Arsip Tag: Wakil Gubernur Jateng

34.122 Jemaah Haji Kloter Pertama Embarkasi Solo, Jateng Berangkat Malam Ini

Lingkar.co – Sebanyak 34.122 jemaah haji asal Jawa Tengah kloter pertama diberangkatkan malam ini Selasa (21/4/2026) dari Embarkasi Solo (Donohudan).

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menegaskan tiga hal yang harus dijaga jemaah haji asal Jawa Tengah selama di Tanah Suci. Yakni kesehatan, kekompakan, dan nama baik daerah termasuk Indonesia..

“Yang paling utama itu kekompakan,” kata Gus Yasin, panggilan akrabnya mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi.

Ia mengingatkan jemaah agar mengikuti arahan pembimbing dan jadwal yang telah disusun selama di Tanah Suci.

Menurut dia, rangkaian ibadah haji tahapannya tidak sesederhana ibadah yang urutannya tunggal seperti salat. Karena itu, jemaah diminta tidak berjalan sendiri-sendiri dan tetap menjaga koordinasi dengan rombongan maupun kelompok bimbingan ibadah haji.

“Yang paling dijaga di sana adalah arahan dari pembimbing haji di KBIH,” ujarnya.

Selain kekompakan, Taj Yasin juga menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik sejak awal keberangkatan. Ia mengingatkan perjalanan ibadah haji berlangsung panjang, sekitar 40 hari, sehingga jemaah harus cermat menjaga stamina.

“Jaga kesehatan, jaga kekompakan,” kata dia.

Ia juga meminta jemaah menjaga perilaku selama di Tanah Suci. Menurut dia, jemaah Jawa Tengah harus ikut mempertahankan citra baik jemaah Indonesia yang selama ini dikenal tertib, sopan, dan tidak menyulitkan pihak lain.

“Nama baik Provinsi Jawa Tengah juga harus dijaga di sana,” ujarnya.

Pesan itu sejalan dengan perhatian panitia embarkasi pada aspek kesehatan jemaah. Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yunita Dyah Kusminar mengatakan, pemeriksaan ulang dokumen resmi yang menyatakan kemampuan calon jemaah dari aspek kesehatan (fisik dan mental) untuk menunaikan ibadah haji, berdasarkan pemeriksaan medis komprehensif.

“Persiapan kita yang utama adalah melakukan cek kembali hasil istitha’ah dari seluruh jemaah,” ujarnya.

Ia menyebut kloter 1 dalam kondisi aman. Namun pada kloter 2 terdapat dua jemaah yang dirujuk ke RS Moewardi, sedangkan pada kloter 3 dua jemaah diistirahatkan dan satu lainnya masih diobservasi.

Menurut dia, kondisi itu tidak otomatis membuat jemaah batal berangkat. Penentuan layak terbang dilakukan melalui asesmen khusus oleh tim medis yang bersiaga 24 jam.

“Pemeriksaan kesehatan itu sangat penting untuk menjaga jamaah di sana tetap sehat. Jadi berangkat sehat, pulang sehat,” katanya.

Dari sisi lapangan, Ahmad Risyanto Pembimbing Ibadah Kloter 3 SOC asal Kabupaten Tegal menyebut pelayanan haji tahun ini lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Terutama dalam pembagian kebutuhan jemaah, layanan administrasi, dan kejelasan alur keberangkatan.

“Untuk tahun ini saya kira dari sisi pelayanan sudah semakin baik,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Prov Jateng, H. Fitriyanto melaporkan kuota jemaah haji Jawa Tengah tahun ini mencapai 34.122 orang. Jumlah itu terdiri atas 32.138 jemaah urut porsi, 1.706 jemaah prioritas lansia, 191 petugas haji daerah, dan 87 pembimbing KBIH.

Seluruh jemaah diberangkatkan melalui dua embarkasi, yakni Solo dan Yogyakarta. Sebanyak 81 kloter diberangkatkan melalui Embarkasi Solo, sedangkan 15 kloter dari wilayah karesidenan Kedu melalui Embarkasi Yogyakarta International Airport.

Jumlah jemaah yang berangkat melalui Embarkasi Solo mencapai 28.772 orang dengan pendampingan 321 petugas haji. Sementara melalui Embarkasi Yogyakarta sebanyak 5.368 orang dengan didampingi 60 petugas haji.

Maliyah, warga Margasari Kabupaten Tegal mengaku senang bisa melaksanakan ibadah haji. Penantian dimulai sejak 13/14 tahun yang lalu. Di atas kursi roda, Maliyah tetap bersyukur bisa berangkat haji lantaran sebelumnya sempat sakit.

“Hari senin sempat opname. Tapi alhamdulillah sudah sembuh, dicek kesehatan tadi sudah bagus. Dulu daftar dengan suami, tapi sudah meninggal 4/5 tahun lalu. Sekarang berangkat dengan menantu,” ucap lansia berusia 75 tahun itu.

