Arsip Tag: Kaderisasi

Sarif Abdillah Tegaskan Ruh Berpolitik Adalah Kemanusiaan dan Kerakyatan

Lingkar.co – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Tengah, Sarif Abdillah berpesan, berpolitik harus mengedepankan kemanusiaan dan kerakyatan. Oleh karena itu ia menegaskan bahwa PKB sebagai partai politik memiliki visi kemanusiaan, dan visi kerakyatan sebagai ruh dalam pergerakan.

“Kemanusiaan dan kerakyatan inilah landasan kita dalam berpolitik. Jangan sampai mati ruhnya itu,” kata Sarif saat dikonfirmasi disela Muscab PKB Kota Semarang di hotel Pandanaran, Rabu (15/4/2026) petang.
.
Ia menjelaskan, seorang pemimpin harus memberikan manfaat yang jelas bagi rakyat. Sejalan dengan hal itu, nurani kemanusiaan harus ditanamkan dalam diri kader, baik partai politik maupun organisasi kemasyarakatan (Ormas). Sebab, dengan begitu bisa ikut merasakan nikmat dan derita masyarakat.

“Spiritnya adalah kemanusiaan dan kerakyatan. Ini yang akan kita terus jaga, kita uri-uri, kita sampaikan terus berulang-ulang supaya tertanam kuat dalam diri kader, kalau istilah hp itu di-charger” tandasnya.

“Karena kan manusia itu tempatnya salah dan lupa, mahallul khatta’ wa nisyan. Jdi harus diingatkan terus dalam forum-forum, apalagi kayak Muscab gini,” sambungnya.

Sedangkan pergantian kepemimpinan dalam sebuah organisasi merupakan bagian dari sunnatullah atau hukum alam yang mana segala sesuatu ada masanya atau waktunya.

“Kalau sebuah komunitas atu organisasi tidak mempersiapkan regenerasi dengan baik, berbasis pengetahuan, spiritualitas, ideologi, akan runtuh,” urainya.

Hal itu, lanjutnya, tidak hanya berlaku pada negara dan organisasi politik. Sebab, ormas dan organisasi sosial membangun basis secara kolektif dari pemahaman dan gerakan nasionalisme, termasuk PKB beserta Badan Otonom (Banom) seperti Garda Bangsa, Perempuan Bangsa dan sebagainya.

Ia jelaskan, kaderisasi di partai berlambang bola dunia meliputi kaderisasi formal dengan berbagai tingkat sekolah partai dan non formal seperti magang dan mentoring sehingga banyak terlibat pada berbagai suksesi.

Menurut dia, kondisi peremajaan PKB yang banyak diisi oleh generasi muda merupakan komitmen Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar.

“PKB adalah partai masa depan, harus berbenah sejak dini. Nanti ke depan generasi muda ini akan kita dorong untuk menjadi pemimpin,” pungkasnya. (*)

Latihan Kader Dasar Fatayat NU Banyumas Tekankan Pentingnya Kesetaraan Gender

Lingkar.co – Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Banyumas menekankan pentingnya kesetaraan gender dalam Latihan Kader Dasar (LKD) yang digelar Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kecamatan Ajibarang di MTs Ma’arif NU 01 Ajibarang, Sabtu (27/12/2025).

Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Banyumas, Tati Irawati, menerangkan penguatan peran perempuan serta identifikasi berbagai persoalan sosial yang menghambat produktivitas kader di lapangan.

Pada kesempatan itu, ia memaparkan bahwa pemahaman mengenai gender sering kali bercampur aduk dengan pemahaman mengenai kodrat biologis. Oleh karena itu, dirinya mengingatkan untuk memisahkan antara gender dengan jenis kelamin.

“Gender berbeda dengan jenis kelamin. Anggapan bahwa laki-laki lebih kuat atau lebih rasional dibanding perempuan adalah hasil pandangan sosial, bukan kodrat,” jelasnya.

Tati melanjutkan, kodrat perempuan mencakup fungsi biologis yang tidak dimiliki laki-laki, seperti menstruasi, hamil, melahirkan, dan menyusui.

Di luar hal tersebut, Tati menekankan pentingnya akses yang setara bagi perempuan dalam menjalankan peran, fungsi, dan tanggung jawab sosial.

Dalam forum tersebut, ia juga merinci sejumlah tantangan yang sering dihadapi perempuan, di antaranya stereotip, subordinasi, marginalisasi, kekerasan, hingga beban kerja ganda (double burden) baik di ranah privat maupun publik.

“Mari menjadi perempuan yang produktif dan bahagia setiap hari. Jangan menunggu dibahagiakan oleh siapa pun, utamakan kebahagiaan diri sendiri,” kata anggota DPRD Kabupaten Banyumas tersebut di hadapan peserta.

Sementara, Ketua PAC Fatayat NU Kecamatan Ajibarang, Kuwati Ningsih menambahkan, penyampaian materi gender dalam LKD ini merupakan langkah strategis untuk membuka cakrawala berpikir para kader baru. Ia berharap pemahaman ini dapat diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Kehadiran materi ini sangat penting agar kader Fatayat di Ajibarang memiliki kepercayaan diri dan kesadaran akan hak-haknya. Kami ingin kader tidak hanya aktif berorganisasi, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam mewujudkan keluarga dan lingkungan yang saling menghargai peran satu sama lain,” ujarnya.

Sebagai informasi, LKD ini diikuti oleh puluhan anggota baru Fatayat NU dari berbagai ranting atau desa di wilayah Ajibarang. LKD merupakan bagian dari jenjang kaderisasi formal di organisasi pemudi atau para ibu muda kader Nahdlatul Ulama tersebut. (*)

Penulis: Kifayatul Ahyar
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Mapaba Perdana, Letakkan Fondasi PMII di Universitas Ivet Semarang

Lingkar.co – Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Semarang meletakkan fondasi di Universitas Ivet (Unisvet) dengan menggelar Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) perdana.

Rektor Universitas Ivet Semarang, Dr. Luluk Elyana, SPdI, MSi dan Dekan Fakultas Agama Islam (FAI), Siti Maemunah turut hadir memberikan dukungan penuh atas dimulainya perjalanan PMII di kampus tersebut.

Ketua PC PMII Kota Semarang, Afiq Nur Cahaya saat pembukaan menegaskan bahwa Mapaba ini bukan sekadar formalitas, namun lebih dari itu menjadi awal dari kebangkitan gerakan mahasiswa di Universitas Ivet.

“Mapaba ini merupakan langkah awal dari kebangkitan ruh organisasi pergerakan di Universitas Ivet Semarang ini, Kami berharap rumah yang baru dibangun ini dan kader-kader didalamnya nanti dapat menjadi penggerak perubahan,” kata dia dalam keterangan tertulis, Jumat (5/12/2025)..

Mengusung tema; Mapaba: Jalan Awal Membentuk Kader Berkeyakinan Teguh dan Berwawasan Transformatif, kegiatan tersebut dilanjut dengan deklarasi berdirinya Pengurus Komisariat PMII Unisvet.

Afiq berharap deklarasi tersebut menandai babak baru bagi PMII Kota Semarang dalam menguatkan basis kaderisasi di lingkungan akademik.

“Kami berharap kehadiran PMII, Universitas Ivet semakin kokoh dan menjadi ruang transformasi mahasiswa menuju pribadi yang kritis, religius, dan progresif,” tuturnya.

Sementara, Dekan FAI Universitas Ivet, Siti Maemunah berharap gerakan PMII di Ivet dapat menjadi ruang pembentukan karakter mahasiswa berbasis nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan.

“Adanya Mapaba ini, semoga menjadi titik awal berdirinya PMII di kampus kita, yang terkenal dengan motto dzikir, pikir, dan amal saleh,” harapnya.

Senada, Rektor Dr. Luluk Elyana menegaskan bahwa Mapaba yang pertama kali tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa Universitas Ivet masih memiliki antusias tinggi terhadap gerakan intelektual, dan ruang-ruang pengembangan diri.

“Diselenggarakannya Mapaba ini menandakan bahwa mahasiswa Universitas Ivet masih haus akan ruang gerakan dan wadah untuk melejitkan daya kritis mereka,” tandasnya. (*)

Konfercab X GP Ansor Kota Semarang Bakal Digelar di Ponpes Al Itqoon Bugen Awal Januari 2026, Ini Rangkaiannya!

Lingkar.co – Konferensi Cabang (Konfercab) X Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Semarang akan digelar pada awal tahun 2026, tepatnya 4 Januari 2026 di Ponpes Al Itqoon Bugen Tlogosari Wetan Kota Semarang.

Ketua Panitia Organizing Committe (OC) Konfercab X GP Ansor Kota Semarang, Zamah Syari mengungkapkan ada sejumlah kegiatan yang sekaligus menjadi tahapan bagi peserta dalam memilih calon ketua PC GP Ansor Kota Semarang masa khidmah 2026-2030.

“Hari ini agenda kita launching logo Konfercab X GP Ansor Kota Semarang,” kata Zamah seusai Launching di gedung Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang, Kamis (4/12/2025) malam.

Ia melanjutkan, pada tanggal 12 Desember 2025 PW GP Ansor Jateng akan melakukan akreditasi terhadap 14 Pimpinan Anak Cabang (PAC), dan akreditasi 53 Pimpinan Ranting (PR) GP Ansor Kelurahan dilaksanakan oleh PC GP Ansor Kota Semarang pada tanggal 13 Desember 2025.

“Penentuan peserta dilakukan pada 14 Desember, akreditasi ini bukan hak panitia. Jadi kami hanya menerima hasil saja. Jika ada yang merasa keberatan dengan hasil akreditasi bisa disampaikan langsung kepada pimpinan,” jelasnya.

Namun, kata dia, pada 14 Desember 2025 akan diadakan ziarah dan rekreasi (Zarkasi), “Ada 2 bus yang disiapkan,” ujarnya.

Ia melanjutkan, pada tanggal Pra Konfercab X dilaksanakan pada tanggal 16 Desember 2025 yang berisikan sidang pleno 1 tentang tata tertib Konfercab X, dan pada tanggal 17 Desember 2025 anitia menerima pendaftaran, verifikasi dan penetapan calon ketua.

“Pendaftaran hanya dua jam, dari jam 8 sampai jam 10 malam,” urainya.

Pada Konfercab X ini juga dilakukan debat kandidat yang dikemas dalam bentuk Ngopi Bareng Calon Ketua, “Nah tahun ini beda dari sebelumnya karena ada debat kandidat pada tanggal 9 Desember malam di PCNU,” paparnya.

Kick off dan Launching Logo Konfercab X GP Ansor Kota Semarang di gedung PCNU Kota Semarang, Kamis (4/12/2025) malam.
Kick off dan Launching Logo Konfercab X GP Ansor Kota Semarang di gedung PCNU Kota Semarang, Kamis (4/12/2025) malam. Rifqi/Lingkar.co

Kemudian, lanjutnya, pada 20-29 Desember para kandidat mulai memasuki masa kampanye dan pencarian rekomendasi dari PAC dan PR, “Jadi pada masa ini semua kandidat bisa mulai bergerak turun ke bawah untuk mendapatkan rekomendasi dari PAC dan ranting dan dikumpulkan pada tanggal 30 Desember malam. Waktu pengumpulan hanya dua jam (20.00-22.00 WIB),” jelasnya.

Setelah masa pengumpulan rekomendasi, kata dia, pada 31 Desember 2025 sampai 3 Januari 2025 semua aktivitas terkait suksesi calon ketua harus sudah berhenti, “Ada waktu tiga hari untuk masa tenang, dan kami harapkan sudah mufakat dengan riang gembira pada saat pelaksanaan Konfercab,” ucapnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Tok, Samidi Pimpin Ika PMII Ushuluddin UIN Walisongo Semarang 2025-2030

Lingkar.co – Dr. Samidi terpilih secara mufakat sebagai ketua baru Pengurus Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) Ushuluddin UIN Walisongo Semarang periode 2025-2030.

Mantan ketua Lembaga Taklif WAN Nasyrul Nahdlatul Ulama (LTNNU) Kota Semarang ini secara bulat ditetapkan sebagai ketua dalam Musyawarah II IKA PMII Ushuluddin yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Ar-Rois Cendekia, Kelurahan Wates, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang Jawa Tengah pada Sabtu (10/5/2025) malam.

Usai ditetapkan oleh forum, Samidi merasa bersyukur atas amanah yang diberikan para alumni PMII Rayon Ushuluddin karena menurutnya, kader PMII Rayon Ushuluddin harus siap jika diberikan amanah.

“Saya bukanlah yang terbaik di antara kalian. Hanya saja, Alhamdulillah, ini suatu amanah bagi saya, karena kader rayon itu pantang menolak amanah yang diberikan,” ujarnya.

Setelah terpilihnya Ketua IKA-PMII Ushuluddin baru, pembahasan dilanjutkan dengan Sidang Komisi. Komisi pada periode ini terdiri dari Komisi I: Bidang Pengembangan SDM Alumni, Komisi II: Bidang Pengembangan Usaha, dan Komisi III: Bidang Pengembangan Kader PMII Rayon Ushuluddin. Selanjutnya, musyawarah ditutup dengan pembacaan doa bersama.

Sebelumnya, Ketua IKA-PMII Ushuluddin, Fatah Rosihan, mengatakan kepengurusan baru IKA-PMII Ushuluddin ini menjadi agenda istimewa yang membicarakan lintas angkatan, utamanya terkait pemberdayaan alumni PMII Rayon Ushuluddin ke depannya.

“Terima kasih atas inisiasi sahabat-sahabati semuanya, kita punya gap istimewa antar angkatan. Maka atas ini, ada agenda istimewa antar angkatan, mulai dari angkatan 1990-an, 2000-an bahkan ada yang dari 2020-an juga. Ini menjadi pluralitas antar angkatan, berbicara tentang antar angkatan, mau dibawa kemana alumni Rayon Ushuluddin,” ujar Fatah pada sambutan pertama.

Ketua Pengurus Cabang (PC) IKA-PMII Kota Semarang, Muhammad Ngainirrichadl mengakui bahwa kualitas kaderisasi PMII Rayon Ushuluddin memang luar biasa. Kata dia, kaderisasi itu berlangsung hingga membangun jejaring. Bahkan ia menyebutkan banyak kader rayon Ushuluddin yang menjadi ketua di berbagai lembaga.

“Rayon Ushuluddin bagi saya ini adalah Rayon yang luar biasa, mencetak kader-kader luar biasa, seperti ketua komisariat, ketua KOPRI Jateng, pemilik yayasan, bahkan ketua fraksi (DPRD) di usia yang cukup muda. Hal tersebut menunjukkan kualitas kaderisasi rayon, bagaimana proses kaderisasi bahkan membangun jejaring,” ungkapnya.

Lebih lanjut, politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jawa Tengah ini mengharapkan IKA-PMII Ushuluddin mampu menfasilitasi pengembangan kader dan alumni PMII Rayon Ushuluddin. Ia pun mengingatkan, IKA PMII mampu menjadi wadah bermanfaat dalam mencetak kader yang menyongsong Indonesia Emas.

“IKA (PMII) diharapkan memfasilitasi dan menjembatani pengembangan kader. IKA ini betul-betul menjadi wasilah bagi sahabat-sahabati yang dulunya aktif. Menjadi ruang ngumpul yang berkah, bermanfaat, dan tentu ada hal-hal positif yang nanti bisa dikembangkan dalam menuju Indonesia Emas,” lanjutnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Ketua JQHNU Kota Semarang Ingatkan Kaderisasi Berbasis Kompetensi

Lingkar.co – Ketua Pimpinan Cabang (PC) Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) Kota Semarang, Ahmad Rifqi Hidayat, AH menekankan pentingnya kaderisasi berbasis kompetensi. Terlebih organisasi tersebut sudah jelas sebagai organisasi yang berbasis segmen atau profesi tertentu.

“Jangan hanya asal ada kegiatan tapi tidak jelas produknya, sebagai UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa): yang fokus pada pengembangan keterampilan ya harus jelas hasilnya,” kata Gus Rifqi dalam pemetaan kader JQH Unwahas di gedung PCNU Kabupaten Semarang Ungaran Barat Kabupaten Semarang Jumat (18/10/2024).

Menurutnya, JQH sebagai UKM harus bisa memberikan imbal balik kepada perguruan tinggi (Unwahas) berupa kaderisasi yang terukur. “Jadi biar jelas setelah mengikuti pembinaan, bagaimana performa ngajinya, kira-kira dari sekian kader itu yang potensial menjadi kafilah atau delegasi MTQ itu ada berapa,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, terdapat 90 mahasiswa baru (Maba) yang mengikuti Masa Ta’aruf Anggota Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffazh (Matanajwa) Unwahas tahun 2024. Dari jumlah tersebut terdapat 15 Maba yang telah hafal Al Qur’an 30 juz’ dan mengikuti kegiatan pemetaan atau screening awal.

“Alhamdulillah anggota baru ini cukup potensial, tapi pemetaan kader ini tidak akan ada hasil kalau tidak ada kegiatan pembinaan yang jelas, artinya ini tergantung pada kebijakan kampus,” ungkapnya.

Sebab, menurutnya masih ada banyak mahasiswa yang mendapatkan program beasiswa tahfizh yang tidak masuk sebagai anggota JQH. Selain itu, Unwahas belum ada komisariat JQHNU.

“Nah, harapan kami, PC JQHNU Kota Semarang bisa membentuk Pimpinan Komisariat (PK), ini bisa dari para mantan ketua dan mantan pengurus JQH Unwahas yang kembali berkiprah dalam format komisariat, bukan UKM yang mengandalkan anggaran dari kampus,” tuturnya.

Sementara, ketua UKM JQH Al Hasyimi Unwahas, Shohibul Anwar mengungkapkan, dirinya dan jajaran pengurus yang ada sebagai mahasiswa yang masuk pada pasca pandemi membutuhkan bimbingan, baik secara struktur formal di kampus maupun JQHNU sebagai afiliasi.

“Yang penting ini ada arahan dulu, pembinaan ada kampus dan PC JQHNU Kota karena memang tidak banyak mendapatkan materi keorganisasian dan ke-NU-an yang fokus pada organisasi JQH,” ungkapnya.

Meski begitu, dirinya menyatakan perlunya mengupayakan lahirnya komisariat JQH di Unwahas. “Biar kita kumpulkan dulu para mantan ketua dan pengurus, karena kalau sudah satu tujuan ini lebih cepat, dan Unwahas insyaallah bisa jadi komisariat resmi pertama di kota Semarang,” terangnya.

Sementara, pembina JQH Unwahas, H. Muhammad Ali Maksum menyatakan kader JQH Unwahas pada umumnya sudah jelas menganut paham ahlussunah wal jamaah model NU. “Secara pemahaman keagamaan sudah pasti NU karena ya mahasiswanya produk dari kiai NU dan di kampus juga diajarkan Aswaja ala NU,” jelasnya.

Dengan demikian, ia tegaskan proses pembentukan komisariat JQH di Unwahas hanya menunggu kesepakatan. “Tinggal para mahasiswa yang siap untuk jadi pengurus komisariat ada berapa, kumpul disepakati ketua dan pengurusnya, itu sudah jadi,” tutupnya. (*)

PW GP Ansor Jawa Tengah Tegas, Akan Gelar Konferwil dengan Damai

Lingkar.co – Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, H Sholahuddin Aly atau Gus Sholah menegaskan, regenerasi dalam organisasi harus tetap menjunjung kedamaian dan selalu mengedepankan musyawarah dalam menyikapi perbedaan.

Oleh karena itu, ia menekankan agar Konferensi Wilayah (Konferwil) Ansor Jateng berlangsung dengan damai. “Kita harus melakukan reformasi organisasi dengan cara-cara yang terbaik,” ujar pria yang sat ini menjadi Wakil Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Jateng.

Ia menyampaikan hal itu dalam pembukaan Pra Konferensi Wilayah (Konferwil)/Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) PW GP Ansor Jawa Tengah pada Kamis (1/8/2024).

Pra Konferwil/Muskerwil ini adalah agenda resmi untuk membahas poin-poin penting sebelum gelaran Konferensi Wilayah (Konferwil) PW GP Ansro Jateng yang akan digelar di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) pada 31 Agustus 2024 mendatang.

Lebih lanjut Gus Solah menggaris bawahi bahwa semua dinamika harus selesai setelah berbicara tentang poin-poin yang dibawa di konferwil. Ia ingatkan pula bahwa kader-kader Ansor adalah pendekar yang tidak mudah didikte oleh pihak manapun. “Namun semuanya bisa saling terbuka untuk dialog,” ujarnya.

Sementara, Ketua PWNU Jateng, KH Ghofarrozzin atau Gus Rozin memberikan nasehat bahwa hubungan Ansor dan NU itu unik karena kadang harmonis kadang dinamis dan kadang harmonis sekaligis dinamis secara berbarengan.

“Karena dinamika yang begitu luas, maka saya akan berbicara mengenai NU secara keseluruhan,” ucapnya membuka pembicaraan.

Dinamika yang dimaksud Gus Rozin karena pada kepengurusan PWNU Jawa Tengah 2024-2029, banyak lembaga yang diisi oleh kader-kader GP Ansor.

“Harapannya adalah agar kaderisasi NU dari level yang paling bawah mulai dari IPNU terus berjalan dan berkesinambungan,” ujar Ketua PWNU Jateng yang akan dilantik pada Sabtu (3/8/2024) mendatang.

Terakhir, H Rifky Al Mubarak selaku Sekjend PP GP Ansor menggaris bawahi bahwa dinamika yang terjadi di tubuh PW GP Ansor Jateng saat sebisa mungkin biaa diredam saat gelaran Konferwil akan digelar pada 31 Agustus 2024 mendatang. (*)

Penulis: Bojes
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Ketua PCNU Palangka Raya Instruksikan Banom dan Lajnah Ikut Kaderisasi Dasar

Lingkar.co – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Palangka Raya, H. Muhammad Syahrun menginstruksikan semua pengurus untuk mengikuti kaderisasi tingkat dasar di NU, yakni Pendidikan Dasar Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU).

Dirinya bahkan mengeluarkan surat instruksi kepada pengurus Badan Otonom, lajnah, dan Majelis Musyawarah Cabang (MWC) Kecamatan di jajaran NU Kota Palangka Raya untuk menyukseskan kaderisasi dari tingkat dasar.

“Ini juga berlaku bagi pengurus cabang NU Kota Palangka Raya yang belum pernah mengikuti PD-PKPNU,” kata Syahrun dalam siaran persnya, Sabtu (22/6/2024).

“Pada dasarnya, kami meminta agar seluruh jajaran pengurus bisa ikut berpartisipasi mengikuti pengkaderan,” sambungnya.

Sebagai informasi, PCNU Kota Palangka Raya akan menggelar PD-PKPNU pada 28-30 Juni 2024 mendatang. Kegiatan dipusatkan di Ponpes Darul Amin Jalan Yakut I Palangka Raya.

PD-PKPNU merupakan sistem dan mekanisme kaderisasi untuk membentuk kader penggerak NU di lingkungan organisasi. Tujuannya untuk melahirkan kader NU yang tangguh, berkualitas, dan mampu memahami tata kelola organisasi secara baik.

“Melalui PD-PKPNU, nantinya pengurus di PCNU, banom, MWC, maupun lajnah diharapkan sama-sama memiliki memiliki pemahaman mendalam tentang NU dan tujuan yang lebih terarah dalam jam’iyyah,” tambah HM Syahrun.

Panitia PD-PKPNU Kota Palangka Raya juga membuka kesempatan kepada pengurus PCNU, banom, dan lajnah se-Kalimantan Tengah agar bisa mengikuti kegiatan tersebut. Beberapa pengurus dari kabupaten bahkan telah menyatakan siap mengirimkan kader dengan mengisi link yang tersedia sebagai bentuk kesungguhan.

Untuk kegiatan PD-PKPNU, panitia juga telah berkoordinasi dengan PBNU terkait penyiapan instruktur yang akan dikirim. Sejumlah materi yang disampaikan antara lain terkait wawasan pengetahuan yang mendalam tentang pemahaman Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja) berupa keorganisasian, wawasan global, spiritual serta penguatan tentang maraknya bahaya radikalisme dan fundamentalisme.

“Itulah kenapa PD-PKPNU ini sangat penting agar diikuti oleh PCNU, banom, MWC, dan lajnah. Dalam ber-NU kita tidak hanya berjam’iyyah, tapi juga harus memahami secara mendalam tentang NU itu sendiri,” pungkasnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Pertandingan Persahabatan, Pererat Silaturahmi Antar Kader Ansor Kendal

Lingkar.co – Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Patebon menggelar pertandingan persahabatan Trofeo tiga klub bola di bawah naungan Lembaga Olahraga Ansor.

Pertandingan sepakbola tersebut merupakan salah satu cara mempererat silaturahmi antar kader Badan Otonom (Banom) Kepemudaan Nahdlatul Ulama di tingkat kecamatan.

Trofeo merupakan istilah pertandingan persahabatan dari 3 klub PAC, yakni Kluban FC dari Kecamatan Cepiring, Ansor FC Ngampel dan Kendil Wesi FC dari PAC GP Ansor Patebon.

Ketua Panitia Pertandingan Persahabatan, Faizin menuturkan, pertandingan ini merupakan latihan bersama kader GP Ansor dan Banser yang aktif dalam bidang olahraga sepakbola.

“Selain berbicara soal ideologi, kader GP Ansor juga melakukan pengembangan keahlian di bidang olahraga,” katanya disela kegiatan di Lapangan Desa Wonosari Dukuh Tegalsari, Patebon, Kendal, Minggu (22/10/2023).

“Selain itu, sebagai langkah membina anggota dan menyalurkan hobi sehingga langkah inovasi dan silaturrahmi kader bisa senantiasa terjalin,” ujarnya.

Klub Ansor FC dari PAC GP Ansor Kecamatan Ngampel tampil sebagai juara setelah mengalahkan Kendil Wesi FC Patebon dengan skor 3:2, meskipun Kendil Wesi mampu menaklukkan Kluban FC Cepiring dengan skor 3:0 akan tetapi nilai akhir tetap dipegang Ansor FC Ngampel.

Sementara, Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kendal, Misbahul Munir, dalam kesempatan itu berharap, perkembangan kaderisasi Ansor bisa merata di semua dusun melalui penyaluran hobi berolahraga.

“Kami harap, GP Ansor sebagai organisasi berbasis kepemudaan tidak hanya konsentrasi dalam bidang keagamaan saja, agar semua pemuda bisa menerima dan bergabung dengan tangan terbuka,” ujarnya.

“Semoga melalui pengembangan organisasi di bidang olahraga ini, kader-kader GP Ansor bisa benar-benar berkhidmat untuk bangsa,” imbuhnya.

Menurutnya, hal itu juga merupakan implementasi Tema Peringatan Hari Santri Nasional 2023, Jihad Santri Jayakan Negeri

Senada, Ketua PAC Ansor Patebon, Adib menuturkan, semua peserta berlaga dengan penuh semangat. Ia berharap kader Ansor juga serius dalam dunia sepakbola sehingga pada masa mendatang bisa merambah ke arah sepakbola profesional.

“Kami juga berharap sepakbola ini juga bisa menjadi ajang pengenalan dan perekrutan teman-teman yang kebetulan belum menjadi anggota Ansor,” harapnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

IPNU dan IPPNU Kaliwungu Selatan Gelar Diklatama CBP dan KKP

Lingkar.co – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Kaliwungu Selatan menggelar Pendidikan dan Latihan Pertama (Diklatama).

Diklatama merupakan jenjang lanjutan kaderisasi untuk menjadi pasukan khusus Crops Brigade Pembangunan (CBP) bagi IPNU dan Korps Pelajar Putri (KPP) bagi IPPNU.

Ketua Panitia kegiatan M Rafi Mujahidin mengatakan, kegiatan berlangsung selama tiga hari dua malam. Yakni Jumat-Minggu (17-19/2/2023) di Ponpes Al-Ulya Kedung Suren Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Ia sebut jumlah 26 peserta dari ranting desa/kelurahan, komisariat sekolah dan beberapa perwakilan dari PAC lain, “Total ada 50 peserta, terdiri dari 20 peserta KPP dan 30 peserta CBP,” katanya.

Ketua PAC IPNU Kaliwungu Selatan, Ahmad Saifudin mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian upaya IPNU dan IPPNU membentuk kader pelajar NU yang militan dan berkualitas di masa mendatang.

Terlebih saat ini NU telah memasuki usia 1 Abad dalam versi kalender hijriyah. Sedangkan kalender masehi, NU berusia 97 tahun.

“Ini wujud nyata komitmen dari kami untuk mempersiapkan kader NU terbaik di masa yang akan datang,” katanya.

Ia berharap, kader yang mengikuti kaderisasi tersebut bisa bersungguh-sungguh dalam berproses di IPNU. Sebab, hal itu merupakan jenjang kaderisasi untuk mencetak pribadi yang bertanggung jawab dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

“Kami berharap, rekan-rekan bisa mengikuti semua kegiatan dengan baik, sehingga jadi kader yang bermanfaat, baik bagi organisasi maupun bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Sementara, Ketua Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kaliwungu Selatan, KH. Fathurrohman berpesan, IPNU-IPPNU sebagai gerbang awal kaderisasi organisasi NU.

Untuk itu, katanya, organisasi pelajar NU harus bisa membentuk kader-kader terbaik guna melanjutkan tongkat organisasi NU di masa mendatang.

“Diklatama merupakan salah satu jenjang pengakaderan formal yang dikhususkan membentuk dan mencetak pasukan elit pelajar NU bernama CBP dan KPP,” ujarnya.

“Jika di GP Ansor ada Banser, di IPNU IPPNU ada CBP dan KPP,” jelasnya.

Dukungan pemerintah tehadap kaderisasi organisasi pelajar NU disampaikan H. Mukhidin. Mewakili Camat Kaliwungu Selatan. Ia juga mengaku pernah mengalami dinamika susah senang bersama IPNU dan IPPNU.

“Karena saya sendiri juga berasal dari IPNU dulunya. Jadi saya paham bagaimana suka dukanya berorganisasi. Semoga kegiatan ini berjalan dengan lancar,” doanya.

Penulis: Ahmas Soim
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat