Arsip Tag: setia

Tiga Napiter Ucap Sumpah Setia Kembali ke NKRI di Lapas Kelas IIA Kendal

Lingkar.co – Tiga narapidana terorisme (Napiter) mengucapkan ikrar setia Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila di Lapas Kelas IIA Kendal Selasa, (19/12/2023). Ketiganya adalah DK, IJ, dan MY. DK merupakan warga Jogjakarta, IJ dari Makassar, dan MY warga Bogor. Mereka melakukan ikrar tanpa paksaan maupun bujuk rayu.

“Tadi sudah melakukan sumpah dan ikrar. Tidak mau lagi karena berat kalau di penjara lagi,” ungkap DK, 41, salah satu napiter.

Sejak Agustus lalu mereka harus mendekam di tahanan kelas IIA Kendal. Menurut DK, selama di penjara dia jauh dengan keluarga. Sebelumnya, dia ikut Jamaah Islamiyah (JI) di tingkat nasional pada lingkup advokasi dan kemanusiaan di sebuah yayasan.

“Sebenarnya saya tertangkap saat kasus di Jogja. Saat itu ngurusi anggota JI yang di penjara,” jelasnya.

Meski begitu, DK mengaku senang bisa berikrar setia NKRI dan Pancasila. Dia juga bersemangat untuk bebas pada April 2024. Selain itu, dia bakal membantu istri dan mencari pekerjaan usai bebas nantinya.

Sementara Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah, Kadiyono berpesan, agar para napiter bisa mengimplementasikan ikrar yang telah diucapkan. Utamanya saat kembali ke masyarakat. Sehingga bisa membuktikan bahwa napiter ini benar-benar menjadi bagian dari NKRI.

“Kami harap mereka bisa membuktikan di daerah tempat tinggal bahwa sudah betul menjadi warga NKRI,” harapnya. (*)

Penulis: Wahyudi
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Setia WS Gelar Wisuda XXXII di MAJT, Kesan Jadi Mahasiswa; Sekolah Kecil Tapi Potensi Luar Biasa

Lingkar.co , Meski saat ini baru memiliki gedung yang kecil, namun Sekolah Tinggi Agama Islam Walisembilan (Setia WS) Semarang memiliki potensi yang luar biasa. Inilah kesan para wisudawan di angkatan XXXII.

“Kelihatannya sekolahannya kecil, tapi ternyata menyimpan banyak potensi yang luar biasa,” kata salah satu wisudawan, Yulianto.

Ia katakan hal itu disela acara Wisuda XXXII Setia WS Semarang di Convention Hall Masjid Agung Jawa Tengah, Jl. Gajah Raya, Kota Semarang, Rabu (20/9/2023) pagi.

Pria yang lulus dari jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) pada Fakultas Dakwah.ini menyebut, selama ia kuliah, banyak mahasiswa yang aktif di berbagai bidang organisasi dan profesi.

“Banyak temen kuliah yang sudah memiliki pengalaman di profesi tertentu, dan malang melintang di berbagai aktivitas, sambungnya.

Ada yang juara MTQ, aktif sebagai pengurus organisasi badan otonom Nahdlatul Ulama, aktif meniti karier profesional, sampai di partai politik juga ada.

Di lain sisi, ia juga mengaku terkesan dengan potensi keagamaan di lingkungan dosen yang umumnya adalah kiai atau agamawan.

“Yang paling berkesan itu sekolah di tempat yang banyak kiainya,” akunya.

Kendati demikian, ia juga mengakui terkendala dalam memilih tempat pemagangan dan fasilitas dari kampus untuk berekspresi sesuai disiplin keilmuan yang belum maksimal karena keterbatasan ruang.

“Tapi itu yang di kampus lama, tidak tahu nanti kalau sudah pindah gedung di kampus yang baru. Mudah-mudahan jauh lebih baik dan lebih lengkap,” ujarnya.

Kesan yang sama juga dirasakan Muhammad Ikhwanuddin yang telah dinyatakan lulus dari jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah. Karenanya ia pun merasa senang.

“Merasa senang bisa lulus sebagai sarjana di Setia WS,” ucapnya.

Ia juga merasa terkesan dengan dosen yang dapat memaparkan materi perkuliahan dengan baik dan ramah.

Kelebihan dosen dan mahasiswa juga terbukti saat Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Wedung Demak. Wisudawan asal Grobogan ini mengungkapkan, tim KKN mampu mengangkat potensi ekonomi masyarakat atas bimbingan dosen dan keuletan para mahasiswa.

“Selama KKN di Wedung, Demak bisa berinteraksi dengan masyarakat sebagai mahasiswa sampai pada akhirnya bisa mengaktifkan kembali potensi ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

“Jadi di desa itu ada tempat semacam rawan yang dulunya pemancingan tapi lama tidak aktif. Itu kita aktifkan kembali,” sambungnya.

Sementara, Ketua Setia WS Semarang, Drs. KH. Muhlisin Bisri, MAg MM dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas pelaksanaan wisuda XXXII.

“Hari ini, saya dan seluruh civitas merasa senang dan bangga kepada para wisudawan,” ucapnya.

Setia WS Semarang selalu menekankan pendidikan karakter sebagaimana yang diajarkan oleh Imam Ghozali. Yaitu orang yang tahu bahwa dirinya memiliki ilmu dan kemampuan sehingga ia menjadi orang yang bermanfaat bagi masyarakat.

Bukan mengajarkan mahasiswa menjadi manusia tipe kedua, yaitu orang yang tahu tapi tidak tahu bahwa dirinya berilmu dan memiliki kecakapan sehingga ilmunya hanya bermanfaat bagi diri sendiri. Apalagi tipe ketiga dan keempat.

Sebagaimana filosofi padi yang berisi, ia berpesan agar para wisudawan berlaku rendah diri, dan menjauhi kesombongan dan sifat buruk lainnya.

“Jadilah ilmuwan yang santun, semakin tua semakin berisi dan semakin menunduk,” pesannya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidaya

Setia WS Semarang Tekankan Pelayanan Terbaik Bagi Mahasiswa

Lingkar.co – Sekolah Tinggi Agama Islam Walisembilan (Setia WS) menekankan pelayanan yang terbaik bagi mahasiswa. Karena itu, tidak diperkenankan seorang dosen mengancam mahasiswa tidak mendapatkan nilai maupun tidak lulus.

Hal itu terungkap dalam testimoni salah satu mahasiswa dalam kegiatan Pelepasan Calon Wisudawan Setia WS XXXII di hotel Muria, Semarang, Selasa (12/9/2023) siang. Selain memberikan testimoni, para mahasiswa juga mengungkapkan keluhan, antara lain kebijakan administrasi pembayaran harus melalui bank.

Ketua Setia WS, Drs. KH. Muhlisin Bisri, MAg, MM dalam sambutannya mengatakan, testimoni para mahasiswa yang menyampaikan pengalaman dan keluhan merupakan hal yang ia harapkan karena perbaikan bisa dilakukan seiring dengan munculnya kritik.

“Saya berharap dari pembicara pembicara itu tadi ada kritik, karena ketika saudara kritik, maka saya berikan jawaban, saya berikan penjelasan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Muhlisin juga menegaskan tentang kebijakan administrasi pembayaran harus teridentifikasi dalam bukti yang jelas dan tidak bisa dimanipulasi, yakni transaksi perbankan.

“Karena itu, kita tidak lagi menerima pembayaran dalam bentuk apapun, kecuali transfer,” tegasnya.

Terkait kegiatan pendidikan akademik, ia membeberkan rapat bersama yayasan untuk terus mengembangkan hingga menjadi universitas, “Alih status Setia WS akan menjadi universitas,” bebernya.

Sejalan dengan hal itu, ia berharap perkembangan Setia WS juga didukung dengan gedung dan fasilitas yang lebih baik.

“Kalau kita mau jadi universitas, maka gedung kampus harus lebih baik, dan kita segera ngebut membangun ruang kelas dan perkantoran fakultas,” jelasnya.

Sebagai informasi, hasil akreditasi Setia WS pada prodi PAI berhasil mendapatkan kategori Baik Sekali, sementara prodi yang lain masih dalam kategori Baik. Karenanya, target alih status ke universitas terus digenjot dengan mempersiapkan laboratorium yang sesuai dengan fakultas.

“Ini (menjadi universitas,-red) cita-cita yang hampir terealisasi. Doakan agar segera terwujud, meskipun Anda sudah tidak lagi kuliah di Setia WS,” tuturnya.

Sementara, Ketua panitia, Moch. Choiruddin, MPdI dalam laporannya menyebut jumlah total wisudawan tahun 2023 ini mencapai 243 wisudawan. Mengalami penurunan sedikit dari tahun sebelumnya, yakni 310 wisudawan.

Adapun rincian 243 mahasiswa yang akan diwisuda di MAJT Convention Hall antara lain dari program studi (prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI) 195 wisudawan, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) 30 wisudawan, Hukum Keluarga Islam (HKI) 17 wisudawan dan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) 3 wisudawan.

“Alhamdulillah semuanya sudah dinyatakan lulus,” ucapnya disambut tepuk tangan para wisudawan. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Ganjar Hadiahkan Sepasang Lovebird Warna Merah Hijau Kepada Cak Imin, Tanda Setia

Lingkar.co – Bakal calon presiden dari PDI Perjuangan 2024, Ganjar Pranowo memberikan hadiah sepasang burung Lovebird kepada Ketua Umum PKB, Abdul Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin saat bertemu di Jakarta, Jumat (18/8/2023).

Kompak mengenakan kemeja berwarna putih, Ganjar dan Cak Imin tampak minum teh bareng di teras kafe yang ada di Jakarta Selatan. Keduanya nampak asyik ngobrol, bahkan sempat bersulang sebelum menyeruputnya secara bersamaan.

“Saya itu punya hadiah buat Cak Imin. Cak Imin kan suka burung, saya kasih hadiah burung,” kata Ganjar.

Ia kemudian memberikan hadiah itu ke Cak Imin. Sebuah kandang burung yang ditutupi kain hitam diberikan. Ketika Cak Imin membuka kain penutup kandang, ternyata isinya sepasang burung Lovebird.

“Lovebird itu setia, jadi kalau dia mati, pasangannya bisa ikut mati. Dan ini spesial Cak, Lovebird-nya berwarna merah dan hijau,” ucapny.

Cak Imin pun tersenyum mendengar ucapan Ganjar itu. Ia pun melihat warna Lovebird yang diberikan Ganjar untuk memastikan warnanya.

“Tapi kepalanya yang merah lho cak, badannya yang hijau,” ucap Ganjar disambut tawa Cak Imin.

Lagi-lagi Cak Imin tersenyum. Ia pun sepakat dengan pernyataan Ganjar, “Iya dong (kepalanya yang merah). Yang penting ada hijaunya. Suwun ya mas,” ucap Cak Imin. (*)
Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat