ia menekankan pentingnya edukasi kepada para penerima manfaat. Khususnya anak-anak dan santri, agar tidak menunda konsumsi makanan. Menurutnya makanan yang seharusnya dikonsumsi dalam rentang waktu tertentu berisiko jika disimpan terlalu lama.

Selain itu, pihak sekolah maupun pesantren diminta turut berperan aktif dalam membimbing siswa atau santri agar langsung mengonsumsi makanan yang telah disediakan negara.

“Jangan sampai makanan disimpan dulu, lalu dimakan di kemudian hari,” tegasnya.

Lebih jauh, Taj Yasin memastikan pemerintah tidak akan ragu memberikan sanksi terhadap penyedia layanan MBG yang lalai. Sanksi tersebut berjenjang, mulai dari pembinaan hingga pencabutan izin operasional dapur.

“Sudah ada kasus penutupan dapur di Jawa Tengah. Ini menjadi peringatan keras. Dari pemerintah pusat juga sudah memberikan warning, ada tahapan sanksi bahkan sampai pencabutan izin,” ungkapnya.

Sebelumnya, ratusan santri dari empat pesantren di Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu MBG yang didistribusikan pada Sabtu (18/4/2026) kemarin. Gejala mulai muncul pada Minggu pagi, dengan keluhan sakit perut, pusing, mual, hingga muntah.

Tak hanya santri, kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (B3) juga terdampak. Total korban diperkirakan mencapai 187 orang.

Hingga Senin, sebanyak 68 orang menjalani perawatan inap, sementara 66 lainnya menjalani rawat jalan dengan pemantauan intensif. Di antara korban terdapat dua balita, tiga ibu bersama anaknya, serta satu ibu menyusui.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Khidmatul Ummah Madani telah dihentikan sementara operasionalnya dan dipasang garis polisi.

Dinas Kesehatan Kabupaten Demak juga tengah melakukan uji laboratorium untuk memastikan penyebab pasti, sekaligus mengevaluasi menyeluruh sarana produksi pangan, termasuk aspek higiene, lingkungan, hingga kapasitas sumber daya manusia.

“Sampel yang kami kirimkan ke laboratorium tidak hanya makanan yang disajikan oleh SPPG, termasuk muntahan siswa yang diduga keracunan juga kami uji di laboratorium,” kata Kepala Dinas Kesehatan Daerah Demak Ali Maimun di Demak.

Ia memperkirakan hasil uji laboratorium keluar dalam tempo tiga hingga empat hari mendatang, setelah sampel tersebut dikirim pada Minggu (19/4/2026), setelah muncul keluhan yang diduga akibat keracunan makanan, seperti mual dan muntah.

Pemerintah berharap evaluasi ini menjadi momentum perbaikan sistem distribusi MBG agar kejadian serupa tidak terulang.(*)

Tanggul Sungai TuntangJebol, 278 Hektare Sawah Petani Guntur Gagal Panen

Lingkar.co – Pemkab Demak melalui Dinas Pertanian dan Pangan melaporkan sekitar 278 hektare sawah gagal panen di Kecamatan Guntur ke Pemerintah Pusat. Kondisi tersebut disebabkan jebolnya tanggul Sungai Tuntang yang melintas di Desa Trimulyo dan Desa Sidoharjo.

“Kelima desa tersebut, yakni Desa Trimulyo, Tlogorejo, Sidoharjo, Bumiharjo, dan Turitempel,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak Agus Herawan di Demak, Minggu, (19/4/2026).

Sementara luas lahan yang puso, kata dia, di Desa Trimulyo seluas 35 hektare, Desa Tlogorejo seluas 25 hektare, Desa Turitempel seluas 80 hektare, Desa Bumiharjo seluas 12 hektare, dan Sidoharjo seluas 126 hektare.

Menurut Agus, dari ratusan hektare sawah tersebut yang paling luas 126 hektar di Desa Sidoharjo dan desa Turitempel kurang lebih 80 hektare.

