Arsip Tag: Kapolri

Kapolri Tegas Tolak Wacana Polri di Bawah Kementerian: Lebih Baik Saya Dicopot

Lingkar.co – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dengan tegas menolak wacana atau usulan agar institusi Polri ditempatkan di bawah kementerian. Menurutnya, posisi Polri yang saat ini berada langsung di bawah Presiden sudah merupakan sistem yang paling ideal.

Ia menilai, menempatkan Polri di bawah kementerian justru berpotensi menimbulkan dualisme kepemimpinan atau “matahari kembar” dalam struktur pemerintahan.

Pernyataan tersebut disampaikan Listyo saat menjawab usulan sejumlah Anggota DPR RI dalam Rapat Kerja bersama Kapolri dan para Kapolda se-Indonesia dengan Komisi III DPR RI, Senin (26/1/2026).

“Mohon maaf bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian, kami tentunya institusi Polri menolak kalau sampai ada usulan Polri berada di bawah kementerian khusus,” ujar Listyo.

Ia menegaskan, keberadaan Polri langsung di bawah Presiden membuat institusi kepolisian dapat bergerak cepat ketika dibutuhkan negara.

“Di satu sisi kita betul-betul bisa berada langsung di bawah bapak Presiden, sehingga pada saat Presiden membutuhkan kami, maka kami bisa bergerak tanpa harus ada kementerian-kementerian yang kemudian ini menimbulkan potensi matahari kembar,” sambungnya.

Lebih lanjut, Listyo menilai gagasan menempatkan Polri di bawah kementerian sama saja dengan melemahkan institusi kepolisian, negara, sekaligus kewibawaan Presiden.

Bahkan, ia menegaskan lebih baik dirinya dicopot dari jabatan Kapolri daripada institusi yang dipimpinnya harus berada di bawah kementerian.

“Apabila ada pilihan apakah polisi tetap di bawah Presiden atau polisi tetap di bawah Presiden namun ada Menteri Kepolisian, Kapolri tetap memimpin, saya memilih Kapolri saja yang dicopot,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Listyo juga mengungkap bahwa dirinya sempat menerima pesan singkat berisi tawaran untuk menjadi Menteri Kepolisian, apabila wacana tersebut benar-benar diterapkan.

“Hal ini saya tegaskan di hadapan bapak ibu sekalian, dan seluruh jajaran bahwa saya menolak polisi di bawah kementerian. Dan kalaupun saya yang jadi menteri kepolisian, saya lebih baik menjadi petani,” kata Listyo.

Penulis: Putri Septina
Editor: Miftah

Kapolri dan Mentan Panen Raya Jagung di Bekasi

Lingkar.co – Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman panen raya jagung di kabupaten Bekasi, Kamis (8/1/2026)

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memilih di Kampung Tembong Gunung, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menjadi lokasi pelaksanaan Panen Raya Jagung Serentak kuartal IV Tahun 2025

Pada kesempatan itu, Kapolri mengatakan, Polri terus mendorong percepatan swasembada jagung melalui pemanfaatan lahan pertanian di berbagai daerah.

“Selama satu tahun terakhir Polri memaksimalkan peran dalam mendukung swasembada jagung. Dari sekitar 1,3 juta hektare lahan yang kami identifikasi, 586 ribu hektare telah ditanami sepanjang tahun 2025,” ujar Kapolri.

Ia menambahkan, kontribusi Polri dalam program swasembada jagung telah mencapai sekitar 3,4 hingga 3,5 juta ton dan ditargetkan terus meningkat pada tahun 2026.

Sementara, Menteri Pertanian mengatakan, dukungan lintas sektor membuat target swasembada pangan yang semula ditetapkan empat tahun dapat dicapai dalam waktu sekitar satu tahun.

“Peningkatan produksi jagung berdampak langsung pada peningkatan pendapatan petani, mengurangi kemiskinan, dan pengangguran,” ujarnya.

Menurut Amran, kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta lembaga negara menjadi kunci keberhasilan pencapaian swasembada pangan nasional, termasuk di daerah yang dikenal sebagai kawasan industri seperti Kabupaten Bekasi.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Haryadi atau Titiek Soeharto mengapresiasi capaian produksi jagung nasional tahun 2025 yang mencapai 16,11 juta ton dengan tingkat konsumsi sebesar 15,60 juta ton.

“Dengan produksi tersebut, Indonesia mengalami surplus hampir setengah juta ton. Sekitar 20 persen atau 3,5 juta ton di antaranya berasal dari kontribusi Kepolisian Republik Indonesia,” kata Titiek.

Ia berharap capaian tersebut dapat dipertahankan dan ditingkatkan, serta diperluas ke komoditas strategis lainnya seperti kedelai, gula, garam, dan bawang putih.

Panen raya jagung serentak ini merupakan bagian dari rangkaian panen nasional di lahan seluas 47.830 hektare dengan estimasi produksi mencapai 743.522 ton jagung di seluruh Indonesia.

Sementara itu, Plt Bupati Bekasi Dr. Asep Surya Atmaja menyampaikan bahwa Kabupaten Bekasi tetap berkontribusi dalam panen raya jagung nasional meskipun dikenal sebagai kawasan industri.

“Alhamdulillah, hari ini Kabupaten Bekasi melaksanakan panen raya jagung di lahan seluas 25 hektare dengan hasil sekitar 150 ton. Produktivitasnya mencapai 6 hingga 10 ton per hektare,” ujar Asep.

Asep Surya Atmaja menambahkan, lahan jagung di Kampung Tembong Gunung akan dikembangkan menjadi 50 hektare sebagai upaya berkelanjutan mendukung ketahanan pangan daerah. (*)

Gubernur Pastikan Jawa Tengah Siap Sambut Libur Natal dan Tahun Baru

Lingkar.co – Gubernur Ahmad Luthfi memastikan kesiapan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menghadapi lonjakan keramaian masyarakat pada masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Kesiapan tersebut disampaikan Ahmad Luthfi usai mendampingi kunjungan kerja Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ke Pos Pelayanan Nataru di Stasiun Tawang, Kota Semarang, Minggu (21/12/2025).

Berdasarkan survei Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan, pergerakan masyarakat secara nasional pada Nataru 2025/2026 diperkirakan meningkat 2,71 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jawa Tengah menjadi salah satu provinsi tujuan favorit dengan potensi pergerakan mencapai 20,3 juta orang, sementara jumlah masyarakat yang masuk dan melintas wilayah Jawa Tengah diperkirakan 8,7 juta orang.

Kapolri Jenderal Listyo menyatakan, Polri telah menyiapkan pengamanan terpadu guna memastikan kelancaran arus mudik, perayaan ibadah Natal, hingga arus balik Tahun Baru.

“Kami ingin memastikan pelayanan Nataru dapat terlaksana dengan baik dan masyarakat benar-benar terlayani,” ujar Listyo.

Ia juga mengingatkan potensi cuaca ekstrem berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Karena itu, kesiapan personel, sarana prasarana, serta mitigasi di wilayah rawan bencana menjadi perhatian utama.

Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan, hasil pengecekan di Stasiun Tawang menunjukkan peningkatan signifikan jumlah penumpang kereta api.

“Arus mudik sudah mulai terjadi. Aktivitas kereta api cukup tinggi, hampir 8.000 penumpang telah masuk ke wilayah Jawa Tengah,” katanya.

Untuk mendukung pelayanan Nataru, Pemprov Jateng mengaktifkan Posko Terpadu Nataru mulai 22 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026. Posko berlokasi di Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah dan melibatkan lintas sektor.

Selain organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Jateng, posko juga didukung Polda Jawa Tengah, Kementerian Perhubungan melalui BPTD Kelas I Jawa Tengah, serta instansi terkait lainnya.

Dari sisi infrastruktur, Ahmad Luthfi memastikan kondisi jalan nasional di Jawa Tengah dalam kondisi mantap mencapai 90,73 persen, jalan provinsi 91,74 persen, dan jalan kabupaten/kota 77,17 persen. Pemerintah juga menyiapkan jalur alternatif dan puluhan posko untuk mengantisipasi dampak bencana hidrometeorologi.