Tercatat jemaah haji Jawa Tengah tertua tahun ini berada pada kloter SOC 20, berusia 94 tahun, atas nama Himan Kasto bin Kasto asal Kabupaten Kendal. Adapun jemaah termuda berada pada kloter YIA 19, berusia 13 tahun, atas nama Vira Talita Sahri binti Eko Setiawan asal Kabupaten Magelang.

Untuk kloter pertama, yakni SOC 1 dari Kabupaten Tegal, jemaah dijadwalkan terbang dari Bandara Adi Soemarmo pukul 01.05 WIB menggunakan pesawat Garuda Indonesia nomor penerbangan GIA 6101 menuju Madinah.

Penyelenggaraan haji tahun ini juga didukung sejumlah perbaikan layanan. Embarkasi Solo kembali memperoleh layanan Makkah Route di Bandara Adi Soemarmo untuk mempercepat proses keberangkatan dan mengurangi kelelahan jemaah. Selain itu, kartu Nusuk kini sudah dibagikan dan diaktivasi sejak di embarkasi.

Acara pelepasan kloter pertama ini dihadiri Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wahid, Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah Saiful Mujab, jajaran penyelenggara haji, unsur pemerintah daerah, serta sejumlah tokoh organisasi keagamaan. (*)

Kasus Dugaan Keracunan MBG di Pesantren Demak Jadi Perhatian Serius Pemprov Jateng

Lingkar.co – Dugaan keracunan makanan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Demak menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, menilai persoalan utama bukan semata pada menu, melainkan ketepatan distribusi dan waktu konsumsi makanan.

Ia mengaku prihatin atas insiden yang menimpa ratusan penerima manfaat tersebut. Menurutnya, indikasi keracunan sering kali berkaitan dengan pengelolaan waktu distribusi yang kurang tepat.

“Biasanya yang keracunan itu karena pengaturan jadwalnya kurang tepat. Makanan ini ada masa konsumsinya, jadi harus diantarkan tepat waktu dan langsung dikonsumsi,” ujar Taj Yasin yang juga sebagai Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Percepatan Pelaksanaan Program MBG Jateng, Selasa (21/4/2026).

Ia menekankan pentingnya edukasi kepada para penerima manfaat. Khususnya anak-anak dan santri, agar tidak menunda konsumsi makanan. Menurutnya makanan yang seharusnya dikonsumsi dalam rentang waktu tertentu berisiko jika disimpan terlalu lama.

Selain itu, pihak sekolah maupun pesantren diminta turut berperan aktif dalam membimbing siswa atau santri agar langsung mengonsumsi makanan yang telah disediakan negara.

“Jangan sampai makanan disimpan dulu, lalu dimakan di kemudian hari,” tegasnya.

Lebih jauh, Taj Yasin memastikan pemerintah tidak akan ragu memberikan sanksi terhadap penyedia layanan MBG yang lalai. Sanksi tersebut berjenjang, mulai dari pembinaan hingga pencabutan izin operasional dapur.

“Sudah ada kasus penutupan dapur di Jawa Tengah. Ini menjadi peringatan keras. Dari pemerintah pusat juga sudah memberikan warning, ada tahapan sanksi bahkan sampai pencabutan izin,” ungkapnya.

Sebelumnya, ratusan santri dari empat pesantren di Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu MBG yang didistribusikan pada Sabtu (18/4/2026) kemarin. Gejala mulai muncul pada Minggu pagi, dengan keluhan sakit perut, pusing, mual, hingga muntah.

Tak hanya santri, kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (B3) juga terdampak. Total korban diperkirakan mencapai 187 orang.

Hingga Senin, sebanyak 68 orang menjalani perawatan inap, sementara 66 lainnya menjalani rawat jalan dengan pemantauan intensif. Di antara korban terdapat dua balita, tiga ibu bersama anaknya, serta satu ibu menyusui.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Khidmatul Ummah Madani telah dihentikan sementara operasionalnya dan dipasang garis polisi.

Dinas Kesehatan Kabupaten Demak juga tengah melakukan uji laboratorium untuk memastikan penyebab pasti, sekaligus mengevaluasi menyeluruh sarana produksi pangan, termasuk aspek higiene, lingkungan, hingga kapasitas sumber daya manusia.

“Sampel yang kami kirimkan ke laboratorium tidak hanya makanan yang disajikan oleh SPPG, termasuk muntahan siswa yang diduga keracunan juga kami uji di laboratorium,” kata Kepala Dinas Kesehatan Daerah Demak Ali Maimun di Demak.

Ia memperkirakan hasil uji laboratorium keluar dalam tempo tiga hingga empat hari mendatang, setelah sampel tersebut dikirim pada Minggu (19/4/2026), setelah muncul keluhan yang diduga akibat keracunan makanan, seperti mual dan muntah.

