Arsip Tag: Masruhan Samsurie

Tanggapi Kasus Penggelapan Dana Saksi PPP Jateng, Mardiono Tekankan Tabayun dan Islah

Lingkar.co – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhammad Mardiono menekankan tabayun (klarifikasi) dan islah (damai) sebagai pilihan jalan menengarai kabar penggelapan dana saksi yang diduga dilakukan oleh mantan Ketua DPW PPP Jawa Tengah, Masruhan Samsurie.

Menurut Mardiono, hal tersebut merupakan permasalahan internal partai sehingga diharapkan dapat diselesaikan melalui mekanisme internal partai secara kekeluargaan, tanpa harus melebar ke ranah hukum.

“Kami berharap ini bisa diselesaikan secara internal, secara kekeluargaan, tidak sampai masuk ke wilayah hukum. Bisa jadi ini terjadi karena kurangnya komunikasi, informasi dan keterbukaan,” ujarnya usai membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) PPP Jawa Tengah di Rama-Shinta Ballroom Hotel Patra, Semarang, Sabtu (7/2/2026).

Mardiono juga menekankan pentingnya menjaga silaturahmi dan komunikasi antar kader, sebagai fondasi utama dalam menyelesaikan perbedaan pandangan maupun konflik internal. Ia menilai, ruang dialog dan tabayun harus selalu dibuka, terutama ketika ada pihak yang tidak sepakat dengan kebijakan atau sikap politik tertentu.

“Kalau ada kebijakan yang tidak disepakati, silakan datang untuk tabayun. Kami bisa menjelaskan. Politisi itu memang disiapkan untuk berdebat dan berdiskusi. Perbedaan adalah hal yang wajar,” jelasnya.

Mardiono mengingatkan, perbedaan pendapat merupakan keniscayaan dalam demokrasi, mengingat latar belakang kader, konstituen dan mitra politik yang beragam. Oleh karena itu, penyelesaian konflik harus mengedepankan dialog, bukan saling tuding, apalagi tindakan yang berpotensi mencederai proses demokrasi.

Terkait langkah konkret, Tim Penegak Partai (TPP) PPP Pusat dipastikan akan memediasi para pihak yang berselisih. Proses tersebut akan dilakukan secara bertahap dan mengedepankan asas keadilan serta kehati-hatian.

“TPP akan memediasi pihak-pihak terkait. Insya Allah. Soal sanksi, itu adalah langkah paling akhir. Kita tabayun dulu,” tandasnya.

Meski kasus tersebut merupakan ranah internal partai yang bersifat privat. Namun demikian, PPP tetap berkomitmen menjaga integritas partai dan memastikan setiap dugaan pelanggaran ditangani secara serius dan bertanggung jawab.

“Ini sebenarnya wilayah internal yang sangat privat. Tapi yang terpenting, kami berharap semua bisa diselesaikan dengan baik,” pungkasnya.

Sebagai informasi, sebelumnya mantan Ketua DPW PPP Masruhan Samsurie dilaporkan atas dugaan penggelapan dana saksi Pemilu 2024, oleh Ketua DPC Kabupaten Sukoharjo Dableg Siswo Sunarto, ke Polda Jateng pada hari Senin (2/2/2026) kemarin.

Dana saksi dalam pemilu 2024 tersebut, bersumber dari DPP PPP dan pengelolaannya diduga hanya diberikan ke DPC kurang lebih antara 30-40 persen dari total dana yang telah diajukan. (“)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Hasil Rapimwil DPW PPP Jateng: Usung Majelis A’la untuk Supremasi Partai

Lingkar.co – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk mengembalikan kejayaan partai berlambang Ka’bah di Senayan melalui sejumlah keputusan strategis dalam Rapat Pimpinan Wilayah yang baru saja digelar.

Dalam keterangan tertulis yang disampaikan ke redaksi pada Selasa (23/9/2025), dikabarkan bahwa salah satu poin utama yang disoroti adalah pelaksanaan Muktamar sebagai forum tertinggi partai, yang ditegaskan akan menjadi momentum konsolidasi dan semangat bersama untuk mengembalikan kursi PPP di parlemen. DPW PPP Jateng menekankan pentingnya Muktamar sebagai wadah pembenahan internal serta pembaruan arah perjuangan partai ke depan.

Dalam Rapimwil Gus Aziz selaku Wakil Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jawa Tengah mengusulkan betapa pentingnya terkait perubahan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai. Perubahan ini menyangkut dua hal pokok, yakni syarat pencalonan ketua umum serta sistem pemilihannya, di mana disepakati agar ketua umum ke depan dipilih langsung oleh peserta Muktamar, sekaligus menetapkan lembaga tertinggi partai bernama Majelis A’la.

ia pun menambahkan agar Majelis A’la bersifat permanen, tidak bersifat ad-hoc, dengan jumlah anggota minimal 21 sampai 99 orang yang merepresentasikan seluruh elemen penting dalam partai. Majelis ini akan menjadi lembaga penentu arah kebijakan strategis partai dalam jangka panjang.

Perubahan AD/ART ini direncanakan akan diberlakukan langsung pada pelaksanaan Muktamar X tahun 2025, sebagai bentuk keseriusan partai dalam melakukan reformasi internal secara menyeluruh.

Tak hanya itu, DPW PPP Jateng juga mendorong agar proses pemilihan ketua umum nantinya dapat dilakukan melalui musyawarah mufakat, sebagai bentuk implementasi nilai-nilai islami dalam tubuh partai.

Dengan berbagai pembaruan ini, DPW PPP Jawa Tengah optimistis partai akan kembali memperoleh kepercayaan masyarakat dan mampu menempatkan wakilnya di DPR RI pada Pemilu mendatang. (***)

DPW PPP Jateng Terbelah, Dua Kubu Usung Calon Ketum Berbeda dalam Muktamar

Lingkar.co – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jawa Tengah terbelah dalam menentukan dukungan calon ketua umum untuk maju dalam Muktamar X yang akan digelar di Jakarta.

Kubu pertama yang dipimpin Ketua DPW PPP Jateng, Masruhan Samsurie yang telah resmi mengusung Agus Suparmanto sebagai calon ketua umum, dan Taj Yasin Maimoen sebagai calon sekretaris jenderal.

Sementara itu, kubu kedua yang dipimpin Sekretaris DPW PPP Jateng, Suyono, memilih memantapkan dukungan agar Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PPP, Muhamad Mardiono, kembali memimpin partai berlambang Ka’bah tersebut.

Sekretaris DPW PPP Jateng, Suyono, mengakui adanya perbedaan pandangan politik di internal partai. Menurutnya, ada 22 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) menyatakan dukungan kepada Mardiono.

“Ada 20 yang sudah memberikan rekomendasi tertulis lengkap dengan tandatangan ketua dan sekretaris DPC, sementara yang dia sudah menyatakan berdasarkan kepercayaan, tanpa pernyataan tertulis,” ungkapnya melalui sambungan telepon, Selasa (23/9/2025).

Saat ditanya alasan memilih Mardiono kembali, ia bilang karena dinilai tulus membangun PPP ke depan, “Kami bukan menolak kader baru, tetapi tidak seharusnya langsung mencalonkan diri sebagai ketua umum.

Alasan lain, kata dia, AD/RT jelas mengatur bahwa calon harus minimal lima tahun menjadi pengurus di tiga tingkatan, “Kalau belum memenuhi syarat, ya tidak bisa,” ujarnya.

Terkait langkah deklarasi Ketua DPW PPP Jateng, Masruhan Samsuri, mendukung Agus, Suyono menyebut hal itu sah dalam politik.

“Legal-legal saja. Saya juga melakukan hal yang sama. Politik itu biasa berbeda, yang penting PPP tetap utuh,” tegasnya.

Soal klaim 35 DPC mendukung Agus, Suyono menilai tidak semuanya akurat. Ia menyebut ada sekitar 10 DPC yang ketuanya tidak hadir, bahkan sebagian justru menyatakan dukungan ke Mardiono.

“Perhitungan saya minimal 20 DPC mendukung Pak Mardiono. Bisa 22, sisanya margin error saja,” jelasnya.

Meski terjadi perbedaan sikap, Suyono memastikan setiap DPC bebas membawa aspirasi ke forum nasional.

“Jawa Tengah tidak bisa disimpulkan mendukung salah satu calon. DPC dipersilakan menentukan arah sesuai hati nuraninya,” tandasnya.

Dirinya juga membela kegagalan PPP tidak lolos ke Senayan bukan murni karena Mardiono. Melainkan karena pemilu legislatif berlangsung bersamaan dengan pemilihan presiden sehingga konsentrasi pengerahan massa untuk nyoblos PPP di pileg ikut terbelah.

