Arsip Tag: Konfercab GP Ansor

Legowo Hilang Dua Suara, Aziz Akui Puas Konfercab X GP Ansor Kota Semarang Kondusif

Lingkar.co – Kandidat ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Semarang, Abdul Aziz mengaku legowo hilang dua suara saat putaran kedua pemungutan suara Konferensi Cabang (Konfercab) X yang digelar di Gedung Olahraga (GOR) Ponpes Al Itqoon Bugen, Tlogosari Wetan, Pedurungan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Ahad (4/1/2026).

Menurut dia, kekompakan kader Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) lebih diutamakan daripada kontestasi pemilihan ketua.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada sahabat-sahabat yang tetap memberikan dukungan pilihan dalam pemungutan suara Konfercab. Saya puas dengan kontestasi ini,” kata Aziz saat dikonfirmasi wartawan, Senin (5/1/2026).

“Saya ucapkan selamat kepada sahabat Arif Rahman yang terpilih sebagai ketua Ansor Kota Semarang, semoga mampu menjalankan amanah dengan baik,” sambungnya.

Ia mengapresiasi semua pihak yang mendukung Konfercab X berjalan dengan kondusif, dan tanpa keributan yang memicu perpecahan.

“Saya terima kasih kepada semuanya yang sudah menjaga martabat diri dan organisasi sehingga Konfercab X berjalan dengan kondusif dan tanpa aksi-aksi yang memicu perpecahan, dan merugikan organisasi,” ucapnya.

“Mohon maaf apabila ada yang kurang, baik saat perform paparan visi misi tadi, debat kandidat kemarin atau dalam interaksi selama satu periode membersamai sahabat Abdur Rahman,” sambungnya.

Baginya, kekompakan merupakan kunci utama dalam membesarkan sebuah organisasi. Selain itu, ia menyebut komitmen berjuang bersama dalam kontestasi merupakan modal dasar menjaga nama baik organisasi.

“Komitmen berjuang bersama merupakan modal dasar menjaga diri, nama baik organisasi dan meningkatkan kemitraan,” urainya.

Menyinggung tentang pilihan politik dalam Konfercab, Aziz bilang hal itu merupakan bagian dari ijtihad. Maka, keteguhan dalam memperjuangkan pilihan atau ijtihad politik merupakan bentuk penghormatan terhadap marwah Ansor, Banser dan ulama.

“Terima kasih untuk semua yang sudah berijtihad mendukung, dan tetap memberikan yang terbaik bagi Ansor, bagi Banser. Ini adalah khidmah untuk Ansor, Banser dan para ulama. Ini yang tidak bisa tergantikan,” tegasnya.

Terkait dengan beralihnya dua suara dalam putaran kedua, ia enggan memberikan tanggapan serius, “No comment lah kalau soal itu, yang jelas Konfercab sudah selesai,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Konfercab X GP Ansor Kota Semarang cukup mengejutkan dari semula terdapat tiga calon ketua. Namun saat presidium sidang membacakan pengesahan kandidat, hanya dua calon yang mendapatkan rekomendasi.

Pada tahap itu, pimpinan sidang memberikan waktu kepada Aziz dan Arif untuk menyepakati salah satu sebagai ketua. Namun mufakat urung didapat sehingga pemilihan ketua dilanjutkan dengan voting tertutup.

Pada penghitungan suara, Abdul Aziz dan Arif Rohman mendapatkan suara yang sama, yakni masing-masing meriah 30 suara sehingga Ahmad Afendi selaku ketua presidium sidang pleno pemilihan ketua mengingatkan bahwa mekanisme pemilihan ketua akan ditutup jika masih memperoleh suara sama.

Namun pada penghitungan suara pemungutan suara kedua terdapat dua suara yang mengalihkan dukungan kepada Arif Rohman. Sehingga, Arif Rohman mendapatkan 32 suara dan Abdul Aziz mendapatkan 28 suara.