Pemerintah berharap evaluasi ini menjadi momentum perbaikan sistem distribusi MBG agar kejadian serupa tidak terulang.(*)

Kloter Pertama Calon Jemaah Haji Jateng Berangkat 22 April, Dibagi Embarkasi Solo dan Yogyakarta

Lingkar.co -;Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan kesiapannya, untuk memberangkatkan kloter pertama jemaah haji Indonesia asal Jawa Tengah, pada Rabu (22/4/2026) dini hari.

Hal itu ditegaskan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maemoen, usai menghadiri Halal bihalal lintas angkatan alumni KBIHU Muhammadiyah Kota Semarang, Minggu, (19/4/2026) di Gedung Grhadika Bakti Praja, Jl Pahlawan Kota Semarang.

Mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Gus Yasin, sapaan akrabnya, mengatakan hal yang penting menjadi perhatian pada tahun ini adalah ada dua embarkasi yang akan menjadi tempat pemberangkatan jemaah haji. Yakni Embarkasi Solo, dan Embarkasi Yogyakarta.

“Harapannya, pembagian tersebut akan memperlancar proses keberangkatan maupun kepulangan jemaah haji asal Jawa Tengah,” katanya.

Kepada jemaah KBIHU Muhammadiyah, Gus Yasin berpesan agar jemaah mengikuti manasik sesuai dengan arahan, jangan sampai memisahkan diri.

Selain itu juga tetap melaksanakan urutan ibadah sebagaimana sudah diatur oleh ketua rombongan. Gus Yasin juga menyinggung situasi geopolitik terkait perang Iran, Israel, dan Amerika yang sering ditanyakan calon jemaah kepada dirinya. Dia meyakinkan calon jemaah tidak terganggu dengan perang tersebut.

“Sampai saat ini, pemerintah Indonesia melalui Kementrian Haji dan Umroh, sudah mengumumkan bahwa pemberangkatan haji Indonesia tidak terganggu dengan perang tersebut,” tegasnya.

Ketua LPHU Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Semarang, Ahmad Furqon, dalam sambutannya mengatakan, jemaah haji KBIHU Muhammadiyah Kota Semarang yang akan berangkat 354 orang. Ditambah dengan petugas, menjadi 360 orang, yang akan menjadi satu kloter.

“KBIHU Muhamamdiyah sudah berdiri sejak 1996 dan rata-rata setiap tahunnya memberangkatkan sekitar 300 jamaah,” jelasnya.

Pihaknya memberikan apreasiasi atas fasilitasi Pemprov Jateng dan Kementerian Haji Umroh di Jateng yang telah memberikan pelayanan, perlindungan, dan bimbingan kepada jemaah, terutama mempersiapkan kelancaran keberangkatan jemaah. Dia berharap, melalui halal bi halal akan memperat ukhuwah Islamiyah antar jemaah serta mewujudkan dan menjaga kemabruran haji. (*)

Wagub Dorong HIPKA Jateng Perkuat Ekonomi Syariah

Lingkar.co – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mendorong Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) Jateng untuk memperkuat ekonomi syariah dengan prinsip tumbuh bersama, guna menjaga stabilitas daerah di tengah gejolak ekonomi global.

Sinergi ini ditargetkan terwujud melalui kolaborasi konkret antara para pengusaha dengan jajaran BUMD serta OPD di Jawa Tengah.

“Prinsip ekonomi syariah itu kalau mau tumbuh ya harus tumbuh bersama,” kata Wagub, dalam acara Halal bihalal BPW HIPKA Jateng di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur Jateng, Kota Semarang, Sabtu (18/4/2026).

Kiai muda yang akrab disapa Gus Yasin itu menekankan pentingnya pemerataan ekonomi. Menurutnya, kemajuan sebuah daerah tidak bisa dicapai jika pengusahanya hanya bergerak sendirian.

Ia melanjutkan, ketangguhan ekonomi adalah fondasi utama jalannya pemerintahan. Di tengah ketidakpastian dunia akibat konflik global, kolaborasi antara pemerintah dan pengusaha lokal menjadi benteng pertahanan yang krusial.

“Negara mana pun, ketika ekonominya mapan dan jelas, pasti akan lebih baik dalam menjalankan roda pemerintahannya,” imbuhnya.

Gus Yasin juga menyoroti pentingnya daya beli masyarakat bagi keberlangsungan bisnis. Ia meyakini bahwa kesejahteraan warga akan berdampak langsung pada keuntungan pengusaha.

“Dengan semakin sejahteranya masyarakat, pasti akan meningkat juga perekonomiannya,” ucapnya.

Sebagai langkah nyata, Pemprov Jateng terus mendorong instrumen keuangan sosial seperti wakaf uang yang per hari ini telah terkumpul sekitar Rp5 miliar untuk disalurkan kepada masyarakat.