Secara rinci, ia sebut luas lahan yang puso di Desa Trimulyo seluas 35 hektare, Desa Tlogorejo seluas 25 hektare, Desa Turitempel seluas 80 hektare, Desa Bumiharjo seluas 12 hektare, dan Sidoharjo seluas 126 hektare.

Ia mengungkapkan lahan puso tersebut merupakan hasil pengamatan sejak 3-7 April 2026. Sementara total lahan tanaman padi yang terdampak banjir di Kabupaten Demak seluas 662 hektare yang tersebar di 11 desa yang tersebar di dua kecamatan.

Kedua kecamatan tersebut, yakni Kecamatan Guntur ada lima desa dengan total luas terdampak 451 hektare, 278 hektare di antaranya mengalami puso. Sedangkan di Kecamatan Karangtengah ada enam desa dengan luas tanaman padi tergenang 211 hektare.

Ia menjelaskan, usia tanaman padi yang terdampak juga bervariasi, antara dua hari hingga 65 hari. Sedangkan yang puso usianya antara tujuh hari hingga 20 hari. Sedangkan varietas tanaman padi yang ditanam petani inpari 32, 50, dan Ciherang.

“Untuk laporan sudah sampai di pusat dan saat ini sudah mendapatkan droping bantuan benih padi 11 ton dari Badan Standarisasi Instrumen Pangan (BSIP) Jawa Tengah,” ujarnya.

Laporan kondisi sawah yang dilakukan ke pusat, lanjutnya, merupakan upaya langkah  penanganan pemerintah agar para petani terdampak dapat bantuan. Sehingga  mengurangi beban petani dan mempercepat pemulihan. (*)

Miras Masih Jadi Gangguan Kamtibmas di Kabupaten Demak

Lingkar.co – Permasalahan minuman keras (miras) masih menjadi salah satu sumber gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Kabupaten Demak Jawa Tengah.

Kapolres Demak, Arrizal Samelino Gandasaputra mengungkapkan, meski berbagai upaya penindakan telah dilakukan, peredarannya masih kerap ditemukan.

Menurut Kapolres, salah satu jenis miras yang menjadi perhatian adalah ‘es moni’. Pemberantasan miras jenis ini dinilai masih menghadapi berbagai kendala di lapangan.

“Permasalahan di Kabupaten Demak salah satunya adalah miras, khususnya es moni. Yang menjadi pertanyaan kita bersama, mengapa pemberantasannya terasa sulit. Setiap kali dilakukan penindakan, masih saja ditemukan peredaran di lapangan”, ujarnya saat memberikan penyuluhan kepada masyarakat di Desa Katonsari, Kecamatan Demak, Selasa (7/4/2026).

Ia menjelaskan, hingga saat ini pihaknya terus melakukan penelusuran guna menemukan lokasi produksi atau pabrik es moni yang diduga menjadi sumber utama peredaran.

Pada kesempatan tersebut, Kapolres juga menyampaikan pelaksanaan Operasi Pekat yang dilakukan jajaran Polres Demak berhasil mengamankan sekitar 450 liter arak yang diduga akan digunakan sebagai bahan oplosan es moni.

Namun, kata dia, bahan tersebut diketahui berasal dari luar daerah atau kota tetangga.

Pada kesempatan itu, dirinya menegaskan kepolisian juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam membantu upaya pemberantasan miras dengan memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas peredaran miras di lingkungan masing-masing.

“Peran serta masyarakat sangat kami harapkan agar upaya pemberantasan ini dapat berjalan lebih maksimal”, tambahnya.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Polres Demak juga melaksanakan bakti sosial dan bakti kesehatan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat. Sebanyak 50 paket sembako disalurkan kepada 50 warga Desa Katonsari. (*)

Pengungsi Banjir Demak Bertahan di Posko, Ahmad Luthfi Salurkan Bantuan Rp236 Juta

Lingkar.co – Ribuan warga terdampak banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang masih bertahan di posko pengungsian, Sabtu (4/4/2026). Di tengah kondisi serba terbatas, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyalurkan bantuan senilai Rp 236,98 juta dan menegaskan penanganan banjir harus dilakukan menyeluruh dari hulu hingga hilir.

Suasana pengungsian di Kantor Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, masih dipenuhi warga yang mengungsi dengan barang seadanya. Perempuan, anak-anak, hingga lansia menempati ruang utama gedung, sebagian beristirahat di atas alas darurat, sementara lainnya bertahan di teras sambil menunggu kondisi rumah mereka membaik.

Banjir yang dipicu jebolnya tanggul Sungai Tuntang ini berdampak pada delapan desa di empat kecamatan, yakni Guntur, Karangtengah, Wonosalam, dan Kebonagung. Jumlah pengungsi tercatat mencapai 2.839 jiwa.

Salah satu warga terdampak, Musri’ah (63), mengaku air datang secara tiba-tiba dengan arus deras saat tanggul tak lagi mampu menahan debit air.

“Kejadiannya sekitar jam 10 atau 11 siang. Tiba-tiba air mengalir deras sekali dari tanggul AQ, lama-lama jebol. Awalnya cuma setinggi betis,” ujarnya.

Ia menambahkan, tanda-tanda kerusakan tanggul sebenarnya sudah terlihat sebelumnya. Warga bahkan berencana melakukan kerja bakti usai salat Jumat untuk memperbaiki bagian yang tergerus.

“Sudah kelihatan tanahnya terkikis air. Rencananya mau kerja bakti, tapi belum sempat, tanggul sudah keburu jebol,” katanya.

Kondisi semakin memburuk menjelang sore. Debit air terus meningkat hingga mencapai setinggi dada orang dewasa, memaksa warga dievakuasi menggunakan perahu.

“Setelah Ashar kami dijemput perahu. Waktu itu airnya sudah setinggi dada,” tuturnya.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meninjau langsung posko pengungsian di Kantor Kecamatan Guntur bersama Bupati Demak Eisti’anah dan jajaran terkait. Dalam kunjungan tersebut, Ahmad Luthfi menyerahkan bantuan secara simbolis kepada para pengungsi.

Total bantuan yang disalurkan Pemprov Jawa Tengah mencapai Rp 236.985.411. Bantuan tersebut berasal dari berbagai organisasi perangkat daerah, di antaranya BPBD Jawa Tengah, Dinas Sosial, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, serta PMI Jawa Tengah.

Usai meninjau lokasi, Ahmad Luthfi menggelar rapat terbatas bersama pemangku kebijakan terkait. Ia menegaskan, penanganan banjir Demak tidak bisa dilakukan secara parsial.

“Kita mengatasi banjir ini tidak bisa parsial. Dari hulu sampai hilir itu harus kita tuntaskan,” tegasnya. Ia menekankan pentingnya memastikan kebutuhan dasar warga terdampak tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat.

“Prinsipnya layanan dasar kepada masyarakat terdampak harus terpenuhi. Mulai dari pendidikan, kesehatan, bahan pokok, makanan, dan lainnya tidak boleh ketinggalan,” ungkapnya. (*)

Ramadan Jadi Momen Tingkatkan Kepedulian Sosial, Pemkab Demak Santuni Yatim dan Duafa

Lingkar.co – Bulan Ramadan diharapkan menjadi momen meningkatkan kepedulian dan kebersamaan di tengah masyarakat, terlebih Inflasi kerap terjadi pada momen menjelang idulfitri atau lebaran.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Demak melakukan penyerahan santunan kepada anak yatim/yatim piatu dan kaum duafa di Pendopo Satya Bhakti Praja, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Momen berbagi tersebut dilakukan secara langsung oleh Bupati Demak, Eisti’anah,sekaligus kegiatan pengarahan Ketua Pembina Tim Penggerak PKK.

Dalam kesempatan itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Demak Muh Zaky Ma’ardi menyampaikan rasa syukur karena seluruh hadirin masih diberikan kesehatan dan kesempatan untuk berkumpul dalam kegiatan yang penuh keberkahan di bulan suci Ramadan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah hadir dan mendukung terselenggaranya kegiatan santunan tersebut.

Menurutnya, kegiatan santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa merupakan wujud nyata kepedulian dan kebersamaan dalam membantu sesama, terutama pada bulan Ramadan yang penuh berkah.

“Melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan rasa empati, mempererat tali silaturahmi, serta memberikan kebahagiaan bagi masyarakat yang membutuhkan,” katanya, Senin (16/3/2026).

Sementara, Bupati Demak Eisti’anah menyampaikan bahwa selama bulan Ramadan Pemerintah Kabupaten Demak secara rutin menyelenggarakan kegiatan pengajian setiap minggu sebagai sarana memperkuat keimanan dan kebersamaan masyarakat.

Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada para ulama dan tokoh agama yang telah memberikan berbagai nasihat dan pembinaan kepada masyarakat, sehingga diharapkan pesan-pesan kebaikan tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan ibadah dan memperbanyak amal kebaikan pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan, khususnya pada malam-malam ganjil yang diyakini sebagai waktu turunnya malam Lailatul Qadar.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga memberikan motivasi kepada anak-anak yatim yang menerima santunan agar tetap semangat dalam menuntut ilmu, rajin beribadah, serta terus berusaha meraih cita-cita.

Ia berharap generasi muda dapat tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak baik, berilmu, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan agama. (*)

Jaga Ketahanan Pangan Nasional, Menko Zulhas Kunjungi Demak dan Jepara

Lingkar.co – Menteri Koordinator (Menko) Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) mengunjungi kabupaten Demak dan Jepara, Jawa Tengah, Selasa (10/03/2026).

Kunjungan tersebut menunjukkan Pemerintah terus memperkuat pelaksanaan berbagai program strategis di sektor pangan guna menjaga ketahanan pangan nasional serta memastikan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di daerah.

Zulhas berkata, kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan berbagai program prioritas nasional di bidang pangan dapat berjalan optimal di daerah, termasuk penguatan distribusi pupuk, peningkatan produksi pangan, serta program peningkatan kualitas gizi masyarakat seperti Program Makan Bergizi Gratis.

Dalam rangkaian kunjungan kerja tersebut, Menko Pangan juga menyampaikan sejumlah pesan terkait penguatan sektor pangan dan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

“Pemerintah terus mendorong berbagai program di sektor pangan agar dapat berjalan dengan baik di daerah. Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam menjaga ketahanan pangan nasional”, ujar Zulhas..

Ia juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk menghargai pangan dan tidak menyia-nyiakan makanan.

“Proses untuk menghasilkan makanan itu panjang, mulai dari petani, distribusi, hingga sampai ke masyarakat. Karena itu kita harus menghargai makanan dan tidak menyia-nyiakannya”, tegasnya.

Usai meninjau pelaksanaan program di Demak, Menko Pangan melanjutkan agenda kunjungan kerja ke Kabupaten Jepara untuk melakukan pertemuan dengan Bupati Jepara di Pendopo Kabupaten Jepara.

Dalam pertemuan tersebut dibahas berbagai langkah penguatan sektor pangan di daerah, termasuk distribusi pupuk, peningkatan produksi pangan, serta pelaksanaan program-program pemerintah di bidang pangan.

Dalam kesempatan tersebut, Menko Pangan juga menyempatkan diri mengunjungi Museum Kartini yang berada di kompleks Pendopo Kabupaten Jepara sebagai bentuk penghormatan terhadap semangat perjuangan R.A. Kartini dalam memperjuangkan pendidikan bagi generasi bangsa.

Melalui rangkaian kunjungan kerja ini, pemerintah berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah semakin kuat dalam mendukung ketahanan pangan nasional serta memastikan berbagai program pangan dapat dirasakan manfaatnya secara luas oleh masyarakat. (*)

Jaga Inflasi Jelang Hari Besar Keagamaan, Bupati Demak Tekankan Sinergi Lintas Sektor

Lingkar.co – Bupati Demak Eisti’anah menegaskan, pengendalian inflasi merupakan kerja bersama melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Ia tekankan sinergi antar lintas sektor mutlak dilakukan.

Ia menjelaskan sejumlah langkah yang akan dilakukan Pemkab Demak untuk mengendalikan inflasi, antara lain menjaga ketersediaan pasokan melalui pemantauan stok dan distribusi secara berkala, serta memastikan kelancaran distribusi terutama menjelang puncak arus mudik dan hari raya.

Penegasan itu ia sampaikan saat membuka High Level Meeting untuk pengendalian inflasi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H / 2026 M di Gedung Gradhika Bina Praja, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Kamis (5/3/2026).

Forum strategis tersebut sebagai wahana koordinasi, evaluasi, serta pengambilan langkah konkret dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan di Kabupaten Demak.

Selain itu, kata dia, pemerintah daerah juga akan mengintensifkan operasi pasar dan pasar murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah agar harga kebutuhan pokok tetap terjangkau. Penguatan komunikasi publik juga akan dilakukan untuk mencegah terjadinya panic buying yang dapat memicu kenaikan harga.

“Pengendalian inflasi bukan hanya soal menjaga angka statistik. Namun lebih dari itu, pengendalian inflasi adalah upaya menjaga daya beli masyarakat dan memastikan kesejahteraan tetap terjaga, khususnya di bulan suci yang penuh berkah ini,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Demak, Ahmad Nur Azizul Miftah, dalam laporannya menyampaikan data inflasi Februari 2026, inflasi nasional tercatat sebesar 4,76 persen. Sementara inflasi di Jawa Tengah berada pada angka 4,43 persen.

“Karena Kabupaten Demak mengacu pada pergerakan inflasi Kota Semarang, maka peningkatan tersebut perlu diantisipasi melalui penguatan koordinasi, komunikasi efektif antar OPD, sinergi dengan instansi vertikal, serta pengendalian pasokan dan distribusi kebutuhan pokok selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri yang secara historis selalu mengalami kenaikan”, kata Miftah.

Sebagai informasi, hadir pula dalam pertemuan tersebut unsur Forkopimda, Wakil Bupati Muhammad Badruddin, jajaran perangkat daerah, para camat, pimpinan BUMN/BUMD, serta tokoh agama. (*)

Bea Cukai dan Kejari Kabupaten Demak Amankan 1.920 Batang Rokok Ilegal

Lingkar.co – Sebanyak 1.920 batang rokok ilegal telah di amankan Tim Gabungan Barang Kena Cukai (BKC) Ilegal pada Operasi Bersama Pemberantasan Peredaran Barang Kena Cukai (BKC) ilegal yang dilaksanakan di wilayah Kecamatan Demak dan Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Kamis, (29/01/2025).

Kegiatan ini melibatkan personel gabungan dari Satpol PP Kabupaten Demak, Bea Cukai Semarang, Kejaksaan Negeri Demak, serta Bagian Perekonomian Setda Demak.

Berbagai macam merk rokok ilegal di temukan di toko AR, Desa Krajan, Mangunjiwan, Kecamatan Demak. Adapun merk yang ditemukan meliputi MAGNATE MANGO BURT 160 Batang. MANCHESTER LONDON FOG 340 Batang. MANCHESTER Special American blend 20 Batang. MANCHESTER Special Edition 100 Batang. ORIS Super slims 80 Batang. ORIS Mango Mint 200 Batang. LUXIO Premium 160 Batang. SB Sumber Baru 200 Batang. AP Lights 20 Batang. H&D Light Gold White 120 Batang. Total yang ditemukan sebanyak 1.400 batang.

Selanjutnya di toko RB, di Desa Cabean, Demak, ditemukan merk DALILL BOLD 400 Batang. SURYA GALAXY 120 Batang. Total keseluruhan 520 batang.

“Selama operasi BKC Ilegal Tim Gabungan menemukan sebanyak 1.920 batang rokok ilegal yang ditemukan di dua toko berbeda. Toko bapak AR di dukuh Krajan ditemukan 1.400 batang. Kemudian di toko berikutnya, toko Ibu RB total 520 barang. Dan tentu disana berbagai macam merk rokok yang ditemukan misalnya seperti rokok merk Manchester kemudian dalill dan lain lain”, kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Demak, Agus Sukiyono, saat di hubungi melalui pesan WhatsApp. Kamis, (29/01/2025).

“Alhamdulillah selama dua hari berturut-turut tim intelegen Satpol PP, bergerak dan mendapatkan informasi yang akurat. Harapan kami semoga kedepan rekan-rekan OPD lainnya juga bisa ikut membantu mencari informasi terakait peredaran rokok ilegal di wilayah-wilayah kabupaten Demak”, pungkasnya.

Temuan Rokok ilegal selanjutnya diproses oleh tim Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean A Semarang, untuk dilakukan penindakan lebih lanjut. Selain itu petugas juga melakukan penempelan stiker GEMPUR ROKOK ILEGAL sebagai bentuk sosialisasi pencegahan peredaran rokok ilegal di wilayah Kabupaten Demak. (*)

Pemkab Demak Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Partisipasi Masyarakat dan Sekolah

Lingkar.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak mendorong pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat dan satuan pendidikan atau sekolah. Hal itu merupakan wujud komitmen perhatian terhadap isu lingkungan hidup.

Bupati Demak, Eisti’anah menyatakan, sekolah memiliki peran strategis dalam menanamkan kebiasaan baik sejak dini, termasuk kepedulian terhadap lingkungan dan pengelolaan sampah.

Ia lantas menyoroti banyak bencana lingkungan berawal dari permasalahan sampah, sehingga kesadaran tidak boleh hanya dibebankan kepada pemerintah, melainkan harus tumbuh dari masyarakat.

“Sekolah diharapkan mampu mengajarkan kecintaan terhadap alam, membiasakan membuang sampah pada tempatnya, serta meminimalisir penggunaan plastik”, ujarnya dalam kegiatan apresiasi bagi sekolah penerima penghargaan Adiwiyata.Selasa (6/1/2026),

Eisti, sapaan akrab Eisti’anah, pun mengapresiasi lima sekolah yang berhasil meraih penghargaan Adiwiyata. Ia menegaskan bahwa pencapaian tersebut bukanlah hal yang mudah dan merupakan bukti nyata komitmen seluruh warga sekolah, mulai dari guru, siswa, hingga masyarakat sekitar, dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Makanya, Bupati berharap semakin banyak sekolah di Kabupaten Demak yang meraih Adiwiyata, sehingga mampu meminimalisir potensi bencana lingkungan.

Adapun Sekolah penerima penghargaan tersebut yakni SMAN 1 Karanganyar, SMAN 1 Karangtengah, SMPN 1 Mranggen, SDN Ngelowetan, dan SDN Krajanbogo.

Penghargaan Adiwiyata Nasional berasal dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia. Penyerahan penghargaan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Demak Eisti’anah di Grhadika Bina Praja, Selasa (06/01/2026).

Selain itu, Eisti juga mendorong pengelolaan sampah di tingkat desa melalui Bank Sampah lebih masif. Dengan begitu, kata dia, sampah tidak harus dibawa ke Tempat Pengololaan Sampah (TPS) yang jauh yang berpotensi menambah beban anggaran.

Pada kegiatan tersebut diberikan pula Bantuan Alat Pengelolaan Sampah Kepada Desa Sriwulan, Sayung, Desa Kedungwaru Kidul, Karanganyar, Desa Tlogosih, Kebonagung, Desa Tanjunganyar Kecamatan Gajah, dan Bank Sampah Santoso Mandiri, Mranggen.

Bantuan yang diberikan meliputi, Dua Unit Alat Pemecah Sampah Organik, Dua unit Kontainer Sampah, Dua Unit Mesin Conveyor, Dua Unit Mesin Gibrik, Dua unit Mesin Pencacah Sampah Plastik, dan Hanggar Pengelolaan Sampah, 33 set tong sampah isi 2 40 Liter, 2 unit motor roda tiga (VIAR), serta Gedung Bank Sampah.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Demak juga menyerahkan dua unit dump truck kepada Dinas Lingkungan Hidup sebagai bentuk dukungan sarana prasarana pengelolaan sampah di daerah. (*)

Tutup Bulan Dana PMI Demak Tahun 2025, Eistianah Harapkan Tumbuh Solidaritas Masyarakat

Lingkar.co – Bupati Demak, Jawa Tengah Eisti’anah mengatakan bahwa pelaksanaan Bulan Dana Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Demak Tahun 2025 merupakan wujud sinergi yang baik antara PMI Kabupaten Demak, Pemerintah Kabupaten Demak, serta seluruh elemen masyarakat.

Eisti, sapaan akrab Eistianah berharap, dari kegiatan tersebut dapat terus tumbuh dan meningkat rasa kepedulian, solidaritas sosial, serta semangat gotong royong dalam membantu sesama, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan kemanusiaan.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Demak, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran PMI Kabupaten Demak, para relawan, panitia, serta seluruh pihak baik dari unsur pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, maupun masyarakat yang telah berpartisipasi aktif menyukseskan Bulan Dana PMI Tahun 2025”, ucap Eisti dalam penutupan dan serah terima bulan dana pada Jumat (2/1/2026) di gedung Gradhika Bina Praja.

Ia berharap keberhasilan tersebut dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang.

Ia bilang, Bulan Dana PMI merupakan kegiatan strategis yang mencerminkan semangat kemanusiaan, kepedulian sosial, dan gotong royong masyarakat Kabupaten Demak.

“Dana yang terhimpun bukan sekadar angka, tetapi merupakan amanah besar yang akan digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan kemanusiaan seperti pelayanan kesehatan, penyediaan darah, penanggulangan bencana, bantuan sosial, serta pembinaan relawan PMI”, tuturnya.

Penutupan dan serah terima hasil Bulan Dana PMI kabupaten Demak Tahun 2025 menjadi momentum evaluasi sekaligus apresiasi atas partisipasi masyarakat dalam mendukung kegiatan kemanusiaan. Pelaksanaan Bulan Dana PMI yang telah berjalan kurang lebih tiga bulan dikabupaten Demak ini telah memperoleh Rp. 794.999.999

Sementara, Ketua PMI Kabupaten Demak Akhmad Sugiharto menyampaikan bahwa perolehan Bulan Dana PMI tahun 2025 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Ia menyebut perolehan Bulan Dana PMI tahun 2025 meningkat menjadi Rp794.999.999. sedangkan pada tahun 2024, dana yang berhasil dihimpun sebesar Rp779.999.999.

Menurutnya, peningkatan tersebut mencerminkan tingginya semangat kepedulian dan solidaritas masyarakat Kabupaten Demak terhadap sesama. Dengan waktu pelaksanaan selama tiga bulan, mulai Oktober hingga Desember 2025, dana yang dikumpulkan secara sukarela mampu menghasilkan capaian yang luar biasa.

“Ini menunjukkan bahwa kepedulian masyarakat Demak terhadap kegiatan kemanusiaan semakin meningkat dari tahun ke tahun”, kata Akhmad Sugiharto.

Dirinya menjelaskan, dana Bulan Dana PMI yang telah terkumpul akan digunakan untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi PMI di bidang kepalangmerahan, di antaranya penanggulangan bencana, pertolongan pertama, pembinaan relawan, pelayanan donor darah, serta berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan lainnya. (*)