Ia bahkan mengakui pada hari Kamis (18/9/2025) kemarin di Ikan Bakar Ciganjur Jatingaleh Kota Semarang, dirinya bersama lebih dari 20 DPC PPP melakukan deklarasi dukungan untuk Mardiono agar maju lagi dalam muktamar. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Tekad Kembali ke Senayan, GPK Jateng Deklarasi Siap Menangkan Pemilu 2029 untuk PPP

Lingkar.co – Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) Jawa Tengah menggelar deklarasi pemenangan Pemilu 2029 di Hotel Candi Indah (HCI) Semarang pada Sabtu (23/8/2025). GPK adalah Badan Otonom (Banom) dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

GPK Jawa Tengah berkomitmen memenangkan Pemilu 2029. Dalam deklarasi ini, H Haizul Ma’arif SH MH, selaku Ketua PW GPK Jawa Tengah menegaskan bahwa deklarasi ini adalah pemantik semangat para kader untuk memenangkan pemilu atau pileg, terutama di Jawa Tengah.

“Misinya tentu di Senayan (DPR RI), ini yang penting. Jadi deklarasi ini adalah pemantik agar kita semangat memenangkan Pemilu 2029,” ujar pria yang akrab disapa Gus Haiz ini.

Seperti yang kita tahu, perolehan suara PPP di Pemilu 2024 tidak memuaskan, bahkan tidak lolos Parliamantery Treshold atau lebih tepatnya hanya sekitar 2,5 persen dari seluruh total suara pemilu. Hal ini menyebabkan PPP tidak mendapatkan kursi DPR RI.

“Jadi kita itu muhasabah atau instropeksi diri agar kita semua solid dan tidak saling menyalahkan dan menata strategi serta kerja keras bersama-sama,” tandas Gus Haiz.

Gus Haiz mengatakan pula, sangat penting merekrut kader potensial untuk mendongkrak suara PPP. Perekrutan itu dilakukan melalui diklat agar sesuai dengan arah kebijakan partai.

“Penting sekali merekrut kader potensial melalui diklat agar sesuai dengan arah kebijakan partai,” tuturnya.

Di Jawa Tengah, menurut Haiz, daerah Solo Raya menjadi PR berat. Apalagi di Kabupaten Wonogiri, GPK belum memiliki struktur kepengurusan.

“Dapil di jateng yang kami sorot tentunya Solo Raya yang memang suaranya paling kecil. Terutama di Kabupaten Wonogiri yang belum ada PC GPK di sana,” ujarnya.

Kemudian, Imam Fauzan Amir Uskar selaku Ketua Pimpinan Pusat (PP) GPK mengatakan agar PPP sukses dalam pemilu 2029, pendekatan dan cara suksesinya harus berbeda dengan pemilu-pemilu sebelumnya.

“Pendekatan dan caranya harus berbeda dari pemilu-pemilu sebelumnya ya. Kalau kita lihat dalam pemilu 2024 sangat money oriented, tapi dalam pemilu 2029 mungkin kembali ke strategi ketokohan dan memperkuat jaringan sosial partai,” tuturnya.

Lalu mengenai dugaan bahwa kekalahan PPP dalam Pemilu 2024 karena mendukung calon presiden yang salah, Imam Fauzan mengatakan dirinya tidak berkapasitas menjawab hal tersebut.

“Untuk dukungan presiden di 2029 masih sangat dinamis. Kalau apakah dukungan presiden di 2024 itu salah, saya kira bukan kapasitas saya untuk menilai,” ungkapnya.

Lalu untuk calon ketua umum PPP dalam muktamar 2025, Imam Fauzan berharap ketua yang baru memiliki ketokohan yang kuat dan mampu memenangkan PPP di Pemilu 2029.

“Kemudian untuk calon ketua umum PPP dalam muktamar 2025 nanti saya harap tokoh yang mampu mengangkat harkat dan martabat PPP agar kembali Berjaya seperti dahulu kala,” ujarnya.

Di akhir, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP, Masruhan Samsurie, menegaskan bahwa kader-kader GPK memiliki potensi besar untuk berjuang bersama PPP.

“Jadi GPK itu selalu punya potensi dan jadi garda depan pengkaderan sekaligus gerakan di PPP. Perannya sangat penting dalam banyak hal, mulai pemilu, pileg, pilkada, atau perjuangan PPP untuk masyarakat, mereka selalu jadi garda terdepan,” tuturnya.

Apalagi, tambah Masruhan, tradisi di PPP adalah membentuk kader potensial melalui kaderisasi agar tidak melenceng dari visi dan misi partai.

“Kemudian dalam tradisi PPP, setiap kader yang ingin maju dalam kontestasi kepemimpinan itu disyaratkan mengikuti proses kaderisasi formal yang ada, termasuk di dalam GPK,” ungkapnya.

Kemudian kriteria kader PPP untuk mengikuti pemilu atau pileg tentunya harus sduah terbukti kontribusinya di PPP, lalu memiliki modal sosial luas.

“Dengan kriteria itu, seorang kader bisa membentuk jaringan kerja untyk mencapai misi dalam pengabdian kepada negara melalui kontestasi kepemimpinan,” tutupnya. (*)

Penulis: Husni Bojes

Jelang Muktamar Gus Yasin Nyatakan Dukung Agus Suparmanto, PPP Jateng Menyesal

Lingkar.co – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jawa Tengah (Jateng) menyesalkan sikap Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) yang secara terang-terangan menyatakan dukungan politik terhadap Agus Suparmanto sebagai calon ketua umum dalam muktamar yang menurut rencana digelar pada September mendatang.

“Sebetulnya kita tengah memperjuangkan Gus Yasin, tapi malah beliau mendukung Agus. Ini saya sangat menyesalkan,” kata ketua DPW PPP Jateng, Masruhan Samsurie saat dihubungi, Kamis (15/5/2025).

Sebab, menurut dia, Gus Yasin dianggap memiliki kemampuan untuk menjaga partai dari perpecahan dan memiliki magnet di kalangan pesantren sebagai basis partai Kakbah. Oleh karena itu PPP Jateng telah melakukan konsolidasi dengan beberapa DPW provinsi lain untuk memenangkan Gus Yasin.

Mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ini pun mengaku segera menyikapi pernyataan Gus Yasin dengan mengulang safari politik. “Sekarang ini DPW lagi mendengarkan masukan DPC-DPC,” ungkapnya.

Sebelumnya, Sekretaris Majelis Syariah DPP PPP, Dr. KH Fadlolan Musyafa’ LC, MA menyatakan PPP harus kembali ke basis awalnya, yakni pesantren dan masyarakat religius. Bahkan menurut dia, PPP membutuhkan pemimpin dari kalangan kiai pesantren yang siap berjuang dan berkorban. Bukan sebatas pejabat atau pengusaha.

Baca juga: Masih Merayu, Kiai Fadlolan Tak Yakin Gus Yasin Dukung Agus Suparmanto Dalam Muktamar

“PPP hari ini tidak sedang baik-baik saja. PPP juga sedang tidak memiliki wakil rakyat di parlemen,” ujarnya dalam Halaqah Ulama yang digelar oleh Forum Peduli Partai Persatuan Pembangunan yang digelar Sabtu (3/5/2025) kemarin di Ponpes Fadhlul Fadhlan.

“Untuk mengembalikan kursi PPP di parlemen tidak cukup dipimpin figur seorang tokoh atau pejabat atau pengusaha yang memiliki fasilitas jabatan maupun akomodasi. Apalagi hanya pedagang yang maunya numpang jualan di PPP untuk mendapat untung,” tegasnya

Saat dikonfirmasi pada Kamis (15/5/2025), ia mengaku masih merayu Taj Yasin Maimoen agar bersedia diusung maju pada muktamar yang akan digelar pada Agustus atau September mendatang.

Ketua DPW PPP Jawa Tengah, Masruhan Samsurie. Foto: istimewa

Gus Yasin Dukung Agus

Dalam Halaqah Ulama, Gus Yasin dalam forum Halaqah Ulama justru secara terang-terangan menyatakan bahwa dirinya mendukung mantan Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto sebagai calon Ketua Umum PPP. “Ada salah satu kandidat yang saya dukung, adalah Mas Agus,” kata Gus Yasin saat itu.

Putra KH Maimoen Zubair Sarang itu juga menegaskan pentingnya proses pemilihan Ketua Umum PPP yang bersih, bebas dari praktik-praktik transaksional.

“Muktamar tidak boleh ada yang namanya ‘nyuwun sewu’ transaksional. Kami ingin semuanya dilakukan dengan baik,” ujarnya

PPP Jateng Giat Sosialisasikan Gus Yasin Untuk Maju di Muktamar

Lingkar.co – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jawa Tengah, Masruhan Samsurie mengatakan, saat ini pihaknya masih giat melakukan sosialisasi kepada beberapa DPW PPP terkait rencana untuk mendukung Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) dalam muktamar yang akan digelar setelah lebaran nanti.

“Saat ini DPW Jateng tengah mensosialisasikan Gus Yasin ke wilayah-wilayah lain. Untuk internal di Jateng nama Gus Yasin tidak perlu dikampanyekan lagi karena sudah automatically sebagaimana arahan para kiai dan senior PPP di Jateng,” kata Masruhan saat dikonfirmasi melalui aplikasi perpesanan WhatsApp pada Minggu (26/1/2025).

Kendati demikian, dirinya mengaku bahwa figur yang bakal diusung akan diputuskan dalam Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) PPP Jawa Tengah

“Sosok calon ketum PPP akan diputuskan oleh DPW PPP Jateng dalam Rapimwil yang akan diselenggarakan menjelang ramadan nanti. Muktamarnya juga masih agak lama, setelah Lebaran,” bebernya.

Masruhan menyebut bahwa sejumlah nama yang sudah beredar bakal calon ketua cukup kuat secara basis massa. “Secara nasional disamping Gus Yasin juga ada nama lain seperti Gus Ipul (Syaifullah Yusuf) yang Mentri Sosial dan sekjen PBNU, Gus Ipul basis pendukungnya dari Jawa Timur,” ujarnya.

Tidak kalah mentereng, nama kedua yang ia sebut adalah sosok purnawirawan TNI yang menjadi Tim Penasehat Presiden RI. “Ada juga Jendral Purn Dudung Abdulrahman yang Tim Penasehat Presiden dan pernah menjadi Tim Pemenangan Luthfi-Yasin di Pilkada Jateng kemarin,” sebutnya.

“Dudung yang keturunan kasunanan Cirebon banyak mendapat support dari Jawa Barat,” sambungnya.

Dirinya juga memperhitungkan peluang mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno. “Nama Sandiaga Uno yang pernah jadi ketua Bapilu PPP Pusat juga masih jadi perbincangan,” bebernya.

PPP Jateng Dukung Gus Yasin Jadi Ketua Umum PPP, Masyayikh Jateng Beri Restu

Lingkar.co Ketua DPW PPP Jateng, Masruhan Samsurie menyatakan mendukung Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin sebagai kandidat ketua umum DPP partai Kakbah dalam muktamar mendatang.

Selain mendukung Gus Yasin, mantan aktivis PMII ini juga menyatakan bahwa PPP sebagai partai berbasis agama masih diminati oleh tokoh nasional.

“Kemunculan Gus Yasin bersama nama-nama lain seperti Sandiaga Uno, Jenderal (Purn) Dudung Abdurrahman, dan Gus Ipul (Syaifullah Yusuf), menandakan bahwa PPP masih diminati tokoh-tokoh berkaliber nasional,” ujar Masruhan pada Selasa (7/1/2025)..

Ia melanjutkan, muktamar yang direncanakan digelar setelah Lebaran 2025 akan menjadi momentum penting bagi PPP untuk kembali merebut kursi di Senayan pada Pemilu 2029 mendatang.

“Tantangan besar bagi Ketua Umum baru adalah membawa PPP kembali ke parlemen, mengingat kegagalan pada Pemilu sebelumnya,” tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa Gus Yasin mendapatkan dukungan dari sejumlah DPC PPP kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Dukungan kepada Gus Yasin juga diamini PPP Solo. Edy Jasmanto. Bahkan, dirinya sudah mengusulkan sosok Taj Yasin Maimoen pada muktamar yang dulu, tapi karena terbentur aturan dalam AD/ART maka gagal.

Ia menilai Gus Yasin sangat tepat untuk menyelamatkan partai PPP agar mampu mendulang suara dan masuk ke Senayan lagi pada pemilihan legislatif lima tahun mendatang.

“Karena putra Mbah Maimoen dan alumni Sarang. Terbukti waktu pemilihan legislatif, suara DPD untuk beliau banyak. Paling mungkin untuk menyelamatkan PPP adalah sosok Taj Yasin,” tegas Edy.

Selain Kota Surakarta, DPC PPP Kota Semarang juga menyatakan dukungan serupa. Fathur Rohman selaku ketua menyatakan hal itu.

Cawagub Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) saat di panggung bersama KH Agus Ali Qoishor (Gus Ali) sesuai Mujahadah Rutinan Ahad Kliwon, Thoriqoh Syadziliyyah Ad Dalhariyyah, di Ponpes Darussalam Watucongol Magelang, Minggu (20/10/2024). Foto: dokumentasi
Cawagub Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) saat di panggung bersama KH Agus Ali Qoishor (Gus Ali) sesuai Mujahadah Rutinan Ahad Kliwon, Thoriqoh Syadziliyyah Ad Dalhariyyah, di Ponpes Darussalam Watucongol Magelang, Minggu (20/10/2024). Foto: dokumentasi

“Kalau PPP ingin kembali ke khittah ya pemimpin ke depan ya Gus Yasin. Secara sanad politik nyambung langsung, keturunan Mbah Maimoen,” ujar manan, sapaan akrab Fathur Rohman.

Jika terpilih, mustinya Gus Yasin akan menjadi magnet bagi sejumlah kader dan simpatisan lain untuk merawat kembali PPP, sebagaì partai yang berasas Islam,” imbuhnya.

Restu Masyayikh

Usulan agar Gus Yasin maju dalam muktamar mendatang juga mendapatkan restu dari masyayikh (kiai yang dianggap sebagai sesepuh) PPP Jawa Tengah, salah satunya Sekretaris Majelis Syariah DPP Partai PPP, KH Fadholan Musyafak,.

PPP Jateng Angkat Bicara Soal DPP PPP Capreskan Ganjar Pranowo

Lingkar.co – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jawa Tengah Partai persatuan pembangunan (PPP) angkat bicara soal pencapresan Ganjar Pranowo yang diusung oleh dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP.

Keputusan DPP PPP yang turut mengusung Ganjar Pranowo menjadi Capres pada Pmilu 2024 mendatang disampaikan langsung oleh Plt Ketua Umum PPP, Muhammad Mardiono di kediamannya di Sleman, Yogyakarta, Rabu (26/4/2023).

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPW PPP Jateng, Masruhan Samsuri, mengatakan, keputusan DPP PPP mengususng Ganjar menjadi capres merupakan tindak lanjut dari dukungan PPP sebelumnya kepada Ganjar-Yasin sebagai Gubernur dan wakil Gubernur Jawa Tengah pada Pilgub Jateng tahun 2018.

“Plt Ketum M Mardiono menyampaikan itu sebagai hasil Rapimnas PPP di Jogjakarta Selasa kemarin, Kami PPP Jateng memandang alasan PPP mendukung Ganjar tersebut sebagai wujud dari keberhasilan duet figur Nasionalis dan figur religius selama lima tahun Ganjar-Yasin memimpin Jateng ini,” kata Masruhan, Kamis (27/4/2023).

Dia menambahkan, PPP kembali berharap kepada Gubernur Jateng tersebut agar nantinya bia berpasangan dengan figur yang disimbolsasikan sebagai kekuatan relijius.

“Soal nama, tentu akan dimusyawarahkan dulu dengan KIB, dengan PDIP yang mempunyai Ganjar dan tentu saja dengan Ganjar sendiri. Masih ada waktu yang cukup untuk menunggu pasangan Ganjar tersebut,” imbuhnya.

Menurutnya, jabatan Ganjar sebagai Gubernur Jateng yang akan berakhir pada bulan September 2023 tersebut berhasil memimpin Jateng.

Selain itu, menurutnya, keelektabilisan dan popularitas Ganjar diatas semua figur tak terbantahkan lagi.

“Satu hal yang niscaya adalah kedekatan Ganjar dengan Hadrotus Syeh Mbah Maimoen ketika masih sugeng, dan diijinkannya Gus Yasin mendampingi Ganjar adalah bukti nyata dukungan dan kepercayaan Mbah Moen kepada Ganjar dalam soal kepemimpinan,” katanya.

PPP Jateng akan terus mengawal agar pendamping Ganjar tetap dari kalangan yang peduli dengan ulama,” imbuhnya.

Adapun kedekatan Ganjar Pranowo dengan PPP juga bisa dikatakan terbangun dalam keluarganya.

Ganjar adalah orang PDIP sedang istrinya Siti Atikoh adalah lahir dari keluarga PPP.

Siti Atikoh adalah keluarga Bani Hisyam Abdul Karim atau yang akrab Mbah Hisyam Kalijaran Purbalingga. Keturunan Bani Hisyam adalah ulama dan pengasuh pondok pesantren ternama di Jawa Tengah.

Selain di pondok pesantren, keluarga Ganjar dari istri juga banyak yang berkecimpung di organisasi Islam. Diantaranya menjadi pengurus Muslimat NU Kabupaten Purbalingga. Kakak Siti Atikoh, Hj Nurul Hidayah juga sekarang menjabat sebagai pengurus DPW PPP Jateng.

“Jadi kalau ada yang bilang Ganjar itu abangan, nggak beragama, itu fitnah. Saya sebagai pamannya tahu betul beliau itu muslim tulen. Salat, puasa juga sudah berhaji,” pungkasnya.

Penulis : Kharen Puja Risma
Editor : Kharen Puja Risma

Peringati Harlah 100 Tahun NU, FPPP Jawa Tengah Ziarah ke Makam Pendiri NU

Lingkar.co – Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (FPPP) Jawa Tengah melakukan ziarah ke makam para pendiri Nahdlatul Ulama (NU) dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) 100 tahun NU.

Menurut Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Jateng, Masruhan Samsurie mengatakan ziarah kali ini dalam rangka memperingati 100 Tahun NU berdiri.

Masruhan juga menjelaskan bahwa perjalanan ziarah ini sebagai wujud napak tilas, karena PPP lahir karena Fusi dari NU (saat itu masih sebagai partai politik red), PSII, Perti dan Parmusi.

Ketua FPPP DPRD Provinsi Jateng tersebut berharap, dengan ziarah ini, seluruh anggota DPRD se-Jateng dapat meneladani KH. Hasyim Asy’ari dan KH. Abdul Wahab Chasbullah.

“Ini kita berziarah ke mbah Hasyim Asy’ari sebagai pendiri NU, serta mbah Wahab Chasbullah, tokoh NU, pahlawan nasional yang terjun ke politik. Harapan saya, teman-teman dewan dapat meneladai beliau,” kata Masruhan saat Lingkar.co hubungi melalui pesan singkat, Senin (13/2/2022).

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir perwakilan dari FPPP Kabupaten Kendal yang diwakili Masrifah Afna, Abu Suyudi, Irwan Subiantoro dan Syukri Fauzi.

Dari Kabupaten Semarang turut hadir Wakil Ketua DPRD Nurul Huda, Zaenudin, dan Mustaghfirin.

Sementara dari FPPP DPRD Jateng, M. Ngainirrichadl, Nurul Furqon, Inna Hadianala, Nurul Hidayah dan Sholehah Kurniawati.

Waketu FPPP Jateng: Bismillah Pemilu 2024 Peningkatan Kursi PPP di Setiap Daerah

Sementara, Wakil Ketua FPPP Jateng M. Ngainirrichadl menyatakan menyelipkan doa untuk FPPP Jawa Tengah pada Pemilu 2024 nanti.

Richadl mengaku dirinya berdoa agar diberikan berkah dan ridho Allah SWT dan partainya dapat mendapatkan penambahan kursi di daerah, provinsi dan Senayan.

“Dalam ziarah kali ini, saya membersamai ketua (Masruhan Samsurie, red) memperingati harlah 1 Abad NU. Ngalap berkah ke mbah Hasyim dan mbah Wahab. Doa saya semoga kedepan diberikan keberkahan, kelancaran dan ridho Allah SWT. Kemudian, untuk seluruh FPPP se-Jawa Tengah agar kursinya bertambah di Pemilu 2024 nanti,” kata DPRD Dapil IX melalui pesan suara.

Sebagaimana diketahui saat ini FPPP DPRD Jateng memiliki 9 kursi, target pada pemilu 2024 nanti naik menjadi 13 kursi.

Sementara, di 35 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah, DPW PPP Jateng menargetkan untuk dapat menaikkan kursi menjadi 150 kursi. Untuk DPR-RI PPP Jateng menargetkan untuk mendapatkan 7 Kursi.

Penulis: Muhammad Nurseha
Editor: Muhammad Nurseha