Gus Yasin berharap, ke depan sinergi antara HIPKA dan BUMD seperti Bank Jateng atau BPR BKK bisa semakin dipererat

Ketua BPW HIPKA Jateng, Asrar, menyambut baik ajakan tersebut. Ia memastikan para pengusaha di bawah naungan HIPKA siap berkolaborasi lebih dalam dengan pemerintah daerah.

“Intinya kami akan bersinergi terus dengan pemerintah untuk mengembangkan perekonomian di Jawa Tengah,” pungkas Asrar.

Acara yang dikemas dengan talkshow ekonomi ini turut dihadiri oleh Koordinator Presidium KAHMI Jateng, Masrifan Djamil, serta sejumlah pimpinan BUMD dan OPD terkait.(*)

Wagub Jateng Taj Yasin Berharap Porprov XVII Jadi Momen Dongkrak Perekonomian Daerah

Lingkar.co – Provinsi Jawa Tengah menyatakan kesiapannya dalam penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng XVII tahun 2026. Momen tersebut diharapkan memiliki daya ungkit bagi perekonomian masyarakat Jateng, khususnya tuan rumah penyelenggaraan di wilayah Semarang Raya.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen, mewakili Gubernur Ahmad Luthfi, usai Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI) Jawa Tengah Tahun 2026, dengan tema “Sukses Porprov 2026 Menuju Peningkatan Prestasi PON 2028”, di Hotel Grasia Semarang, Sabtu, (4/4/2026).

Gus Yasin, sapaan akrabnya, mengatakan, Porprov menjadi momen untuk merangkul UMKM, pengusaha dan pedagang, di lokasi tuan rumah penyelenggaraan. Menurutnya, olahraga tidak mungkin tanpa penonton atau tim hore. Di tengah isu ekonomi yang dibebani perang Iran – Israel, Porprov harus benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Ini adalah momen untuk merangkul UMKM, untuk pedagang-pedagang atau pengusaha, momen untuk merangkul UMKM, yang ada di tuan rumah menjadi tumbuh, itu harapannya. Sehingga nanti bisa menambah pendapatan daerah,” ujar Gus Yasin.

Terkait imbauan efisiensi dalam pelaksanaan kegiatan pemerintah, Gus Yasin mengatakan, pembahasan keuangan untuk pelaksanaan Porprov sudah dibahas dalam anggaran 2024. Sehingga, dengan alokasi yang ada, tinggal dimaksimalkan, karena sudah ada kesepakatan.

“Untuk Porprov ini kita sudah membahas di tahun 2024, jadi keuangan yang sudah dikelola oleh KONI, baik itu dari APBD maupun dari keuangan-keuangan yang lainnya itu dimaksimalkan saja,” imbuhnya.

Dalam arahannya, Gus Yasin memberikan semangat kepada para pengurus cabang olahraga tingkat provinsi dan pengurus KONI kabupaten/kota yang hadir. Terutama, pelaksanaan Rakerda adalah dalam rangka mempersiapkan kesiapan Porprov 2026 dan menuju sukses PON 2028.

“Raker ini adalah ajang sharing, dan bagian menyusun strategi yang akan menjadi pintu masuk mencari prestasi atlet, bibit dan potensi untuk menorehkan juara pada PON 2028,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Jateng, Sudjarwanto Dwiatmoko mengatakan, Rakerprov membahas secara teknis penyelenggaraan Porprov 2026. Agenda yang akan dibahas antara lain penentuan hari H, cabang olahraga, dan kelas yang akan dipertandingkan.

Selain itu Rekerprov juga membahas tuan rumah Porprov 2030. Hingga saat ini ada dua daerah yang menyatakan siap untuk menjadi tuan rumah, yaitu Karesidenan Kedu dan Pekalongan.

“Saat ini sudah dalam penilaian, penapisan, dan seterusnya, dan hari ini nanti akan disepakati dan kita juga akan meminta siapapun wilayah manapun yang terpilih untuk menjadi ketua rumah Porprov ke-18 tahun 2030 untuk menyampaikan garis besar kesiapannya,” ujarnya.

Disinggung kesiapan Semarang Raya menjadi tuan rumah Porprov 2026, Sudjarwanto mengatakan, kesiapannya sudah cukup baik. Pembagian tugas masing-masing daerah di Kota Semarang, Salatiga, Kabupaten Semarang, Kendal dan Demak juga sudah sama-sama sepakat. Venue-nya sudah siap rancangannya masing-masing juga sudah siap.

“Hari ini kita mendeklarasikan kesiapan itu sekaligus memastikan timeline-nya,” pungkasnya. (*)

Jateng Tuan Rumah MTQ Nasional, Gus Yasin Siap Sukseskan dan Raih Prestasi

Lingkar.co – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan komitmen sebagai tuan rumah penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Nasional XXXI Tahun 2026. Baik sukses pelaksanaan maupun sukses prestasi.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen, mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi usai membuka Rapat Koordinasi Daerah Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran Provinsi Jawa Tengah, dan Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten/Kota se Jateng Tahun 2026, di Gradhika Bhakti Praja, komplek Gubernur Jl. Pahlawan Semarang, Selasa, 31 Maret 2026.

Dikatakan Gus Yasin, sapaan akrabnya, komitmen Pemprov Jateng pada penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI adalah menyangkut sukses pelaksanaan, dan sukses prestasi. Pemprov sudah melakukan persiapan sejak akhir tahun 2025. Hngga saat ini terus melakukan koordinasi dan konsolidasi terkait persiapan pelaksanaan event tersebut.

“Kita siapkan semuanya dari awal. Bahkan sejak tahun kemarin rapat-rapat sudah kita lakukan dan saat ini sudah masuk ke tahapan-tahapan teknis. Kita harus menunjukkan sukses pelaksanaan kita juga sukses prestasi,” ujarnya.

Tahapan persiapan yang dilakukan, antara lain penyiapan maskot, logo, tema, serta pelaksanaan rapat koordinasi dengan 35 kabupaten/kota. Bukan sekadar sukses pelaksanaan, tetapi juga menyangkut sukses prestasi.

Gus Yasin berharap, pelaksanaan MTQ Tingkat Nasional di Jawa Tengah ini mampu meningkatkan prestasi Jawa Tengah di ajang MTQ Tingkat Nasional. Pada MTQ terakhir di Kalimantan Timur, Jawa Tengah berada di posisi 15 dari 38 provinsi peserta MTQ.

Upaya yang dilakukan dalam mendorong prestasi antara lain, mematangkan pembelajaran mendalam kepada kafilah Jawa Tengah melalui karantina. Juga menjalin koordinasi dengan orang tua dan lembaga tempat belajar peserta dari Jateng.

“Berdasarkan pengalaman, beberapa kali kafilan kita tidak bisa berangkat, salah satunya dikarenakan kurangnya koordinasi dengan lembaga. Sehingga saat ini kita pastikan bahwa lembaga tempat adik-adik belajar memberikan izin menjadi kafilan untuk sukses prestasi di Jawa Tengah,” lanjutnya.

Pada rangkaian penyelenggaraan MTQ Nasional mendatang, Pemprov juga akan menggandeng Kota Semarang dalam rangka menyelenggarakan bazar UMKM. Akan ada aneka ragam tenant busana, makanan, dan kuliner syariah yang disajikan. Tujuannya untuk menyebarkan nilai – nilai keagamaan dan Quran agar dapat dirasakan oleh masyarakat.

Sebagai bagian mensyiarkan Jateng sebagai tuan rumah MTQ Nasional XXXI, Gus Yasin sekaligus mengimbau kabupaten/kota agar mulai memasang baliho dan billboard dalam rangka sosialisasi.

Dalam sambutannya, Gus Yasin menyampaikan LPTQ dapat memiliki program yang terstruktur dan terukur dalam penyiapan genrasi dan qori/qoriah yang berprestasi dan memiliki akhlak qurani.

“Sinergitas LPTQ di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota akan memberikan peran dalam sukses pelaksanaan MTQ Nasional, utamanya dalam penyiapan kafilah calon peserta MTQ,” ujarnya. (*)

Antisipasi Lonjakan Kasus Campak, Pemprov Jateng Gencarkan Imunisasi dan Edukasi

Lingkar.co – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat langkah pencegahan dan penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak, menyusul meningkatnya tren suspek campak dalam dalam tiga tahun terakhir. Penguatan imunisasi dan edukasi masyarakat menjadi fokus utama, seiring tingginya tingkat penularan penyakit tersebut.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, usai menerima Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX DPR RI Bidang Kesehatan, terkait Pengawasan Kesiapsiagaan Daerah dalam Pencegahan dan Penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak, di Provinsi Jawa Tengah, di Gedung Merah Putih, Kompleks Kantor Gubernur Jateng Jl Pahlawan Semarang, Senin j30/3/2026).

Gus Yasin, panggilan akrabnya menyampaikan bahwa kewaspadaan terhadap campak perlu ditingkatkan, mengingat daya tularnya yang sangat tinggi, bahkan melebihi Covid-19.

“Kalau Covid-19 satu orang menulari lima orang, campak bisa sampai 18 orang. Maka penguatan imunisasi menjadi kunci, tidak hanya untuk campak tetapi juga penyakit menular lainnya seperti TBC,” ujarnya.

Saat ini, KLB campak di Jawa Tengah baru terjadi di tiga kabupaten, yakni Cilacap, Klaten, dan Pati. Selain itu, terdapat dua daerah dengan status suspek, yaitu Brebes dan Kudus. Meski sebagian besar wilayah masih dalam kondisi terkendali, potensi penyebaran tetap menjadi perhatian.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, tren suspek campak di Jawa Tengah sepanjang 2023 hingga triwulan I 2026 cenderung naik. Puncak suspek campak terjadi pada Januari 2026 dengan jumlah kasus 792 suspek.

Menurut Taj Yasin, peningkatan kasus tersebut merupakan dampak dari terganggunya layanan imunisasi saat pandemi Covid-19. Oleh karena itu, Pemprov Jateng kini mendorong percepatan pemulihan cakupan imunisasi di seluruh wilayah.

“Ini menjadi momentum untuk mengejar ketertinggalan. Kami terus menggerakkan kembali imunisasi dan memperkuat kampanye kepada masyarakat,” tegasnya.

Upaya tersebut juga didukung dengan capaian imunisasi yang cukup baik. Pada 2025, cakupan vaksinasi MR bayi di Jawa Tengah mencapai 106,7 persen atau melampaui target. Meski demikian, masih terdapat kantong-kantong wilayah dengan cakupan rendah yang berpotensi menjadi titik penularan.

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan RI, Maria Endang Sumiwi, mengapresiasi kinerja Jawa Tengah dalam menjaga cakupan imunisasi di tengah populasi besar.

“Jawa Tengah ini berhasil, karena dengan populasi besar, cakupan imunisasi di bawah 95 persen hanya di sedikit kabupaten/kota,” jelasnya.

Ia menekankan pentingnya pemetaan wilayah dengan cakupan imunisasi rendah hingga tingkat desa, agar intervensi dapat lebih terarah dan efektif.

Sementara itu, Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, menilai, upaya Pemprov Jateng sudah berjalan baik. Namun perlu diperkuat melalui edukasi publik yang lebih masif dan kolaboratif.

“Kalau satu orang terkena campak bisa menularkan ke 18 orang. Maka edukasi harus terus dilakukan, melibatkan guru, orang tua, hingga influencer. Ini tidak bisa hanya dilakukan pemerintah sendiri,” ujarnya.

Ia juga menyoroti masih adanya penolakan imunisasi oleh sebagian orang tua, yang berpotensi memperluas penularan di masyarakat. Oleh karena itu, peran sekolah dan tenaga pendidik dinilai penting dalam memberikan pemahaman kepada orang tua.

“Kita tahu bersama ada juga orang tua yang tidak mau anaknya diimunisasi. Nah, ini menjadi masalah kalau orang tua melarang anaknya untuk diimunisasi,” pungkasnya.

Sebagai informasi, campak adalah infeksi virus morbillivirus yang sangat menular melalui udara (droplet batuk/bersin) dan permukaan terkontaminasi. Gejalanya meliputi demam, batuk, pilek, dan ruam. Dengan penularan tertinggi 4 hari sebelum-sesudah ruam muncul. Bahayanya meliputi komplikasi serius seperti pneumonia, radang otak, diare parah, hingga kematian, terutama pada anak yang tidak divaksinasi. (*)

Jelang Lebaran 2026, 325 Armada Mudik Gratis Jateng Mulai Penuhi TMII, Siap Angkut 16 Ribu Pemudik

Lingkar.co – Ratusan bus mulai memadati kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Minggu (15/3/2026). Armada tersebut disiapkan untuk mengangkut ribuan warga Jawa Tengah di perantauan yang akan pulang kampung melalui program Mudik Gratis Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada Lebaran tahun ini.

Pantauan di area parkir Museum Purna Bhakti Pertiwi, TMII, panitia terlihat sibuk menata dan memeriksa satu per satu bus yang tiba sejak pagi. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan nomor armada, tujuan perjalanan, serta kelengkapan hasil ramp check dari Dinas Perhubungan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Risturino, mengatakan, total armada yang disiapkan untuk keberangkatan dari Jakarta mencapai 325 unit bus.

“Bus sudah mulai berdatangan sejak pagi. Total ada 325 unit yang masuk ke area TMII. Semua bus sudah menjalani ramp check oleh dinas perhubungan masing-masing,” ujar Risturino kepada Lingkar, Minggu (15/3/2026).

Ratusan armada tersebut berasal dari berbagai pihak. Sebanyak 70 bus disediakan oleh Pemprov Jawa Tengah, 175 bus dari pemerintah kabupaten/kota se-Jawa Tengah, 53 bus dari Bank Jateng, 17 bus dari PT Jasa Raharja, 8 bus dari PT Semen Gresik, serta masing-masing satu bus dari Perum Perumnas dan PT Tirta Investama.

Tahun ini jumlah armada meningkat dibandingkan tahun lalu. Pada 2025 tercatat 289 bus, sedangkan tahun ini bertambah menjadi 325 unit.

“Total pemudik yang terdaftar mencapai 16.186 orang. Tujuan terbanyak antara lain Wonogiri, Surakarta, Grobogan, dan Banjarnegara,” kata Risturino.

Ia menambahkan, mayoritas peserta mudik gratis merupakan pekerja sektor informal seperti pengemudi ojek online, asisten rumah tangga, dan buruh dengan penghasilan di bawah Rp5 juta per bulan. Tingginya minat masyarakat terlihat dari proses pendaftaran yang sangat cepat.

“Antusiasmenya luar biasa. Pendaftaran online langsung habis dalam waktu sekitar 25 menit,” ujarnya.

Rencananya, rombongan pemudik akan dilepas oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, pada Senin (16/3/2026) pukul 09.00 dari TMII.

Selain dari JakartaJakarta, program mudik gratis juga diberangkatkan dari Bandung. Sebanyak 23 bus dengan kapasitas sekitar 1.133 penumpang disiapkan dari titik tersebut. Armada itu terdiri dari 11 bus Baznas Jawa Tengah, 2 bus dari Kabupaten Banjarnegara, 7 bus dari Kabupaten Cilacap, dan 3 bus dari Kabupaten Sukoharjo.

Rombongan dari Bandung dijadwalkan dilepas oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, pada Senin (16/3/2026) pukul 12.00.

Tak hanya menggunakan bus, Pemprov Jawa Tengah juga menyediakan mudik gratis menggunakan moda kereta api pada 17 Maret 2026 dengan total 17 rangkaian kereta dan kapasitas 1.288 kursi.

Pemberangkatan dilakukan dari Stasiun Pasar Senen Jakarta menuju dua tujuan, yakni Stasiun Solo Balapan dan Stasiun Poncol Semarang. Delapan rangkaian KA Jaka Tingkir dan satu rangkaian tambahan disiapkan untuk rute Solo Balapan, sedangkan delapan rangkaian KA Tawang Jaya melayani rute Semarang Poncol.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyebut program mudik gratis merupakan bentuk pelayanan sekaligus perhatian pemerintah daerah kepada warga Jawa Tengah yang merantau di wilayah Jabodetabek.

Ia juga meminta para bupati dan wali kota di Jawa Tengah ikut menjemput warganya saat tiba di daerah tujuan.

“Mereka adalah duta daerah kita di perantauan. Mayoritas pekerja informal, sehingga pemerintah harus hadir memberi pelayanan terbaik. Ini bentuk pengabdian kita kepada masyarakat,” kata Luthfi.

Sementara itu, seorang sopir bus, Widodo, mengaku telah mempersiapkan diri dan kendaraannya untuk memastikan perjalanan pemudik berjalan aman dan lancar.

“Bus sudah dicek dan lulus ramp check. Setiap bus ada dua kru dan sopir cadangan. Kami juga menjalani tes kesehatan,” ujarnya.

Widodo mengatakan, tahun ini merupakan kali kelima dirinya dipercaya mengantar peserta mudik gratis dari Jakarta ke berbagai daerah di Jawa Tengah.

“Tahun ini saya mengantar ke Demak. Sebelumnya pernah ke Semarang, Solo, dan Wonogiri. Rasanya ikut senang karena dulu saya juga pernah merasakan sulitnya mencari tiket saat mudik,” tuturnya. (*)

Pemprov Jateng Dorong Dermaga Apung, Solusi Kepungan Rob Nelayan Bonang Demak

Lingkar.co – Di tengah kepungan air pasang yang kerap menenggelamkan akses ekonomi warga, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, turun langsung meninjau kondisi nelayan di Dukuh Kongsi, Desa Purworejo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, Kamis (12/3/2026).

Kehadiran kiai muda yang akrab disapa Gus Yasin ini menjadi angin segar bagi masyarakat pesisir yang selama ini berjuang melawan daratan yang kian menyusut akibat rob.

Melihat kondisi di lapangan, Gus Yasin menegaskan bahwa normalisasi aliran sungai dan perbaikan infrastruktur dermaga sudah menjadi prioritas mendesak. Ia mengungkapkan anggaran untuk pembangunan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan Dermaga Apung sebenarnya sudah tersedia.

“Untuk TPI apung atau dermaga apung sebenarnya sudah ada anggarannya, tinggal kita dorong percepatannya,” kata Taj Yasin.

Namun, ia menekankan perlunya langkah proaktif dari pemerintah desa agar proses lelang dan pengerjaan fisik bisa segera dieksekusi melalui APBD.

Percepatan usulan dari tingkat desa menjadi kunci agar bantuan pemerintah tidak tertahan di meja administrasi, melainkan langsung menyentuh kebutuhan nelayan.

“Saya minta dari desa ada percepatan usulan supaya kita bisa mendorong biro APBJ (Administrasi Pengadaan Barang dan Jasa) kita segera lelang dan pengerjaannya bisa segera dilakukan,” ujarnya.

Kondisi dermaga di Desa Purworejo memang cukup memprihatinkan. Kepala Desa Purworejo, Rifqi Salafudin, membeberkan fakta pahit bahwa pada tahun 2024, wilayah tersebut sempat 100 persen tenggelam.

Meski sudah ada upaya pengurukan di tahun 2025, saat air pasang tiba, dermaga masih terendam hingga ketinggian satu meter.

“Sekarang masih sekitar 50 persen. Kalau air pasang bisa tenggelam sampai satu meter,” jelasnya.

Hal ini praktis melumpuhkan aktivitas ekonomi karena nelayan kesulitan mendistribusikan hasil tangkapan mereka ke TPI, mengingat akses kendaraan pengangkut terhambat oleh genangan air.

“Sangat menghambat nelayan karena nelayan dari laut itu kan harusnya jual ikan setelah itu baru lelang di TPI karena kalau dengan kondisi seperti itu kan juga kita repot untuk kegiatan,” ujarnya.

Harapan besar digantungkan pada rencana pembangunan Dermaga Apung yang sosialisasinya mulai dilakukan esok hari.

Namun, Rifqi juga menitipkan pesan penting bagi pemerintah provinsi agar pembangunan nantinya tetap memperhatikan aspek daratan.

Baginya, teknologi dermaga apung harus dibarengi dengan proteksi akses darat agar kendaraan roda empat tetap bisa masuk menjemput hasil laut.

“Kita mau tahu teknisnya secara detail dulu karena kalau dari menurut saya sendiri harusnya itu kan mempertahankan daratan. Jangan sampai hanya apung saja yang dibangun tetapi daratannya semakin hilang,” jelasnya.

Ia berharap rencana ini tidak sekadar menjadi wacana di atas kertas, melainkan solusi nyata yang mampu mempertahankan sisa-sisa daratan desa yang kian terkikis.(*)

Jaga Keselamatan Pemudik, Gus Yasin Minta Pengemudi dalam Kondisi Fit

Lingkar.co – Mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Wagub meminta kepada pengemudi maupun penumpang yang hendak perjalanan mudik bisa memastikan kesehatannya dalam kondisi fit.

“Kesehatan harus dipastikan aman, karena perjalanan jauh. Jadi kesehatan harus dilakukan pengecekan,” kata Taj Yasin saat meninjau langsung cek kesehatan dan Layanan Masyarakat Menyambut Mudik Lebaran 2026 di Terminal Sukoharjo, Kamis (12/3)2026)

Untuk mendukung layanan kesehatan di Jawa Tengah selama periode Lebaran 2026, pemerintah menyiapkan 369 rumah sakit, 883 puskesmas, empat Balkesmas, satu Balai Kesehatan PAK Provinsi, 430 klinik utama, serta 2.067 klinik pratama.

Sosok yang akrab disapa Gus Yasin ini mengatakan, kondisi kesehatan pemudik harus dipastikan aman, karena menempuh perjalanan jauh. Bisa jadi fisik yang kelelahan akan mengalami penurunan energinya. Sehingga diperlukan pengecekan kesehatan.

Karenanya, Pemprov Jateng juga telah melakukan pengecekan kesehatan para pengemudi maupun kru bus di sejumlah terminal.

“Kita ingin memastikan bahwa mereka mengendarai dengan keadaan yang fit, sehat, dan punya kemampuan yang bagus. Sehingga semoga tidak ada kejadian luar biasa dalam perjalanan,” lanjutnya.

Gus Yasin menegaskan, Pemprov Jateng berkomitmen untuk menjadi tuan rumah yang baik bagi para pemudik. Menurutnya, Jateng sudah siap 100 % menyambut pemudik, mulai dari fasilitas umumnya termasuk kolaborasi dengan BUMN, PLN, dan Pertamina.

“Kalau datang ke Jawa Tengah Insya Allah tercukupi, nggak usah panik. Sebagaimana sudah diinstruksikan oleh Pak Gubernur bahwa kita harus menjadi tuan rumah yang baik untuk para pemudik,” katanya.

Pengemudi bus PO Gunung Mulia, Via mengaku senang dengan adanya pemeriksaan kesehatan gratis yang dilakukan di Terminal Sukoharjo.

Menurutnya, pemeriksaan kesehatan akan membantunya untuk mengetahui kondisi kesehatan. Dalam kegiatan itu, Via sudah melakukan cek gula darah dan tensi. Hasilnya, tensi darah dalam batas normal. Namun, gula darah harus diturunkan.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengatakan, Pemprov Jateng siap menyambut kedatangan jutaan pemudik yang akan masuk di wilayahnya.

“Prediksi tahun ini yang masuk ke Jawa Tengah sekitar 17,7 juta orang. Dengan jumlah sebesar itu tentu semua pihak harus siap karena Jawa Tengah menjadi sentral pergerakan mudik nasional,” kata Luthfi.

Luthfi mengatakan, tingginya jumlah pemudik tersebut menjadikan Jawa Tengah sebagai salah satu simpul utama pergerakan mudik nasional.

Karenanya, posko mudik yang didirikan akan melibatkan organisasi perangkat daerah, kepolisian, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Luthfi mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati selama perjalanan mudik. Para pemudik diminta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan laik jalan.

Pada momentum mudik ini, Pemprov Jateng juga mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi, mengingat curah hujan diprediksi masih tinggi. (*)