Menutup Sidang Pleno pemilihan tim formatu, Afendi berpesan agar semua kembali dalam satu barisan untuk memperkuat Ansor dan menjadikan Ansor lebih baik dari sebelumnya, “Kita bersaing untuk bersanding, bersatu kembali untuk berjuang bersama,” pesan Afendi. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Terpilih Pimpin PC GP Ansor, Arif Rahman Nyatakan Terima Amanah Untuk Kemajuan Kota Semarang

Lingkar.co – Ketua terpilih Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Semarang, Arif Rahman menyatakan dirinya siap menerima amanah untuk kemajuan kota Semarang,

“Saya terima amanah ini untuk kemajuan kota Semarang,” kata Arif seusai dinyatakan sebagai ketua terpilih dalam Konferensi Cabang (Konfercab) X GP Ansor Kota Semarang di GOR Ponpes Al Itqoon Bugen, Tlogosari Wetan, Pedurungan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Ahad )4/1/2026).

Mantan Sekretaris Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Semarang dua periode ini mengajak para kader untuk bersama-sama mengawal berjalannya organisasi agar lebih baik.

“Ansor ini kita kawal bareng supaya lebih baik, lebih bagus, lebih bermanfaat untuk kota Semarang,” ajaknya.

Dirinya lantas menyampaikan filosofi padi, yakni dari sebuah bibit yang tumbuh, menghasilkan buah dan menunduk. Semakin tinggi derajat, semakin menunduk hormat.

“Kita berawal dari bibit, tumbuh besar, berbuah dan semakin tunduk ke bawah,” tuturnya.

Sebelumnya, Arif Rohman bersaing ketat dengan Abdul Aziz dalam mendapatkan rekomendasi dari 11 Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan 47 Pimpinan Ranting (PR) GP Ansor Kota Semarang. Keduanya bahkan mendapat suara yang sama pada putaran pertama.

Sementara Masyhudi secara mengejutkan gugur dalam seleksi daftar calon lantaran tidak mendapatkan rekomendasi dukungan sama sekali. Padahal, ia berhasil membawa sejumlah rekomendasi pada tahap seleksi daftar calon yang diterima oleh panitia.

Seleksi kali ini dilakukan oleh Ahmad Afendi dan Taufik Hidayat sebagai pimpinan sidang yang diutus oleh Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor.

Sebelumnya, Arif Rohman dalam paparan visi dan misinya menyatakan pentingnya digitalisasi database. Ia berjanji salah satunya tentang kegiatan administrasi akan lebih mudah dengan pendataan berbasis aplikasi.

“Nantinya saat akreditasi, tinggal dilihat, wawancara dan dinilai,” ujarnya.

Sementara, Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Gunungpati, Galih Budiono mengaku senang karena calon yang ia dukung berhasil memenangi gelaran politik Ansor Kota Semarang. Ia menilai Arif memiliki pengalaman yang cukup untuk memimpin GP Ansor Kota Semarang.

“Ada banyak persoalan sosial yang terjadi di Semarang yang butuh keterlibatan Ansor. Saalah satunya seperti pendampingan kasus hukum yang ditangani Arif Rohman saat menjadi ketua LBH Ansor Kota Semarang,” katanya.

Galih berharap, Arif Rahman mampu membawa Ansor Kota Semarang menjawab tantangan perkembangan teknologi.

“Harapannya ya semoga bisa menjadi pemimpin yang baik menjaga amanah yang diberikan oleh sahabat-sahabat dengan tren positif dan lebih baik dari sebelumnya,” ujarnya. (*)

Hindari Sumber Dana yang Mengikat, LPJ Ansor Kota Semarang Dinyatakan Diterima

Lingkar.co – Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Semarang, Abdur Rahman saat menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) kegiatan satu periode kepemimpinan menegaskan, pihaknya tidak mau menerima sumbangan atau sumber dana yang berpotensi mengikat.

Satu periode kepemimpinan atau masa khidmah terhitung sejak tahun 2022 hingga pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) X GP Ansor Kota Semarang di awal tahun ini

“Tidak menerima atau meminta dana dari partai politik, tidak menerima dari perorangan pejabat dan dewan. Ini agar Ansor tidak ditagih di kemudian hari,” kata dia dalam Konferensi Cabang (Konfercab) X GP Ansor Kota Semarang yang digelar di Ponpes Al Itqoon Bugen Tlogosari Wetan, Pedurungan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Ahad (4/1/2026) petang.

