Arsip Tag: PW GP Ansor Jawa Tengah

Tanam Alpukat, GP Ansor Jateng dan BUMN Sinergi Gemakan Gerakan Indonesia Asri dari Boyolali

Lingkar.co – Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah bersama PLN Jateng–DIY menggandeng Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN melakukan penanaman pohon di Desa Sumur Kecamatan Tamansari Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, udara Sabtu (7/2/2026) pagi. Desa tersebut merupakan bagian dari kawasan lereng Gunung Merapi.

Wakil Kepala BP BUMN, Aminuddin Ma’ruf menyebut tanam pohon bibit alpukat memiliki banyak manfaat. Selain rimbun dan berakar kuat, juga bermanfaat untuk mendorong ketahanan pangan serta perekonomi warga desa.

Ia bilang, penanaman alpukat ini sebagai bagian dari semangat Gerakan Indonesia Asri, program nasional yang diluncurkan Presiden Prabowo dengan tagline Aman, Sehat, Resik, dan indah (ASRI)

“Menjaga alam bukan hanya urusan lingkungan, tetapi juga ibadah sosial dan investasi untuk anak cucu kita,” ujarnya.

Ia menautkan aksi tanam pohon dengan nilai dasar kader Ansor yaitu hablum minallah, hablum minannas, dan hablum minal alam sebagai tanggung jawab menjaga alam sebagai amanah.

Di tengah meningkatnya bencana banjir di berbagai wilayah Indonesia, ia menekankan bahwa kerusakan ekosistem harus dijawab dengan gerakan kolektif.

“Jangan sampai daerah kita dikenal karena sampah dan kumuhnya,” katanya, seraya mengajak Ansor menjadi garda depan perubahan.

Sementara, GM PLN Unit Induk Distribusi Jateng–DIY, Bramantyo Anggun Pambudi, menjelaskan alpukat dipilih karena bisa disebut sebagai ‘pohon harapan’ karena memiliki nilai ekonomi tinggi.

“Ini bukan hanya sumber oksigen, tetapi juga sumber penghasilan bagi masyarakat,” jelasnya.

Ia menyebut, di Boyolali dan Kudus, PLN telah menyalurkan masing-masing 400 bibit alpukat, dan jumlah itu akan terus ditingkatkan.

Lebih dari sekadar menanam, PLN juga membawa pendekatan keberlanjutan: modernisasi pertanian, pompa sawah berbasis listrik, hingga target meningkatkan frekuensi panen dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali setahun.

Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, Dr. Shidqon Prabowo, menambahkan, kolaborasi ini sebagai pintu besar menuju pemberdayaan masyarakat. Ia berharap kegiatan tersebut bisa dilakukan secara merata di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

“Ini sejalan dengan ketahanan pangan nasional. Bukan hanya CSR bibit alpukat, tapi juga peluang CSR lain yang berkelanjutan,” katanya.

Ia pun menyatakan, Ansor hadir sebagai khadimul ummah (pelayan masyarakat) siap bersinergi dengan BUMN dan BUMD.

Bupati Boyolali, Agus Irawan, menyambut baik kolaborasi ini. Ia menyebut Tamansari sebagai tanah anugerah, di mana kopi, alpukat, dan sayuran tumbuh subur. Meski demikian, ia mengakui tantangan kekurangan air bersih dan hama kera ekor panjang yang merusak lahan.

“Kami berharap CSR dari BUMN juga menyentuh kebutuhan dasar seperti air bersih,” ujarnya.

Ia mengatakan, Pemerintah daerah berupaya mengembalikan kejayaan kopi Boyolali yang dahulu melegenda di lereng Merapi. (*)

Presiden Beri Penghargaan GP Ansor, Gus Shidqon: Jawa Tengah Siap Jaga Kedaulatan Pangan Nasional

Lingkar.co – Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah menyampaikan apresiasi kepada Ketua Umum GP Ansor H. Addin Jauharudin beserta jajaran atas penghargaan yang diberikan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kepada GP Ansor, Rabu (7/1/2026).

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan yang digelar di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Momentum ini menjadi penanda penting atas kontribusi berbagai elemen bangsa, termasuk organisasi kepemudaan, dalam memperkuat sektor pangan nasional.

Ketua Umum GP Ansor H. Addin Jauharudin menerima penghargaan tersebut didampingi jajaran pengurus pusat serta personel Barisan Ansor Serbaguna (Banser) yang selama ini terlibat aktif dalam program-program ketahanan pangan di berbagai daerah.

Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, M. Shidqon Prabowo, menilai penghargaan dari Presiden merupakan bentuk pengakuan negara atas kerja nyata GP Ansor di sektor pangan.

Menurutnya, berbagai program berbasis kerakyatan yang dijalankan Ansor di daerah telah memberi dampak positif, termasuk program Patriot Ketahanan Pangan di Provinsi Jawa Tengah.

“Sebagai pengurus wilayah dan kader GP Ansor, kami tentu bangga dan menyambut baik penghargaan ini. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk bekerja lebih keras dan lebih optimal dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” ujar Shidqon.

Ia menambahkan, capaian tersebut menjadi pemacu semangat bagi seluruh jajaran GP Ansor di daerah untuk terus mengembangkan sektor pertanian dan pemberdayaan pangan berbasis masyarakat, khususnya di Jawa Tengah yang memiliki potensi pertanian besar.

“Kami siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan serta memperkuat kedaulatan pangan nasional,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Shidqon menegaskan bahwa penghargaan ini bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Menurutnya, ketahanan pangan merupakan program strategis pemerintah sekaligus amanah organisasi yang harus dijalankan secara berkelanjutan.

“Penghargaan ini adalah pengingat bahwa kerja-kerja pengabdian harus terus ditingkatkan demi kemaslahatan umat dan bangsa,” pungkasnya. (*)

Penulis: Husni Muso

Akreditasi, Dorong Kader Ansor Aktif Berorganisasi dan Tertib Administrasi

Lingkar.co – Ketua Bidang Akreditasi Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah, Ahmad Thoha mengingatkan pentingnya kegiatan administrasi yang selama ini kurang menjadi perhatian.

“Jadi misal ada ranting atau PAC yang punya banyak kegiatan tapi tidak ada bukti administrasi ya dianggap tidak pernah kegiatan,” ujarnya dalam kegiatan akreditasi 14 PAC GP Ansor se-kota Semarang di gedung PCNU Kota Semarang, Jum’at (12/12/2015) malam.

Kegiatan akreditasi di semua tingkat kepengurusan Ansor, lanjutnya, sebagai upaya organisasi untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas dalam menjalankan organisasi.

“Jadi, akreditasi ini mendorong agar kader aktif berorganisasi dan tertib dalam administrasi,” katanya.

Dijelaskan, terdapat beberapa hal yang menjadi instrumen dalam administrasi. Akreditasi PAC dilakukan oleh tim asesor dari PW, dan akreditasi untuk Ranting dilaksanakan oleh tim asesor dari PC.

Dari pelaksanaan kegiatan akreditasi akan menentukan kepesertaan dalam Konferensi Cabang (Konfercab) X GP Ansor Kota Semarang.

Ketua PC GP Ansor Kota Semarang, Abdur Rahman mengatakan persoalan administrasi kepengurusan PAC tidak hanya terjadi di kota Semarang. Hal itu lantaran pada waktu lalu Konferwil GP Ansor Jateng ditunda dan sempat terjadi caretaker kepengurusan.

Ansor Kota Semarang telah mengadakan rapat pleno pengurus harian yang menyepakati untuk pembentukan ranting baru dengan waktu maksimal di bulan Agustus, sedangkan untuk menghidupkan kembali ranting diberi tenggang waktu maksimal 20 November.

Selain itu, pleno juga menyepakati batas maksimal melaksanakan Konferancab bagi pengurus PAC GP Ansor Kecamatan yang telah habis masa kepengurusan.

“Kita kasih toleransi waktu untuk segera Konferancab atau Konferanting sebelum tanggal 20 November. Jika lebih dari itu, maka tidak bisa menjadi peserta Konfercab,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan pengumuman mundurnya pelaksanaan akreditasi bagi Pengurus Ranting (PR), “Untuk akreditasi ranting ketua akreditasi Kota Semarang menyatakan untuk diundur pada hari Ahad dengan tiga shift, pagi, siang dan sore,” jelasnya. (*)

Jangan Ikut-ikutan Konflik Internal PBNU, GP Ansor Jateng Instruksikan Pengurus Fokus Program Kerja

Lingkar.co – Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah DR H M Muhammad Shidqon Prabowo SH MH menginstruksikan pada jajaran pengurus di semua tingkatan dan kader di Jawa Tengah untuk tetap menjaga marwah para Kiai di tengah dinamika yang terjadi di internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

“Nahdlatul Ulama adalah rumah besar bagi kader GP Ansor, oleh karena itu semua kader harus tetap setia menjadi garda terdepan dalam menjaga marwah dan nama baik lembaga,” tegasnya, Selasa (2/12/2025).

Gus Shidqon mengatakan, juga menginstruksikan bahwa seluruh kader GP Ansor dan Banser untuk tidak melibatkan diri dan hanyut dalam dinamika yang terjadi di PBNU serta selalu berhusnudlon terhadap seluruh masyayikh, sesepuh, dan Kiai di lingkungan Nahdlatul Ulama.

“Kami instruksikan seluruh pengurus di PW, Pimpinan Cabang, PAC hingga Ranting untuk fokus melaksanakan dan menyukseskan program kerja masing-masing yang telah dirancang dan tetap istiqomah dalam visi besar sebagai khodimul ummah,” tandasnya.

Selain itu, dalam instruksinya, Gus Sidqon juga menegaskan, seluruh kader tidak boleh bergerak sendiri-sendiri tanpa koordinasi dengan PW GP Ansor Jawa Tengah. Termasuk harus tetap satu garis komando arahan Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor H Addin Jauharudin serta arahan Ketua PWNU Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin.

“Kami juga instruksikan untuk selalu memanjatkan doa, semoga dinamika yang terjadi akan segera selesai dan membawa hikmah bagi Jamiyyah Nahdlatul Ulama,” ungkap Gus Shidqon yang juga Dekan Fakultas Hukum Universitas Wahid Hasyim Semarang tersebut.

Sekretaris PW GP Ansor Jawa Tengah, H Husein Ahmadi menegaskan, pihaknya segera mendistribusikan instruksi tersebut ke seluruh jajaran PC maupun PAC di Jawa Tengah.

“Jadi, instruksi ini tidak hanya pada pengurus saja tapi juga seluruh kader GP Ansor dan Banser di Jawa Tengah. Intinya, tidak boleh bergerak sendiri-sendiri,” tegasnya.

Ia menambahkan, sebelumnya, PW telah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dengan Ketua PC GP Ansor dan Kasatkorcab Banser Kabupaten/Kota se Jawa Tengah di Ponpes Al Falah Kota Salatiga pada Minggu (30/11/2025).

Dalam Rakor tersebut juga telah disampaikan dan disepakati beberapa hal mengenai penyikapan terhadap situasi terkini baik isu nasional maupun daerah.

“Kami akan tetap fokus pada kaderisasi dan program kerja masing-masing sesuai arahan Ketua PWNU Jawa Tengah. Jangan sampai isu di atas memengaruhi roda organisasi di level badan otonom terutama di daerah,” tegas Husein.(*)

Lanjutkan Peran Khadimul Ummah, Lembaga Kesehatan Ansor Jateng Siapkan Praktek Bersama Dokter Umum dan Gigi

Lingkar.co – Lembaga Kesehatan Ansor (LKA) Jawa Tengah melanjutkan peran sebagai khadimul ummah dengan menyiapkan pilot project praktek bersama dokter umum dan gigi. Tempat praktek pertama akan dibuka di Kaligawe, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang.

Ketua LKA Jateng, dr. Muhammad Hayyi Wildani mengatakan, selama masa promosi praktek bersama dokter umum dan gigi memberikan pelayanan kesehatan gratis tiga bulan, “Insya Allah kita buka pagi sampai malam, pasien umum dan gigi tiga bulan pertama ini gratis,” ujarnya seusai rapat koordinasi LKA di Banaran Cafe, Minggu (9/11/2025).

Selain itu, lanjutnya, LKA Jateng juga melayani home care dengan 1 ambulans siaga, “Kita siapkan juga ambulans siaga. Ini untuk menegaskan Ansor sebagai khadimul ummah, Ansor melayani masyarakat di bidang kesehatan,” ujarnya.

Hayyi bilang, semula akan membuka tiga lokasi. Namun untuk tahap awal difokuskan pada satu tempat, “Sebenarnya akan kita buka dua tempat di area Semarang, dan satu lagi di area Solo raya, tapi kita pertimbangkan sumber daya yang ada, maka kita fokuskan dulu di satu tempat, semoga dalam beberapa bulan kemudian bisa buka yang kedua, ketiga dan seterusnya,” imbuhnya.

Terkait pelayanan kesehatan gratis, dr. Ahmad Afianto selaku bendahara LKA Jateng mengatakan hanya berlaku selama tiga bulan dengan ketentuan pada bulan selanjutnya menjadi anggota, “Selama tiga bulan pertama kita cover dengan CSR atau iuran donasi dari temen-temen dokter, yang selanjutnya kita berlakukan anggota seperti BPJS kesehatan,” jelasnya.

Sekretaris LKA Jateng, drg. Fauzan Arif Munandar menambahkan, kegiatan praktek bersama tersebut merupakan kelanjutan dari kegiatan pengobatan gratis bagi terdampak banjir di Kaligawe beberapa waktu lalu.

“Kita butuhkan kader-kader yang siap berkhidmat untuk masyarakat, insya Allah kita akan terjun ke daerah-daerah untuk menambah kader kesehatan yang siap bergabung dalam kegiatan praktek ini,” ujarnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Gus Shidqon: Kontribusi LKA Tegaskan Ansor Sebagai Pelayan Umat

Lingkar.co – Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah, Dr. Muhammad Shidqon Prabowo mengatakan kontribusi Lembaga Kesehatan Ansor (LKA) Jawa Tengah dalam pengobatan gratis selama tiga hari ini menegaskan bahwa Ansor sebagai pelayan Umat (Khadimul Ummah).

Percepat Penyusutan Banjir Kaligawe, Pemprov Jateng Tambah 38 Pompa“Alhamdulillah baru dilantik Minggu kemarin sudah bisa berkontribusi pada masyarakat ini menegaskan bahwa Ansor sebagai pelayan umat,” kata Gus Shidqon, sapaan akrab Shidqon Prabowo saat meninjau pelaksanaan pengobatan gratis ini halaman kantor Kelurahan Kaligawe Kecamatan Gayamsari Kota Semarang, Kamis?-/11/2025).

Menurut dia, kegiatan Ansor tidak hanya sebatas untuk internal kader, dan juga tidak sebgas pelayanan kesehatan karena Ansor memang harus memberikan kontribusi yang nyata bagi masyarakat.

“Tidak hanya kesehatan saja, tapi ada beberapa program yang memberikan dampak langsung atau nilai bahwa kami selalu berusaha hadir di tengah-tengah masyarakat,” tuturrnya

Dia berharap masyarakat mendoakan agar Ansor yang ada di Jawa Tengah bisa memberikan dampak yang positif bagi masyarakat, “Jadi kami tiap Minggu muter di 35 kabupaten dan kota untuk memastikan bahwa kegiatan yang dilakukan itu pengejawantahan Ansor sebagai pelayan umat. Jadi mohon doanya semoga semua berjalan dengan lancar,” ujarnya.

Sementara, Ketua LKA Jateng, dr. Muhammad Hayyi Wildani mengatakan, semua harus bangkit setelah melewati musibah banjir yang sudah mengering. Maka Ansor Jateng juga tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan tapi juga memberikan pelatihan petugas kesehatan.

“Tidak hanya muter untuk mengadakan kegiatan pemeriksaan kesehatan, tapi juga kita akan mengadakan pelatihan relawan kesehatan atau mempersiapkan masyarakat agar memiliki keterampilan medis dasar,” katanya.

Plt Lurah Kaligawe Sukiswo mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh GP Ansor Jateng dalam melayani masyarakat. Ia berharap kegiatan tersebut bisa berlanjut
Terima kasih kepada Ansor yang telah membantu kami merawat masyarakat terdampak banjir di kelurahan Kaligawe ini. Saya harap tidak hanya ini, tapi ada kegiatan lain lagi. Semoga Ansor bermanfaat,dan berkah untuk semua,” tuturnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Ansor Reban Batang Berdayakan Ekonomi Kader dengan Produk Kopi

Lingkar.co – Ngobrol santai sambil menikmati kopi merupakan salah satu dari kebiasaan masyarakat untuk berinteraksi dan melakukan negosiasi bisnis. Prospek bisnis kopi ini ditangkap dan dikembangkan oleh Qawimul Adib yang menjadikan perekonomian kader Ansor di Batang mengalami peningkatan yang signifikan.

Menurut Qowim, sapaan akrabnya, geliat wirausaha kopi kader Ansor mendapatkan dukungan dari stand ke stand dalam berbagai event yang digelar oleh Nahdlatul Ulama maupun Badan Otonom (Banom), termasuk stand UMKM yang digelar PW GP Ansor Jateng di area Pondok Pesantren (Ponpes) Ash Shodiqiyah, Sawah Besar, Gayamsari Kota Semarang hari ini Ahad (2/11/2025).

“Kita pikir sederhana saja, bagaimana mendapatkan peluang usaha dari kebiasaan ngopi. Jadi harus punya standar produksi sehingga kita paham citarasa yang diinginkan oleh penikmat kopi,” katanya.

Dirinya lantas mengisahkan, pandemi Covid-19 memang membuat perekonomian hancur. Namun hikmah dari itu dirinya bisa lebih bermanfaat karena mampu mengembangkan usaha kopi berbasis komunitas.

“Usaha ini secara pribadi sudah sejak tahun 2015, saya awalnya merintis di Jakarta, dan gulung tikar saat pandemi,” ungkapnya.

Ia bersama istrinya lantas memutuskan pulang kampung di Sukomangli, Reban, Batang. Hidup di kawasan lereng pegunungan, ia bergerak bersama Lembaga Ekonomi Ansor memberdayakan kader Ansor berwirausaha.

Berbeda dengan usaha yang ia rintis di Jakarta yang hanya mengandalkan keterampilan sebagai barista, ‘Tahun 2023 itu baru mulai belajar menanam, memilih dan mengolah biji kopi yang telah diroasting hingga mempersiapkan tenaga barista,” katanya.

“Kalau bukan petani muda (Ansor), kita beli kopi yang sudah merah dan belum dijemur. Otomatis petani juga untung karena tidak beli kopi secara borongan atau sistem tebas,” sambungnya.

Saat ini, kata dia, para petani muda sudah memiliki berbagai branding kemasan dengan citarasa sendiri, dan setiap merk bisa dijual dalam stand UMKM yang diadakan NU maupun banomnya, “Jadi tiap ada even tinggal menunjuk yang siap menjadi barista dengan merk mereka sendiri,” jelasnya.

Meski demikian, kata dia keberhasilan tersebut juga tidak lepas dari kemampuan menjaga komunikasi dengan pelanggan di Jakarta. Sehingga pemasaran online hanya berdasarkan pesanan via telepon di aplikasi WhatsApp.

“Kita kan tidak cari pembeli, tapi pelanggan, usaha kopi berbasis komunitas yang ada ini cukup stabil,” ujarnya.

Terkait standar olahan yang stabil, ia mengaku memilih sesuai segmen nasional karena kapasitas produksi yang belum mampu memenuhi pangsa pasar global, “Kita sekarang turunkan tidak standar internasional, karena kewalahan memenuhi kebutuhan pasar dari luar negeri,” tutupnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Tak Hanya Kuat Ideologi, Ini Pesan Adin untuk Kader Ansor Jateng

Lingkar.co — Langit Semarang sore itu tampak teduh, tapi semangat di dalam gedung tempat pelantikan PW GP Ansor Jawa Tengah justru membara, Minggu (2/11/2025).

Ribuan kader berseragam hijau memenuhi ruangan, sebagian berdiri tegak, sebagian lagi menatap khidmat ke arah panggung. Di sana, Addin Jauharuddin, Ketua Umum GP Ansor, berdiri dengan sorot mata tegas dan penuh keyakinan.

Suara Addin menggema, menembus riuhnya barisan kader yang bersiap menyambut kepemimpinan baru.

“Kita perlu melakukan langkah gerak secara bersama-sama untuk memberikan pelayanan kepada para kader sekaligus kepada NU secara organisasional,” ucapnya lantang, seolah menyalakan bara semangat yang telah lama disimpan dalam dada para kader muda NU.

Addin tidak hanya berbicara soal jabatan atau seremonial. Ia bicara tentang perjuangan baru perjuangan yang kini tak lagi di medan tempur, melainkan di ladang pengabdian sosial dan pemberdayaan ekonomi.

“Ansor lahir sebagai pilar republik sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga saat ini,” katanya, mengingatkan kembali bahwa organisasi ini dibangun di atas darah dan keringat para pejuang bangsa.

Suasana hening sesaat. Ribuan kepala menunduk. Di beberapa sudut, mata tampak berkaca-kaca. Kalimat itu bukan sekadar sejarah itu adalah panggilan.

Addin lalu berbicara tentang tantangan masa kini: ketimpangan ekonomi dan kesenjangan kesejahteraan di tengah masyarakat. Baginya, kader Ansor tidak boleh hanya kuat dalam ideologi, tapi juga tangguh secara ekonomi.

“Tugas kita juga untuk menghilangkan ketimpangan ekonomi di antara masyarakat dengan menyediakan program berkelanjutan,” tegasnya.

Ia kemudian memperkenalkan Program BISA (Bisnis Ansor), sebuah inisiatif ekonomi kolektif yang akan melahirkan BUMA (Badan Usaha Milik Ansor). BUMA bukan sekadar badan usaha, melainkan simbol kemandirian kader Ansor.

“Kami membuat program BISA yang menjadi katalisator pewujudan program ekonomi yang nanti akan membentuk BUMA, yang memberdayakan potensi ekonomi lokal,” jelas Addin, disambut tepuk tangan panjang dan sorak takbir yang menggema.

Di antara hadirin, tampak Gus Prabowo, Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah yang baru saja dilantik. Wajahnya berseri, namun sorot matanya menyimpan tekad yang dalam. Seusai Addin berbicara, ia menunduk sejenak, lalu menatap ribuan kader di hadapannya.

“Kami akan menjaga amanah ini. Ini bukan tentang jabatan, tapi tentang tanggung jawab. Tentang bagaimana Ansor Jawa Tengah bisa benar-benar menjadi garda terdepan dalam pelayanan, dalam pengabdian, dan dalam membawa kesejahteraan bagi masyarakat,” ucap Gus Prabowo dengan suara bergetar.

Momen itu terasa sakral ketika Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turut menyampaikan pesan kebanggaan dan dukungan. Di hadapan para kader muda Nahdlatul Ulama itu, Gibran memuji semangat gotong royong yang terus dijaga oleh Ansor.

“Saya melihat energi besar di ruangan ini. Kalau semangat seperti ini bisa disalurkan untuk menggerakkan ekonomi rakyat, saya yakin Jawa Tengah akan semakin kuat,” ujar Gibran yang disambut sorakan riuh.

Pidato demi pidato sore itu bukan hanya deretan kalimat. Ia menjelma menjadi suara kolektif tentang cita-cita, tentang perjuangan yang tidak pernah padam hanya berganti medan. Dari perjuangan fisik melawan penjajah, kini menjadi perjuangan sosial, pendidikan, dan ekonomi.

Dan ketika gema “Ansor! Istimewa!” kembali mengguncang ruangan, bukan hanya sebagai pekik kebanggaan, tetapi sebagai sumpah pengabdian. Sumpah untuk terus berkhidmah, menebar manfaat, dan menjaga nilai-nilai kebangsaan yang telah diwariskan para pendahulu.

Dari pelantikan hari itu, semangat baru lahir di tubuh Ansor Jawa Tengah.
Sebuah janji yang tidak diucapkan dengan kata, tetapi diikrarkan dalam hati.
Berjuang tanpa lelah, bergerak tanpa pamrih, demi Indonesia yang sejahtera dan bermartabat. (*)

Resmi Dilantik, GP Ansor Jateng Pamerkan Semangat Baru di Hadapan Gibran

Lingkar.co — Langit Semarang siang itu tampak cerah, namun hawa di dalam gedung pelantikan terasa lebih hangat dari biasanya. Ratusan kader Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah berdiri tegap, berseragam hijau khas kebanggaan mereka.

Tepuk tangan menggema saat nama Muhammad Shidqon Prabowo disebut sebagai Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Tengah masa khidmat 2025–2029.

Pria yang akrab disapa Gus Shidqon itu melangkah ke depan dengan wajah penuh keyakinan. Detik itu, bukan hanya secarik surat keputusan yang diterimanya, melainkan juga amanah besar menakhodai organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama terbesar di tanah Jawa.

Yang membuat suasana semakin istimewa, Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, turut hadir menyaksikan momen bersejarah tersebut. Sorotan kamera menyorot wajah Gibran yang sesekali tersenyum menyiratkan dukungan negara terhadap semangat kaum muda Ansor.

“Matur nuwun, Mas Wapres, atas kehadirannya. Semoga ini menjadi semangat bagi kader Ansor Jawa Tengah,” ujar Gus Prabowo dengan suara lantang yang disambut riuh tepuk tangan.

Lalu, di tengah sorak semangat, ia memimpin seruan yang mengguncang ruangan:
“Ansor Jawa Tengah!”
Serempak, para kader menjawab dengan penuh kebanggaan, “Istimewa!”

Seruan itu menggema seperti gema tekad: Ansor tidak hanya hadir sebagai penjaga nilai-nilai kebangsaan, tetapi juga sebagai penggerak kemajuan di tengah tantangan zaman.

Api Semangat dari Pesan Para Ulama

Dari barisan tamu kehormatan, tampak Ketua PWNU Jawa Tengah, KH. Rozin, tersenyum. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremonial, melainkan tonggak penting regenerasi kepemimpinan muda Nahdlatul Ulama.

“Sejak awal kami mengikuti proses keterpilihan pengurus PW GP Ansor Jateng yang baru. Hari ini kita menyaksikan semangat luar biasa yang akan membawa masa depan pemuda lebih baik,” ujar Gus Rozin.

Ia melanjutkan, GP Ansor selama ini bukan hanya organisasi pemuda, melainkan juga bagian penting dalam denyut pembangunan bangsa.

“GP Ansor senantiasa hadir dalam pembangunan, budaya, keagamaan, dan kenegaraan. Bersama-sama GP Ansor, kita membangun Jawa Tengah dan Indonesia,” tuturnya.

Pesannya ditutup dengan ajakan yang menembus relung hati.

“Kita perlu khidmah yang konkret — dalam pembangunan masyarakat, ekonomi, dan penanggulangan bencana yang kini makin sering terjadi,” ungkapnya.

Khidmah dan Harapan Baru

Bagi banyak kader muda, momen pelantikan ini bukan sekadar seremoni pergantian pengurus. Ia adalah simbol perjalanan panjang semangat kebangsaan, dari pesantren hingga ruang publik, dari tradisi ke masa depan digital.

Gus Prabowo, dengan gaya kepemimpinannya yang tegas namun santun, diyakini mampu membawa GP Ansor Jawa Tengah lebih adaptif, kreatif, dan solutif.

Di akhir acara, lantunan doa mengalun lembut. Para kader menunduk khusyuk, sebagian menitikkan air mata. Di dada mereka, ada bara semangat baru: semangat untuk terus berkhidmah kepada umat, bangsa, dan tanah air.

Karena bagi mereka, menjadi Ansor bukan sekadar panggilan organisasi — melainkan pengabdian seumur hidup untuk Indonesia yang lebih baik. (*)

Resmi Dilantik, Ini Susunan Pengurus PW GP Ansor Jateng 2025–2029

Lingkar.co – Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor secara resmi mengesahkan kepengurusan Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Provinsi Jawa Tengah masa khidmah 2025–2029. Pengesahan tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Nomor 3483/PP/SK-01/III/2025 tertanggal 11 Agustus 2025 dan dibacakan dalam pelantikan yang dilaksanakan hari ini, Ahad (2/11/2025) di Ponpes Ash Shodiqiyah, Kelurahan Sawah Besar, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang.

Kepengurusan ini merupakan hasil Konferensi Wilayah GP Ansor Jawa Tengah yang telah dilaksanakan sesuai amanat organisasi pasca-Kongres XVI GP Ansor tahun 2024. Sebelum ditetapkan, susunan kepengurusan juga telah memperoleh rekomendasi resmi dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah.

Dalam SK tersebut, Muchammad Shidqon Prabowo ditetapkan sebagai Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah periode 2025–2029. Sementara jajaran kepengurusan terdiri atas unsur pengurus harian, dewan penasehat, serta para wakil sekretaris di berbagai bidang.

Pimpinan Pusat GP Ansor memberikan amanat kepada seluruh jajaran pengurus untuk menjalankan tugas organisasi sesuai pedoman dan ketentuan yang berlaku, serta memperkuat peran organisasi dalam pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

“Pengurus PW GP Ansor Jawa Tengah masa khidmah 2025–2029 diberikan wewenang dan tanggung jawab untuk mengelola organisasi dalam rangka mencapai tujuan GP Ansor,” demikian bunyi ketentuan dalam SK.

Susunan Pengurus PW GP Ansor Jateng 2025–2029

Ketua: Muchammad Shidqon Prabowo

Wakil Ketua:
Tsalis Syaifuddin
Marzuki
Muhammad Azil Maskur
Ahmad Thoha
Waryudi
Abduliah Syafiq Muadz
Andry Widyanto
Faiz Kurniawan
Muhtar Hadi Wibowo
Misbahul Munir
Ali Wafa
Mukhammad Nur Huda
Kholid Abdillah
Muhammad Sholahuddin
Muhammad Luqman
Ishack Maulana Rohman
Arif Wahyudi
Dasa Susila
Muhammad Hayyi Wildani
Abdul Azis
Mashudi
RM Teguh Imam DJ
Ahmad Munsip
Zen Fathoni
Syaiful Bahri
Sukron Wahid
Akhmad Zeenudin Masdar
Muammar Abdul Basith
Birawan Sulistiyono
Asnawi.

Sekretaris: Husein Ahmadi

Wakil Sekretaris:
Ahmad Mualif
M Sa’dun Dairn
Waryudi
Muzaki Mubarok
Ali Fauzan
Endro Supriyadi
Arya Setya Novanto
Naufar Yazid Muftiawan
Abdul Muis
Setiawan Widiyoko
Wijayanto
Heru Saputra
Mohammad Masruri
Arif Sarifudin
Muhammad Khafizin
Fauzan Arif Munandar
Syaifudin Zuhri
Sarwo Edi
Darwanto
Aminul Fikar
Rosidi
Fahrustiqlal
Santoso
Isnan Fathoni
Riyadi
Mislam
Ahadun
Eri Listiawan
Bagus Suryokusumo
Muh. Rizqi Iskandar Muda
Muhammad Santoso

Bendahara: Abdur Rahman

Wakil Bendahara:
Nur Khozin
Moh. Alamul Huda
Muhammad Fatwa
Abdul Azis
Fahmi Arifan
Rayhan Dhany Rahardian
Luthfil Khakim

Dewan Penasehat:
Ketua: KH Abdul Ghaffar Rozin
Sekretaris: H. Sholahuddin Aly, S.H., CRP
Anggota:
H. Nusron Wahid
H. Sudaryono, Eng., M.M., MBA
H. Taj Yasin Maimoen
H. Arif Rohman, S.Sos., M.Si
H. Iswar Aminudi, M.T
H. Ikhwanudin, M.Si
H. Mufid Rahmat
H. Jabir Al Faruqi
H. Niam Syukri
H. Haryanto.