Kesiapan transportasi dilakukan melalui penyediaan 27.223 unit bus, 262 armada kereta api, tujuh kapal laut, serta penerbangan reguler dan tambahan. Seluruh armada telah melalui ramp check untuk menjamin keselamatan penumpang.

Di sektor energi, pasokan BBM, LPG, dan listrik dipastikan aman. Sementara layanan kesehatan disiagakan melalui pemeriksaan kesehatan pengemudi, kesiapan Public Service Center (PSC), serta siaga rumah sakit dan puskesmas, terutama di wilayah rawan kemacetan dan bencana.

Pemprov Jateng memprediksi arus mudik terjadi dalam dua gelombang, yakni sebelum 24 Desember serta pada 26–31 Desember 2025, dengan puncak arus pada 31 Desember. Adapun arus balik diperkirakan berlangsung pada 2–5 Januari 2026.

Gubernur Ahmad Luthfi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama perjalanan, khususnya saat melintas di wilayah rawan bencana.

“Atensi utama adalah mitigasi bencana. Berdasarkan informasi BMKG, Tagana dan seluruh personel sudah disiagakan sesuai peta kerawanan di masing-masing daerah,” tegas Ahmad Luthfi. (*)

Jembatan Gantung Penghubung Desa Si Guo dengan Siwatu Diperbaiki

Lingkar.co – Jembatan Gantung Si Guo yang menghubungkan Desa Siwatu dan Desa Sigayam, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang diperbaiki. Perbaikan jembatan dilakukan atas adanya instruksi Kapolri sebagai bentuk komitmen Polri dalam membantu penyediaan akses yang aman bagi masyarakat.

Wakil Bupati Batang Suyono pada Rabu (17/12/2025), meninjau langsung proses perbaikan jembatan tersebut, setelah menerima laporan warga terkait kondisi jembatan yang dinilai sudah memprihatinkan dan membahayakan pengguna.

Wabup mengatakan, warga banyak yang melaporkan tentang kondisi jembatan yang sudah saatnya diperbaiki, “Hari ini kita meninjau perbaikan jembatan yang menurut laporan warga kondisinya sudah memprihatinkan untuk dilewati,” katanya usai meninjau.

Suyono menegaskan, perbaikan jembatan tersebut merupakan bagian dari tugas negara dalam memberikan manfaat nyata di tengah masyarakat, khususnya bagi akses warga yang setiap hari melintasi jembatan untuk bekerja maupun anak-anak berangkat sekolah.

“Jangan pikirkan fisiknya, tapi jembatan ini yang akan memberikan manfaat. Ini adalah bagian dari tugas negara hadir di tengah-tengah masyarakat,” ucapnya.

Ia juga memberikan apresiasi dan dukungan kepada personel Brimob yang terlibat langsung dalam pengerjaan perbaikan jembatan.

“Jembatan Gantung Si Guo memiliki panjang sekitar 35 meter dengan lebar 2,5 meter. Jembatan tersebut merupakan jalan desa yang hanya dapat dilalui kendaraan roda dua dan pejalan kaki,” terangnya.

Dalam proses perbaikan, personel Brimob melakukan pengelasan pada dua titik besi yang putus akibat korosi serta mengganti kayu bagian bawah jembatan yang sudah lapuk.

Pada kesempatan itu, Suyono juga memberikan bantuan Rp10 juta secara pribadi bersama Brimob.

Sementara itu, Kepala Desa Siwatu, Silviana Ariani mengatakan, jembatan tersebut sebelumnya pernah diperbaiki melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) pada 2008. Namun, seiring waktu, kondisinya kembali mengalami kerusakan.

“Sekarang Jembatan Gantung Si Guo diperbaiki oleh Brimob. Kami sangat terbantu,” tuturnya.

Ia berharap, ke depan akses jalan dan jembatan yang menghubungkan Desa Siwatu hingga Kecamatan Tulis dapat diperbaiki secara permanen. Sebab, menurutnya, akses tersebut sangat dibutuhkan warga, terutama karena banyak masyarakat Desa Siwatu yang kini bekerja di pabrik.

“Kalau jalannya bagus dan tembus ke arah Pabrik Apparel, waktu tempuh hanya sekitar 10 menit,” ujar dia.

Perbaikan jembatan ini diharapkan dapat meningkatkan keselamatan, memperlancar mobilitas warga, serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah Kecamatan Wonotunggal dan sekitarnya. (*)

Presiden Prabowo Perintahkan Panglima TNI dan Kapolri, Tindak Aparat yang Bekingi Tambang Ilegal

Lingkar.co – Presiden Prabowo Subianto meminta Panglima TNI, Jenderal Agus Suiyanto dan Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menindak tegas anggota TNI-Polri yang terlibat melindungi (Bekingi) penyulundupan dan tambang ilegal.

Hal itu Presiden Prabowo sampaikan pada saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (15/12/2025).

“Saya juga dapat laporan dari penegak hukum, dari TNI sendiri melaporkan ada pejabat-pejabat, ada petugas-petugas TNI yang terlibat. dapat laporan juga petugas-petugas Polri terlibat dan beberapa instansi,” Ujar Prabowo.

“Saya berharap Panglima TNI dan Kapolri benar-benar menindak aparat-aparat nya yang melindungi kegiatan penyelundupan ini dan juga kegiatan-kegiatan ilegal. pelanggaran hukum ini harus kita hadapi dengan serius,” Sambungnya.

Presiden Prabowo Subianto menyadari masih banyaknya pembalakan liar maupun penambangan liar. Hal itu juga yang menyebabkan terjadinya kebocoran sumber daya.

Prabowo menekankan sejumlah hal. ia mengatakan ada pelajaran yang memang dapat disimak, dimana semua elemen bangsa perlu benar-benar mengelola sumber daya yang dimiliki.

“Sebagai contoh, terlalu banyak kegiatan pembalakan hutan liar ilegal logging, juga ilegal minning tambang ilegal terlalu banyak, terlalu banyak penyelundupan,” Kata Prabowo.

Ia mengatakan sudah menghitung dan sudah mempelajari angka-angka, hasilnya diketahui bahwa banyak sekali sumber daya Indonesia yang bocor. Tetapi pemerintah tengah mengupayakan menutup kebocoran sedikit demi sedikit.

Prabowo menegaskan prktik-praktik ilegal tersebut yang perlu diwaspadi. Termasuk menyoal penyelundupan yang telah mengakibatkan kerugian besar bagi negara.

Penulis : Putri Septina

2 Matel Dikeroyok 6 Oknum Polisi Hingga Tewas

Lingkar.co – 6 anggota polisi mengeroyok 2 pria yang berprofesi sebagai mata elang (matel) atau debt collector hingga tewas. Peristiwa itu terjadi di depan TMP Kalibata, Jakarta Selatan pada Kamis, (11/12/2025) kemarin.

Karopenmas Divisi Humas Polri Bigjen Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan 6 anggota polisi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pengroyokan hingga tewas. Keenam anggota polisi yang ditetapkan itu masing-masing berisial JLA, RGW, IAB, IAM, BN, dan AM. Mereka terbukti melanggar kode etik profesi polri dengan kategori pelanggaran berat.

“Berdasarkan alat bukti yang telat didapat, terhadap enam terduga pelanggar telah cukup bukti melakukan dugaan pelanggaran kode etik profesi polri,” Kata Trunoyudo dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jumat (12/12/2025).

Trunoyudo menjelaskan, keenam anggota polisi itu dikenai pasal 17 ayat 3 Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Perpol) Nomor 7 tahun 2022 tentang Kode Etik Profsi dan Komisi Kode Etik Polri.

“Perbuatan yang dilakukan dengan sengaja dan terdapat kepentingan pribadi dan atau pihak lain dan berdampak terhadap masyarakat, instusi dan atau negara yang menimbulkan akibat hukum, maka terhadap perbuatan enam terduga pelanggar masuk dalam pelanggaran berat,” Jelasnya.

Ia juga menyampaikan pasal lainnya yang dikenakan terhadap enam anggota polisi itu, yakni Pasal 13 ayat 1 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 1 tahun 2003 tentang pemberhentian anggota polri, juncto Pasal 8 huruf c angka 1 Perpol Nomor 7 tahun 2022.

“Setiap pejabat Polri dalam etika kepribadian wajib menanti dan menghormati norma hukum,” ucap Trunoyudo.

Kemudian, Pasal 13 huruf m Perpol Nomor 7 tahun 2022, yang berbunyi “setia pejabat Polri dalam etika kepribadian dilarang melakukan tindakan kekerasan, berperilaku kasar, dan tidak patut,”

“Mendasari hal tersebut, maka rencana tindak lanjut dari Divpropam Polri terhadap enam terduga pelanggar akan segera dilakukan proses pemberkasan kode etik profesi Polri sesuai dengan mekanisme yang ada,” Jelas Trunoyudo.

Penulis : Putri Septina

Seskab Teddy Bantah Isu Kapolri Listyo Sigit Akan Diganti

Lingkar.co – Isu pergantian Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo yang sempat beredar luas di media sosial dan sejumlah kalangan resmi dibantah oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. Teddy menegaskan bahwa Kapolri masih aktif menjalankan tugas dan tidak ada rencana pergantian dalam waktu dekat.

“Tadi kemarin Kapolri baru saja menghadap Presiden untuk memberikan laporan rutin bulanan. Tidak ada perubahan atau pergantian jabatan,” ujar Seskab Teddy, Rabu (4/6/2025).

Teddy juga mengungkapkan bahwa pada hari ini (5/6/2025), Kapolri Listyo Sigit akan mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, untuk meninjau panen jagung dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional.

“Pak Kapolri akan ikut serta dalam kunjungan kerja Presiden ke Kalimantan Barat, meninjau panen jagung. Ini menunjukkan komitmen Polri dalam mendukung program strategis pemerintah,” tambah Teddy.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, juga memberikan pernyataan yang menguatkan bahwa Kapolri Listyo Sigit tidak akan diganti dalam waktu dekat. Menurut Sahroni, meskipun ada sejumlah nama yang disebut-sebut sebagai calon pengganti Kapolri, saat ini tidak ada indikasi pergantian jabatan tersebut.

“Saya meyakini Kapolri Listyo Sigit masih akan melanjutkan tugasnya. Banyak calon Kapolri di masa depan, tapi untuk sekarang tidak ada pergantian,” ujar Sahroni, Selasa (3/6/2025).

Isu pergantian Kapolri muncul bersamaan dengan spekulasi mengenai kemungkinan penempatan Listyo Sigit di posisi lain, seperti duta besar. Salah satu nama yang disebut-sebut sebagai pengganti adalah Komisaris Jenderal Polisi Rudi Herianto Adi Nugroho, yang saat ini menjabat sebagai Kapolda Nusa Tenggara Timur. Namun, Rudi mengaku tidak mengetahui isu tersebut dan tetap fokus menjalankan tugasnya.

Listyo Sigit Prabowo resmi menjabat Kapolri sejak Januari 2021 dan memiliki masa jabatan hingga 2027, sesuai dengan batas usia pensiun di Polri. Selama menjabat, ia dikenal aktif dalam berbagai program reformasi dan peningkatan profesionalisme Polri.

Warga Kecamatan Rembang Ini Kaget Dapat Kiriman Sapi Kurban dari Kapolri

Lingkar.co – Warga Desa Gunungwuled Kecamatan Rembang Kabupaten Purbalingga kaget bukan kepalang. Ia tak menyangka dirinya akan mendapatkan kiriman sapi kurban dari Kapolri Jendral Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M. Si.

Ia adalah Zulfikar yang dikampungnya akrab disapa Omen itu terkejut ketika mendapat panggilan dari pegawai salah satu peternakan di Cikarang.

“Tiba-tiba saya dihubungi oleh pegawai salah satu peternakan di Cikarang bahwa Kapolri akan mengirimkan satu ekor sapi kurban, saya kaget dan gak terpikir sama sekali sebelumnya,” kata Zulfikar saat dihubungi pada (15/6/2024).

Omen tak tahu bagaimana caranya mengucapkan terima kasih kepada Kapolri. Pasalnya dia tak pernah bertemu sosok jendral polisi ini. Ia mengaku baru pertama kali mendapat kejutan kiriman sapi kurban seperti ini.

“Tentunya kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolri, ini pengalaman pertama saya dapat kiriman sapi kurban langsung dari Kapolri,” ucapnya.

Omen menyebut, pemberian hewan kurban ini merupakan bentuk perhatian dan kebaikan dari Polri terhadap masyarakat.

Sehingga, kehadiran Kepolisian bukan hanya sekadar menjadi pelindung, pelayan maupun pengayom masyarakat.

Dengan pemberian ini, kata Zulfikar, Polri telah memberikan manfaat yang positif terhadap warga. Menurutnya, Kapolri terus berupaya untuk merangkul seluruh lapisan elemen masyarakat sampai ke daerah.

“Tentunya sangat bermanfaat sekali untuk warga. Pak Kapolri telah membuktikan komitmennya untuk terus dan tidak pernah lelah menebar kebaikan kepada seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Zulfikar pun berharap dan mendoakan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan institusi Polri bisa terus semakin dekat dan dicintai oleh seluruh rakyat Indonesia.

Agar terciptanya sinergitas antara Polri dan masyarakat untuk terus membangun persatuan bangsa dan negara, serta meneguhkan citra Polri sebagai pengayom masyarakat sampai ke daerah-daerah

“Kami mendoakan agar Pak Kapolri khususnya dan lembaga Polri umumnya terus diberikan keberkahan. Tetap semangat menebar kebaikan dan menjaga persatuan serta kesatuan Bangsa Indonesia. Sekali lagi, terima kasih Pak Kapolri, terimakasih,” tuturnya.

Ia menuturkan, menurut rencan, sapi kurban pemberian Kapolri tersebut akan disembelih pada hari selasa 18 Juni 2024 di komplek TPQ Al Mubarokah Desa Gunungwuled Kecamatan Rembang Kabupaten Purbalingga dan daging qurbanya akan dibagikan kepada masyarakat sekitar. (*)

Penulis: Ani Friska
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Kapolri Perintahkan Kapolda dan Jajaran Kawal Pertumbuhan Ekonomi

JAKARTA, Lingkar.co – Polri menyatakan berkomitmennya menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 7,07 persen pada kuartal ke-II 2021.

Kapolri Jenderal Polisi, Listyo Sigit Prabowo, melalui Kabareskrim Komisaris Jenderal Polisi, Agus Andrianto, menerbitkan Surat Telegram bernomor ST/1590/VIII/OPS.2./2021.

Surat Telegram itu, terkait dalam rangka menjaga dan membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III dan kuartal IV tahun 2021.

Kabareskrim Komjen Agus, mengatakan bahwa telegram itu berisi instruksi kepada seluruh Kapolda. Agar memerintahkan Direskrimum dan Direskrimsus, untuk melanjutkan dan meningkatkan komunikasi, kolaborasi dan koordinasi dengan BPKP, Kejaksaan dan BPK RI pada wilayah masing-masing.

Baca Juga:
Wagub Jateng: Animo Masyarakat untuk Vaksin Semakin Tinggi

Berikut isi surat telegram yang memerintahkan Kapolda dan jajarannya agar melaksanakan beberapa tugas, yakni:

  1. Pemantauan dan pengawasan terhadap realisasi belanja daerah (APBD) melalui koordinasi dan komunikasi dengan pemda untuk meningkatkan penyerapan anggaran.
  2. Pemantauan, pengawasan, pendampingan dan asistensi terhadap pelaksanaan program pemulihan ekonomi nasional. Yakni dalam realisasi program dan penyerapan anggaran perlinkes, perlinsos, program prioritas, dukungan UMKM dan koorporasi serta insentif usaha.
  3. Mendukung kebijakan pemerintah terutama dalam rangka percepatan perizinian berusaha untuk menjaga iklim investasi dan memberikan rasa aman kepada para investor yang akan dan yang telah berinvestasi pada wilayah masing-masing.
  4. Menghindari tindakan penegakan hukum yang kontra produktif sehingga menghambat upaya pemerintah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.

“Polri mendukung penuh pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Komjen Pol. Agus, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (8/8/2021).

Jenderal Bintang Tiga itu, menjelaskan bahwa jajaran Polri harus menjadi bagian dari penyelesaian masalah, bukan penyebab timbulnya masalah yang menghambat pertumbuhan ekonomi nasional. ***

Penulis: M. Rain Daling

Editor: M. Rain Daling

Panglima TNI Beberkan Strategi Perang Melawan Covid-19

SEMARANG, Lingkar.co – Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, mengatakan perlunya komitmen tinggi untuk melawan Covid-19, utamanya dalam menekan angka kasus aktif Covid-19. Peran dari masyarakat mulai dari perorangan hingga kelompok amat sangat penting efeknya bagi penekanan angka ini.

“Saat ini kita sedang melakukan peperangan dalam menghadapi musuh yang tidak terlihat yaitu Covid-19. Untuk menghadapinya perlu peran kita, karena peran dari masing-masing kita sangatlah penting,” ungkapnya, dalam jumpa pers usai meninjau vaksinasi untuk masyarakat berusia 18 tahun keatas, di Holy Stadium, Kota Semarang, Jumat (16/7/2021).

Ia mengatakan ada dua strategi penting dalam berperang melawan musuh (melawan Covid-19, red) yang tidak terlihat yakni dengan menggunakan strategi ofensif dan defensif.

“Defensif adalah kita harus selalu melaksanakan 3M, menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, dan selanjutnya melaksanakan vaksinasi. Sehingga pertahanan tubuh kita itu akan kuat menghadapi ancaman Covid yang tidak terlihat oleh mata,” tegasnya.

Baca Juga:
Prihatin Ditariknya 250 Tabung Oksigen RS, Legislator: RS Rujukan Covid-19 Tak Boleh Terkendala

Ia menjelaskan, bahwa kesadaran masyarakat saat ini menggunakan masker masih kurang. Padahal masker sangat penting untuk menjaga tubuh dari virus Covid-19.

“Kita harus menggunakan masker, supaya laju kasus positif tidak terus naik. Itu adalah peran kita masing-masing, tanggung jawab kita semua,” ujarnya.

Panglima TNI, juga mengingatkan setelah vaksin tetap harus menggunakan masker. Jika tidak mempunyai kesadaran pribadi dan tetap abai maka kasus positif akan tetap naik.

Selanjutnya, ofensif adalah strategi menyerang yang dilakukan untuk menghadapi musuh yang tidak terlihat tersebut.

“Ofensif adalah bagaimana kita menyerang musuh yang tidak terlihat yakni tugas dari tenaga kesehatan, dengan cara testing, tracing dan treatment,” ucapnya.

TNI-POLRI SIAP BANTU AKSELERASI VAKSINASI

Pada kesempatan yang sama, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, mengatakan Polri dan Panglima TNI akan terus membantu akselerasi rencana vaksinasi kedepan untuk melawan Covid-19.

“Supaya bisa berjalan lebih baik lagi, silakan bagi masyarakat, relawan dan rekan-rekan mahasiswa yang memiliki kemampuan dalam bidang kesehatan dan kemudian bergabung untuk menjadi vaksinator,” ujarnya.

Terkait kebutuhan masyarakat yang terdampak PPKM Darurat, Kapolri mengatakan, pihaknya siap untuk membantu pendistribusian terkait kebutuhan masyarakat.

“Ini semua dilakukan dalam rangka menjaga keselamatan masyarakat, pemerintah melakukan ini semua untuk menjaga keselamatan masyarakat,” katanya.

Hadir pula dalam acara tersebut, Kepala BNPB Ganip Warsito, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi. *

Penulis : Rezanda Akbar D
Editor : M. Rain Daling