Dijelaskannya, kegiatan keuangan tersebut relatif lebih baik daripada memiliki tanggungan moral atas kepentingan politik pihak tertentu setelah memberikan bantuan pendanaan kegiatan.

“Apalagi Ansor di periode ini (2022-2026) memasuki tahun politik, kita memang harus berhati-hati dalam pendanaan,” tandasnya.

Usai paparan dari ketua dan sekretaris, LPJ PC GP Ansor Kota Semarang masa khidmah 2022-2026 dinyatakan diterima.

Paparan laporan kegiatan berjalan lebih santai dengan beberapa candaan ketimbang Sidang Tata Tertib yang digelar pada sore hari. Sejumlah perwakilan meminta klarifikasi terkait akreditasi.

Saat itu, Sekretaris PC GP Ansor Kota Semarang, Agus Setyawan memberikan penjelasan secara detail bahwa akreditasi berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Yakni Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT) dan hasil rapat pleno pengurus harian.

“Jadi akreditasi berjalan sesuai dengan kesepakatan bersama dengan dasar PD/PRT,” ujarnya.

Terkait terkendalanya dua Surat Keputusan (SK) pengurus Pimpinan Ranting, Agus menyampaikan persoalan utama yang terjadi, yakni; Pimpinan Anak Cabang (PAC) kurang komunikatif terhadap ranting dalam mendampingi administrasi hingga ke tingkat cabang.

“Harapannya, pada kepengurusan selanjutnya, PAC bisa mendampingi kegiatan administrasi ranting sampai terbitnya SK,” ucapnya.

Dinamika dalam Sidang Tatib berjalan dengan baik dan tanpa adu argumentasi lantaran tiga kandidat ketua juga pengurus harian yang terlibat dalam rapat pleno. Selain itu, semua peserta telah memiliki pendidikan politik yang baik. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Sempat Imbang, Arif Rahman Akhirnya Nahkodai GP Ansor Kota Semarang 2026-2030

Lingkar.co – Arif Rahman akhirnya memenangkan kontestasi pemilihan ketua pada Konferensi Cabang (Konfercab) X GP Ansor Kota Semarang di gedung olahraga (GOR) Ponpes Al Itqoon Bugen Tlogosari Wetan Pedurungan Kota Semarang Jawa Tengah, Ahad (4/1/2026) malam.

Ia terpilih sebagai ketua PC GP Ansor Kota Semarang masa khidmah 2026-2030 setelah melalui proses sidang pleno pemilihan ketua yang dipimpin oleh perwakilan Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor, yakni; Ahmad Afendi sebagai ketua sidang dan Taufik Hidayat sebagai sekretaris.

“Sidang Pleno IV dengan hasil pemilihan sebagai berikut; Arif Rohman dengan jumlah 32 suara, Abdul Aziz 28 suara,” kata Afendi.

‘Setelah menimbang dan seterusnya, memutuskan, dan mengesahkan sahabat Arif Rahman sebagai ketua PC GP Ansor Kota Semarang 2026-2030,” tegasnya.

Setelah Afendi mengatur tim formatur sesuai kesepakatan. Yakni berdasarkan zona barat, timur, utara, selatan, ketua terpilih, ketua demisioner dan unsur pimpinan pusat.

Dalam kesempatan itu, disepakati dan dituangkan dalam surat keputusan Konfercab X GP Ansor Kota Semarang. Yakni; Arif Rahman, Abdur Rahman, Ahmad Afendi, Hisyam Fathoni, Yulianto, Tri Susilo, dan Galih Budiono.

Sebelumnya, Pimpinan sidang menyatakan Mashudi gugur sebagai calon ketua setelah seleksi administrasi tahap kedua tidak memenuhi salah satu syarat pencalonan, yakni surat rekomendasi.

“Tadi diinformasikan oleh panitia bahwa ada tiga calon, setelah kami seleksi ternyata yang memenuhi syarat sebagai calon ada dua, yaitu sahabat Aziz dan sahabat Arif, sedangkan sahabat Masyhudi tidak memenuhi syarat karena tidak dapat rekomendasi,” kata Afendi.

