Arsip Tag: DPRD Jateng

Risma Ardhi Chandra Jadi Plt Bupati, Gus Wafa: Pelayanan Publik di Pati Harus Tetap Normal

Lingkar.co – Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, M. Ali Wafa atau yang akrab disapa Gus Wafa, turut menanggapi penunjukan Wakil Bupati Pati Risma Ardhi Chandra sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati pada Rabu (21/1/2026). Penunjukan tersebut dilakukan menyusul penetapan Bupati Pati Sudewo sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan pemerasan jual beli jabatan perangkat desa.

Gus Wafa menilai langkah cepat pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah dalam menunjuk Plt Bupati merupakan keputusan tepat guna menjaga keberlangsungan roda pemerintahan di Kabupaten Pati. Menurutnya, stabilitas birokrasi dan pelayanan publik harus tetap berjalan normal meskipun daerah sedang menghadapi dinamika politik dan hukum.

“Penunjukan Plt Bupati adalah mekanisme yang sudah diatur dalam perundang-undangan. Yang terpenting sekarang adalah bagaimana pemerintahan di Pati tetap berjalan stabil dan masyarakat tidak terdampak oleh situasi yang sedang terjadi,” ujar Gus Wafa, Rabu (21/1/2026).

Ia juga berharap Risma Ardhi Chandra dapat segera mengonsolidasikan jajaran internal Pemerintah Kabupaten Pati, termasuk aparatur sipil negara (ASN), agar tetap bekerja profesional dan fokus memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Plt Bupati harus bisa menjadi pengayom, menenangkan suasana, serta memastikan semua program pembangunan dan pelayanan publik tetap berjalan sesuai rencana,” tambahnya.

Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Pati dan Rembang, Gus Wafa menegaskan bahwa DPRD Provinsi Jawa Tengah akan terus memantau perkembangan situasi di Kabupaten Pati. Ia berharap seluruh elemen, mulai dari Forkopimda, tokoh masyarakat, hingga warga, dapat menjaga kondusivitas wilayah.

“Kondisi seperti ini jangan sampai menimbulkan kegaduhan di masyarakat. Kita percayakan proses hukum berjalan, sementara pemerintahan harus tetap fokus melayani rakyat,” tegasnya.

Sementara itu, penunjukan Risma Ardhi Chandra sebagai Plt Bupati Pati telah resmi dituangkan dalam Surat Gubernur Jawa Tengah Nomor 131/0000757 tertanggal 20 Januari 2026, berdasarkan radiogram Menteri Dalam Negeri. Surat tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen di Pendopo Kabupaten Pati. (*)

Gus Wafa Ucapkan Harlah ke-53 PPP, Tekankan Persatuan dan Pengabdian untuk Rakyat

Lingkar.co – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), M. Ali Wafa atau yang akrab disapa Gus Wafa, menyampaikan ucapan Selamat Hari Lahir (Harlah) ke-53 kepada Partai Persatuan Pembangunan.

Dalam keterangannya, Gus Wafa menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang PPP yang telah menginjak usia lebih dari setengah abad. Menurutnya, usia 53 tahun merupakan bukti keteguhan PPP dalam menjaga konsistensi perjuangan politik yang berlandaskan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kerakyatan.

“Selamat Hari Lahir ke-53 Partai Persatuan Pembangunan. Semoga PPP senantiasa istiqamah dalam memperjuangkan kepentingan umat dan rakyat Indonesia, serta tetap menjadi rumah besar bagi aspirasi politik yang menjunjung tinggi nilai keadilan dan persatuan,” ujar Gus Wafa, Senin (5/1/2025).

Ia menegaskan bahwa PPP sejak awal berdiri telah mengambil peran penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia. PPP, kata dia, tidak hanya hadir sebagai partai politik, tetapi juga sebagai gerakan moral yang memperjuangkan kemaslahatan umat, memperkuat persatuan bangsa, dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sebagai wakil rakyat di DPRD Jawa Tengah, Gus Wafa menilai peringatan Harlah ke-53 PPP harus dijadikan momentum untuk memperkuat kerja nyata di tengah masyarakat. Ia mengajak seluruh kader dan simpatisan PPP, khususnya di Jawa Tengah, untuk terus turun ke bawah, mendengar aspirasi rakyat, serta menghadirkan solusi konkret atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

“PPP harus terus hadir di tengah rakyat, tidak hanya saat momentum politik, tetapi dalam keseharian. Kerja-kerja pengabdian sosial, pendampingan masyarakat, serta perjuangan kebijakan pro-rakyat harus terus kita perkuat,” tegasnya.

Gus Wafa juga menyoroti tantangan ke depan yang semakin kompleks, mulai dari persoalan ekonomi, kesejahteraan sosial, pendidikan, hingga penguatan moral dan nilai keagamaan di tengah perubahan zaman. Menurutnya, PPP dituntut untuk adaptif tanpa meninggalkan jati diri dan nilai dasar perjuangan partai.

Ia berharap, di usia ke-53 ini, PPP semakin solid, dewasa, dan mampu menjawab tantangan zaman dengan tetap berpegang pada prinsip amar ma’ruf nahi munkar. Gus Wafa juga mengajak generasi muda untuk tidak ragu bergabung dan berkontribusi bersama PPP dalam membangun bangsa.

“Dengan kebersamaan, persatuan, dan niat tulus berjuang untuk rakyat, saya yakin PPP akan terus eksis dan memberikan manfaat nyata bagi Indonesia. Harlah ke-53 ini menjadi pengingat bahwa perjuangan belum selesai,” pungkasnya. (*)

Kirap Lurup Haul Akbar ke-466 Sunan Prawoto, Gus Wafa Ajak Teladani Dakwah Santun Para Wali

Lingkar.co — Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, M. Ali Wafa, menegaskan pentingnya merawat tradisi, sejarah, dan nilai spiritual para wali dalam kehidupan masyarakat Jawa masa kini. Hal itu ia sampaikan saat memberikan sambutan pada Kirap Lurup, yang menjadi bagian dari rangkaian Haul Akbar ke-466 Sunan Prawoto, Senin (5/1/2026).

Kirap Lurup tersebut diikuti unsur Keraton Surakarta Hadiningrat, para pemangku makam auliya’, tokoh agama, tokoh adat, serta masyarakat. Prosesi dimulai dari Balai Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo, dan berakhir di Makam Sunan Prawoto.

Dalam sambutannya, Gus Wafa, sapaan akrabnya, menyampaikan bahwa Kirap Lurup bukan sekadar prosesi budaya, melainkan laku spiritual dan penghormatan sejarah atas perjuangan para wali yang telah menanamkan Islam yang ramah dan membumi di tanah Jawa.

“Kirap Lurup ini adalah simbol bahwa agama, budaya, dan sejarah berjalan beriringan. Di dalamnya ada adab, penghormatan kepada leluhur, serta upaya menjaga warisan spiritual para wali,” ujarnya.

Gus Wafa juga mengulas jejak sejarah Sunan Prawoto yang dikenal sebagai putra Sultan Trenggana dari Kesultanan Demak. Dalam perjalanan sejarah, Sunan Prawoto pernah menjadi Sultan Demak keempat di tengah konflik politik yang keras. Namun, menurutnya, Sunan Prawoto justru memilih jalan dakwah, kesalehan, dan pengabdian kepada umat, dibandingkan mengejar kekuasaan.

“Yang patut kita teladani, beliau mendahulukan ilmu dan akhlak di atas kekuasaan, tetap teguh dalam iman saat menghadapi ujian, serta berdakwah dengan cara yang santun dan menyatu dengan budaya,” kata Gus Wafa.

Ia menambahkan, wilayah Prawoto dan Sukolilo hingga kini diyakini sebagai pusat pengembaraan spiritual dan dakwah Sunan Prawoto. Nilai-nilai Islam yang damai dan meneduhkan yang diwariskan dari kawasan ini masih terus hidup di tengah masyarakat.

Sebagai wakil rakyat di tingkat provinsi, Ali Wafa menilai tradisi haul dan kirap budaya seperti ini merupakan warisan peradaban yang sangat penting untuk terus dijaga. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya menjaga identitas budaya, tetapi juga menanamkan karakter, kebijaksanaan, dan persatuan bagi generasi muda.

“Semoga kirap ini membawa keberkahan, keselamatan, dan ketenteraman bagi Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dan seluruh umat. Kita semua memiliki tanggung jawab melanjutkan nilai-nilai perjuangan para wali sesuai dengan zamannya, tanpa kehilangan akar sejarah,” pungkasnya. (*)

Viral Mobil Dinas Digunakan Selain Untuk Kedinasan, Sekda Bakal Tindak Tegas

Lingkar.co – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno menegaskan akan melakukan evaluasi terhadap penggunaan kendaraan pelat merah di luar tugas kedinasan. Hal ini disampaikan Sumarno, menanggapi viral mobil pelat merah yang kedapatan dipergunakan di luar kepentingan kedinasan, saat libur Natal dan Tahun Baru 2026.

“Ke depannya, nanti akan dilakukan evaluasi seperti ini harus ada penegasan ya. Kalau secara ketentuan sudah ada aturan bahwa di luar kedinasan tidak boleh menggunakan kendaraan pelat merah. Seharusnya sudah dipahami oleh teman-teman,” kata Sumarno, usai hadir dalam rapat paripurna DPRD Jateng, di Gedung DPRD Jateng, Selasa (30/12/2025).

Dia menambahkan, libur Nataru tahun ini, Pemprov tidak membuat surat edaran khusus. Mengingat, dari sisi waktu, liburnya tidak panjang, karena hanya ada satu hari cuti bersama.

“Pada Nataru ini kami tidak membuat surat edaran khusus untuk penggunaan kendaraan di luar kedinasan, sebagaimana kegiatan saat libur panjang, seperti lebaran misalnya. Ini mengingat karena dari sisi waktu, libur cuti bersama hanya satu hari,” urainya.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk memastikan perayaan Natal dan Tahun Baru berjalan aman, tertib, serta tidak mengganggu keselamatan dan ketertiban masyarakat.

Sebagaimana disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, yang mengimbau masyarakat agar tidak merayakan pergantian tahun secara berlebihan, mengingat potensi bencana di sejumlah wilayah.

Ia menyebutkan, saat ini terdapat beberapa daerah di Jawa Tengah yang rawan bencana seperti banjir, longsor, maupun cuaca ekstrem. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Forkopimda kabupaten/kota telah melakukan evaluasi menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Saya imbau bagi masyarakat kita untuk tidak euforia terkait dengan pesta tahun baru. Ingat, di wilayah kita ada beberapa daerah yang terkena bencana,” ujar Luthfi di kantornya, Rabu (24/12/2025).

Luthfi menegaskan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah daerah dalam menghadapi libur akhir tahun.

Terkait penggunaan petasan atau bunga api, Luthfi menegaskan hal tersebut telah diatur dalam ketentuan hukum dan meminta masyarakat mematuhi aturan yang berlaku.

“Bunga api itu ada ketentuan pidananya. Terkait dengan larangan itu sudah menyangkut peraturan perundang-undangan,” ujarnya. (*)

Hadapi Era AI, Gus Wafa Dorong Kader IPNU IPPNU Jadi Inovator Berkarakter

Lingkar.co – Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) dinilai sebagai peluang besar bagi generasi muda, khususnya kader IPNU IPPNU dan santri, untuk berperan aktif dalam pembangunan peradaban digital yang berkarakter.

Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, M. Ali Wafa, dalam Seminar bertema “Optimalisasi Peran Pelajar IPNU IPPNU dan Santri dalam Pengembangan dan Pemanfaatan Teknologi AI Berbasis Nilai Aswaja” di MTs Silahul Ulum, Minggu (28/12/2025). Kegiatan ini sebagai bagian dari agenda Konferensi Cabang (Konfercab) XV PC IPNU IPPNU Pati.

Dalam materinya, Gus Wafa, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa kehadiran AI di berbagai aspek kehidupan, mulai dari gawai, aplikasi pembelajaran, media sosial, hingga sistem pemerintahan, tidak semestinya disikapi dengan ketakutan. Menurutnya, teknologi justru harus dihadapi dengan ilmu, akhlak, dan nilai, agar memberi manfaat luas bagi umat dan bangsa.

“AI bukan sesuatu yang harus ditolak, tetapi perlu diarahkan. Di sinilah peran pelajar IPNU IPPNU dan santri menjadi penting sebagai generasi yang melek teknologi sekaligus berakar pada nilai,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemerintah telah menunjukkan sikap progresif sekaligus humanis melalui kebijakan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Salah satunya dengan menetapkan mata pelajaran Coding dan Kecerdasan Artifisial (AI) sebagai mata pelajaran pilihan di sekolah.

“Kebijakan ini menunjukkan negara tidak ingin generasi mudanya tertinggal teknologi, tetapi tetap memberi ruang belajar secara bertahap dan sadar, tanpa memaksakan,” kata Gus Wafa.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa kebijakan tersebut mengandung pesan kepercayaan negara terhadap potensi pelajar sebagai calon inovator, bukan sekadar pengguna teknologi. Namun demikian, penguasaan AI harus tetap sejalan dengan pendidikan karakter dan etika.

Dalam perspektif nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), Gus Wafa menilai AI perlu diposisikan secara moderat dan seimbang. Nilai tawassuth, tawazun, tasammuh, dan i’tidal menjadi landasan agar teknologi digunakan untuk kebaikan, pendidikan, serta dakwah, bukan untuk hoaks, fitnah, atau manipulasi informasi.
Ia juga menyoroti peran strategis pelajar IPNU, IPPNU, dan santri sebagai pembelajar aktif, penjaga nilai digital, serta kreator konten kebaikan di ruang digital.

“Pelajar dan santri harus mampu memanfaatkan AI sebagai alat bantu belajar, riset, dan organisasi, bukan menggantikan nalar berpikir. Adab dan tabayyun tetap menjadi kunci,” tegasnya.

Mengakhiri pemaparannya, Gus Wafa mengingatkan bahwa tantangan penyalahgunaan AI, ketergantungan teknologi, serta lunturnya etika digital harus dihadapi bersama dengan kesadaran moral dan spiritual.

“Santri dan pelajar NU harus melek AI, tetapi tetap berakhlak. AI harus menjadi sarana belajar, media dakwah, dan alat pengabdian kepada umat dan bangsa,” pungkasnya. (*)

PERKKNAS Rembang Matangkan Persiapan Kontes Kambing, Gus Wafa Dorong Stabilitas Harga Ternak

Lingkar.co – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perkumpulan Peternak Kambing Kaligesing Nasional (PERKKNAS) Kabupaten Rembang menggelar rapat rutin pada Minggu (21/12/2025). Rapat ini dilakukan untuk mematangkan persiapan pelaksanaan kontes kambing Kaligesing yang direncanakan berlangsung pada 25 Januari 2026 di Gedung Haji Rembang.

Rapat dilaksanakan di kediaman salah satu anggota PERKKNAS, Rumaji, di Jalan Slamet Riyadi, Dusun Bagel, Desa Mondoteko, Kecamatan Rembang. Rapat dihadiri pengurus dan anggota untuk membahas kesiapan panitia. Hadir juga Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi PPP, M. Ali Wafa atau yang akrab disapa Gus Wafa.

Dalam kesempatan itu, Gus Wafa menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan PERKKNAS Rembang, khususnya dalam upaya menjaga stabilitas harga kambing di tingkat peternak.

“Kontes kambing seperti ini sangat positif. Selain meningkatkan kualitas ternak, kegiatan ini juga bisa menjadi instrumen untuk menstabilkan harga kambing agar peternak tidak dirugikan,” ujar Gus Wafa.

Menurutnya, ketika kualitas ternak meningkat dan memiliki standar yang jelas, harga di pasaran akan lebih terjaga. Ia menilai kontes dapat membuka akses pasar yang lebih luas dan mempertemukan peternak dengan pembeli secara langsung.

“Kalau kualitasnya naik dan pasarnya terbuka, harga akan mengikuti. Peternak jadi lebih sejahtera dan tidak mudah ditekan oleh tengkulak,” tambahnya.

Gus Wafa menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan peternak, baik melalui advokasi kebijakan di tingkat provinsi maupun dengan mendorong sinergi antarinstansi terkait. (*)

Jalan Pantura Demak-Kudus Diperbaiki, Gus Wafa Minta Dampak Kemacetan Ditekan

Lingkar.co – Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah, M. Ali Wafa, menanggapi pelaksanaan perbaikan jalan Pantura pada ruas Demak–Kudus yang saat ini tengah berlangsung. Ia menilai perbaikan tersebut merupakan langkah penting untuk meningkatkan kualitas infrastruktur, namun harus dibarengi dengan pengaturan lalu lintas yang matang agar tidak menimbulkan kemacetan berkepanjangan.

Pria yang akrab disapa Gus Wafa itu menyebut ruas Pantura Demak–Kudus sebagai jalur nasional dengan tingkat mobilitas kendaraan yang sangat tinggi setiap hari. Oleh karena itu, aktivitas perbaikan jalan di kawasan tersebut tak bisa dilepaskan dari dampak terhadap arus lalu lintas, terutama pada jam-jam sibuk.

“Perbaikan jalan ini memang sudah lama dinantikan masyarakat. Namun dalam pelaksanaannya, perlu manajemen yang baik supaya tidak terlalu mengganggu kelancaran lalu lintas,” ujarnya, Jumat (19/12/2025).

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut mengapresiasi langkah pemerintah dan pihak terkait yang telah memulai perbaikan di sejumlah titik rawan kerusakan. Menurutnya, hal itu menunjukkan adanya keseriusan dalam meningkatkan kualitas infrastruktur jalan di wilayah Pantura Jawa Tengah.

Meski demikian, Gus Wafa berharap pelaksanaan di lapangan disertai dengan rekayasa lalu lintas yang lebih optimal. Mulai dari pengaturan jam kerja proyek, pemasangan rambu-rambu yang jelas, hingga penempatan petugas di titik-titik rawan kepadatan.

“Kalau pengaturannya tepat, kemacetan bisa ditekan. Masyarakat tetap bisa beraktivitas tanpa terganggu secara berlebihan,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antara kontraktor pelaksana, aparat kepolisian, dan dinas perhubungan setempat. Menurutnya, sinergi lintas sektor sangat dibutuhkan agar penanganan kepadatan lalu lintas bisa dilakukan secara cepat dan efektif.

“Koordinasi ini penting supaya jika terjadi penumpukan kendaraan, bisa segera diambil langkah di lapangan. Jangan sampai kemacetan panjang justru memicu keluhan baru dari masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, Gus Wafa mengimbau masyarakat untuk bersabar dan memahami bahwa dampak kemacetan bersifat sementara. Ia meyakini, manfaat jangka panjang dari perbaikan jalan Pantura Demak–Kudus akan dirasakan secara luas, baik dari sisi keselamatan pengguna jalan maupun kelancaran distribusi barang dan jasa.

“Memang ada sedikit ketidaknyamanan sekarang, tapi ke depan manfaatnya akan dirasakan bersama,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kualitas pekerjaan harus menjadi perhatian utama agar jalan yang diperbaiki bisa bertahan lama dan tidak kembali rusak dalam waktu singkat.

“Perbaikannya harus menyeluruh dan berkualitas. Jangan sampai sering diperbaiki tapi cepat rusak lagi karena itu justru menimbulkan kemacetan berulang,” tegasnya.

Sebagai wakil rakyat, Gus Wafa memastikan DPRD Jawa Tengah akan terus memantau pelaksanaan perbaikan jalan Pantura Demak–Kudus agar berjalan sesuai rencana dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kami akan terus mengawal agar proses ini berjalan lancar, lalu lintas tetap terkendali, dan kepentingan masyarakat menjadi prioritas,” pungkasnya. (*)

Cegah Korupsi, Wagub Jateng Ingatkan Integritas Dibangun dari Diri Sendiri

Lingkar.co – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen memberikan apresiasi dan terima kasih kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang memberikan kesadaran dan refleksi dalam rangka pencegahan korupsi di Jawa Tengah.

“Terima kasih dengan kehadiran KPK sehingga bisa memberikan refleksi serta kesadaran untuk mencegah perilaku antikorupsi. Integritas itu dibangun dari diri sendiri,” tegas Gus Yasin, sapaan akrabnya, usai menjadi pembicara Talk Show Optimalisasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan, untuk Mewujudkan Jawa Tengah yang Berintegritas dan Kolaboratif, Kamis (14/12/2025) di Gradhika Bakti Praja Semarang.

Menurutnya, aturan dalam penyelenggaraan pemerintahan sudah tersedia. Yang terpenting, adalah kesadaran dalam menegakkan aturan tersebut. Termasuk dalam hal penyediaan barang dan jasa, yang sering menjadi persoalan dalam penyelenggaraan pemerintahan.

“Termasuk Penyediaan Barang dan Jasa pada tahun 2026 mendatang, saya sudah mendorong kepada OPD-OPD untuk menghitung betul-betul. Kemarin juga kami ada acara dengan LKPP, yang mengingatkan kepada kita agar tetap menjaga harga dan kualitas,” tandasnya.

Diskusi menghadirkan Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah III KPK, Elly Kusumastuti, Ketua DPRD Jateng Sumanto, Kasubdit 3 Tipidkor Polda Jateng AKBP Heru Antariksa Cahya, serta Jaksa Arief dari Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah.

Ketua DPRD Jateng Sumanto mengatakan, kehadiran KPK di Jawa Tengah memberikan refleksi dan pencegahan perilaku korupsi.

“Kehadiran Pak Ketua KPK telah menjadi ‘warning’ yang mengingatkan kita, termasuk dalam melaksanakan fungsi budgeting DPRD yang saat ini sudah bisa diakses melalui sistem yang transparan,” ujarnya.

Dalam paparannya, Elly menegaskan, KPK terus melakukan mitigasi pencegahan korupsi di daerah. Disebutkan, kerawanan korupsi terjadi saat penyelenggara pemerintah tidak mengikuti aturan.

“Kalau mau selamat, harus sesuai regulasi, transparan, dan akuntable,” tegasnya.

Sedangkan AKBP Heru Antariksa Cahya mengatakan, potensi korupsi yang banyak dilaporkan ke Polda adalah penyalahgunaan pengadaan barang dan jasa, serta pelanggaran kredit perbankan. (*)

Dorong Peningkatan Kompetensi Masyarakat Menghadapi Bencana

Lingkar.co – Peningkatan pengetahuan kompetensi dasar kebencanaan masyarakat sangat penting untuk diwujudkan. Harapannya, mereka mampu menerapkan langkah tepat dalam menghadapi dampak perubahan iklim yang berpotensi menghadirkan sejumlah bencana.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah mengatakan, kemampuan masyarakat dalam melakukan mitigasi bencana melalui berbagai upaya peningkatan pengetahuan kebencanaan, harus konsisten dilakukan.

“Ini semua untuk menjawab berbagai tantangan potensi bencana alam di provinsi ini,” ungkap Sarif Abdillah, Kamis (4/12).

Kakung, sapaan akrab Sarif, dalam upaya meningkatkan kemampuan mitigasi bencana, sejumlah kearifan lokal juga bisa disosialisasikan sebagai bagian dari solusi terkait pengelolaan sumber daya alam yang baik.

“Karena kondisi topografi yang meliputi daerah pegunungan dan dataran tinggi yang membujur sejajar dengan panjang Pulau Jawa, serta dataran rendah yang hampir tersebar di seluruh wilayah pantai utara dan selatan, menyebabkan Provinsi Jawa Tengah memiliki posisi yang rawan bencana alam,” jelas politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Kondisi tersebut, ujar Sarif, membutuhkan kesiapan semua pihak terkait, antara lain pemerintah, para pegiat sosial dan kebencanaan, serta masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan yang datang.

“Diperlukan beberapa pengetahuan dasar tentang upaya tanggap bencana seperti identifikasi dan pemetaan risiko, perencanaan mitigasi, penyebaran informasi dan sosialisasi, serta penerapan upaya fisik dan nonfisik,” katanya.

Belum lama ini, terjadi musibah tanah longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap. Musibah ini menyebabkan 21 warga meninggal dunia dan 2 lainnya dinyatakan hilang.

Dalam waktu hampir bersamaan, tanah longsor juga menimpa Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara. Sebanyak 17 warga meninggal dan 11 lainnya dinyatakan hilang.

Berbagai kejadian itu, kata Kakung, harus menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kelestarian alam.

“Menjaga kelestarian lingkungan bukan sekadar pilihan, melainkan benteng utama bangsa dalam menghadapi ancaman bencana alam yang kian kompleks,” beber legislator dari daerah pemilihan (dapil) Banyumas dan Cilacap ini.

Menurut Sarif, pelestarian lingkungan itu dapat dilakukan oleh masyarakat melalui beragam bentuk kegiatan. Di antaranya adalah reboisasi atau penghijauan, pengurangan sampah plastik, pelestarian kawasan rawan longsor, serta praktik pertanian yang bersifat ramah lingkungan.

“Bahkan, ini sudah seharusnya menjadi bagian dari gaya hidup kolektif setiap masyarakat di tanah air,” tandasnya. (*)

Kejurnas Panjat Tebing XIX 2025 Resmi Dibuka, Jateng Bangga Jadi Tuan Rumah

Lingkar.co – Ketua Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Jawa Tengah, Abdul Hamid, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas terselenggaranya Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panjat Tebing XIX 2025 di Kota Semarang.

Ajang bergengsi ini digelar pada 25–29 November 2025 di Wall Climbing Centre, kompleks GOR Jatidiri Semarang.

Abdul Hamid, yang juga Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, mengatakan bahwa Kejurnas tahun ini berlangsung meriah dengan kehadiran 27 kontingen dan total 180 atlet dari berbagai provinsi di Indonesia.

Menurutnya, menjadi tuan rumah Kejurnas merupakan kebanggaan tersendiri bagi Jawa Tengah.

“Ya, tahun ini memang kita ditunjuk sebagai tuan rumah. Ini menjadi kebanggaan bagi kami, baik bagi cabang olahraga maupun KONI Jawa Tengah, karena dapat menyambut event besar di penghujung tahun 2025,” ujarnya.Olahraga

Sejalan dengan hal itu, Abdul Hamid menjelaskan bahwa fasilitas panjat tebing di Wall Climbing Centre telah memenuhi standar untuk menjadi tuan rumah Kejurnas.

Tak hanya itu, jalur speed disebut sudah berstandar internasional, sementara jalur lead dan boulder berstandar nasional.

“Artinya, venue ini sudah sangat layak. Pemerintah provinsi melalui Empora juga telah melakukan beberapa penyempurnaan. Meskipun belum sepenuhnya selesai, proses pengerjaan untuk melengkapi peralatan hingga bangunan terus berjalan,” tambahnya.

Dukungan Penuh Pemerintah

Pada kesempatan itu, Abdul Hamid menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan dukungan besar terhadap perkembangan panjat tebing. Terlebih, Indonesia baru saja meraih tiga medali emas di kancah internasional, salah satunya melalui cabor panjat tebing.

“Pemerintah tidak menutup mata terhadap prestasi panjat tebing. Bahkan untuk event internasional sekalipun, pemerintah provinsi mempersilakan Jateng menjadi tuan rumah,” kata Hamid.

FPTI Jateng juga terus mempersiapkan regenerasi atlet. Setiap tahun, digelar empat seri sirkuit yang mempertemukan talenta muda dari berbagai daerah. Peserta mulai dari atlet usia dini hingga kelompok umur 19 tahun.

“Potensi atlet muda sudah ada. Kami sudah siapkan lapis kedua dan ketiga. Untuk usia dini mulai dari 12 tahun, kemudian kelompok umur 16–17 hingga 18–19 tahun,” jelasnya.

Dengan terselenggaranya Kejurnas Panjat Tebing XIX 2025, Jawa Tengah berharap dapat terus melahirkan atlet-atlet berprestasi dan memperkuat posisi Indonesia di dunia panjat tebing internasional. (*)

Penulis: Husni Muso