Arsip Tag: Kader NU

Terpilih Pimpin PC GP Ansor, Arif Rahman Nyatakan Terima Amanah Untuk Kemajuan Kota Semarang

Lingkar.co – Ketua terpilih Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Semarang, Arif Rahman menyatakan dirinya siap menerima amanah untuk kemajuan kota Semarang,

“Saya terima amanah ini untuk kemajuan kota Semarang,” kata Arif seusai dinyatakan sebagai ketua terpilih dalam Konferensi Cabang (Konfercab) X GP Ansor Kota Semarang di GOR Ponpes Al Itqoon Bugen, Tlogosari Wetan, Pedurungan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Ahad )4/1/2026).

Mantan Sekretaris Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Semarang dua periode ini mengajak para kader untuk bersama-sama mengawal berjalannya organisasi agar lebih baik.

“Ansor ini kita kawal bareng supaya lebih baik, lebih bagus, lebih bermanfaat untuk kota Semarang,” ajaknya.

Dirinya lantas menyampaikan filosofi padi, yakni dari sebuah bibit yang tumbuh, menghasilkan buah dan menunduk. Semakin tinggi derajat, semakin menunduk hormat.

“Kita berawal dari bibit, tumbuh besar, berbuah dan semakin tunduk ke bawah,” tuturnya.

Sebelumnya, Arif Rohman bersaing ketat dengan Abdul Aziz dalam mendapatkan rekomendasi dari 11 Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan 47 Pimpinan Ranting (PR) GP Ansor Kota Semarang. Keduanya bahkan mendapat suara yang sama pada putaran pertama.

Sementara Masyhudi secara mengejutkan gugur dalam seleksi daftar calon lantaran tidak mendapatkan rekomendasi dukungan sama sekali. Padahal, ia berhasil membawa sejumlah rekomendasi pada tahap seleksi daftar calon yang diterima oleh panitia.

Seleksi kali ini dilakukan oleh Ahmad Afendi dan Taufik Hidayat sebagai pimpinan sidang yang diutus oleh Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor.

Sebelumnya, Arif Rohman dalam paparan visi dan misinya menyatakan pentingnya digitalisasi database. Ia berjanji salah satunya tentang kegiatan administrasi akan lebih mudah dengan pendataan berbasis aplikasi.

“Nantinya saat akreditasi, tinggal dilihat, wawancara dan dinilai,” ujarnya.

Sementara, Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Gunungpati, Galih Budiono mengaku senang karena calon yang ia dukung berhasil memenangi gelaran politik Ansor Kota Semarang. Ia menilai Arif memiliki pengalaman yang cukup untuk memimpin GP Ansor Kota Semarang.

“Ada banyak persoalan sosial yang terjadi di Semarang yang butuh keterlibatan Ansor. Saalah satunya seperti pendampingan kasus hukum yang ditangani Arif Rohman saat menjadi ketua LBH Ansor Kota Semarang,” katanya.

Galih berharap, Arif Rahman mampu membawa Ansor Kota Semarang menjawab tantangan perkembangan teknologi.

“Harapannya ya semoga bisa menjadi pemimpin yang baik menjaga amanah yang diberikan oleh sahabat-sahabat dengan tren positif dan lebih baik dari sebelumnya,” ujarnya. (*)

Swarnaloka Indonesia Sediakan Lahan Gratis dan Siap Dampingi Urban Farming Fatayat NU Kota Semarang

Lingkar.co – Pegiat Swarnaloka Indonesia, Mustaghfirin menyatakan siap memberikan lahan gratis serta mendampingi Fatayat NU melakukan kegiatan pemberdayaan perempuan lewat bertani atau berkebun.

“Kami fokus bergerak di pemberdayaan, jadi siapapun termasuk Fatayat kalau punya keinginan untuk berternak dan berkebun, kami menyediakan lahan gratis,” kata dia saat ditemui usai menjadi narasumber Pertemuan Rutin Triwulan Fatayat NU Kota Semarang di Kantor Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah, Ahad (4/1/2026).

“Kami ada area 2,5 hektar di Cepoko, Gunungpati yang bisa digunakan fasilitasnya pada siapapun yang punya keinginan,” sambungnya.

Ia lantas menguraikan, ada 24 tenan. Ada dua titik yang beternak maggot, entok jumbo, ikan lele, nila, gurame, kambing, ayam petelor, ayam bangkok, ayam Jawa, dan sebagainya. Sedangkan yang menggarap perkebunan ada durian, nanas, melon, dan sebagainya.

“Ada jamur juga, tiap hari panen, ada budidaya anggrek, dan ada juga sayuran seperti bayam,” urainya.

Menariknya, dari sekian komunitas atau kelompok yang mengelola lahan juga diberi kesempatan untuk mengisi pelatihan.

Selain itu, lokasi tersebut juga menjadi kegiatan sekolah alam saat libur akhir pekan maupun libur semester. Kegiatan pengenalan perkebunan dan peternakan dikonsep dengan istilah tour garden

Terkait potensi kader Fatayat NU Kota Semarang, ia menilai di Gunungpati cukup potensial dan jaraknya lebih dekat dengan lokasi. Terlebih sudah ada Aniqotun Nafi’ah yang saat ini menjadi Ketua PAC Fatayat NU Kecamatan Tembalang. Ia sudah berpengalaman dan sering menjadi narasumber di bidang tersebut.

Menjawab waktu pelatihan, senior Banser Kota Semarang ini menyebut cukup singkat dengan metode pendampingan, “Kan gampang, mau nanam apa itu tinggal nanam aja. Nanti mentornya kita,” ujarnya.

Ia juga meyakinkan keamanan lokasi dari hewan predator. Sehingga tidak ada gangguan dalam peternakan.

Sampah Berkurang Signifikan

Salah satu narasumber Eni Purwatiningsih yang berbagi pengalaman mendirikan Bank Sampah Resik Sejahtera Kelurahan Sambiroto Tembalang. Ia memulai gerakan pilah dan pilih sampah berbasis para ibu PKK di lingkungan perumahan yang prihatin dengan adanya 15 Tempat Pengelolaan Sampah (TPS).

“Kalau bank sampah kami memang di awal itu kan memang karena keprihatinan dari kami ada lima belas TPS. Walaupun itu perumahan, tapi lingkungannya kumuh karena ada TPS,” ungkapnya kepada wartawan.

Ia mengungkapkan, pada tahun 2018 dirinya bersama para ibu yang peduli kebersihan lingkungan mulai dengan bank sampah, dan pada tahun 2019 mendapat dukungan Ketua RW setempat untuk membuat Lembaga Pengelola Sampah (LPS).

“Maka di awal itu kami memang mengelolanya untuk sampah itu kita tutup TPS-nya,” katanya.

Eny yang bekerja sebagai Staf Bappeda Jawa Tengah ini mengaku volume pembuangan sampah ke TPA Jati Barang berkurang signifikan setelah dua tahun tersebut.

“Volume yang dulu sampah itu 2 mobil pikap (bak terbuka), setiap 2 hari sekali pengambilan itu cuma jadi paling setengah atau 3/4 pikap setiap 2 hari. Jadi ada penurunan yang luar biasa,” urainya.

Terkait pengolahan sampah organik, Eni mengaku belum bisa menampung banyak karena produksi maggot (belatung lalat maggot) masih terbatas.

Meski begitu, produksi maggot masih mampu membuat siklus usaha lele, dan ayam. Jadi, kata dia, setelah lebih dari satu tahun ayam petelor diganti dengan bibit ayam baru, dan lele juga sudah beberapa kali panen, “Jadi maggotnya itu memang untuk lele sama untuk ayam,” paparnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Hindari Sumber Dana yang Mengikat, LPJ Ansor Kota Semarang Dinyatakan Diterima

Lingkar.co – Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Semarang, Abdur Rahman saat menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) kegiatan satu periode kepemimpinan menegaskan, pihaknya tidak mau menerima sumbangan atau sumber dana yang berpotensi mengikat.

Satu periode kepemimpinan atau masa khidmah terhitung sejak tahun 2022 hingga pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) X GP Ansor Kota Semarang di awal tahun ini

“Tidak menerima atau meminta dana dari partai politik, tidak menerima dari perorangan pejabat dan dewan. Ini agar Ansor tidak ditagih di kemudian hari,” kata dia dalam Konferensi Cabang (Konfercab) X GP Ansor Kota Semarang yang digelar di Ponpes Al Itqoon Bugen Tlogosari Wetan, Pedurungan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Ahad (4/1/2026) petang.

Dijelaskannya, kegiatan keuangan tersebut relatif lebih baik daripada memiliki tanggungan moral atas kepentingan politik pihak tertentu setelah memberikan bantuan pendanaan kegiatan.

“Apalagi Ansor di periode ini (2022-2026) memasuki tahun politik, kita memang harus berhati-hati dalam pendanaan,” tandasnya.

Usai paparan dari ketua dan sekretaris, LPJ PC GP Ansor Kota Semarang masa khidmah 2022-2026 dinyatakan diterima.

Paparan laporan kegiatan berjalan lebih santai dengan beberapa candaan ketimbang Sidang Tata Tertib yang digelar pada sore hari. Sejumlah perwakilan meminta klarifikasi terkait akreditasi.

Saat itu, Sekretaris PC GP Ansor Kota Semarang, Agus Setyawan memberikan penjelasan secara detail bahwa akreditasi berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Yakni Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT) dan hasil rapat pleno pengurus harian.

“Jadi akreditasi berjalan sesuai dengan kesepakatan bersama dengan dasar PD/PRT,” ujarnya.

Terkait terkendalanya dua Surat Keputusan (SK) pengurus Pimpinan Ranting, Agus menyampaikan persoalan utama yang terjadi, yakni; Pimpinan Anak Cabang (PAC) kurang komunikatif terhadap ranting dalam mendampingi administrasi hingga ke tingkat cabang.

“Harapannya, pada kepengurusan selanjutnya, PAC bisa mendampingi kegiatan administrasi ranting sampai terbitnya SK,” ucapnya.

Dinamika dalam Sidang Tatib berjalan dengan baik dan tanpa adu argumentasi lantaran tiga kandidat ketua juga pengurus harian yang terlibat dalam rapat pleno. Selain itu, semua peserta telah memiliki pendidikan politik yang baik. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Debat Kandidat Ketua GP Ansor Kota Semarang, Sepakat Perbaikan Administrasi Berbasis Aplikasi, dan Gerakan Kemandirian Ekonomi

Lingkar.co – Panitia Konferensi Cabang (Konfercab) X Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Semarang menggelar debat kandidat ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kota Semarang masa khidmah 2026-2030.

Senior Banser Kota Semarang Amrul Hidayat dan pengurus PWNU Jateng, K. Ahmad Mundzir hadir sebagai panelis dalam kegiatan yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Raudlatul Qur’an an Nasimiyah Jl Puspanjolo Selatan, Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (2/1/2026) malam.

Ada tiga kandidat yang telah ditetapkan oleh panitia Konfercab X GP Ansor Kota Semarang. Yakni; Arif Rahman, Masyhudi, dan Abdul Aziz yang memaparkan visi yang sama, yakni; memperbaiki kinerja administrasi organisasi di tingkat kecamatan dan kelurahan dengan memaksimalkan perkembangan teknologi dalam pembuatan database organisasi berbasis aplikasi agar saat akreditasi tidak repot lembur.

Selain itu, mereka juga memiliki pandangan yang sama dalam kemandirian ekonomi. Yakni memaksimalkan potensi kader dalam mendorong dan mengakomodir usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Dari paparan ketiga kandidat, semua sepakat untuk mengakomodir pelaku usaha di kalangan kader Ansor.

“Problem untuk mengatasi administrasi semua sama, digitalisasi semua sama, ekonomi semua sama,” kata Amrul.

Menyikapi hal itu, Amrul meminta untuk memberikan jawaban yang spesifik imbasnya pada perorangan kader dan organisasi. Setelah mendengar jawaban yang relatif sama, ia berpesan untuk tidak ragu menyontoh kreatifitas Kepengurusan GP Ansor di provinsi lain.

“Kita bisaenyontoh program beasiswa bagi Banser untuk meningkatkan kualitas pendidikan, ada lagi program dana dakwah Rijalul Ansor, dan sebagainya,” tuturnya.

Pada materi Aswaja dan KeNUan, para kandidat tidak hanya menjawab tentang pemahaman tentang Aswaja. Namun lebih dalam lagi dengan membaca kitab kuning (kitab klasik yang tanpa harakat) dan membaca Al Qur’an secara mujawad.

Menurut Mundzir, pertanyaan yang ia ajukan merupakan tantangan bagi Ansor sering disebut sebagai masa depan Nahdlatul Ulama (NU).

Ketua Panitia OC Konfercab X GP Ansor Kota Semarang, Zamah Syari saat menyampaikan laporan kegiatan dalam pembukaan Debat Kandidat di Ponpes Raudhatul Qur'an an Nasimiyah Semarang Barat, Kota Semarang
Ketua Panitia OC Konfercab X GP Ansor Kota Semarang, Zamah Syari saat menyampaikan laporan kegiatan dalam pembukaan Debat Kandidat di Ponpes Raudhatul Qur’an an Nasimiyah Semarang Barat, Kota Semarang, Jum’at (2/1/2025). Foto: Rifqi/Lingkar.co

“Ansor ini kan sering disebut masa depan NU, jadi tradisi baca kitab kuning ini juga harus dibiasakan sebelum menjadi pengurus NU,” ujarnya.

Sekilas Tentang Kandidat

Kandidat pertama, Arif Rahman cukup populer di kalangan organisasi kepemudaan sebab aktif dalam perhimpunan organisasi kepemudaan, yakni Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Semarang dan Jawa Tengah.

Tidak hanya sebatas aktif, Arif Rahman yang memulai berorganisasi dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menjadi sekretaris umum di DPD KNPI Kota Semarang. Sebagai seorang advokat, ia juga menjalankan amanah menangani sejumlah kasus hukum sebagai ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Kota Semarang.

Panitia Konfercab X GP Ansor Kota Semarang Tetapkan 3 Kandidat

Lingkar.co – Panitia Konferensi Cabang (Konfercab) X Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Semarang telah menetapkan tiga profil kandidat yang dinilai memenuhi syarat sebagai calon ketua masa khidmah 2026-2030.

Ketua Organizing Committe (OC) Konfercab X GP Ansor Kota Semarang, Zamah Syari mengungkapkan ada tiga nama yang dinyatakan sah dari sekian nama yang beredar sebelumnya

“Alhamdulillah sudah mulai mengerucut jadi tiga nama yang sesuai dengan aturan yang berlaku,” kata Zamah sebelum debat kandidat yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Raudlatul Qur’an an Nasimiyah, Jl. Puspanjolo Selata, Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jum’at (2/1/2026).

Dia mengatakan, surat penetapan yang dikeluarkan oleh panitia Konfercab X GP Ansor Kota Semarang dengan nomor 09 / XII / 2025/ Konfercab X perihal Surat Penetapan Calon Ketua PC GP Ansor Kota Semarang

Surat tersebut menyatakan Arif Rahman,SHI., MSi. Masyhudi,S.Pd.I.,M.Pd, dan Abdul Aziz, S.Hub.Int sebagai kandidat yang sah, “Mereka ini kader terbaik yang sudah memenuhi semua persyaratan, dan dinyatakan lolos seleksi administrasi,” jelasnya.

Lebih jauh ia menuturkan, nama-nama yang tereliminasi bukan berarti tidak memiliki kapasitas dan kapabilitas serta prestasi yang cukup. Melainkan aturan melarang panitia terlibat dalam kontestasi, baik sebagai calon maupun tim pemenangan.

Untuk itu, pihaknya menyampaikan apresiasi terhadap munculnya sejumlah nama sebagai bukti bahwa Ansor tidak kekurangan kader potensial untuk posisi ketua.

“Dari sekian banyak kader yang dikabarkan siap maju, hanya tiga yang diperbolehkan ikut sebagai kandidat, sedangkan kandidat yang lain gugur karena menjadi panitia dalam penyelenggaraan Konfercab X. Kami sampaikan terima kasih atas dorongan-dorongan yang muncul sehingga mewarnai kontestasi Konfercab X,” tuturnya.

Terkait jumlah suara, Zamah menjelaskan sebagaimana hasil akreditasi. Yakni; dari 11 PAC GP Ansor di kota Semarang pada umumnya berjalan dengan baik. Namun secara administratif yang dinilai oleh tim asesor menentukan jumlah suara.

“Ada dua PAC yang berhak mendapatkan 2 suara yakni PAC GP Ansor Kecamatan Genuk dan PAC GP Ansor Kecamatan Pedurungan,” ungkapnya.

Adapun PAC PAC GP Ansor Kecamatan Gajahmungkur, Kecamatan Gunungpati, Kecamatan Mijen, Kecamatan Ngaliyan, Kecamatan Tugu, Kecamatan Semarang Barat, Kecamatan Semarang Timur, Kecamatan Semarang Utara, dan Kecamatan Tembalang masing-masing mendapatkan 1 suara.

“Dengan demikian, total suara dari PAC berjumlah 13 suara. Adapun hasil akreditasi Pimpinan Ranting semua mendapatkan nilai B, sehingga jumlah total tetap 47 suara,” urainya. (*)

Latihan Kader Dasar Fatayat NU Banyumas Tekankan Pentingnya Kesetaraan Gender

Lingkar.co – Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Banyumas menekankan pentingnya kesetaraan gender dalam Latihan Kader Dasar (LKD) yang digelar Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kecamatan Ajibarang di MTs Ma’arif NU 01 Ajibarang, Sabtu (27/12/2025).

Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Banyumas, Tati Irawati, menerangkan penguatan peran perempuan serta identifikasi berbagai persoalan sosial yang menghambat produktivitas kader di lapangan.

Pada kesempatan itu, ia memaparkan bahwa pemahaman mengenai gender sering kali bercampur aduk dengan pemahaman mengenai kodrat biologis. Oleh karena itu, dirinya mengingatkan untuk memisahkan antara gender dengan jenis kelamin.

“Gender berbeda dengan jenis kelamin. Anggapan bahwa laki-laki lebih kuat atau lebih rasional dibanding perempuan adalah hasil pandangan sosial, bukan kodrat,” jelasnya.

Tati melanjutkan, kodrat perempuan mencakup fungsi biologis yang tidak dimiliki laki-laki, seperti menstruasi, hamil, melahirkan, dan menyusui.

Di luar hal tersebut, Tati menekankan pentingnya akses yang setara bagi perempuan dalam menjalankan peran, fungsi, dan tanggung jawab sosial.

Dalam forum tersebut, ia juga merinci sejumlah tantangan yang sering dihadapi perempuan, di antaranya stereotip, subordinasi, marginalisasi, kekerasan, hingga beban kerja ganda (double burden) baik di ranah privat maupun publik.

“Mari menjadi perempuan yang produktif dan bahagia setiap hari. Jangan menunggu dibahagiakan oleh siapa pun, utamakan kebahagiaan diri sendiri,” kata anggota DPRD Kabupaten Banyumas tersebut di hadapan peserta.

Sementara, Ketua PAC Fatayat NU Kecamatan Ajibarang, Kuwati Ningsih menambahkan, penyampaian materi gender dalam LKD ini merupakan langkah strategis untuk membuka cakrawala berpikir para kader baru. Ia berharap pemahaman ini dapat diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Kehadiran materi ini sangat penting agar kader Fatayat di Ajibarang memiliki kepercayaan diri dan kesadaran akan hak-haknya. Kami ingin kader tidak hanya aktif berorganisasi, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam mewujudkan keluarga dan lingkungan yang saling menghargai peran satu sama lain,” ujarnya.

Sebagai informasi, LKD ini diikuti oleh puluhan anggota baru Fatayat NU dari berbagai ranting atau desa di wilayah Ajibarang. LKD merupakan bagian dari jenjang kaderisasi formal di organisasi pemudi atau para ibu muda kader Nahdlatul Ulama tersebut. (*)

Penulis: Kifayatul Ahyar
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Akreditasi, Dorong Kader Ansor Aktif Berorganisasi dan Tertib Administrasi

Lingkar.co – Ketua Bidang Akreditasi Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah, Ahmad Thoha mengingatkan pentingnya kegiatan administrasi yang selama ini kurang menjadi perhatian.

“Jadi misal ada ranting atau PAC yang punya banyak kegiatan tapi tidak ada bukti administrasi ya dianggap tidak pernah kegiatan,” ujarnya dalam kegiatan akreditasi 14 PAC GP Ansor se-kota Semarang di gedung PCNU Kota Semarang, Jum’at (12/12/2015) malam.

Kegiatan akreditasi di semua tingkat kepengurusan Ansor, lanjutnya, sebagai upaya organisasi untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas dalam menjalankan organisasi.

“Jadi, akreditasi ini mendorong agar kader aktif berorganisasi dan tertib dalam administrasi,” katanya.

Dijelaskan, terdapat beberapa hal yang menjadi instrumen dalam administrasi. Akreditasi PAC dilakukan oleh tim asesor dari PW, dan akreditasi untuk Ranting dilaksanakan oleh tim asesor dari PC.

Dari pelaksanaan kegiatan akreditasi akan menentukan kepesertaan dalam Konferensi Cabang (Konfercab) X GP Ansor Kota Semarang.

Ketua PC GP Ansor Kota Semarang, Abdur Rahman mengatakan persoalan administrasi kepengurusan PAC tidak hanya terjadi di kota Semarang. Hal itu lantaran pada waktu lalu Konferwil GP Ansor Jateng ditunda dan sempat terjadi caretaker kepengurusan.

Ansor Kota Semarang telah mengadakan rapat pleno pengurus harian yang menyepakati untuk pembentukan ranting baru dengan waktu maksimal di bulan Agustus, sedangkan untuk menghidupkan kembali ranting diberi tenggang waktu maksimal 20 November.

Selain itu, pleno juga menyepakati batas maksimal melaksanakan Konferancab bagi pengurus PAC GP Ansor Kecamatan yang telah habis masa kepengurusan.

“Kita kasih toleransi waktu untuk segera Konferancab atau Konferanting sebelum tanggal 20 November. Jika lebih dari itu, maka tidak bisa menjadi peserta Konfercab,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan pengumuman mundurnya pelaksanaan akreditasi bagi Pengurus Ranting (PR), “Untuk akreditasi ranting ketua akreditasi Kota Semarang menyatakan untuk diundur pada hari Ahad dengan tiga shift, pagi, siang dan sore,” jelasnya. (*)

Ustazah Mumpuni Hadir di Ungaran Timur, Muslimat NU Dorong Masyarakat Solid Bersama Nahdlatul Ulama

Lingkar.co – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang mendorong masyarakat dan Nahdliyyin (masyarakat NU) agar solid bersama NU. Salah satunya dengan menghadirkan dai kondang, Ustazah Mumpuni Handayayekti.

“Kegiatan syiar NU yang menghadirkan Ustadzah Mumpuni ini menjadi agenda dalam mengajak masyarakat, khususnya Nahdliyyin untuk solid dengan berbagai kegiatan NU di Ungaran Timur ini,” kata Ketua PAC Muslimat NU Ungaran Timur, Siti Rochmah, MPd disela kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Ahad (23/11/2025) pagi.

Ia melanjutkan, kegiatan yang digelar di halaman gedung Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Ungaran Timur ini sejatinya sudah teragendakan sesuai dengan bulan lahirnya Rasulullah, yakni Rabiul Awal. Namun baru terlaksana pada hari ini karena persoalan teknis.

“Jadwal sebenarnya sudah dapat jadwal karena ada kendala sama manajemen lama jadi ditunda, alhamdulilah kita baru-baru ini malah dapat konfirmasi dari manajemen yang baru dan baru terlaksana hari ini,” ungkapnya.

Siti berkata, Muslimat NU sudah menjalankan berbagai kegiatan sejak pelantikan pada tahun lalu, “Kita tetap lanjutkan program-program dari pengurus lama yang sudah berjalan bagus, hanya sekedar mengubah pada teknis pelaksanaannya saja,” ujarnya.

Ia menyebut, program penguatan ke-NU-an dilakukan dengan berbagai kegiatan, dari rapat pengurus, pengajian rutin hingga bakti sosial atau NU Peduli, “Alhamdulillah kita berorganisasi tidak hanya sebatas tradisi ngaji saja, tapi ada kegiatan sosialnya seperti santunan anak yatim, bantuan usaha ibu-ibu. Selain iuran, ini juga dapat dukungan dari Lazisnu,” urainya.

Ketua MWCNU Kecamatan Ungaran Timur, Sokhis MT mengapresiasi kegiatan yang berhasil menyedot massa lebih dari 1.500 jamaah. “Alhamdulillah antusias luar biasa, dari target 1.500 ternyata yang hadir lebih dari itu. Jadi sudah melebihi target,” katanya.

Selain itu, menurut dia, Muslimat dan badan otonom NU yang ada juga selalu kompak, saling mendukung dalam kegiatan, “Insya Allah NU di Ungaran Timur ini kuat,” ujarnya.

Ingatkan Syukur

Saat menyampaikan pesan-pesan keagamaan (mauidzah hasanah), Utzh Mumpuni Handayayekti mengingatkan untuk selalu bersyukur atas semua nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. Ia bilang, hujan merupakan sebuah nikmat dari Allah, namun cuaca yang demikian ini tak jarang menjadi kendala dalam beraktifitas.

Pada kesempatan itu, Mumpuni juga berpesan agar para kader Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), Fatayat dan Muslimat yang hadir untuk berakhlak mulia. Menjadi perempuan shalihah, kata dia, tidak sebatas menutup aurat, lebih dari itu juga harus diimbangi dengan perilaku yang terpuji.

Dalam kesempatan itu, Mumpuni juga mengajak masyarakat untuk gemar bersedekah sesuai dengan kadar dan kemampuan. Ia mengingatkan jangan sampai memiliki kemampuan yang lebih namun bersedekah seperti golongan orang yang tidak mampu. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Ansor Reban Batang Berdayakan Ekonomi Kader dengan Produk Kopi

Lingkar.co – Ngobrol santai sambil menikmati kopi merupakan salah satu dari kebiasaan masyarakat untuk berinteraksi dan melakukan negosiasi bisnis. Prospek bisnis kopi ini ditangkap dan dikembangkan oleh Qawimul Adib yang menjadikan perekonomian kader Ansor di Batang mengalami peningkatan yang signifikan.

Menurut Qowim, sapaan akrabnya, geliat wirausaha kopi kader Ansor mendapatkan dukungan dari stand ke stand dalam berbagai event yang digelar oleh Nahdlatul Ulama maupun Badan Otonom (Banom), termasuk stand UMKM yang digelar PW GP Ansor Jateng di area Pondok Pesantren (Ponpes) Ash Shodiqiyah, Sawah Besar, Gayamsari Kota Semarang hari ini Ahad (2/11/2025).

“Kita pikir sederhana saja, bagaimana mendapatkan peluang usaha dari kebiasaan ngopi. Jadi harus punya standar produksi sehingga kita paham citarasa yang diinginkan oleh penikmat kopi,” katanya.

Dirinya lantas mengisahkan, pandemi Covid-19 memang membuat perekonomian hancur. Namun hikmah dari itu dirinya bisa lebih bermanfaat karena mampu mengembangkan usaha kopi berbasis komunitas.

“Usaha ini secara pribadi sudah sejak tahun 2015, saya awalnya merintis di Jakarta, dan gulung tikar saat pandemi,” ungkapnya.

Ia bersama istrinya lantas memutuskan pulang kampung di Sukomangli, Reban, Batang. Hidup di kawasan lereng pegunungan, ia bergerak bersama Lembaga Ekonomi Ansor memberdayakan kader Ansor berwirausaha.

Berbeda dengan usaha yang ia rintis di Jakarta yang hanya mengandalkan keterampilan sebagai barista, ‘Tahun 2023 itu baru mulai belajar menanam, memilih dan mengolah biji kopi yang telah diroasting hingga mempersiapkan tenaga barista,” katanya.

“Kalau bukan petani muda (Ansor), kita beli kopi yang sudah merah dan belum dijemur. Otomatis petani juga untung karena tidak beli kopi secara borongan atau sistem tebas,” sambungnya.

Saat ini, kata dia, para petani muda sudah memiliki berbagai branding kemasan dengan citarasa sendiri, dan setiap merk bisa dijual dalam stand UMKM yang diadakan NU maupun banomnya, “Jadi tiap ada even tinggal menunjuk yang siap menjadi barista dengan merk mereka sendiri,” jelasnya.

Meski demikian, kata dia keberhasilan tersebut juga tidak lepas dari kemampuan menjaga komunikasi dengan pelanggan di Jakarta. Sehingga pemasaran online hanya berdasarkan pesanan via telepon di aplikasi WhatsApp.

“Kita kan tidak cari pembeli, tapi pelanggan, usaha kopi berbasis komunitas yang ada ini cukup stabil,” ujarnya.

Terkait standar olahan yang stabil, ia mengaku memilih sesuai segmen nasional karena kapasitas produksi yang belum mampu memenuhi pangsa pasar global, “Kita sekarang turunkan tidak standar internasional, karena kewalahan memenuhi kebutuhan pasar dari luar negeri,” tutupnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Bergerak di Bidang Kesehatan, Sejarah Baru Ansor Jateng

Lingkar.co – Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah mencatat sejarah baru dengan membuat Lembaga Kesehatan Ansor (LKA) Jawa Tengah). Lembaga ini, diharapkan dapat merekrut kader medis, menggerakkan aksi sosial, hingga mendirikan klinik.

Wakil Ketua Bidang Kesehatan GP Ansor Jawa Tengah dr. Muhammad Hayyi Wildani mengatakan, tidak semua kabupaten/kota maupun provinsi di Indonesia memiliki LKA, “LKA ini kan baru ada di Jateng, Ansor di provinsi lain atau kabupaten dan kota kayaknya belum ada,” kata dr. Hayyi saat memaparkan program dalam Rapat Kerja Ansor Jateng di Ponpes Darul Amanah, Kendal, Sabtu (20/9/2025).

Sejalan dengan hal itu, Hayyi bilang proses kaderisasi di bidang kesehatan membutuhkan konsentrasi yang tinggi. Katanya, ia bersama para pengurus lembaga akan berusaha merekrut kader yang peduli dan siap berjuang untuk eksistensi LKA.

Sebagai kader Ansor dan dokter muda NU, Hayyi meyakini bahwa kesehatan adalah jalan perjuangan, dan setiap kader bisa ikut terlibat dengan tenaga, doa, maupun infaq. Ia berharap kerja-kerja konkret bisa berjalan setelah anggota LKA sudah cukup solid. Dengan demikian, target mendirikan klinik kesehatan bisa mulai dirintis.

“Lokasi pembangunan klinik tentunya ada banyak pilihan, nah yang kita butuhkan dalam waktu dekat itu kader yang bisa berjuang untuk melakukan gerakan wakaf untuk pembangunan klinik,” terangnya.

Pada sisi yang berbeda, direktur Lembaga Bimbingan Belajar (LBB) Medical Enthusias (bimbingan masuk fakultas kedokteran) ini memperhatikan beberapa perguruan tinggi di Jawa Tengah yang bisa menjadi tujuan jenjang pendidikan profesi.

“Ada beberapa perguruan tinggi yang membuka Fakultas Kedokteran, kesehatan dan keperawatan di Semarang, jadi kita juga siap memfasilitasi kader Ansor yang bisa didampingi untuk masuk ke fakultas-fakultas terkait kesehatan tadi,” urainya.

Perkuat Budaya dan Sejarah

Sementara, Wakil Ketua Bidang, Olahraga, Seni dan Budaya, M. Misbahul Munir mengatakan, Ansor harus beradaptasi dengan perkembangan zaman dan teknologi dalam segmentasi kaderisasi. Ia menyontohkan maraknya komunitas pemain game online.dan pelaku digital marketing sebagai salah satu target mengenalkan dan mengajak mereka bergabung dalam organisasi Ansor..

“Misalnya lembaga olahraga, seni dan budaya Ansor Jateng mengadakan pertandingan sepakbola persahabatan, lomba game dan sebagainya,” urainya.

Ia juga menyoroti sejarah yang ada di masyarakat hanya menjadi dongeng, cerita atau sejarah versi ilmu tutur, “Ada beberapa sejarah yang masih bisa diluruskan dan dituliskan karena sekarang ini kan marak penyimpangan sejarah. Jadi kita bisa mulai mengumpulkan data, validasi data dibukukan,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua PW GP Ansor Jateng, Dr. H. Shidqon Prabowo, SH, MH mengatakan kaderisasi Ansor akan digenjot pasca pelantikan nanti. Selain kaderisasi formal organisasi, kata dia, Ansor juga harus mulai bergerak melakukan distribusi kader pada ranah profesi. (*)