Usai mengumumkan dua calon ketua yang sah, presidium sidang pleno memberikan waktu selama 1×5 menit kepada kedua kandidat untuk berdiskusi dan menyepakati salah satu sebagai ketua.

“Setelah kita lihat rekomendasi dukungan, Sahabat Abdul Aziz dan sahabat Arif Rohman sah sebagai calon ketua Ansor. Setelah bicara dari hati ke hati, beliau berdua ternyata sepakat untuk tidak mufakat. Artinya pemilihan dilanjutkan dengan voting tertutup,” jelasnya.

Setelah menetapkan proses pemilihan, presidium sidang kemudian melakukan verifikasi 11 PAC dan 47 PR se-kota Semarang.

“Dari 11 PAC, ada dua yang memiliki dua hal suara, yaitu; PAC GP Ansor Kecamatan Genuk dan PAC GP Ansor Kecamatan Pedurungan, total 60 suara,” ungkapnya.

Presidium sidang pleno Konfercab X GP Ansor Kota Semarang kemudian memberikan waktu kepada kedua kandidat untuk memaparkan visi dan misi kepemimpinan. Kemudian, setiap ketua PAC maju maju untuk menulis nama calon pilihan pada bilik yang disediakan.

Pada tahap penghitungan suara, kedua kandidat sama kuat dengan masing-masing memperoleh 30 suara
“Sahabat Abdul Aziz 30 suara, perolehan suara sahabat Arif Rahman juga 30 suara, draw ini ya, berdasarkan pasal 5 ayat 5 kita lakukan pemilihan ulang,” katanya.

Dijelaskan, pimpinan sidang akan menutup Sidang Konfercab jika pada pemilihan ulang masih mendapatkan perolehan suara yang sama.

“Jika masa sama, maka sidang ditutup dan pimpinan sidang akan membuat surat laporan kepada pimpinan pusat,” jelasnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Konfercab X GP Ansor, Ini Pesan Wali Kota Semarang

Lingkar.co – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti memberikan sejumlah pesan dalam Konferensi Cabang (Konfercab) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Semarang yang digelar di gedung Olahraga Pompa Al Itqoon Bugen, Tlogosari Wetan, Pedurungan, Kota Semarang Jawa Tengah, Ahad (4/1/2026).

Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin mewakili Agustina menyampaikan pesan agar Ansor berjalan sinergi dengan Pimpinan Pusat (PP).

Menurut dia, kepengurusan baru PP GP Ansor memiliki banyak program yang harus disinergikan di kota Semarang.

“Beliau, yang ketua yang baru, banyak program-program yang harus kita turunkan di tingkat kota Semarang,” kata Iswar.

Banyak program kerja GP Ansor yang ditayangkan melalui tayangan video. Menanggapi hal itu, Iswar mengingatkan tantangan sosial menjadi guru yang baik untuk menjaga eksistensi Ansor di ibu kota Jawa Tengah.

“Kita lihat tadi video bagaimana tantangan-tantangan menjadi sebuah prioritas yang sangat besar dari GP Ansor. Semoga GP Ansor Kota Semarang pun mampu meneruskan menjawab tantangan dari guru sosial kita,” harapnya.

Ia mengingatkan, eksistensi di dalam sebuah organisasi tidak boleh melunturkan nilai-nilai kearifan lokal yang telah terjag secara turun temurun.

“Tentu atas nama Pemerintah Kota Semarang, mengucapkan selamat berkonferensi, jaga kebersamaan, jaga kekompakan, jaga nilai-nilai dari kampung dalam organisasi kita,” pesannya.

Ia juga menyoroti perkembangan GP Ansor Kota Semarang selama 10 tahun terakhir yang berperan aktif sebagai mitra strategis pemerintah sehingga kolaborasi Pemkot dengan Ansor menghasilkan Semarang yang kondusif.

Ia berharap agar Ansor proaktif berkomunikasi untuk menyukseskan program PP GP Ansor maupun pemerintah.

“Komunikasi lebih jauh daripada itu semakin besar, semakin harus sudah melakukan komunikasi yang efektif untuk kebesaran organisasi,” tuturnya.

Sementara, Ketua PC GP Ansor Kota Semarang, Abdur Rahman mengingatkan agar para kader tidak mudah tergiur dengan politik praktis karena melihat beberapa figur mantan pengurus Ansor yang berkiprah di legislatif.

“Jangan mau jadi pengurus hanya karena mau tampil terus kemudian maju nyaleg. Ansor ini tempat kita berkhidmat kepada para kiai,” pesannya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Debat Kandidat Ketua GP Ansor Kota Semarang, Sepakat Perbaikan Administrasi Berbasis Aplikasi, dan Gerakan Kemandirian Ekonomi

Lingkar.co – Panitia Konferensi Cabang (Konfercab) X Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Semarang menggelar debat kandidat ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kota Semarang masa khidmah 2026-2030.

Senior Banser Kota Semarang Amrul Hidayat dan pengurus PWNU Jateng, K. Ahmad Mundzir hadir sebagai panelis dalam kegiatan yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Raudlatul Qur’an an Nasimiyah Jl Puspanjolo Selatan, Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (2/1/2026) malam.

Ada tiga kandidat yang telah ditetapkan oleh panitia Konfercab X GP Ansor Kota Semarang. Yakni; Arif Rahman, Masyhudi, dan Abdul Aziz yang memaparkan visi yang sama, yakni; memperbaiki kinerja administrasi organisasi di tingkat kecamatan dan kelurahan dengan memaksimalkan perkembangan teknologi dalam pembuatan database organisasi berbasis aplikasi agar saat akreditasi tidak repot lembur.

Selain itu, mereka juga memiliki pandangan yang sama dalam kemandirian ekonomi. Yakni memaksimalkan potensi kader dalam mendorong dan mengakomodir usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Dari paparan ketiga kandidat, semua sepakat untuk mengakomodir pelaku usaha di kalangan kader Ansor.

“Problem untuk mengatasi administrasi semua sama, digitalisasi semua sama, ekonomi semua sama,” kata Amrul.

Menyikapi hal itu, Amrul meminta untuk memberikan jawaban yang spesifik imbasnya pada perorangan kader dan organisasi. Setelah mendengar jawaban yang relatif sama, ia berpesan untuk tidak ragu menyontoh kreatifitas Kepengurusan GP Ansor di provinsi lain.

“Kita bisaenyontoh program beasiswa bagi Banser untuk meningkatkan kualitas pendidikan, ada lagi program dana dakwah Rijalul Ansor, dan sebagainya,” tuturnya.

Pada materi Aswaja dan KeNUan, para kandidat tidak hanya menjawab tentang pemahaman tentang Aswaja. Namun lebih dalam lagi dengan membaca kitab kuning (kitab klasik yang tanpa harakat) dan membaca Al Qur’an secara mujawad.

Menurut Mundzir, pertanyaan yang ia ajukan merupakan tantangan bagi Ansor sering disebut sebagai masa depan Nahdlatul Ulama (NU).

Ketua Panitia OC Konfercab X GP Ansor Kota Semarang, Zamah Syari saat menyampaikan laporan kegiatan dalam pembukaan Debat Kandidat di Ponpes Raudhatul Qur'an an Nasimiyah Semarang Barat, Kota Semarang
Ketua Panitia OC Konfercab X GP Ansor Kota Semarang, Zamah Syari saat menyampaikan laporan kegiatan dalam pembukaan Debat Kandidat di Ponpes Raudhatul Qur’an an Nasimiyah Semarang Barat, Kota Semarang, Jum’at (2/1/2025). Foto: Rifqi/Lingkar.co

“Ansor ini kan sering disebut masa depan NU, jadi tradisi baca kitab kuning ini juga harus dibiasakan sebelum menjadi pengurus NU,” ujarnya.

Sekilas Tentang Kandidat

Kandidat pertama, Arif Rahman cukup populer di kalangan organisasi kepemudaan sebab aktif dalam perhimpunan organisasi kepemudaan, yakni Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Semarang dan Jawa Tengah.

Tidak hanya sebatas aktif, Arif Rahman yang memulai berorganisasi dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menjadi sekretaris umum di DPD KNPI Kota Semarang. Sebagai seorang advokat, ia juga menjalankan amanah menangani sejumlah kasus hukum sebagai ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Kota Semarang.

