Arsip Tag: Muhaimin Iskandar

Cak Imin Resmikan Kawasan Widuri Kendal Jadi Pilot Project 1001 Titik Pemberdayaan Masyarakat

Lingkar.co – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin meresmikan sekaligus menandatangani prasasti program pilot project aktivasi 1001 Titik Pemberdayaan Masyarakat di Kawasan Produksi Widuri, Desa Wonosari, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Rabu (17/9/2025).

Dalam kesempatan itu, Cak Imin mengajak kaum muda untuk terlibat dalam mengembangkan potensi daerah masing-masing. Menurutnya, kolaborasi berbasis kawasan menjadi langkah penting agar pembangunan desa lebih terarah dan berkelanjutan, terutama dengan melibatkan para penggerak masyarakat muda, termasuk kalangan santri.

“Upaya membangun desa untuk memberdayakan ekonomi masyarakat sudah punya pengalaman lebih dari 10 tahun. Program ini akan menjadi pilot project supaya dimulai dari kawasannya, misalnya pesantren dan lingkungannya, kawasan wisata dan lingkungannya, lalu diikuti dengan perencanaan ekosistem yang memadai,” ujar Muhaimin.

Pendiri Kawasan Widuri, Makmun, menambahkan bahwa lahan seluas dua hektare yang digunakan saat ini tidak hanya untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), tetapi juga dikembangkan untuk berbagai usaha produktif seperti budidaya melon, kelengkeng, peternakan ayam, hingga tanaman buah lainnya. Menurutnya, integrasi ini diharapkan dapat saling melengkapi sekaligus mendukung program pemerintah.

“Harapannya, semua ini bisa saling melengkapi dan mendukung program pemberdayaan masyarakat,” kata Makmun.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, juga meninjau langsung kawasan ini. Ia menyebut keberadaan dapur MBG, tanaman melon, kelengkeng, hingga peternakan ayam akan menjamin ketersediaan gizi yang sehat dan terjangkau karena seluruh produksi dilakukan secara mandiri.

“Ada dapur makan bergizi gratis, ada melon, kelengkeng, hingga ayam untuk telur dan daging. Semua diproduksi sendiri dan terjamin kesehatannya,” jelas Sumarno.

Dalam kesempatan itu, Sekda Sumarno bersama Bupati Kendal, Dyah Kartika Permana Sari, juga memetik langsung buah melon hasil budidaya dari kawasan Widuri. (*)

Penulis: Yoedhi W

Jelang Muktamar di Bali, PKB Kota Semarang Nyatakan Kembali Dukung Cak Imin

Lingkar.co – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendukung Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin kembali memimpin PKB lima tahun mendatang. Pernyataan tersebut akan disampaikan dalam Muktamar yang akan dilaksanakan di Bali, 24-25 Agustus 2024.

Keputusan tersebut merupakan hasil Rapat Pleno di kantor DPC PKB Kota Semarang Jl. Brigjeng Sudiarto (Jl. Majapahit), Senin (19/8/2024) sore

Rapat Pleno diikuti oleh pengurus Dewan Syuro, Dewan Tanfid dan Badan Otonom PKB Kota Semarang, serta perwakilan pengurus DPAC Kecamatan se-Kota Semarang.

Ketua DPC PKB Kota Semarang Muhammad Mahsun dalam rapat pleno tersebut menerangkan, DPC PKB Kota Semarang mengusulkan pengambilan keputusan dalam Muktamar PKB nanti adalah dengan musyawarah mufakat. Tidak perlu pemungutan suara alias voting.

“PKB Kota Semarang bulat mendukung Gus Muhaimin untuk memimpin PKB. Kami harap di Muktamar nanti menggunakan sistem musyawarah mufakat. Tak perlu voting,” kata Mahsun.

Lebih lanjut Mahsun menjelaskan, keberhasilan Cak Imin menjadi calon wakil presiden dalam Pemilu 2024 telah membawa dampak sangat bagus bagi keberanian para kader mencalonkan diri dalam Pemilihan Kepala Daerah.

Menurut Mahsun, menjadi calon wakil presiden tidaklah mudah. Karena nyatanya banyak tokoh nasional lain yang ingin menjadi calon wapres, meski sudah didukung sumberdaya besar, tidak berhasil menjadi calon.

“Keberhasilan Gus Muhaimin menjadi calon wapres telah menginspirasi banyak kader. Dan ini sungguh mengangkat marwah PKB yang membawa dampak positif sangat besar,”tuturnya.

Sementara, juru bicara DPC PKB Kota Semarang Antoni Yudha Timor mengatakan, manajemen politik dan kepemimpinan Gus Muhaimin telah mengangkat PKB menjadi partai nasional. Yakni mendapat suara di Pemilu dan menghasilkan kursi legislatif secara merata di seluruh daerah di Indonesia. Termasuk di daerah yang sebelumnya nol, tak pernah mendapat kursi. Diantaranya di Surakarta, di NTT, di Maluku dan di Papua.

“Kami berterima kasih dan memberikan penghormatan yang tinggi kepada Gus Muhaimin, atas kepemimpinan beliau, PKB partai nasional yang sesungguhnya. Tidak bisa lagi dianggap partai Jawa,” ucapnya.

Bendahara DPC PKB Kota Semarang ini melanjutkan, pihaknya juga akan membawa satu aspirasi dalam Muktamar di Bali nanti, yaitu mengusulkan agar H Abdul Muhaimin Iskandar diberi mandat untuk menjadi calon presiden di Pemilu 2029 yang akan datang.

Muhaimin Tegaskan PKB Bukan Milik NU

Lingkar.co – Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa partai yang ia pimpin bukan milik Nahdlatul Ulama (NU), melainkan milik seluruh masyarakat Indonesia.

Muhaimin menyampaikan hal tersebut pada acara Serah Terima Dokumen B.1-KWK Pasangan Bakal Calon Pilkada 2024 dari PKB di Jakarta, Minggu (18/8/2024).

“Partai ini milik publik dan milik rakyat Indonesia. Partai ini milik seluruh anak negeri di Indonesia. Partai ini bukan milik Muhaimin, bukan milik NU. Bukan milik sekelompok orang, tetapi milik seluruh rakyat Indonesia,” ujar Muhaimin, dikutip dari Antara, Senin (19/8/2024).

Menurut dia, jika partai dipersonifikasi atau dikotak-kotakkan dalam suatu kelembagaan tertentu, partai tersebut akan semakin mengecil. Namun, Muhaimin menyebut PKB kini semakin dan akan terus besar.

“Alhamdulillah PKB semakin membesar dan akan terus membesar karena PKB melayani kepentingan seluruh rakyat Indonesia, melayani seluruh kepentingan bangsa ini, melayani seluruh masyarakat yang ada di masing-masing tanggung jawab kita, ini pokoknya,” kata dia.

PKB, imbuh dia, lahir dari rahim ulama dan digunakan sepenuhnya untuk rakyat Indonesia. Muhaimin mengatakan, saat PKB dideklarasikan lahir sebagai partai, spanduk yang dipampang adalah “Dari Ulama untuk Rakyat Indonesia”.

“Inilah kerelaan, sehingga tidak ada satu pun yang bisa mengklaim sebagai salah satu pendiri. Kita tidak boleh juga mengklaim bahwa ‘Ini kami sebagai pendiri memiliki pegangan memiliki kendali’, tidak,” ujar Muhaimin.

Berdasarkan sejarah tersebut, spirit keagamaan menjadi inspirasi, motivasi, dan pendorong bagi PKB untuk mewujudkan cita-cita rakyat. Muhaimin pun menitipkan spirit itu kepada para bakal calon kepala daerah yang resmi diusung PKB.

“Saya menitipkan kepada para kepala daerah yang akan kita usung dan insyaallah akan menang menjadi kepala daerah masing-masing, bahwa berbendera PKB, membawa nama PKB, mengibarkan bendera PKB berarti sukses kalau sudah membuktikan manfaat dan terbukti memimpin dengan adil dan makmur,” katanya. (*)

PKB Masif Polisikan Lukman Edy, Tanggapan Gus Yahya: Risiko Tanggung Sendiri

Lingkar.co – Jajaran pengurus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) secara masif mulai dari tingkat DPP, DPW provinsi, hingga DPC kabupaten/kota beramai-ramai mempolisikan eks Sekjen PKB, Muhammad Lukman Edy.

Laporan terhadap Edy merupakan buntut dari pernyataannya yang dinilai mencemarkan nama baik Ketua Umum (Ketum) PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin).

Pernyataan itu diungkap Lukman Edy ketika di kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, pada Rabu (31/7/2024) lalu, usai memenuhi panggilan dari Tim Lima PBNU. Saat itu, Edy menyebut Cak Imin dianggap tidak transparan dalam mengelola anggaran.

Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) buka suara soal polemik tersebut. Gus Yahya menyerahkan ke penegak hukum terkait laporan tersebut.

“Ya silakan. Silakan saja, nanti kan Lukman Edy ditanya polisi apa jawabnya kan ya, silakan saja,” kata Gus Yahya usai konferensi pers terkait permintaan ratusan Kiai PBNU Perbaiki PKB di Surabaya, Selasa (13/8/2024) sebagaimana dilansir Lingkar dari Detik.

Gus Yahya menyebut perkara lapor-melapor di kepolisian akan ditanggung secara pribadi pelapor dan yang dilaporkan. Dalam hal ini antara kader PKB dan Lukman Edy.

“Kalau Lukman Edy dianggap memfitnah, lalu tiba-tiba Lukman Edy mengeluarkan bukti-bukti, ya risiko ditanggung sendiri juga. Jadi ini proses biasa sajalah,” tandasnya.

Tak Gentar Hadapi PKB

Sebelumnya, Lukman Edy dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik usai memberi pernyataan kurangnya peran Dewan Syuro hingga berdampak pada dinamika di internal PKB dan relasinya dengan PBNU.

Edy dilaporkan karena dianggap memberikan informasi bohong terkait pernyataannya yang mengatakan kurangnya peran Dewan Syuro hingga berdampak pada dinamika di internal PKB dan relasinya dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Ganjar Hadiahkan Sepasang Lovebird Warna Merah Hijau Kepada Cak Imin, Tanda Setia

Lingkar.co – Bakal calon presiden dari PDI Perjuangan 2024, Ganjar Pranowo memberikan hadiah sepasang burung Lovebird kepada Ketua Umum PKB, Abdul Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin saat bertemu di Jakarta, Jumat (18/8/2023).

Kompak mengenakan kemeja berwarna putih, Ganjar dan Cak Imin tampak minum teh bareng di teras kafe yang ada di Jakarta Selatan. Keduanya nampak asyik ngobrol, bahkan sempat bersulang sebelum menyeruputnya secara bersamaan.

“Saya itu punya hadiah buat Cak Imin. Cak Imin kan suka burung, saya kasih hadiah burung,” kata Ganjar.

Ia kemudian memberikan hadiah itu ke Cak Imin. Sebuah kandang burung yang ditutupi kain hitam diberikan. Ketika Cak Imin membuka kain penutup kandang, ternyata isinya sepasang burung Lovebird.

“Lovebird itu setia, jadi kalau dia mati, pasangannya bisa ikut mati. Dan ini spesial Cak, Lovebird-nya berwarna merah dan hijau,” ucapny.

Cak Imin pun tersenyum mendengar ucapan Ganjar itu. Ia pun melihat warna Lovebird yang diberikan Ganjar untuk memastikan warnanya.

“Tapi kepalanya yang merah lho cak, badannya yang hijau,” ucap Ganjar disambut tawa Cak Imin.

Lagi-lagi Cak Imin tersenyum. Ia pun sepakat dengan pernyataan Ganjar, “Iya dong (kepalanya yang merah). Yang penting ada hijaunya. Suwun ya mas,” ucap Cak Imin. (*)
Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Kepada Bacaleg PKB, Cak Imin: Jangan Pikir Nomor Urut Tapi Berjuang Raih Kemenangan

Lingkar.co – Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar (Cak Imin) meminta kepada bakal calon legislatif (bacaleg) untuk tidak memikirkan nomor urut. 

Namun yang terpenting kata dia, adalah berjuang untuk memenangkan PKB. 

Permintaan tersebut ia disampaikan saat sarapan pagi bersama bacaleg dan kader PKB di Desa Jungsemi Kangkung, Kendal, Jateng, Kamis (18/5/2023).

“Jangan memikirkan nomor urut, yang terpenting adalah berjuang untuk kemenangan PKB di Kendal, ” ucap Cak Imin. 

Ia menilai, saat ini potensi PKB besar dan kuat, bahkan semakin menguat di Jawa TengahTengah (Jateng). 

“Karena partai lain tidak bisa menjawab persoalan di masyarakat, hanya PKB yang bisa menjawab secara riil,” kata Cak Imin. 

Dia meminta, kader PKB menjawab persoalan masyarakat dan menang di Kendal, dan berharap tidak hanya omong kosong.

Selain itu, Cak Imin juga meminta para kader PKB tidak memikirkan wacana sistem Pemilu terbuka atau tertutup. 

“Jangan terlalu dipikirkan. Yang penting adalah bagaimana PKB bisa kembali menang,” kata Cak Imin. 

Ia pun menegaskan, sudah saatnya PKB merebut jabatan presiden, karena kewajiban untuk menjadikan Indonesia lebih baik. 

Bukan tanpa alasan, Cak imin mengatakan, hasil survei terbaru, posisi PKB menuju juara 1 nasional, menempel PDI Perjuangan. 

Sebelum memberikan arahan kepada seluruh bacaleg dan kader PKB, Cak Imin menyantap sarapan pagi bersama jajaran pengurus DPP, DPW, dan DPC PKB Kendal. 

Sarapan bersama dalam suasana keakraban dan sederhana dengan menu khas pesisir, yaitu kepala manyung dan sayur jantung pisang.***

Penulis: Wahyudi

Editor: M. Rain Daling

JK: Koalisi Besar Sulit, Cak Imin: Memang Terus Diusahakan

Lingkar.co – Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK) mengatakan wacana Koalisi Besar sebenarnya baik, namun sulit dalam pelaksanaannya.

Hal itu diungkapkan JK kepada wartawan usai bertemu dengan Ketum PKB, Muhaimin Iskandar (Cak Imin) di kediaman JK, Jakarta, Sabtu (6/5/2023) malam.

Pernyataan JK tersebut, menjawab permintaan Cak Imin yang meminta nasihat soal Koalisi Besar.

“Yang pertama sekaligus kita tanya beliau, nasihatnya soal koalisi besar gimana?” tanya Cak Imin ke JK.

Lantas JK menjawab, bahwa ide pembentukan Koalisi Besar sebenarnya baik, tapi sulit untuk dilakukan.

“Itu suatu ide wacana yang baik, tapi secara pelaksanaan politiknya sulit,” ucap JK.

Dia menilai, tidak mudah menyatukan beberapa partai politik (parpol) untuk mengusung satu pasangan capres-cawapres.

“Karena tidak mudah untuk dalam jumlah semuanya (Parpol) akan bersatu dalam satu calon,” ucap JK.

Lebih jauh Jk menilai, pada Pilpres 2024 dibutuhkan minimal tiga pasangan capres-cawapres, agar demokrasi berjalan dengan baik.

“Kenyataan politiknya, minimum tiga dan itu baik saja. Dulu yang waktu saya lima, malah itu sangat baik pelaksanaan,” ucap JK.

Kemudian, Cak Imin, menanggapi pernyataan JK. Ia mengatakan pembentukan koalisi besar masih terus diusahakan.

“Koalisi Besar memang terus diusahakan. Meski pun tidak mudah,” ucap Cak Imin.

“Bahkan menurut Pak Jusuf Kalla (koalisi besar, red) sulit terjadi, tapi namanya juga usaha, siapa tahu gitu,” lanjutnya.

Diketahui, gagasan pembentukan Koalisi Besar mencuat setelah pertemuan lima ketum parpol pendukung pemerintah dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di kantor DPP PAN, Minggu (2/4/2023).

Kala itu, hadir Ketum Gerindra, Prabowo Subianto, Ketum PKB, Muhaimin Iskandar, Ketum PAN, Zulkifli Hasan.

Turut hadir Ketum Golkar, Airlangga Hartarto dan Plt Ketum PPP, Muhammad Mardiono.

Wacana Koalisi Besar juga diketahui untuk menyatukan koalisi yang ada saat ini, yakni KIB dan KKIR.

Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dihuni oleh Golkar, PAN dan PPP.

Sedangkan, Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) merupakan gabungan dari Partai Gerindra dan PKB.***

Penulis: M. Rain Daling

Editor: M. Rain Daling

Selalu Istimewa, Cak Imin: Saya Berjuang Liburkan May Day untuk Buruh

Lingkar.co – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, selalu merasa istimewa setiap peringatan May Day.

Hari Buruh atau May Day, diperingati pada 1 Mei setiap tahunnya. Peringatan May Day, jadi hari libur nasional di Indonesia.

“May Day ini selalu istimewa di mata saya,” ucak Cak Imin, dalam keterangan tertulisnya kepada Lingkar.co, Senin (1/5/2023).

Ia menilai, kaum buruh tidak hanya sebagai pekerja, namun sebagai entitas sosial yang solid dan punya solidaritas tinggi.

“Bagi saya kaum buruh itu bukan saja sebagai pekerja, tetapi entitas sosial yang solid dan punya solidaritas tinggi,” tuturnya.

Saat menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menaker), Cak Imin, berjuang menjadikan May Day, jadi hari libur Nasional.

“Itu mengapa ketika saya Menaker, saya berjuang meliburkan May Day untuk buruh,” ucap Cak Imin.

Dia mengatakan, May Day ditetapkan sebagai hari libur nasional ‎melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2013.

Hal itu disambut baik oleh kalangan pekerja dengan menggelar sejumlah kegiatan, baik bersifat sosial maupun aksi demonstrasi di berbagai wilayah.

Menjadikan May Day sebagai hari libur, kata dia, merupakan tanda bahwa buruh menjadi prioritas nasional.

Hal tersebut juga kata Cak Imin, sebagai bentuk kehadiran negara di tengah-tengah buruh.

“Negara memberikan kehormatan pada buruh, makanya May Day selalu libur sekarang,” jelas ucap pria yang juga akrab disapa Gus Imin, itu.

Manfaatkan dengan Aksi Sosial

Ia pun mendorong para buruh untuk memanfaatkan May Day sebaik mungkin dengan aksi-aksi sosial yang bermanfaat.

“Peringatan May Day harus dimanfaatkan dengan aksi-aksi sosial,” ucap Wakil Ketua DPR RI Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) itu.

“Juga yang tidak kalah penting membangun kebersamaan hubungan industrial agar lebih harmonis secara nasional dan menguntungkan semua pihak terkait,” lanjutnya.

Gus Imin juga mengapresiasi kesolidan buruh untuk meningkatkan kesejahteraan secara bersama-sama.

Ia menilai aksi demonstrasi yang digelar para buruh secara rutin setiap 1 Mei tak lain adalah sebagai wujud soliditas buruh memperjuangkan kesejahteraan bersama.

“Pada dasarnya peringatan 1 Mei boleh saja dilaksanakan tiap tahun, dilaksanakan dengan berbagai variasi,” ucap Gus Imin.

“Ada yang syukuran, ada yang demo. Itu sah saja dilakukan, karena memang mereka solid memperjuangkan kesejahteraan bersama,” pungkasnya.***

Penulis: M. Rain Daling

Editor: M. Rain Daling

Prabowo Sebut PDIP Berpeluang Gabung Koalisi Besar: Segera Bertemu Puan Maharani

Lingkar.co – Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto, mengatakan bahwa peluang PDIP gabung dengan Koalisi Besar masih terbuka lebar.

“Saya kira, selalu terbuka, kalau memang ada,” ucap Prabowo, kepada wartawan, usai bertemu Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, di kediaman pribadinya, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin (10/4/2023).

Bahkan, kata Prabowo, dirinya sempat berbicara dengan Puan Maharani, terkait wacana pembentukan Koalisi Besar.

“Saya juga kemarin waktu ultah AU, saya juga sempat ngobrol sebentar dengan Puan. Baru cerita kan, kemarin hari Minggu di HUT AU,” ucapnya.

“Beliau (Puan Maharani) katakan, mungkin sebentar lagi kita akan diatur untuk komunikasi politik,” sambung Prabowo.

Oleh karena itu, Prabowo mengatakan dalam waktu dekat ini akan bertemu dengan Ketua DPP PDIP, Puan Maharani.

“Beliau (Puan Maharani) baru ajak mau ketemu,” kata Prabowo.

Ia pun menegaskan bahwa partainya selalu terbuka untuk semua partai politik dalam membangun kerja sama di Pemilu 2024.

“Saya kira semua pihak, terbuka untuk komunikasi politik,” kata Prabowo.

Diketahui, wacana pembentukan Koalisi Besar digagas oleh Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR).

Terkait pertemuannya dengan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, Prabowo, mengatakan sebatas pertemuan berkala dan saling tukar informasi.

“Jadi, hari ini kami dari Partai Gerindra sekali lagi mendapat kehormatan kedatangan Pak Gus Muhaimin, Ketum PKB,” ucap Prabowo.

Prabowo mengatakan, Partai Gerindra dan PKB kerap melakukan pertemuan secara berkala.

Sebab, kata dia, dua partai politik tersebut sudah sejak lama melakukan kerja sama politik dan telah membentuk sekretariat bersama.

“Sehingga, memang secara berkala meng-update masing-masing dari hasil-hasil pertemuan saya dengan partai lain,” kata Prabowo.

Prabowo mengungkapkan, Cak Imin akan memberi informasi terbaru seputar politik. Sehingga, keduanya akan saling bertukar informasi.

“Beliau (Cak Imin) juga akan meng-update–update hal-hal. Jadi, kita akan bertukar informasi,” pungkas Prabowo.*

Penulis: M. Rain Daling
Editor: M. Rain Daling

Disebut Legowo Tidak Jadi Cawapres Prabowo, Cak Imin: Jangan Ngarang!

Lingkar.co – Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, menjawab apakah legowo atau tidak jika tak jadi cawapres Prabowo Subianto.

Pertanyaan tersebut mencuat setelah adanya wacana pembentukan ‘Koalisi Besar’ jelang Pemilu 2024.
Hal tersebut ia katakan kepada wartawan usai bertemu Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin (10/4/2023) sore.

“Siapa bilang? Jangan ngarang,” ucap Cak Imin, sambil tertawa.

Ia pun mengungkit hasil Mukamar PKB. Oleh karena itu, Cak Imin, masih berharap jadi cawapres jika koalisi besar terbentuk.

“Itu keputusan Muktamar PKB. Kamu jangan doa jelek ya,” jawab Cak Imin kepada wartawan.

Kendati demikian, Cak Imin, mendukung pembentukan Koalisi Besar yang digagas Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR).

Ia menilai, jika semua partai politik bisa menjadi bagian dari Koalisi Besar pada Pemilu 2024, akan semakin bagus.

“Semua, tambah pasukan, tambah kekuatan lebih baik,” ucap Cak Imin.

Cak Imin mengatakan, PKB menyambut baik semua partai politik bisa bersama-sama menjadi bagian dari Koalisi Besar.

“Karena Koalisi Besar semakin banyak, semakin bagus, tinggal kita ingin memastikan kesungguhan dan kebersamaan,” jelas Cak Imin.

Terkait capres dan cawapres yang bakal diusung, Cak Imin mengatakan baru akan dibahas belakangan atau setelah Koalisi Besar terbentuk.

“Itu nanti diujung, kita bahas,” ucapnya singkat.

Ia pun tidak ingin berandai-andai soal nama capres dan cawapres yang bakal diusung Koalisi Besar.

“Sampai hari ini enggak ada misal-misal, yang penting proses saja berlangsung, pendaftaran kan masih lama,” jelas Cak Imin.

Lebih lanjut, Cak Imin, juga masih merahasiakan apakah telah ada pembahasan berama Prabowo Subainto, soal capres dan cawapres.

“Rahasia, rahasia,” ujarnya singkat.

Sementara itu, Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto, juga menjawab pertanyaan soal kemungkinan Airlangga Hartarto, sebagai cawapres dari Koalisi Besar.

Dia menyebut masih dalam proses komunikasi antar partai politik.

“Kita katakan ini semua proses sedang dibahas,” ucap Prabowo.*

Penulis: M. Rain Daling
Editor: M. Rain Daling