Arsip Tag: GP Ansor Kota Semarang

Pesan Ketua GP Ansor Kota Semarang: Layani Pemudik Seperti Keluarga Sendiri

Lingkar.co – Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Semarang, Arif Rahman, meminta para kader yang bertugas di posko siaga mudik lebaran melayani para pemudik yang mampir seperti keluarga sendiri.

“Saya pesan kepada seluruh kader Ansor dan Banser yang stand by di posko untuk melayani pemudik yang mampir seperti keluarga sendiri,” kata Arif, Rabu (18/3/2026).

Menurutnya, beragam fasilitas tidak ada artinya jika pelayanan tidak berkesan di hati pemudik.

“Jangan ada kesan yang kurang pas, jangan terlalu kaku atau format. Mereka yang mampir harus dilayani dengan perasaan sehingga saat melanjutkan perjalanan mereka merasa pelayanan kita ini menyenangkan,” ujarnya.

Sejalan dengan hal itu, Ia menegaskan, pendirian posko siaga mudik lebaran merupakan representasi dari nilai Ansor sebagai Khodimul Ummah (pelayan umat).

“Posko ini bukan hanya tempat istirahat, tapi ruang pelayanan kemanusiaan. Kami ingin setiap pemudik merasa aman dan diperhatikan selama perjalanan,” ujarnya.

Lebih lanjut Arif berkata, kader Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) harus memegang teguh nilai-nilai sosial yang diajarkan oleh agama.

“Islam tidak hanya mengajarkan ritual atau ibadah vertikal, namun juga ibadah horisontal yang diwujudkan dalam interaksi, Khairunnas anfau’hum linnas, sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia yang lain,” terangnya

Oleh karena itu, ia menilai pelayanan pemudik bukan sekadar program rutin tahunan, bukan seremonial tetapi panggilan moral dan pengamalan ajaran agama untuk hadir di tengah masyarakat.

Dia lanjut menjelaskan, dirinya melakukan pengecekan secara berkala setiap hari, baik secara langsung ke lokasi maupun pantauan lewat seluler

Posko memberikan berbagai pelayanan yang mendukung pemudik melanjutkan perjalanan dengan nyaman. Tidak hanya sebatas untuk beristirahat, bertanya arah. Namun juga siap membantu pemudik merasa kembali bugar dengan keterampilan pijat (massage).

Layanan lain, pengisian angin ban dan pengecekan kondisi kendaraan menjadi tawaran solusi cepat bagi pemudik yang mengalami masalah di jalan.

“Jika tidak terburu-buru ya bisa istirahat, tidur, atau dipijat dulu, biar pemudik kembali bugar dan siap melanjutkan perjalanan,” urainya.

“Kami pikir layanan-layanan sederhana ini jika dilakukan dengan hati yang ikhlas dan menghargai pemudik seperti keluarga sendiri akan lebih berkesan,” tuturnya.

Sebagai informasi, Kota Semarang merupakan salah satu simpul penting dalam arus mudik nasional, terutama di jalur pantura yang menghubungkan berbagai kota besar. Ribuan kendaraan dari arah barat menuju timur, maupun sebaliknya, melintasi wilayah ini setiap hari.

Program posko mudik di kota Semarang merupakan bagian dari program PW GP Ansor Jawa Tengah yang mendirikan 267 posko di seluruh kabupaten dan kota. (*)

Dirikan 267 Posko Mudik di Jateng, Wujud Nyata Ansor Sebagai Pelayanan Masyarakat

Lingkar.co – Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Jawa Tengah kembali memberikan bukti nyata sebagai khadimul ummah atau pelayanan umat dengan mendirikan posko siaga mudik lebaran 2026.

Melalui koordinasi Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Tengah, sebanyak 267 posko mudik didirikan dan tersebar di berbagai jalur strategis di 35 kabupaten dan kota.

Posko-posko tersebut dijaga oleh kader Ansor bersama pasukan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) yang siap melayani para pemudik selama 24 jam penuh.

Kehadiran posko ini bukan sekadar fasilitas singgah, tetapi juga menjadi pusat pelayanan terpadu bagi masyarakat yang menempuh perjalanan jauh menuju kampung halaman.

Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, M Shidqon Prabowo, menegaskan bahwa program posko mudik merupakan bagian dari esensi gerakan Ansor sebagai Khodimul Ummah, yakni pelayan umat.

Menurutnya, para kader Ansor dan Banser yang bertugas di lapangan harus menjadikan posko mudik sebagai ruang pengabdian kepada masyarakat tanpa membedakan latar belakang siapa pun.

“Keberadaan posko ini adalah bagian dari khidmah kita kepada umat. Layani masyarakat dengan sebaik-baiknya, jangan membeda-bedakan,” tegas Gus Shidqon, Senin (16/3/2026).

Program posko mudik telah menjadi tradisi tahunan bagi kader Ansor di berbagai daerah. Setiap menjelang Hari Raya Idulfitri, ribuan relawan dikerahkan untuk berjaga di berbagai titik jalur mudik.

Langkah ini merupakan bentuk kepedulian sosial organisasi kepemudaan yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama tersebut terhadap keselamatan dan kenyamanan masyarakat yang melakukan perjalanan panjang.

Jawa Tengah sendiri merupakan salah satu wilayah dengan arus mudik terbesar di Indonesia. Jalur pantura, jalur selatan, hingga berbagai jalur alternatif selalu dipadati kendaraan pemudik dari berbagai kota besar seperti Jakarta, Bandung, hingga wilayah Sumatera.

Karena itu, keberadaan posko mudik Ansor menjadi sangat penting sebagai titik singgah sekaligus pusat bantuan bagi pemudik yang membutuhkan istirahat maupun pertolongan selama perjalanan.

Fasilitas Lengkap

Tidak sekadar berdiri sebagai tempat berkumpul relawan, posko mudik Ansor di Jawa Tengah dilengkapi dengan berbagai fasilitas pelayanan yang dirancang untuk membantu pemudik agar perjalanan tetap aman, nyaman, dan sehat.

Salah satu fasilitas utama yang disediakan adalah tempat istirahat bagi pemudik. Di setiap posko tersedia ruang duduk, tikar, hingga tempat rebahan sederhana agar para pengendara dapat memulihkan stamina sebelum melanjutkan perjalanan.

Selain itu, banyak posko juga menyediakan minuman hangat, air mineral, serta makanan ringan bagi para pemudik.

Fasilitas ini sangat membantu mereka yang menempuh perjalanan panjang dan membutuhkan energi tambahan di tengah perjalanan.

Di beberapa titik posko bahkan tersedia layanan relaksasi dan pijat ringan yang dikelola oleh relawan.

Layanan ini menjadi salah satu yang paling diminati pemudik, terutama pengendara sepeda motor yang menempuh perjalanan jauh dan mengalami kelelahan.

Tidak hanya berfokus pada kenyamanan tubuh, posko mudik Ansor juga memberikan bantuan teknis bagi kendaraan pemudik.

Kader Ansor dan Banser menyediakan layanan servis ringan seperti pengisian angin ban, pengecekan kendaraan, hingga bantuan darurat ketika kendaraan mengalami kendala teknis di jalan.

PW GP Ansor Jateng Dirikan 267 Posko Mudik untuk Layani Pemudik, Begini Reaksi Wali Kota Semarang

Lingkar.co – Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Tengah mendirikan 267 Posko Mudik di berbagai wilayah Jawa Tengah untuk melayani masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran 2026,

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti pada Senin (16/3/2026) malam saat menghadiri pembukaan posko di Kecamatan Tugu, Kota Semarang mengaku takjub.

Menurut Agustina, kehadiran ratusan posko mudik tersebut menunjukkan kuatnya tradisi pelayanan yang selama ini menjadi ciri khas para aktivis Nahdlatul Ulama (NU) dan GP Ansor. Semangat untuk melayani dan memanusiakan manusia, kata dia, tercermin dari kesungguhan para kader Ansor dan Banser dalam menyediakan fasilitas bagi para pemudik.

Ia mengapresiasi dedikasi para relawan yang bersedia mengabdi selama masa mudik Lebaran. Posko mudik yang didirikan mulai beroperasi pada 16 hingga 21 Maret 2026 dengan berbagai layanan bagi para pengguna jalan yang melintas di Jawa Tengah.