Panitia Konfercab X GP Ansor Kota Semarang Tetapkan 3 Kandidat

Lingkar.co – Panitia Konferensi Cabang (Konfercab) X Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Semarang telah menetapkan tiga profil kandidat yang dinilai memenuhi syarat sebagai calon ketua masa khidmah 2026-2030.

Ketua Organizing Committe (OC) Konfercab X GP Ansor Kota Semarang, Zamah Syari mengungkapkan ada tiga nama yang dinyatakan sah dari sekian nama yang beredar sebelumnya

“Alhamdulillah sudah mulai mengerucut jadi tiga nama yang sesuai dengan aturan yang berlaku,” kata Zamah sebelum debat kandidat yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Raudlatul Qur’an an Nasimiyah, Jl. Puspanjolo Selata, Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jum’at (2/1/2026).

Dia mengatakan, surat penetapan yang dikeluarkan oleh panitia Konfercab X GP Ansor Kota Semarang dengan nomor 09 / XII / 2025/ Konfercab X perihal Surat Penetapan Calon Ketua PC GP Ansor Kota Semarang

Surat tersebut menyatakan Arif Rahman,SHI., MSi. Masyhudi,S.Pd.I.,M.Pd, dan Abdul Aziz, S.Hub.Int sebagai kandidat yang sah, “Mereka ini kader terbaik yang sudah memenuhi semua persyaratan, dan dinyatakan lolos seleksi administrasi,” jelasnya.

Lebih jauh ia menuturkan, nama-nama yang tereliminasi bukan berarti tidak memiliki kapasitas dan kapabilitas serta prestasi yang cukup. Melainkan aturan melarang panitia terlibat dalam kontestasi, baik sebagai calon maupun tim pemenangan.

Untuk itu, pihaknya menyampaikan apresiasi terhadap munculnya sejumlah nama sebagai bukti bahwa Ansor tidak kekurangan kader potensial untuk posisi ketua.

“Dari sekian banyak kader yang dikabarkan siap maju, hanya tiga yang diperbolehkan ikut sebagai kandidat, sedangkan kandidat yang lain gugur karena menjadi panitia dalam penyelenggaraan Konfercab X. Kami sampaikan terima kasih atas dorongan-dorongan yang muncul sehingga mewarnai kontestasi Konfercab X,” tuturnya.

Terkait jumlah suara, Zamah menjelaskan sebagaimana hasil akreditasi. Yakni; dari 11 PAC GP Ansor di kota Semarang pada umumnya berjalan dengan baik. Namun secara administratif yang dinilai oleh tim asesor menentukan jumlah suara.

“Ada dua PAC yang berhak mendapatkan 2 suara yakni PAC GP Ansor Kecamatan Genuk dan PAC GP Ansor Kecamatan Pedurungan,” ungkapnya.

Adapun PAC PAC GP Ansor Kecamatan Gajahmungkur, Kecamatan Gunungpati, Kecamatan Mijen, Kecamatan Ngaliyan, Kecamatan Tugu, Kecamatan Semarang Barat, Kecamatan Semarang Timur, Kecamatan Semarang Utara, dan Kecamatan Tembalang masing-masing mendapatkan 1 suara.

“Dengan demikian, total suara dari PAC berjumlah 13 suara. Adapun hasil akreditasi Pimpinan Ranting semua mendapatkan nilai B, sehingga jumlah total tetap 47 suara,” urainya. (*)

Tersentuh Loyalitas Kader Banser di Usia Hampir Genap 70 Tahun, Bupati Batang Beri Apresiasi Rp1 Juta

Lingkar.co – Bupati Batang M. Faiz Kurniawan merasa tersentuh dengan loyalitas dan pengabdian seorang kader Barisan Ansor Serbaguna (Banser) yang hampir genap berusia 70 tahun. Sebagai bentuk penghargaan, Faiz menyerahkan hadiah uang tunai sebesar Rp1 juta atas dedikasi dan semangat pengabdian yang ditunjukkan.

Faiz memberikan apresiasi tersebut saat memimpin Apel Akbar Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Banser yang digelar di Alun-alun Batang, Kabupaten Batang, Kamis (25/12/2025). Apel digelar dalam rangka Konferensi Cabang (Konfercab) X GP Ansor Kabupaten Batang.

Dalam apel tersebut, Faiz menegaskan, bahwa Ansor dan Banser memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai penjaga nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin, tetapi juga sebagai elemen penting dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila.

“Ansor dan Banser adalah bagian penting dalam menjaga persatuan di tengah perbedaan bangsa Indonesia, yang berbeda suku, agama, ras, dan adat istiadat. Pemerintah Kabupaten Batang menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas perjuangan sahabat-sahabat semua,” jelasnya.

Menurutnya, Kader Ansor dan Banser selalu hadir tanpa pamrih saat negara membutuhkan, terutama ketika persatuan bangsa terancam oleh paham-paham yang ingin memecah belah Indonesia.

“Hampir di setiap kegiatan keagamaan, kenegaraan, hingga sosial kemasyarakatan, seragam Ansor dan Banser selalu hadir. Ini bukti nyata komitmen dan pengabdian yang luar biasa,” ungkapnya.

Faiz juga menekankan, pentingnya menjaga kekompakan dan soliditas organisasi. Ia menyebut kekompakan sebagai modal utama Ansor dan Banser dalam menjaga ajaran Islam yang moderat sekaligus mempertahankan persatuan bangsa.

“Kita dididik untuk bergerak dalam satu irama, satu nada. Kekompakan, loyalitas, dan keyakinan adalah modal utama untuk menjaga NKRI dan kesatuan bangsa tanpa membedakan latar belakang apa pun,” tegasnya.

Selain itu, Faiz mengingatkan seluruh Kader Ansor dan Banser agar bijak menyikapi arus informasi yang berkembang pesat di era digital. Ia meminta kader tidak mudah terpengaruh oleh hoaks dan selalu melakukan tabayun terhadap setiap informasi yang diterima.

“Kita tidak boleh gampang termakan hoaks. Setiap informasi harus dicek kebenarannya, karena banyak informasi yang berpotensi memecah belah bangsa dan melemahkan negara,” pungkasnya. (*)

Akreditasi, Dorong Kader Ansor Aktif Berorganisasi dan Tertib Administrasi

Lingkar.co – Ketua Bidang Akreditasi Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah, Ahmad Thoha mengingatkan pentingnya kegiatan administrasi yang selama ini kurang menjadi perhatian.

“Jadi misal ada ranting atau PAC yang punya banyak kegiatan tapi tidak ada bukti administrasi ya dianggap tidak pernah kegiatan,” ujarnya dalam kegiatan akreditasi 14 PAC GP Ansor se-kota Semarang di gedung PCNU Kota Semarang, Jum’at (12/12/2015) malam.

Kegiatan akreditasi di semua tingkat kepengurusan Ansor, lanjutnya, sebagai upaya organisasi untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas dalam menjalankan organisasi.

“Jadi, akreditasi ini mendorong agar kader aktif berorganisasi dan tertib dalam administrasi,” katanya.

Dijelaskan, terdapat beberapa hal yang menjadi instrumen dalam administrasi. Akreditasi PAC dilakukan oleh tim asesor dari PW, dan akreditasi untuk Ranting dilaksanakan oleh tim asesor dari PC.

Dari pelaksanaan kegiatan akreditasi akan menentukan kepesertaan dalam Konferensi Cabang (Konfercab) X GP Ansor Kota Semarang.

Ketua PC GP Ansor Kota Semarang, Abdur Rahman mengatakan persoalan administrasi kepengurusan PAC tidak hanya terjadi di kota Semarang. Hal itu lantaran pada waktu lalu Konferwil GP Ansor Jateng ditunda dan sempat terjadi caretaker kepengurusan.

Ansor Kota Semarang telah mengadakan rapat pleno pengurus harian yang menyepakati untuk pembentukan ranting baru dengan waktu maksimal di bulan Agustus, sedangkan untuk menghidupkan kembali ranting diberi tenggang waktu maksimal 20 November.

Selain itu, pleno juga menyepakati batas maksimal melaksanakan Konferancab bagi pengurus PAC GP Ansor Kecamatan yang telah habis masa kepengurusan.

“Kita kasih toleransi waktu untuk segera Konferancab atau Konferanting sebelum tanggal 20 November. Jika lebih dari itu, maka tidak bisa menjadi peserta Konfercab,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan pengumuman mundurnya pelaksanaan akreditasi bagi Pengurus Ranting (PR), “Untuk akreditasi ranting ketua akreditasi Kota Semarang menyatakan untuk diundur pada hari Ahad dengan tiga shift, pagi, siang dan sore,” jelasnya. (*)

Konfercab X GP Ansor Kota Semarang Bakal Digelar di Ponpes Al Itqoon Bugen Awal Januari 2026, Ini Rangkaiannya!

Lingkar.co – Konferensi Cabang (Konfercab) X Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Semarang akan digelar pada awal tahun 2026, tepatnya 4 Januari 2026 di Ponpes Al Itqoon Bugen Tlogosari Wetan Kota Semarang.

Ketua Panitia Organizing Committe (OC) Konfercab X GP Ansor Kota Semarang, Zamah Syari mengungkapkan ada sejumlah kegiatan yang sekaligus menjadi tahapan bagi peserta dalam memilih calon ketua PC GP Ansor Kota Semarang masa khidmah 2026-2030.

“Hari ini agenda kita launching logo Konfercab X GP Ansor Kota Semarang,” kata Zamah seusai Launching di gedung Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang, Kamis (4/12/2025) malam.

Ia melanjutkan, pada tanggal 12 Desember 2025 PW GP Ansor Jateng akan melakukan akreditasi terhadap 14 Pimpinan Anak Cabang (PAC), dan akreditasi 53 Pimpinan Ranting (PR) GP Ansor Kelurahan dilaksanakan oleh PC GP Ansor Kota Semarang pada tanggal 13 Desember 2025.

“Penentuan peserta dilakukan pada 14 Desember, akreditasi ini bukan hak panitia. Jadi kami hanya menerima hasil saja. Jika ada yang merasa keberatan dengan hasil akreditasi bisa disampaikan langsung kepada pimpinan,” jelasnya.

Namun, kata dia, pada 14 Desember 2025 akan diadakan ziarah dan rekreasi (Zarkasi), “Ada 2 bus yang disiapkan,” ujarnya.

Ia melanjutkan, pada tanggal Pra Konfercab X dilaksanakan pada tanggal 16 Desember 2025 yang berisikan sidang pleno 1 tentang tata tertib Konfercab X, dan pada tanggal 17 Desember 2025 anitia menerima pendaftaran, verifikasi dan penetapan calon ketua.

“Pendaftaran hanya dua jam, dari jam 8 sampai jam 10 malam,” urainya.

Pada Konfercab X ini juga dilakukan debat kandidat yang dikemas dalam bentuk Ngopi Bareng Calon Ketua, “Nah tahun ini beda dari sebelumnya karena ada debat kandidat pada tanggal 9 Desember malam di PCNU,” paparnya.

Kick off dan Launching Logo Konfercab X GP Ansor Kota Semarang di gedung PCNU Kota Semarang, Kamis (4/12/2025) malam.
Kick off dan Launching Logo Konfercab X GP Ansor Kota Semarang di gedung PCNU Kota Semarang, Kamis (4/12/2025) malam. Rifqi/Lingkar.co

Kemudian, lanjutnya, pada 20-29 Desember para kandidat mulai memasuki masa kampanye dan pencarian rekomendasi dari PAC dan PR, “Jadi pada masa ini semua kandidat bisa mulai bergerak turun ke bawah untuk mendapatkan rekomendasi dari PAC dan ranting dan dikumpulkan pada tanggal 30 Desember malam. Waktu pengumpulan hanya dua jam (20.00-22.00 WIB),” jelasnya.

Setelah masa pengumpulan rekomendasi, kata dia, pada 31 Desember 2025 sampai 3 Januari 2025 semua aktivitas terkait suksesi calon ketua harus sudah berhenti, “Ada waktu tiga hari untuk masa tenang, dan kami harapkan sudah mufakat dengan riang gembira pada saat pelaksanaan Konfercab,” ucapnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat