Arsip Tag: Ansor

Legowo Hilang Dua Suara, Aziz Akui Puas Konfercab X GP Ansor Kota Semarang Kondusif

Lingkar.co – Kandidat ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Semarang, Abdul Aziz mengaku legowo hilang dua suara saat putaran kedua pemungutan suara Konferensi Cabang (Konfercab) X yang digelar di Gedung Olahraga (GOR) Ponpes Al Itqoon Bugen, Tlogosari Wetan, Pedurungan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Ahad (4/1/2026).

Menurut dia, kekompakan kader Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) lebih diutamakan daripada kontestasi pemilihan ketua.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada sahabat-sahabat yang tetap memberikan dukungan pilihan dalam pemungutan suara Konfercab. Saya puas dengan kontestasi ini,” kata Aziz saat dikonfirmasi wartawan, Senin (5/1/2026).

“Saya ucapkan selamat kepada sahabat Arif Rahman yang terpilih sebagai ketua Ansor Kota Semarang, semoga mampu menjalankan amanah dengan baik,” sambungnya.

Ia mengapresiasi semua pihak yang mendukung Konfercab X berjalan dengan kondusif, dan tanpa keributan yang memicu perpecahan.

“Saya terima kasih kepada semuanya yang sudah menjaga martabat diri dan organisasi sehingga Konfercab X berjalan dengan kondusif dan tanpa aksi-aksi yang memicu perpecahan, dan merugikan organisasi,” ucapnya.

“Mohon maaf apabila ada yang kurang, baik saat perform paparan visi misi tadi, debat kandidat kemarin atau dalam interaksi selama satu periode membersamai sahabat Abdur Rahman,” sambungnya.

Baginya, kekompakan merupakan kunci utama dalam membesarkan sebuah organisasi. Selain itu, ia menyebut komitmen berjuang bersama dalam kontestasi merupakan modal dasar menjaga nama baik organisasi.

“Komitmen berjuang bersama merupakan modal dasar menjaga diri, nama baik organisasi dan meningkatkan kemitraan,” urainya.

Menyinggung tentang pilihan politik dalam Konfercab, Aziz bilang hal itu merupakan bagian dari ijtihad. Maka, keteguhan dalam memperjuangkan pilihan atau ijtihad politik merupakan bentuk penghormatan terhadap marwah Ansor, Banser dan ulama.

“Terima kasih untuk semua yang sudah berijtihad mendukung, dan tetap memberikan yang terbaik bagi Ansor, bagi Banser. Ini adalah khidmah untuk Ansor, Banser dan para ulama. Ini yang tidak bisa tergantikan,” tegasnya.

Terkait dengan beralihnya dua suara dalam putaran kedua, ia enggan memberikan tanggapan serius, “No comment lah kalau soal itu, yang jelas Konfercab sudah selesai,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Konfercab X GP Ansor Kota Semarang cukup mengejutkan dari semula terdapat tiga calon ketua. Namun saat presidium sidang membacakan pengesahan kandidat, hanya dua calon yang mendapatkan rekomendasi.

Pada tahap itu, pimpinan sidang memberikan waktu kepada Aziz dan Arif untuk menyepakati salah satu sebagai ketua. Namun mufakat urung didapat sehingga pemilihan ketua dilanjutkan dengan voting tertutup.

Pada penghitungan suara, Abdul Aziz dan Arif Rohman mendapatkan suara yang sama, yakni masing-masing meriah 30 suara sehingga Ahmad Afendi selaku ketua presidium sidang pleno pemilihan ketua mengingatkan bahwa mekanisme pemilihan ketua akan ditutup jika masih memperoleh suara sama.

Namun pada penghitungan suara pemungutan suara kedua terdapat dua suara yang mengalihkan dukungan kepada Arif Rohman. Sehingga, Arif Rohman mendapatkan 32 suara dan Abdul Aziz mendapatkan 28 suara.

Menutup Sidang Pleno pemilihan tim formatu, Afendi berpesan agar semua kembali dalam satu barisan untuk memperkuat Ansor dan menjadikan Ansor lebih baik dari sebelumnya, “Kita bersaing untuk bersanding, bersatu kembali untuk berjuang bersama,” pesan Afendi. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Gus Shidqon: GP Ansor Jateng Kedepannya Akan Komitmen Menjadi Khodimul Ummah

Lingkar.co – Ketua GP Ansor Jawa Tengah, M Shidqon Prabowo atau Gus Shidqon menegaskan, bahwa kedepan GP Ansor Jateng harus benar-benar mengimplementasikan pemahaman Khodimul Ummah atau Pelayan Ummat/masyarakat secara kongkrit, baik secara keorganisasian maupun para pengurusnya di tengah masyarakat.

Menurutnya, keberadaannya sebagai Khodimul Ummah ini sangat strategis dalam rangka mempersiapkan generasi masa depan menghadapi bonus demografi 10 tahun mendatang.

SDM calon pengurus yang beragam, mulai akademisi, pengusaha, anggota legislatif, kepala daerah, pejabat negara, dokter, guru, pegiat seni budaya, akuntan, pengacara, dan lain-lain harus benar-benar memberikan kemanfaatan untuk masyarakat melalui program kerja yang akan disusun nantinya.

“Kami berkomitmen Ansor Jateng kedepan harus benar-benar menerapkan konsep Khodimul Ummah secara utuh. Ini agar keberadaan GP Ansor maupun pengurusnya memberikan kemanfaatan besar bagi kader dan masyarakat di Jawa Tengah,” tegas Gus Shidqon dalam acara Ta’aruf Calon Pengurus Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah 2025-2029 sekaligus Peringatan Harlah GP Ansor di Ponpes Assodiqiyyah Kota Semarang, Rabu, (30/4/2025).

Gus Shidqon menegaskan, meskipun hingga kini Surat Keputusan (SK) kepengurusan PW GP Ansor Jateng masih berproses penerbitannya oleh Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor, namun program yang sekiranya dibutuhkan kader maupun masyarakat secara cepat supaya dapat segera direalisasikan terlebih dahulu.

Baca juga: Fathur Rahman Minta Petugas Haji Dari Kendal Diminta Jalankan Amanah dengan Optimal

“Selain kami telah mempersiapkan program pemberdayaan kader yang disiapkan oleh calon pengurus sendiri, saat ini kami juga telah menjalin komunikasi dan koordinasi dengan banyak stakeholder untuk merancang kemitraan program kedepan. Jadi begitu dilantik bisa langsung tancap gas,” tegasnya.

Selain itu, Gus Shidqon juga mengungkapkan, nantinya pihaknya juga akan melakukan evaluasi secara berkala pada masing-masing bidang dalam menjalankan amanatnya sebagai pengurus maupun realisasi program kerja.

Termasuk, lanjut Gus Shidqon, pada kepengurusan periode ini PW GP Ansor Jateng akan membangun budaya baru untuk disiplin waktu. Diharapkan, hal ini dapat merambah ke tingkat Pimpinan Cabang, Pimpinan Anak Cabang hingga Ranting SE Jawa Tengah.

“Kami berharap hal ini juga didukung oleh sahabat-sahabat mulai dari PC, PAC sampai Ranting. Jika disiplin waktu ini berhasil, kami yakin akan memberikan kemanfaatan besar kedepan,” ungkapnya.(*)

Ansor Boyolali: Ambil Alih Ansor Jawa Tengah Secara Cacat Norma, Penetapan Tim Caretaker Juga Salahi Aturan

Lingkar.co – Ketua Pimpinan Cabang PC Gerakan Pemuda GP Ansor Kabupaten Boyolali, Ahmad Kurniawan dengan tegas mengatakan bahwa pengambil alihan kepemimpinan (Caretaker) Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jateng dengan cara cacat norma dan menyalahi aturan, terlebih menetapkan tim caretaker menjadi definitif selama 1 tahun.

“Banyak kader dan pengurus Ansor yang merasa janggal dan bertanya-tanya, apa dasar Pimpinan Pusat mengeluarkan SK Caretaker untuk PW Ansor Jawa Tengah,” kata dia saat dikonfirmasi Jum’at (13/12/2024).

Sebab, lanjutnya, PW GP Ansor Jawa Tengah telah menjalankan roda kepengurusan dengan sangat baik, juga banyak prestasi yang dicapai. Namun SK caretaker tersebut muncul disaat serangkaian kegiatan Konferwil sudah berjalan.

“Jika diasumsikan bahwa tidak bisa melaksanakan Konferwil, apa pra Konferwil tidak dianggap? Apalagi ketentuan hari pelaksanaan Konferwil yang menentukan pimpinan pusat,” tukasnya.

Oleh karena itu ia menilai beragam opini yang berkembang di kalangan kader Ansor sangat wajar. “Jadi jangan heran kalau banyak kader yang berasumsi macam-macam,” tegasnya.

Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, Sholahuddin Aly saat memberikan sambutan kegiatan Pra-Konferwil. Foto: dokumentasi
Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, Sholahuddin Aly saat menyampaikan sambutan kegiatan Pra-Konferwil. Foto: dokumentasi

Kurniawan lantas merujuk Peraturan Organisasi (PO) Gerakan Pemuda Ansor, pada Bab VIII dibahas tentang mekanisme pembentukan kepengurusan dalam rangka mengisi kekosongan kepengurusan.

“Mekanisme pembentukan Caretaker dibahas pada bagian pertama, yang secara eksplisit dijelaskan pada Pasal 30,” ungkapnya.

Menurutnya, berdasar ayat 1 poin (a) Pasal 30, Pembentukan Caretaker dapat dilaksanakan jika terjadi kekosongan kepengurusan, yaitu: ketika masa khidmat kepengurusan atau perpanjangan masa khidmat kepengurusan berakhir tanpa penyelenggaraan konferensi atau rapat anggota sesuai jadwal yang diamanatkan;.

Sah! Amin Mustofa Nahkoda Baru PC GP Ansor Kebumen 2024-2028

Lingkar.co , Amin Musthofa resmi menjadi nahkoda baru Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Kebumen masa khidmat 2024-2028 kini. Ia terpilih sebagai ketua melalui Konferensi Cabang IX (Konfercab-IX) yang digelar di Auditorium IAINU Kebumen, Minggu (22/9/2024).

Ada 3 kandidat ketua yang resmi mendaftar kepada panitia, yakni Amin Musthofa, Fahim Ma’arif dan Fahroni. Pendukung ketiga kandidat cukup kuat dalam persidangan hingga tidak ada kata mufakat. Dengan demikian pimpinan sidang menentukan dengan cara voting. Saat penghitungan suara, Amin unggul atas Fahim Ma’arif dan Fahroni.

Pada tahap penghitungan suara, Amin berhasil meraih 120 suara. Ia unggul jauh dari dua kandidat lainnya. Yakni Fahim Ma’arif dengan 57 suara, sementara Fahroni mendapatkan sebanyak 21 suara.

Pada voting tersebut juga terdapat suara rusak atau tidak sah sebanyak 4 suara. Dengan demikian, total suara yang masuk dalam voting ada sebanyak 202 suara.

Seusai Konfercab-IX Ansor Kebumen, Amin menyatakan bahwa dirinya bertekad untuk mendorong kepengurusan GP Ansor Kebumen dari ranting hingga anak cabang agar menjadi sebuah kekuatan besar di Kabupaten Kebumen. Ia ingin GP Ansor sebagai organisasi badan otonom kepemudaan NU yang besar mempunyai nilai tawar tinggi, layak untuk diperhitungkan dan dibanggakan.

“Kami berharap betul. Bersama ranting dan anak cabang, kita menjadi kekuatan besar, sehingga bargaining position kita juga besar di Kabupaten Kebumen,” tegasnya kepada Lingkar.co.

Pada kesempatan itu, Amin meminta semua kader untuk tetap satu barisan dan kompak dalam satu komando setelah pelaksanaan Konfercab-IX. Ia tegaskan bahwa dinamika politik yang terjadi saat itu merupakan sebuah pembelajaran yang berharga dalam demokrasi. Ia pun mengapresiasi dengan menaruh hormat atas semua perbedaan pendapat dan pilihan para kader yang hadir pada momentum tersebut.

“Kita bukan soal kalah atau menang, tapi ini adalah proses pembelajaran yang harus diikuti oleh sahabat-sahabat,” tuturnya.

Oleh karena itu, ia akan bergerak cepat melakukan upaya rekonsiliasi untuk merangkul semua jajaran Pengurus Anak Cabang (PAC) pasca Konfercab-IX agar semua kader membulatkan persatuan dan solid dalam barisan GP Ansor Kebumen.

“Setelah itu baru kita bentuk kepengurusan cabang, kemudian merancang program kerja dan sebagainya,” paparnya.

Kutuk Perilaku Gangster, Ansor Kota Semarang Siap Terjunkan 1000 Banser Bantu Aparat

Lingkar.co – Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Semarang, Abdur Rahman menyatakan mengutuk keras aksi gangster yang meresahkan warga di ibu kota Jawa Tengah.

“Kami dari pimpinan cabang gerakan pemuda Ansor Kota Semarang mengutuk aksi kekerasan yang dilakukan gangster. Mereka ini telah membuat resah warga kota Semarang untuk beraktivitas,” kata Abdur Rahman dalam siaran persnya, Jum’at (20/9/2024) malam

Menurutnya, kondusifitas di kota Semarang mendukung berjalannya perekonomian pasca pandemi Covid-19. “Kita tentunya ingat pandemi Covid-19 yang memaksa warga takut beraktivitas. Wabah ini sudah selesai wajib kita syukuri,” ujarnya.

Ia tidak ingin warga kembali takut untuk beraktivitas karena gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), terutama di malam hari. “Jangan sampai karena takut dengan gangster, para petani yang biasanya mengirim sayur pada malam hari takut ke Semarang,” ungkapnya.

“Jangan sampai para ojek online takut mangkal mamalm hari. Jangan sampai semua aktivitas perekonomian yang ada ini jadi kacau karena gangster. Gangguan kamtibmas ini berbahaya bagi perekonomian warga,” tandasnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, GP Ansor Kota Semarang mendorong aparat kepolisian untuk lebih giat beraktivitas di malam hari, terutama dalam kegiatan patroli keamanan. “Kami dorong agar polisi bisa lebih aktif menjaga keamanan dan melakukan pemetaan daerah rawan kriminal,” tegasnya.

Tidak hanya mendorong, dirinya juga siap menerjunkan 1000 Barisan Ansor Serbaguna (Banser) untuk mambantu aparat kepolisian. “Jika memang dibutuhkan, ada 1000 Banser yang siap membantu kepolisian dalam mendukung cipta kondisi agar Kamtibmas tetap terjaga di Semarang ini,” tegasnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Keputusan Caretaker Terhadap GP Ansor Jawa Tengah Dianggap Zalim, Gus Sholah Akan Adukan Ke Majelis Tahkim PBNU

Lingkar.co – Pengurus Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah 2017-2024 akan mengadukan Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor ke Majelis Tahkim Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).karena keputusan caretaker dianggap menzalimi kepengurusan yang telah bersiap menjalankan Konferensi Wilayah (Konferwil).

Adapun, Majelis Tahkim PBNU berfungsi untuk menyelesaikan perselisihan internal pengurus NU dan badan otonom di semua tingkatan.

Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah 2017-2024, Sholahuddin Aly atau Gus Sholah mengatakan, langkah tersebut ditempuh berdasarkan hasil musyawarah dengan pengurus PW GP Ansor Jawa Tengah 2017-2024, dorongan dari PAC dan PC serta masukan para senior.

“Berdasar dorongan dan masukan sahabat-sahabat itulah kami yang merasa didzolimi sepakat memutuskan untuk menempuh upaya mengadukan ke Majelis Tahkim PBNU guna penyelesaian persoalan. Ini semua semata-mata demi tertib aturan dan menjaga marwah organisasi,” ungkapnya, Rabu (18/9/2024).

Gus Sholah menerangkan, langkah ini ditempuh sebagaimana diatur dalam organisasi. Majelis Tahkim telah dibentuk oleh PBNU sebagai tindaklanjut adanya Peraturan Perkumpulan Nomor 12 Tahun 2023 tentang Penyelesaian Perselisihan Internal.

Diwartakan sebelumnya, PP GP Ansor mengeluarkan surat keputusan caretaker terhadap kepengurusan PW GP Ansor Jawa Tengah pada 6 September 2024 lalu. Surat pengambil alihan kepengurusan tersebut terbit dua kali dengan tanggal dan nomor surat sama namun isi susunan struktur tim caretaker berbeda.

Unggahan GP Ansor Jawa Tengah di akun Instagram. Foto: Instagram

Kemudian, Gus Sholah juga membantah bahwa PW GP Ansor Jawa Tengah dianggap oleh PP tidak mampu menggelar Konferensi Wilayah (Konferwil).

“Faktanya, panitia telah terbentuk dan sudah menyiapkan mekanisme hingga teknis pelaksanaanya. Termasuk menyiapkan tempat sampai pembuatan kaos untuk 2.000 peserta,” ungkapnya.

Ketua Panitia Konferwil GP Ansor Jawa Tengah, Ahadun Maftudji mengungkapkan, Konferwil sedianya dilaksanakan 31 Agustus 2024 di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Kota Semarang. Namun oleh Ketua Umum PP GP Ansor diminta ditunda sampai pertengahan September 2024, dengan alasan berbarengan dengan acara Rakornas GP Ansor di Jakarta.

“Ternyata, 6 September 2024 diterbitkan Surat Keputusan Caretaker,” ungkapnya.

Ahadun menjelaskan, seluruh tahapan juga telah dilaksanakan yakni Musyawarah Kerja Wilayah (Musykerwil) GP Ansor Jateng di IAIN Kudus pada Sabtu, 29 Juni 2024 yang dihadiri PC se Jateng dan menyepakati digelarnya Konferwil pada Agustus 2024 di Kota Semarang.

“Panitia kemudian terus menggodok materi Konferwil. Bahkan draft materi juga telah didistribusikan ke seluruh PC dan PAC se Jateng untuk dibahas di daerah masing-masing yang hasilnya dibahas lagi di Pra-Konferwil,” jelasnya.

Pra-Konferwil kemudian terlaksana di Solo pada 1 Agustus 2024 yang dihadiri Ketua dan Sekretaris dari 35 PC Se Jateng, membahas dan menyepakati Tata Tertib (Tatib) Konferwil, Program Kerja hingga Persyaratan Calon Ketua PW. Seluruh materi yang disepakati itu sudah siap untuk disahkan ke forum tertinggi yakni Konferwil.

“Pra-Konferwil pun dibuka oleh Sekjen PP GP Ansor, dihadiri pula Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah, dan ditutup secara resmi oleh Ketua Umum PP GP Ansor Addin Jauharuddin,” paparnya.

Geger Caretaker, Mantan Ketua PW GP Ansor Jateng Ikhwanuddin: Kami Sangat Prihatin

Lingkar.co – Keputusan Caretaker (Karteker) terhadap kepengurusan Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah (Jateng) 2017-2024 oleh Pimpinan Pusat, membuat geger dunia Maya. Bahkan para pengurus periode sebelumnya turut prihatin karenanya.

“Adanya keputusan pimpinan pusat yang melakukan caretaker ini membuat kami sangat prihatin,” kata Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah periode 2014-2017, Ikhwanudin, Rabu (11/9/2024).

Ikhwanudin mengatakan, pihaknya memang mengikuti dan memantau perjalanan kepengurusan PW GP Ansor Jateng yang diketuai H Sholahuddin Aly atau Gus Sholah ini sejak awal sampai terakhir kemarin.

Ia juga menilai alasan yang dijadikan dasar dalam keputusan tersebut tidak sesuai dengan kondisi di lapangan dan cenderung memaksakan.

“Kami melihat betul perjuangan Gus Sholah dan sahabat-sahabat pengurus PW dalam mengelola dan menjalankan roda organisasi sampai ke bawah, ke seluruh kabupaten dan kota di Jateng, bahkan tak jarang terjun ke PAC hingga Ranting,” ungkapnya.

Proses pelaksanaan pendidikan kaderisasi yang telah dikuatkan sejak kepengurusan sebelum-sebelumnya dengan semboyan kaderisasi tiada henti, lanjut Ikhwanudin, juga telah dijalankan dengan baik di kepengurusan sekarang, bahkan PW Ansor Jawa Tengah telah berhasil menerbitkan buku panduan kaderisasi yang mungkin tidak dimiliki oleh kepengurusan di wilayah lainnya.

“Adanya PKL-Susbalan yang dilaksanakan tiap akhir pekan sepanjang tahun beberapa diantara sahabat pengurus yang lama juga sering dilibatkan,” ujarnya.

“Bahkan, saat adanya perpanjangan kepengurusan beberapa kali kami juga sempat menanyakan hal itu, semata-mata untuk kepentingan tata kelola organisasi yang baik, bahkan beberapa kali menyarankan kepada PW Ansor Jateng untuk mengirim surat ke pimpinan pusat tentang permohonan konferwil” tuturnya.

“Termasuk kami juga memantau tahapan menjelang rencana Konferwil 2024 kemarin, baik mekanisme maupun teknisnya semuanya telah berjalan dengan baik dan sesuai aturan organisasi dan tinggal menggelar saja karena semua tahapan sudah dilakukkan. Jadi, terkait dengan pelaksanaan konferwil problemnya tidak di PW Ansor Jateng, tetapi di Pimpinan Pusat yang tidak memberikan kepastian waktu pelaksanaannya (beberapa kali berubah), kalau sekarang diambil alih seperti itu kami menilai sangat tidak tepat dan tidak beralasan” katanya.

Diminta Klarifikasi Caretaker PW Jateng, PP GP Ansor: Sabar Yah

Lingkar.co – Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor mendadak mengambil alih paksa atau Caretaker (Karteker) kepengurusan PW GP Ansor Jawa Tengah (Jateng) yang telah bersiap melaksanakan Konferensi Wilayah (Konferwil).

Saat rangkaian Pra-Konferwil berlangsung, PP GP Ansor secara mendadak mengambilalih kepengurusan dengan menunjuk Tim Caretaker Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jateng yang diketuai oleh Moesafa.

Sontak hal itu menjadi kegaduhan di internal organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama tersebut. Ketua PC GP Ansor Kota Semarang, Abdur Rahman menyebut caretaker itu merupakan tindakan yang semena-mena.

Ia menilai keputusan tersebut tidak sesuai dengan fakta yang ada. Abdur Rahman menyebut alasan yang tertulis dalam SK dengan nomor: 1079/PP/SK-01/IX/2024 tidak masuk akal.

“Caretaker pengurus PW GP Ansor Jawa Tengah tidak masuk akal karena sudah ada panitia, artinya proses Konferwil sudah berjalan,” kata ketua PC GP Ansor Kota Semarang, Abdur Rahman dalam siaran persnya, Sabtu (7/9/2024) malam.

Senada, ketua PW GP Ansor Jawa Tengah yang dilengserkan, H. Sholahuddin Aly pun membantah dasar pertama karteker adalah PW GP Ansor Jawa Tengah dianggap tidak mampu menyelenggarakan Konferensi Wilayah (Konferwil).

Sholahuddin mengatakan bahwa sedianya Konferwil GP Ansor Jateng digelar di Masjid Agung Jawa Tengah Kota Semarang pada 31 Agustus 2024 lalu. Namun atas arahan dari Pimpinan Pusat pula agar pelaksanaannya diundur.

“Faktanya, semua tahapan Konferwil sudah dijalankan dengan sangat baik. Mulai Musykerwil di Kudus, pembahasan materi konferensi yang melibatkan PAC dan PC se Jateng, Pra-Konferwil di Solo, hingga pendaftaran bakal calon juga sudah dilakukan,” ungkapnya.

Klarifikasi PP GP Ansor

Menyambut penilaian kontraproduktif tersebut, media Lingkar lantas berusaha menghubungi PP GP Ansor. Saat dimintai klarifikasi oleh Lingkar.co, Ketua Umum PP GP Ansor Addin Jauharudin meminta untuk menghubungi Sekretaris Jenderal (Sekjen) PP GP Ansor Rifki Mubarok.

Ansor Kendal Lempar Meme, Sindir Perebutan Kekuasaan Ansor Jawa Tengah

Lingkar.co – Pengambilan alihan kepengurusan Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah secara paksa dalam proses caretaker (Karteker) yang secara otomatis membatalkan seluruh rangkaian proses persiapan Konferensi Wilayah (Konferwil).

Oleh karena itu, tim media dalam akun Instagram resmi Ansor membuat meme ungkapan berkabung dengan gambar nisan bertuliskan RIP dengan logo Ansor dan tulisan PW Ansor Jawa Tengah.

Aksi serupa juga dilakukan oleh PC GP Ansor Kabupaten Kendal. “Pernyataan Ansor Kendal bikin meme,” jawab ketua PC GP Ansor Kabupaten Kendal, M. Misbakhul Munir saat dikonfirmasi melalui aplikasi perpesanan WhatsApp pada Senin (9/9/2024).

Hanya saja, Ansor Kendal melempar meme yang lebih keras menyindir dinamika perebutan kekuasaan.

Meme pertama bergambar Superman (manusia super)yang kalah adu panco dengan pemuda kecil. Pada gambar tersebut Superman bertanya siapa sebenarnya pemuda itu yang di dijawab pemuda itu Ansor Jawa Tengah.

Ansor Kendal menggambarkan pihak luar tidak tahu kekuatan sebenarnya yang dimiliki Ansor sehingga tidak mampu mengalahkan secara sportif.

Pada meme kedua, terdapat gambar dua punakawan bertuliskan ‘Orang lain yang berebut kekuasaan, kok kita yang di carateker, itu goblok atau tolol? Pada bagian bawah, Ansor Kendal menuliskan itu sebagai suara kader pinggiran.

Melalui meme kedua, Ansor Kendal menyatakan dinamika dalam Konferensi Wilayah merupakan kontestasi politik antar calon ketua, namun yang menjadi korban justru panitia pelaksana Konferwil.

Ambil Alih Paksa Kepengurusan Ansor Jawa Tengah, Ini Surat Terbuka Untuk Adin Jauharudin

Lingkar.co – Kepengurusan Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah diambil alih atau caretaker (Karteker) oleh Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor secara paksa. Kabar tersebut menjadi viral di media sosial. Tak lama berselang muncul surat terbuka dari Hasyim Asy’ari yang menjabat sebagai Kepala Kesatuan Koordinasi Wilayah (Kasatkorwil) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Jateng pada 2014-2017. Hasyim yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua PW Ansor Jateng pada 2010-2014 itu mengingatkan Adin Jauharudin untuk melakukan klarifikasi sebelum mengambil keputusan karteker.

“Mohon tabayyun (klarifikasi):,” demikian isi pembukaan surat terbuka tersebut

Hasyim mengingatkan bahwa alasan yang dibuat oleh Adin dalam mengambil alih kepemimpinan merupakan alasan yang mengada-ada atau tidak sesuai dengan fakta yang ada.

“Apa alasan ambil alih PW Ansor Jateng? Alasan pada bagian “Menimbang” huruf a dan b itu “mengada-ada” alias dipaksakan, tidak sesuai fakta dan mengandung kebohongan alias manipulasi. Harap Ketum hati2 dan tidak bertindak di luar aturan organisasi,” kata Hasyim pada poin pertama.

“Apakah ada bukti PW Ansor Jateng melakukan sebagaimana “tuduhan” pada huruf a? Silahkan bandingkan dangan PW PW Ansor provinsi lainnya soal produktifitas, aktifitas dan kegiatan,” lanjutnya.

Pada poin selanjutnya, Hasyim Asy’ari bahkan tidak segan menyebut bahwa PP GP Ansor melakukan intervensi terhadap PW GP Ansor Jawa Tengah.

“Apakah ada bukti panitia konferwil mengundurkan diri sebagaimana “tuduhan” mempertimbangkan huruf b? Setahu saya malah PP Ansor yang intervensi terlalu jauh dan cara-cara yang merusak tatanan organisasi,” tukasnya.

Ia lantas mengungkapkan perjuangan Ansor Jawa Tengah dalam membangun kekuatan struktur hingga merata dan solid.

“PW Ansor Jateng merintis kaderisasi dan menata organisasi sampai dengan situasi yang seperti ini, bukan hal yang mudah dan penuh dengan perjuangan lahir batin,” ungkapnya.

“Mas Addin jadi Ketum masih baru dengan penuh harapan, tapi faktanya malah “terlibat” dalam “merusak” tatanan organisasi yang diperjuangkan perlahan, bertahap dan persahabatan oleh sahabat-sahabat Ansor di Jawa Tengah,” sambungnya.

Ia pun mempertanyakan motivasi sebenarnya Adin Jauharudin berani maju dan terpilih sebagai ketua umum PP GP Ansor. “Menjadi pertanyaan besar kami, apa sebenarnya yang sedang diperjuangan dan dilakukan Mas Addin sebagai Ketum Ansor yang baru,” ujarnya.

Musyawarah Kerja Wilayah (Musykerwil) GP Ansor Jawa Tengah di Laboratorium IAIN Kudus, Sabtu (29/6/2024). Foto: Dokumentasi.
Musyawarah Kerja Wilayah (Musykerwil) GP Ansor Jawa Tengah di Laboratorium IAIN Kudus, Sabtu (29/6/2024). Foto: Dokumentasi.

Hasyim lantas mengingatkan sebuah kegiatan aksi massa yang dilaksanakan oleh Satkornas Banser di wilayah Jawa Tengah tanpa adanya pemberitahuan atau koordinasi terlebih dahulu.

Kalau itu, Hasyim tidak segan untuk menegur keras dan mendatangi unjuk kekuatan Banser yang dinilai sebatas untuk menunjukkan kekuatan politik.

“Almarhum Mas Alfa Isnaeni sbg Kasat Kornas Banser pernah saya (bersama-sama dengan Kang Ikhwan (Ichwanudin KPU Jateng sebagai Ketua PW Ansor dan Ndan Muchtar Ma’mun Nagabonar Banser sebagai Wakasat Korwil Banser Jateng) tegur keras dan saya datangi dalam sebuah kegiatan Satkornas Banser di wilayah Jateng tanpa pemberitahuan kepada kami Satkorwil Banser Jateng, sebuah kegiatan liar dan tindakan yang tidak organisatoris dan kekanak-kanakan hanya untuk unjuk kekuasaan di hadapan kami para penggerak Ansor/Banser di Jateng,” ingatnya.