Agustina juga berharap keberadaan posko mudik tersebut dapat melibatkan berbagai unsur kepemudaan, termasuk Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), agar dapat bergotong royong dalam memberikan pelayanan kepada para pemudik. Menurutnya, pembagian tugas harian kepada para relawan akan membantu kelancaran operasional posko selama masa mudik.

Ia menegaskan bahwa posko mudik memiliki peran penting, tidak hanya sebagai tempat beristirahat bagi para pemudik, tetapi juga sebagai pusat pelayanan dan pengamanan yang membantu mengantisipasi berbagai potensi kerawanan selama arus mudik dan arus balik Lebaran.

“Posko mudik menjadi salah satu fasilitas yang banyak dicari pemudik, baik mereka yang sedang menuju kampung halaman maupun yang kembali ke kota tempat mereka bekerja. Fungsinya sangat penting dalam menjaga keamanan dan kenyamanan perjalanan,” ujar Agustina.

Meski demikian, ia juga mengingatkan para relawan agar tetap memperhatikan keluarga masing-masing selama menjalankan tugas di posko mudik. Menurutnya, sebagai bagian dari organisasi, tanggung jawab terhadap keluarga tetap harus dijaga di tengah kesibukan melayani masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, posko mudik tersebut menyediakan berbagai fasilitas sederhana namun bermanfaat bagi pemudik, seperti tempat transit, tenda istirahat, serta area parkir. Fasilitas yang tersedia juga dapat memanfaatkan sarana di lingkungan sekitar, termasuk kantor kelurahan atau kecamatan, guna membantu para pemudik yang membutuhkan tempat beristirahat.

Sementara itu, pemerintah memprediksi arus mudik tahun ini kembali mengalami peningkatan. Berdasarkan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk kepolisian dan operator jalan tol, jumlah pemudik yang melintasi wilayah Jawa Tengah diperkirakan meningkat sekitar satu persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Di ruas tol Kalikangkung, misalnya, diperkirakan sekitar 17 juta pemudik akan melintas dalam kurun waktu tujuh hari masa mudik. Kondisi tersebut dipastikan akan membuat Kota Semarang menjadi salah satu titik pergerakan utama pemudik.

Agustina menilai kondisi tersebut juga memberi peluang bagi para pemudik yang singgah untuk mengenal lebih jauh Kota Semarang, baik dengan beristirahat, berjalan-jalan, maupun mencari berbagai kebutuhan perjalanan.

Untuk mendukung kelancaran arus informasi bagi pemudik, Pemerintah Kota Semarang juga meluncurkan laman khusus bernama “Info Mudik Lebaran dan Menjelang Idul Fitri di Kota Semarang”. Melalui laman tersebut, pemudik dapat mengakses berbagai informasi penting, mulai dari layanan kepolisian, lokasi stasiun pengisian bahan bakar, restoran, tempat oleh-oleh, hingga bengkel yang tetap buka selama Lebaran.

“Semua informasi itu terhubung dengan peta digital sehingga memudahkan pemudik menemukan layanan yang mereka butuhkan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pemerintah pusat bersama jajaran kepolisian, TNI, dan berbagai instansi terkait telah menyiapkan berbagai skema pengamanan dan manajemen lalu lintas untuk menghadapi lonjakan arus mudik Lebaran tahun ini, termasuk rekayasa lalu lintas seperti sistem buka tutup jalan dan one way di sejumlah jalur utama.

Menurut Agustina, seluruh unsur pemerintah dan aparat keamanan telah berkomitmen untuk tetap siaga selama masa mudik hingga arus balik selesai, demi memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman dan lancar. (*)

Penulis: Husni Muso

Debat Kandidat Ketua GP Ansor Kota Semarang, Sepakat Perbaikan Administrasi Berbasis Aplikasi, dan Gerakan Kemandirian Ekonomi

Lingkar.co – Panitia Konferensi Cabang (Konfercab) X Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Semarang menggelar debat kandidat ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kota Semarang masa khidmah 2026-2030.

Senior Banser Kota Semarang Amrul Hidayat dan pengurus PWNU Jateng, K. Ahmad Mundzir hadir sebagai panelis dalam kegiatan yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Raudlatul Qur’an an Nasimiyah Jl Puspanjolo Selatan, Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (2/1/2026) malam.

Ada tiga kandidat yang telah ditetapkan oleh panitia Konfercab X GP Ansor Kota Semarang. Yakni; Arif Rahman, Masyhudi, dan Abdul Aziz yang memaparkan visi yang sama, yakni; memperbaiki kinerja administrasi organisasi di tingkat kecamatan dan kelurahan dengan memaksimalkan perkembangan teknologi dalam pembuatan database organisasi berbasis aplikasi agar saat akreditasi tidak repot lembur.

Selain itu, mereka juga memiliki pandangan yang sama dalam kemandirian ekonomi. Yakni memaksimalkan potensi kader dalam mendorong dan mengakomodir usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Dari paparan ketiga kandidat, semua sepakat untuk mengakomodir pelaku usaha di kalangan kader Ansor.

“Problem untuk mengatasi administrasi semua sama, digitalisasi semua sama, ekonomi semua sama,” kata Amrul.

Menyikapi hal itu, Amrul meminta untuk memberikan jawaban yang spesifik imbasnya pada perorangan kader dan organisasi. Setelah mendengar jawaban yang relatif sama, ia berpesan untuk tidak ragu menyontoh kreatifitas Kepengurusan GP Ansor di provinsi lain.

“Kita bisaenyontoh program beasiswa bagi Banser untuk meningkatkan kualitas pendidikan, ada lagi program dana dakwah Rijalul Ansor, dan sebagainya,” tuturnya.

Pada materi Aswaja dan KeNUan, para kandidat tidak hanya menjawab tentang pemahaman tentang Aswaja. Namun lebih dalam lagi dengan membaca kitab kuning (kitab klasik yang tanpa harakat) dan membaca Al Qur’an secara mujawad.

Menurut Mundzir, pertanyaan yang ia ajukan merupakan tantangan bagi Ansor sering disebut sebagai masa depan Nahdlatul Ulama (NU).

Ketua Panitia OC Konfercab X GP Ansor Kota Semarang, Zamah Syari saat menyampaikan laporan kegiatan dalam pembukaan Debat Kandidat di Ponpes Raudhatul Qur'an an Nasimiyah Semarang Barat, Kota Semarang
Ketua Panitia OC Konfercab X GP Ansor Kota Semarang, Zamah Syari saat menyampaikan laporan kegiatan dalam pembukaan Debat Kandidat di Ponpes Raudhatul Qur’an an Nasimiyah Semarang Barat, Kota Semarang, Jum’at (2/1/2025). Foto: Rifqi/Lingkar.co

“Ansor ini kan sering disebut masa depan NU, jadi tradisi baca kitab kuning ini juga harus dibiasakan sebelum menjadi pengurus NU,” ujarnya.

Sekilas Tentang Kandidat

Kandidat pertama, Arif Rahman cukup populer di kalangan organisasi kepemudaan sebab aktif dalam perhimpunan organisasi kepemudaan, yakni Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Semarang dan Jawa Tengah.

Tidak hanya sebatas aktif, Arif Rahman yang memulai berorganisasi dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menjadi sekretaris umum di DPD KNPI Kota Semarang. Sebagai seorang advokat, ia juga menjalankan amanah menangani sejumlah kasus hukum sebagai ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Kota Semarang.

Konfercab X GP Ansor Kota Semarang Bakal Digelar di Ponpes Al Itqoon Bugen Awal Januari 2026, Ini Rangkaiannya!

Lingkar.co – Konferensi Cabang (Konfercab) X Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Semarang akan digelar pada awal tahun 2026, tepatnya 4 Januari 2026 di Ponpes Al Itqoon Bugen Tlogosari Wetan Kota Semarang.

Ketua Panitia Organizing Committe (OC) Konfercab X GP Ansor Kota Semarang, Zamah Syari mengungkapkan ada sejumlah kegiatan yang sekaligus menjadi tahapan bagi peserta dalam memilih calon ketua PC GP Ansor Kota Semarang masa khidmah 2026-2030.

“Hari ini agenda kita launching logo Konfercab X GP Ansor Kota Semarang,” kata Zamah seusai Launching di gedung Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang, Kamis (4/12/2025) malam.

Ia melanjutkan, pada tanggal 12 Desember 2025 PW GP Ansor Jateng akan melakukan akreditasi terhadap 14 Pimpinan Anak Cabang (PAC), dan akreditasi 53 Pimpinan Ranting (PR) GP Ansor Kelurahan dilaksanakan oleh PC GP Ansor Kota Semarang pada tanggal 13 Desember 2025.

“Penentuan peserta dilakukan pada 14 Desember, akreditasi ini bukan hak panitia. Jadi kami hanya menerima hasil saja. Jika ada yang merasa keberatan dengan hasil akreditasi bisa disampaikan langsung kepada pimpinan,” jelasnya.

Namun, kata dia, pada 14 Desember 2025 akan diadakan ziarah dan rekreasi (Zarkasi), “Ada 2 bus yang disiapkan,” ujarnya.

Ia melanjutkan, pada tanggal Pra Konfercab X dilaksanakan pada tanggal 16 Desember 2025 yang berisikan sidang pleno 1 tentang tata tertib Konfercab X, dan pada tanggal 17 Desember 2025 anitia menerima pendaftaran, verifikasi dan penetapan calon ketua.

“Pendaftaran hanya dua jam, dari jam 8 sampai jam 10 malam,” urainya.

Pada Konfercab X ini juga dilakukan debat kandidat yang dikemas dalam bentuk Ngopi Bareng Calon Ketua, “Nah tahun ini beda dari sebelumnya karena ada debat kandidat pada tanggal 9 Desember malam di PCNU,” paparnya.

Kick off dan Launching Logo Konfercab X GP Ansor Kota Semarang di gedung PCNU Kota Semarang, Kamis (4/12/2025) malam.
Kick off dan Launching Logo Konfercab X GP Ansor Kota Semarang di gedung PCNU Kota Semarang, Kamis (4/12/2025) malam. Rifqi/Lingkar.co

Kemudian, lanjutnya, pada 20-29 Desember para kandidat mulai memasuki masa kampanye dan pencarian rekomendasi dari PAC dan PR, “Jadi pada masa ini semua kandidat bisa mulai bergerak turun ke bawah untuk mendapatkan rekomendasi dari PAC dan ranting dan dikumpulkan pada tanggal 30 Desember malam. Waktu pengumpulan hanya dua jam (20.00-22.00 WIB),” jelasnya.

Setelah masa pengumpulan rekomendasi, kata dia, pada 31 Desember 2025 sampai 3 Januari 2025 semua aktivitas terkait suksesi calon ketua harus sudah berhenti, “Ada waktu tiga hari untuk masa tenang, dan kami harapkan sudah mufakat dengan riang gembira pada saat pelaksanaan Konfercab,” ucapnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Jelang Konfercab X GP Ansor Kota Semarang, Semua Kader Diminta Tetap Kompak

Lingkar.co – Konferensi Cabang (Konfercab) X Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Semarang akan digelar pada awal tahun 2026. Semua pengurus dan kader diminta untuk tetap menjaga kekompakan.

Sekretaris PC GP Ansor Kota Semarang, Agus Setyawan dalam pembukaan Kick off dan launching logo Konfercab X GP Ansor Kota Semarang meminta agar semua pengurus dan kader Ansor maupun Banser tetap menjaga kekompakan.

“Selama satu periode ini Ansor-Banser selalu kompak, bergerak satu komando. Kekompakan ini harus kita jaga, ila yaumil qiyamah (sampai hari kiamat),” kata Agus pada pembukaan launching logo Konfercab X pada Kamis (4/12/2025) malam di gedung Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang.

Untuk itu Agus meminta agar para pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan dan Pimpinan Ranting (PR) GP Ansor Kelurahan yang hadir memperhatikan dengan seksama aturan dalam Konfercab X sesuai dengan aturan yang terbaru.

“Semua harus kompak, semua aturan harus disimak, diteliti, jangan sampai ada kesalahan atau kesalahpahaman yang menimbulkan fitnah,” pesannya.

Pada kesempatan tersebut, Ketua PC GP Ansor Kota Semarang, Abdur Rahman yang hadir melalui zoom dari tanah suci karena menjalankan ibadah umroh. Melalui layar LCD, ia berpesan untuk tetap melandasi momen Konfercab untuk tujuan khidmah.

Kick off dan Launching Logo Konfercab X GP Ansor Kota Semarang di gedung PCNU Kota Semarang, Kamis (4/12/2025) malam.
Kick off dan Launching Logo Konfercab X GP Ansor Kota Semarang di gedung PCNU Kota Semarang, Kamis (4/12/2025) malam. Rifqi/Lingkar.co

“Pesan saya untuk melaksanakan acara dengan niat khidmah, acara yang penuh keberkahan karena landasan khidmat dan berkah ini akan menuntun pada kebenaran,” pesannya.

Ia juga berpesan bahwa Konfercab bukan sebatas momen politik, bukan sekedar menentukan siapa yang bakal menjadi ketua. Namun lebih dari itu, menjadi momen penting dalam menentukan pergerakan organisasi yang lebih baik.

“Konfercab bukan hanya sekedar momen ganti ketua. Tapi bagaimana menerapkan strategi empat tahun kedepan lebih baik lagi,” tuturnya.

Ia berharap, para kader bisa mengikuti kegiatan dengan khidmat dan seksama. Selain itu, ia juga menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa hadir secara langsung pada kesempatan kali ini. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Jelang Konfercab X Ansor Kota Semarang, Sejumlah Nama Muncul Sebagai Kandidat

Lingkar.co – Sejumlah nama kader terbaik disebut sejumlah kader muncul sebagai kandidat ketua menjelang Konferensi Cabang) Konfercab) X Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Semarang. Ada Agus Setyawan yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Pimpinan Cabang (PC).

Selain Agus, ada juga Ketua Lembaga Ekonomi Ansor (LEA) Dimas Bagus Pamungkas, Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor, Arif Rahman, Ketua Bidang Kaderisasi, M. Ali Maksum, Ketua Bidang Organisasi, Abdul Aziz, dan Ketua Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor, Nurul Huda, serta Ketua Bidang Sumberdaya Manusia (SDM), Mashudi.

Sementara dari unsur Pimpinan Anak Cabang (PAC), muncul nama Ahmad Hidayat yang saat ini masih menjadi Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Pedurungan, dan Ahmad Ghozali yang belum lama ini merampungkan tugas sebagai Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Genuk.

Sejumlah nama tersebut dipandang layak meneruskan estafet kepemimpinan ketua PC GP Ansor Kota Semarang karena telah mengikuti kaderisasi setidaknya Pendidikan Kader Lanjutan (PKL) GP Ansor. Juga telah teruji memiliki kapasitas dan prestasi dalam kepemimpinan.

Ketua Panitia Organizing Committe (OC) Konfercab X GP Ansor Kota Semarang, Zamah Syari menuturkan, sebanyak 14 Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan 53 Pimpinan Ranting (PR) yang sah akan mengikuti akreditasi untuk menentukan kepesertaan dalam Konfercab.

“Semua PAC dan ranting harus mengikuti akreditasi yang dilaksanakan oleh pimpinan cabang,” kata Zamah seusai Kick off dan Launching Logo Konfercab X di gedung Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang, Kamis (4/12/2025) malam.

Kata dia, tim akreditasi terdiri dari pengurus PW GP Ansor Jateng dan pengurus PC GP Ansor Kota Semarang yang telah memenuhi syarat sebagai asesor dan mendapatkan mandat resmi.

Sekretaris PC GP Ansor Kota Semarang Agus Setyawan saat Kick off dan Launching Logo Konfercab X di gedung PCNU Kota Semarang, Kamis (4/12/2025) malam.
Sekretaris PC GP Ansor Kota Semarang Agus Setyawan saat Kick off dan Launching Logo Konfercab X di gedung PCNU Kota Semarang, Kamis (4/12/2025) malam. Rifqi/Lingkar.co

“Akreditasi PAC dan ranting ini diluar wewenang panitia. Jadi kami hanya menerima hasil dari tim asesor,” tandasnya.

Selain itu, dirinya menegaskan bahwa panitia hanya memfasilitasi kegiatan hingga ketua baru terpilih.

“Panitia hanya memfasilitasi, tidak ada kaitannya dengan dengan siapa calon yang diusung, tidak ada dukung-mendukung atau suksesi,” tegasnya.

Terkait dengan munculnya sejumlah nama dalam bursa calon ketua, ia menegaskan bahwa GP Ansor memiliki sistem kaderisasi formal yang tertata dari tingkat Ranting hingga Pusat.

“Alhamdulillah, nama-nama yang muncul ini membuktikan bahwa GP Ansor sangat produktif dalam kaderisasi. Ansor sebagai organisasi Kepemudaan di bawah NU memang harus bisa mencetak pemimpin yang baik,” tegasnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

GP Ansor Semarang Dirikan Posko Aspirasi, Soroti Harga Sembako dan Lapangan Kerja

Lingkar.co – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Semarang mendirikan posko “Jaga Aspirasi Jaga Indonesia” untuk menampung keluhan masyarakat. Posko yang berlokasi di Jalan Kertanegara V, Kelurahan Pleburan, Kecamatan Semarang Selatan, ini dibuka setiap hari pukul 15.00–20.00 WIB.

Ketua PC GP Ansor Kota Semarang, Abdur Rahman, menyampaikan bahwa posko tersebut lahir dari keprihatinan atas meningkatnya keresahan warga. Menurutnya, keluhan paling banyak berkaitan dengan harga kebutuhan pokok yang tidak stabil serta minimnya kesempatan kerja bagi masyarakat.

“Banyak warga yang merasa terbebani dengan harga sembako dan sulitnya mencari lapangan kerja. Kami ingin menyediakan ruang aman agar aspirasi bisa tersampaikan tanpa harus melalui aksi unjuk rasa,” ujarnya belum lama ini.

Abdur Rahman menegaskan, setiap aspirasi yang masuk akan dikompilasi dan diteruskan kepada pemerintah sebagai masukan. Dengan begitu, kebijakan yang diambil dapat lebih berpihak kepada masyarakat.

Selain persoalan ekonomi, GP Ansor juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi lain, seperti masalah pendidikan, kesehatan, hingga kebijakan daerah yang dirasa merugikan.

“Ansor-Banser berkomitmen menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah. Harapan kami, keresahan warga bisa tersalurkan dengan cara yang damai dan tertata,” tambahnya.

Dengan adanya posko “Jaga Aspirasi Jaga Indonesia”, GP Ansor berharap masyarakat memiliki wadah konstruktif untuk menyampaikan pendapat. Langkah ini diharapkan mampu meredam potensi gejolak sosial sekaligus memperkuat partisipasi warga dalam proses pembangunan. ***

Jaga Stabilitas Sosial, GP Ansor Kota Semarang Dirikan Posko Jaga Aspirasi Jaga Indonesia

Lingkar.co – Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Semarang mendirikan posko bernama Jaga Aspirasi Jaga Indonesia. Pendirian posko ini atas Instruksi langsung dari Pimpinan Pusat GP Ansor.

Posko ini berlokasi di Jalan Kertanegara V, Kelurahan Pleburan, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang dan membuka layanan mulai pukul 15.00 – 20.00 WIB.

Ketua PC GP Ansor Kota Semarang Abdur Rahman mengatakan posko ini berfungsi untuk menampung berbagai aspirasi, baik dari kader GP Ansor maupun masyarakat umum.

Aspirasi-aspirasi yang diterima nantinya akan disalurkan langsung kepada pemerintah sebagai bentuk kontribusi GP Ansor dalam menjaga stabilitas sosial dan mendukung kebijakan yang berpihak pada rakyat.

“Kami membuka layanan ini karena belakangan muncul keresahan masyarakat hingga berujung pada aksi demo,” ujar Abdur Rahman saat konferensi pers pada Kamis (11/9/2025).

Posko ini didirikan sebagai bentuk kepedulian terhadap meningkatnya keresahan masyarakat akhir-akhir ini.

Apalagi, sejak 25 Agustus 2025, demonstrasi besar terjadi akibat masyarakat yang tidak leluasa menyampaikan aspirasinya sehingga tersulut amarah ketika muncul kebijakan yang tidak pro rakyat.

Abdur Rahman mengatakan salah satu isu utama yang menjadi sorotan adalah adanya kebijakan pajak kendaraan dengan nomenklatur PKB Option, yang dinilai menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

“Salah satu isu aspirasi yang kami fokuskan adalah terkait munculnya pajak kendaraan dengan nomenklatur PKB Option yang membuat resah masyarakat,” ujarnya saat konferensi pers.

Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Option adalah skema opsi pembayaran” atau opsi tarif tertentu yang diberikan dalam sistem pajak kendaraan.

Namun, istilah “PKB Option” bukanlah istilah resmi yang baku dalam peraturan perpajakan nasional, sehingga maknanya bisa berbeda tergantung konteks—misalnya, dalam aplikasi e-Samsat, layanan perbankan, atau pihak ketiga seperti Tokopedia, dan Bukalapak.

PKB sendiri merupakan pajak tahunan yang dikenakan kepada pemilik kendaraan bermotor berdasarkan UU No. 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Besaran PKB biasanya di tahun pertama sebesar 2 persen dari NJKB (Nilai Jual Kendaraan Bermotor). Lalu meningkat progresif di tahun berikutnya, atau jika ada kepemilikan sejumlah kendaraan dengan atas nama pemilik yang sama.

Selain itu, posko aspirasi yang dubuka oleh PC GP Ansor Kota Semarang ini juga terbuka untuk menerima berbagai isu lainnya yang dianggap meresahkan warga.

“Kemudian kami juga menampung aspirasi isu-isu lainnya yang membuat warga resah,” lanjutnya.

Posko “Jaga Aspirasi Jaga Indonesia” ini dibuka setiap hari pada pukul 15.00 hingga 20.00 WIB.

“Pada prinsipnya, kami Ansor-Banser ingin menjadi jembatan aspirasi masyarakat yang ingin menyuarakan isi hatinya kepada pemerintah,” tegasnya.

Dengan kehadiran posko ini, GP Ansor berharap mampu menjadi wadah konstruktif bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara damai dan tertata, tanpa harus turun ke jalan dalam bentuk unjuk rasa yang bisa berdampak negatif.

Sah! Syarifuddin Hidayatullah Terpilih Pimpin GP Ansor Gajahmungkur 2025-2027

Lingkar.co – Syarifuddin Hidayatullah sah memimpin Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Gajahmungkur masa khidmat 2025-2027. Ia terpilih sebagai ketua secara musyawarah mufakat dlaam Konferensi Anak Cabang (Konferancab) yang digelar di Madrasah Diniyah Darussalam Gajahmungkur Kota Semarang Jawa Tengah pada Sabtu (3/5/2025).

Saat dikonfirmasi oleh Lingkar.co pada Selasa (6/5/2025), Syarifuddin mengaku tidak ada kendala saat dirinya maju sebagai calon ketua.

“Semua syarat administrasi sudah diverifikasi oleh panitia, tidak ada masalah dengan sertifikat pengkaderan,” katanya.

Bahkan, kata dia, semua kader mendukung agar konferensi berlangsung dengan calon tunggal.

“Yang akan maju sudah disepakati oleh semua kader dan senior, ternyata berjalan seperti harapan bersama, calon tunggal sehingga musyawarah mufakat berjalan dengan khidmat,” ujarnya.

Konferensi ini dipimpin oleh M. Abdul Azis selaku Ketua Bidang Organisasi Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kota Semarang.

Ia didampingi oleh Abdul Zaeni selaku sekretaris sidang, sementara Ketua Korwil Banyumanik dan Gajahmungkur Ardik Feriansyah menjadi anggota pimpinan sidang.

Baca juga: Wujudkan Semarang Bersih, Agustina Wali kota Semarang Luncurkan Program Zero Waste

Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) kepengurusan periode sebelumnya diterima dengan baik oleh peserta sidang. Sidang pun berlangsung tenang, tidak ada yang alot sejak penetapan tata tertib sidang.

Sementara, ketua demisioner H. M. Ali Maksum mengatakan, kinerja Syarifudin selama mendampingi dirinya sebagai sekretaris PAC GP Ansor Gajahmungkur cukup baik.

Selain itu, Syarifuddin juga dikenal aktif dalam berbagai kegiatan keorganisasian dan kemasyarakatan.

Dengan terpilihnya Syarifudin, Maksum berharap PAC GP Ansor Gajahmungkur semakin solid dan progresif dalam menjalankan program kaderisasi serta berperan aktif menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah di tengah masyarakat.

“Semoga dengan terpilihnya sahabat Syarifuddin bisa membuat Ansor lebih berkembang di kecamatan Gajahmungkur ini,” harapnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat