Arsip Tag: potensi

Baznas Jateng Lapor ke Komisi VIII DPR RI, Potensi Mencapai Triliunan Baru Tercapai 5 Persen

Lingkar.co – Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Tengah KH Daroji memaparkan bahwa tahun 2025 menjadi tonggak penting bagi pengelolaan zakat di provinsi ini. Ia menyebut total penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) menembus angka Rp1 triliun. Perolehan itu menjadikannya penerimaan zakat terbesar di tingkat provinsi se-Indonesia.

Menurutnya, capaian tersebut didukung penguatan tata kelola, digitalisasi layanan, serta perluasan basis muzaki dari ASN, masyarakat umum, hingga sektor usaha. Namun demikian, angka tersebut masih jauh dari potensi zakat Jawa Tengah yang diperkirakan mencapai Rp20–25 triliun pertahun.

Artinya, realisasi saat ini baru menyentuh sekitar 4–5 persen dari potensi yang seharusnya dapat digali.

“Inilah pekerjaan besar yang terus kami dorong bersama Baznas RI dan dukungan DPR,” kata Darodji saat menerima Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI di Kantor Baznas Jawa Tengah, Kamis (22/1/2026)

Di sektor kebencanaan, Baznas Jawa Tengah mengoperasikan program Baznas Tanggap Bencana (BTB) dan Baznas Siaga Bencana yang aktif merespons berbagai kejadian banjir, longsor, dan bencana hidrometeorologi lain sepanjang 2025.

Tercatat ratusan titik bencana di Jawa Tengah mendapat intervensi bantuan darurat, dengan dukungan ribuan relawan kebencanaan Baznas yang tersebar hingga tingkat kabupaten/kota.

Sementara dalam laporan penyaluran zakat 2025, dana ZIS Baznas Jateng disalurkan ke berbagai bidang strategis, antara lain:

  1. Kemanusiaan dan kebencanaan, untuk logistik darurat, hunian sementara, dan pemulihan pascabencana
  2. Ekonomi produktif, khususnya penguatan UMKM mustahik agar naik kelas dan mandiri
  3. Pendidikan, melalui bantuan madrasah, beasiswa santri dan mahasiswa, serta peningkatan sarana belajar
  4. Perumahan, berupa renovasi dan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH)
  5. Kesehatan dan sosial, bagi kelompok rentan dan masyarakat miskin ekstrem

Sementara, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wahid, menyebut Baznas Jawa Tengah sebagai contoh praktik baik pengelolaan zakat nasional. Salah satu inovasi yang diapresiasi adalah program pengalengan daging kurban, yang memungkinkan distribusi merata dan berkelanjutan kepada penerima manfaat.

“Konsep ini bahkan ditiru oleh Baznas Pusat karena terbukti efektif dan berkeadilan,” ujarnya.

Ia menegaskan, Baznas telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengeksekusi program-program sosial, terutama yang menyasar masyarakat miskin, pelaku UMKM, lembaga pendidikan keagamaan, hingga perumahan rakyat.

Ke depan, Komisi VIII mendorong penggalian sumber dana baru, khususnya dari korporasi, yang selama ini kontribusi pajaknya dinilai belum optimal bagi kesejahteraan rakyat.

“Kami sedang merancang penguatan skema penghimpunan zakat korporasi, lalu mengolaborasikannya dengan Kementerian Keuangan sebagai layering pajak. Dengan ribuan korporasi yang beroperasi di Indonesia, potensi dampaknya sangat besar,” tegas Abdul Wahid.

Ketua Umum Baznas RI, Prof. Dr. Noor Ahmad, mengungkapkan bahwa secara nasional, penerimaan zakat Baznas tahun 2025 telah mencapai Rp1,2 triliun.

Capaian ini diiringi dengan pengakuan luas, lebih dari 60 penghargaan nasional dan internasional, serta penilaian transparansi tertinggi dari Komisi Informasi Pusat (KIP) dan apresiasi dari KPK.

“Capaian ini tidak lepas dari dukungan Komisi VIII DPR RI. Kritik yang terus diberikan justru membuat kami tumbuh dan berbenah,” ujar Noor Ahmad.

Ia melanjutkan, Baznas kini menjalin kerja sama luas dengan kementerian/lembaga, BUMN, BUMD, swasta, hingga komunitas akar rumput.

Ke depan, Baznas RI menatap peluang besar kolaborasi dengan Kementerian Keuangan untuk menjadikan zakat sebagai instrumen pelengkap kebijakan fiskal.

Jika skema penggantian atau pengurangan pajak melalui zakat dapat diterapkan secara luas, potensi zakat nasional diperkirakan bisa mencapai hingga Rp300 triliun per tahun. (*)

Banyak Potensi Kerawan di Pilkada 2024, Bawaslu Ajak Masyarakat Ikut Lakukan Pengawasan

Lingkar.co – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Grobogan berupaya meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam melakukan pengawasan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

Salah satunya dengan mengadakan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif dengan tema Optimalisasi Peran Masyarakat Dalam Menyukseskan Pemilihan Serentak 2024.

Kegiatan yang digelar di Hotel 21 Purwodadi pada Rabu (2/10/2024) itu juga dihadiri tim pemenangan pasangan calon Setyo Hadi dan Sugeng dan  pasangan calon Bambang Pujiyanto dan Catur Sugeng Susanto.

“Keterlibatan masyarakat dalam pengawasan sangat diperlukan, sehingga Pilkada bisa berjalan aman dan terpilih pemimpin terbaik,” kata Ketua Bawaslu Grobogan Fitria Nita Witanti.

Dalam kesempatan itu, salah satu narasumbur yang merupakan anggota KPU Jawa Tengah, Muhammad Machrus menjelaskan sejumlah kerawanan yang biasa terjadi di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Seperti antrean pemilih di TPS, sehingga KPPS harus bisa mengalokasikan waktu dengan baik.

Kemudian untuk logistik dalam Pilkada 2024 untuk Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati serta Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, kata Machrus, harus tepat waktu dan tepat jumlah.

Kerawanan lainnya, lanjutnya, bisa terjadi terkait pendamping pemilih di TPS, baik dari keluarga atau KPPS saat melakukan pencoblosan surat suara di bilik suara. Jangan sampai terjadi manipulasi.

“Untuk itu dibutuhkan pengawasan partisipatif dari masyarakat untuk ikut mengawasi hal-hal seperti itu,” ujarnya.

Sementara itu, narasumber lainnya, peneliti dari Jaladara Institur Nur Kholis mengatakan, dalam pelaksanaan Pemilu seringkali muncul berita bohong atau hoaks dan ujaran kebencian dengan tujuan memengaruhi pemilih.

Menurutnya, hoaks tidak hanya berunsur dari hal yang negatif, nmun hal positif juga bisa jadi berita bohong. Biasanya, dipraktekkan untuk memanipulasi citra calon dengan target pemilih.

“Target hoaks adalah agar pilihan politik berubah atau minimal tidak memilih siapapun bahkan bisa berdampak perpecahan. Namun dampak secara umum adalah pembunuhan karakter,” ungkap Nur Kholis. (*)

Penulis: Miftahus Salam

Akan Operasional Pertengahan 2026, Pabrik Biomassa Mulai Petakan Potensi di Blora

Lingkar.co – Menindaklanjuti MoU yang sudah dijalin antara Pemkab Blora dengan Pabrik Biomassa PT Maharaksa Biru Energi Tbk pada Rabu (29/11/2023) lalu, perwakilan dari PT Maharaksa Biru mulai melakukan tinjauan di wilayah Blora untuk petakan potensi selama beberapa hari kedepan.

Perlu diketahui, Pabrik Biomassa yang diprakarsai PT Maharaksa Biru Energi Tbk segera berdiri di Blora. Pemkab Blora telah melakukan penandatanganan MoU dengan PT tersebut dan direncanakan pertengahan 2026 pabrik sudah siap operasional.

MoU bersama dalam hal pengembangan proyek bidang energi terbarukan (Wood chip/ Sawdust dan bio compressed natural gas) itu dilakukan langsung oleh Bupati Blora, H. Arief Rohman dengan Direktur Utama PT Maharaksa Biru Energi Tbk, Bobby Gafur Umar, di aula lantai 15 gedung treasury tower Jakarta, Rabu (29/11/2023).

Widi, salah satu perwakilan dari PT Maharaksa Biru Energi Tbk, menjelaskan, beberapa hari kedepan akan melakukan tinjauan di beberapa wilayah di Blora. “Ada beberapa wilayah yang sudah kami survei salah satunya di wilayah Barat, “ jelasnya, Rabu (17/01/2024) saat koordinasi di ruang pertemuan setda Blora.

Dikemukakan, PT Maharaksa Biru Energi Tbk sangat ingin berinvestasi di Blora. 0leh karena itu pihaknya terus follow up MoU yang telah dilakukan pada November 2023 lalu. “Jadi kami berkomitmen untuk mengmebangkan proyek bio energy dan saat ini kami sudah mou dengan PLN dan menjadi salah satu pemasok besar PLN. Targetnya, dalam 2 tahun ini produksi mencapai 1 juta ton / tahun.” ujarnya.

menurut Widi, target itu tentu tidak ringan dan pihaknya mencoba memenuhinya. Untuk itu pihaknya berharap dari Blora minimal bisa ikut menyumang 300 ribu Ton / tahun. Dikatakan Selain di Blora, PT Maharaksa Biru Energi Tbk juga sudah mendirikan pabrik di Bangka.” Semoga ini nanti jika sudah berdiri tentunya akan bermanfaat juga untuk wilayah Blora.” harapnya.

Dikatakan pula, pihaknya sudah mulai menyusun rencana pengembangan bisnis Bio-CNG (Compressed Natural Gas) dari limbah pertanian yang berlimpah di Blora. Baik jerami, gabah dan jagung. “Daerah Blora ternyata menyimpan potensi limbah pertanian yang sangat besar, tentu setiap wilayah ini banyak potensinya,” papar Widi.

Ditambahkan, pabrik Biomassa yang akan digarap OASA di Blora akan menghasilkan wood chip yang nantinya akan dipasok sebagai bahan co-firing untuk PLTU Rembang. “Disini sebetulnya ada 2 project jadi satu proyek suplai ke PLN yaitu serbuk kayu dan ini sudah ditunggu , sehingga kami butuh data data kayu, namun demikian tentunya kami tidak hanya menebang tapi juga akan menanam dengan melakukan suatu sistem hutan lestari sehingga tidak merusak lingkungan,” imbuhnya.

Sambut Baik

Bupati Blora Arief Rohman saat menindaklanjuti MOU dengan PT Maharaksa Biru Energi Tbk. Foto: dokumentasi

Sementara itu, Bupati Blora H. Arief Rohman menyambut baik dan mengucapkan selamat datang pada tim dari PT Maharaksa Biru Energi Tbk yang sudah mulai bergerak menindaklanjuti kerjasama dengan Pemkab Blora.

“Saya atas nama Pemkab Blora mengucapkan selamat datang di Blora semoga MoU yang sudah dilaksanakan segera bisa di follow up dan memberikan manfaat bagi Pemkab Blora. Ini investasi yang ramah lingkungan tentu harapnya bisa memberikan dampak positif untuk masyarakat juga,” terang Bupati.

Orang nomor satu di Blora itu mengaku, saat ini Pemerintah Kabupaten Blora sangat konsen dalam isu-isu lingkungan. Seperti diketahui bahwasanya biomassa ini menjadi tren, dan Blora salah satu daerah yang dipandang memiliki potensi tersebut.

“Oleh karena itu saya minta seluruh stakeholder yang hadir, OPD terkait, dan teman-teman perhutani, semua yang ada potensi bisa dipetakan di seluruh wilayah Blora. Saya yakin potensi yang ada ini nantinya diharapkan bermanfaat dan memiliki nilai tambah untuk masyarakat.”

“Saya kira ini isu yang menarik. Kami siap ketika nanti di tempat kami sukses untuk ekspansi lebih luas lagi. Tidak hanya Blora, melainkan kabupaten- kabupaten sekitar akan kita ajak bersama sama untuk mensukseskan,” pungkas Bupati Arief. (Adv)

Muncul Potensi 900 DPTb di Margoyoso, KPU Pati: Bisa Bertambah

Lingkar.co – Muncul potensi 900 DPTb (Daftar Pemilih Tambahan) di sekitar Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati. Hal tersebut disampaikan oleh Komisioner KPU Pati Devisi Perencanaan, Data dan Informasi, Ahmad Adrik Yusri.

Gus Adrik, sapaan akrabnya mengatakan bahwa sejauh ini Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Margoyoso serta Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kajen dan sekitarnya sudah bergerak untuk mengantisipasi membludaknya DPTb tersebut.

“PPK Margoyoso serta PPS Kajen dan sekitarnya sudah bergerak untuk mengantisipasi bagaimana mekanisme dalam menata agar sekiranya nanti sudah jadi DPTb itu sudah siap,” katanya usai Rakor DPTb Basis Pesantren di Kantor Kecamatan Margoyoso, Selasa (9/1/2024).

Gus Adrik mengungkapkan data potesi 900 DPTb itu didapat dari pendataan PPS kepada pengurus pesantren di sekitar Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso. Ada 18 Pesantren yang didata.

“Tapi setelah acara Rakor ini nambah lagi 2 pesantren yang mengajukan calon potensi DPTb. Sehingga ada kemungkinan nambah karena ada 2 pesantren yang mengajukan tadi. Lalu PT Misaja itu juga ada karyawan yang dari luar, itu ada sekitar 17 orang,” tuturnya.

Ia mengatakan, apabila di Desa Kajen tidak mencukupi untuk menampung DPTb, nantinya akan digeser ke desa sekitarnya. Seperti Desa Waturoyo, Margoyoso, Cebolek Kidul, Sekarjalak, Bulumanis Kidul, dan Bulumanis Lor.

“Jumlah TPS di Desa Kajen itu ada 18. Kalau nanti masih tidak mencukupi, kita lebarkan lagi yang penting masih di Kecamatan Margoyoso,” paparnya.

Lebih lanjut, pihaknya per 15 Januari 2024 akan menutup sementara aplikasi Si Dalih. Hal ini berkaitan dengan input data pemilih Tidak Memenuhi Syarat (TMS).

“Itu datanya dari PPK Margoyoso menyampaikan ada 400. Jadi kira-kira kalau DPTb 900 ini data TMS 400 bisa mengurangi data DPTb,” ujarnya. (*)

Penulis: Miftahus Salam

Hampir Semua Wilayah di Pati Berpotensi Dilanda Bencana, Berikut Pemetaannya

Lingkar.co – Badan Penanggulangan Daerah Bencana (BPBD) Kabupaten Pati memprediksi puncak musim hujan terjadi pada bulan Januari-Februari 2024. Menurut Kepala BPBD Pati Martinus Budi Prasetya, hampir semua wilayah di Bumi Mina Tani berpotensi di landa bencana hidrometeorologi.

Ia mengungkapkan setiap wilayah memiliki ancaman bencana yang berbeda-beda. Seperti di Pati bagian selatan yang rawan dilanda banjir bandang.

“Penyebabnya adalah terjadi kerusakan di daerah tangkapan hujan. Di mana wilayah hutan sudah beralih fungsi menjadi tanaman semusim, seperti tanaman jagung. Bahkan di Sukolilo juga ada galian C di sana,” ungkapnya saat ditemui di kantornya, Kamis (4/1/2024).

Bahkan, di akhir tahun lalu di mana curah hujan belum tinggi sudah terjadi banjir bandang di Kecamatan Sukolilo dan Tambakromo.

“Kemarin di tanggal 27 November 2023 sudah ada banjir bandang di Desa Sinomwidodo, Angkatan Lor dan Angkatan Kidur, Kecamatan Tambakromo. Kemudian di tanggal 5 Desember 2023 juga terjadi banjir di Kecamatan Sukolilo, yang menyebabkan kerusakan tebing sungai, dan ada beberapa yang memakan badan jalan,” bebernya.

Kemudian, juga genangan banjir. Martinus menyebutkan hampir semua kecamatan di sepanjang bantaran Sungai Juwana menjadi langganan bencana banjir, nulai dari Sukolilo, Kayen, Gabus, Pati Kota, Jakenan hingga Juwana.

“Tahun ini kita berharap banjir semakin berkurang karena sudah ada normalisasi sungai juwana, meskipun belum menyeluruh. Kemudian juga ada bendung karet di wilayah Jakenan. Harapannya dapat mengurangi dampak banjir,” harapnya.

Ia juga meminta masyarakat mewaspadai potensi tanah longsor. Bencana ini, katanya, sangat berpotensi terjadi di wilayah Kecamatan Gembong, Tlogowungu, Cluwak dan Gunungwungkal.

Juga, bencana angin puting beliung. Ia mengatakan saat ini wlayah yang sudah terdampak di Sukolilo.

Sementara itu, di wilayah Pati Utara khususnya yang dekat dengan laut berpotensi dilanda banjir rob. Ia menyebutkan mulai dari Kecamatan Batangan, Juwana, Wedarijaksa, Trangkil, Tayu hingga Dukuhseti.

“Hampir semua wilayah di Pati punya potensi bencan. Kalau kita petakan di daerah dekat gunung banjir dan longsor. Kalau wilayah dekat pantai yang perlu diwaspadai adalah banjir rob,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi terjadinya bencana, pihaknya meminta masyatakat selalu menjaga lingkungan. Terutama jangan membuang sampah di sungai.

“Diperkirakan puncak musim hujan di bulan Januari-Februari. Mari jangan membuang sampah di sungai. Karena saat banjir besar itu luar biasa tumpukan sampahnya. Seharusnya air mengalir lancar malah tersumbat oleh sampah,” imbaunya. (*)

Penulis: Miftahus Salam

Editor: Muhammad Nurseha

Potensi Melimpah, Bupati Arief Optimistis Mimpi Blora Sebagai Kabupaten Organik Terwujud

Lingkar.co – Bupati Blora, H. Arief Rohman optimistis bahwa mimpi Blora jadi Kabupaten Organik bakal terwujud. Menurutnya, potensi Blora melimpah (populasi sapi terbesar di Jawa Tengah), tinggal bagaimana petani mempunyai tekat untuk bertani organik.

Bupati menyampaikan hal itu usai panen raya padi organik di lahan milik Klomtan Sido Makmur, Desa Gondel, Kecamatan Kedungtuban, Jumat (10/11/23), sore.

‘’Kami akan mendorong terus petani di Blora untuk bertani organik,’’ tandasnya.

Dikemukakan, saat panen raya di lahan milik Pak Nur, Klomtan Sido Makmur, Gondel, hasil ubinannya 8,7 Ton. Setelah diproses menjadi beras sekitar 4 Ton lebih. Jika dihitung, dengan harga Rp 17.000/Kg, maka per Hektarnya bisa menghasilkan hampir Rp 70 juta.

‘’Ini secara manajemen, hasilnya sudah kelihatan. Dihitung saja, hasil panen dikurangi berapa biaya produksinya sudah kelihatan hasilnya,’’ ungkap Bupati kepada sejumlah anggota Klomtan Sido Makmur.

Terpenting, demikian Bupati yang akrab dipanggil Mas Aref itu, para petani diminta konsisten, dan menyadari bahwa untuk beralih ke pertanian organik butuh proses. Mungkin di tahun pertama, kedua, hingga tahun ketiga hasilnya belum maksimal.

Cerita keberhasilan pertanian organik, juga pernah dikemukakan oleh Mas Arief, yakni saat hadir di acara panen padi organik di wilayah Kedungtuban baru-baru ini, ternyata hasil panen pertanian organik tersebut memuaskan.

Seperti saat panen padi organik yang di Desa Bajo, Ngraho, Sidorejo, Kecamatan Kedungtuban. Rata-rata harga beras organik dari panenan itu bisa Rp 17.000/Kg.

Saat panen padi organik di beberapa desa di Kedungtuban itu, ternyata menghasilkan 8,4 Ton/Ha gabah kering panen dan setelah diproses menjadi beras sekitar 4,1 Ton lebih. Jika dihitung, dengan harga Rp 17.000/Kg, maka per Hektarnya bisa menghasilkan sekitar Rp 70 juta lebih.

Potensi Melimpah

Disampaikan Bupati Arief, banyaknya jumlah ternak sapi di Kabupaten Blora menjadi salah satu peluang emas untuk pengembangan pertanian organik. Disisi lain pertanian organik bisa menjadi solusi bagi para petani untuk tetap produktif, di tengah keterbatasan alokasi pupuk bersubsidi dari pemerintah pusat.

Menurut Bupati, setelah disurvei, beberapa persoalan yang disampaikan masyarakat Blora, urutan pertama adalah soal pupuk, kedua infrastruktur jalan, dan ketiga air. Persoalan pupuk jadi hal yang mendominasi dari apa yang dikeluhkan, karena memang sebagian besar masyarakat bekerja di bidang pertanian.

Bupati Blora, Arief Rohman saat mengikuti panen padi organik bersama petani. Foto: dokumentasi

‘’Solusinya, pertama petani membeli pupuk non subsidi, kedua bagaimana kita punya potensi bahan baku pupuk organik yang melimpah harus dimanfaatkan. Bagaimana persoalan pupuk ketika petani butuh ini bisa dicukupi, kita buat terobosan agar tidak tergantung pupuk bersubsidi. Pertanian memanfaatkan pupuk organik dari kotoran sapi, di Blora ini sudah menerapkan tapi belum masif,” Jelasnya Bupati Arief

Terkait program Pemkab Blora, Gerakan Sejuta Kotak Umat (Gerakan masif Menjadikan Kotoran Ternak Bermutu dan Kaya Manfaat), juga sudah dilakukan oleh anggota Klomtan Sido Makmur di Desa Gondel. Yakni suatu gerakan masif pembuatan kotak fermentasi untuk mengolah kotoran ternak agar menjadi pupuk yang bermutu dan kaya manfaat untuk tanah dan tanaman pertanian.

Terpisah, salah satu petani organik di Desa Gondel, Dwi Putranto, mengungkapkan, apa yang menjadi program Bupati Blora untuk menjadikan Blora sebagai Kabupaten Organik perlu didukung penuh.

‘’Gerakan ini harus dimassifkan. Perlu proses memang, hanya melihat kondisi tanah yang sudah tidak subur akibat penggunaan pupuk kimia, ketersediaan pupuk bersubsidi yang minim, tentu yang harus dipahami oleh para petani,’’ tandasnya.

Dwi mengemukakan, dirinya saat ini juga sudah menanam padi organik, dan hasilnya cukup bagus. ‘’Semua butuh proses, di tahun pertama hasilnya mungkin belum maksimal. Dimungkinkan menginjak tahun ke empat hasilnya akan maksimal,’’ ungkap Dwi Putranto. (Adv)

Dirjen Potensi Pertahanan Kemenhan RI Sebut Pembangunan Kendal Progresif

Lingkar.co – Dirjen Potensi Pertahanan Kemenhan RI, Mayjen Moh Fadjar menyebut Kabupaten Kendal sebagai daerah penunjang ibukota Propinsi Jateng dengan progres pembangunan yang baik.

“Kabupaten Kendal dipilih untuk sosialisasi karena wilayah yang nilai progres pembangunannya baik dibandingkan daerah lain,” kata Fadjar saat sosialisasi Pembinaan Kesadaran Bela Negara Bagi Perangkat Desa di hotel Sae Inn, Kendal, Rabu (20/9/2023).

“Lima tahun ke depan, Kendal akan menjadi wilayah yang lebih baik dari daerah lain karena Kendal merupakan wilayah penunjang ibukota provinsi Jateng dengan progres pembangunan baik,” sambungnya.

Sejalan dengan hal itu, ia mewanti-wanti agar Kendal tetap menjadi daerah yang kondusif. Salah satunya dengan mempersiapkan masyarakat yang siap menunjang pembangunan aspek non fisik.

“Karena ekonomi tidak bisa berkembang, apabila masyarakat tidak kompak dan tingkat kondusifitas yang rendah,” ingatnya.

Ia tegaskan, bela negara tidak semata-mata harus mengangkat senjata, melainkan suatu sikap, perilaku dan tindakan warga negara. Konteks bela negara saat ini harus punya persepsi tentang ancaman apapun sehingga memiliki kesadaran untuk membela negara.

“Konteks bela negara harus punya persepsi tentang ancaman yang akan membangun kesadaran untuk membela negara. Setiap hari menghadapi ancaman terhadap negara yang mengarah disintegrasi bangsa. Seluruh kompenen bangsa ini merupakan sistem pertahanan bangsa,” tandasnya.

Menurutnya, Kendal sebagai wilayah yang berkembang, perlu menanamkan bela negara kepada semua lapisan, tidak terkecuali perangkat desa.

Sementara, Wakil Bupati Kendal, Windu Suko Basuki mengatakan sosialisasi merupakan salah satu upaya kongret untuk membangun kesadaran bela negara di tengah masyarakat, khususnya di kalangan perangkat desa.

“Saya berharap Perangkat Desa dapat menjadi agen perubahan yang membantu menyebarkan nilai-nilai bela negara kepada warga masyarakat di Desanya,” harapnya.

Wakil bupati menambahkan, kesadaran bela negara menjadi tanggung jawab seluruh warga Indonesia. Bukan hanya tanggung jawab TNI atau aparat Pemerintah,

“Bela Negara ini tugas kita bersama termasuk perangkat desa sebagai garda depan, untuk menjaga kedaulatan, keutuhan dan keamanan negara kita tercinta ini,” pungkasnya. (*)

Penulis: Wahyudi
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Setia WS Gelar Wisuda XXXII di MAJT, Kesan Jadi Mahasiswa; Sekolah Kecil Tapi Potensi Luar Biasa

Lingkar.co , Meski saat ini baru memiliki gedung yang kecil, namun Sekolah Tinggi Agama Islam Walisembilan (Setia WS) Semarang memiliki potensi yang luar biasa. Inilah kesan para wisudawan di angkatan XXXII.

“Kelihatannya sekolahannya kecil, tapi ternyata menyimpan banyak potensi yang luar biasa,” kata salah satu wisudawan, Yulianto.

Ia katakan hal itu disela acara Wisuda XXXII Setia WS Semarang di Convention Hall Masjid Agung Jawa Tengah, Jl. Gajah Raya, Kota Semarang, Rabu (20/9/2023) pagi.

Pria yang lulus dari jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) pada Fakultas Dakwah.ini menyebut, selama ia kuliah, banyak mahasiswa yang aktif di berbagai bidang organisasi dan profesi.

“Banyak temen kuliah yang sudah memiliki pengalaman di profesi tertentu, dan malang melintang di berbagai aktivitas, sambungnya.

Ada yang juara MTQ, aktif sebagai pengurus organisasi badan otonom Nahdlatul Ulama, aktif meniti karier profesional, sampai di partai politik juga ada.

Di lain sisi, ia juga mengaku terkesan dengan potensi keagamaan di lingkungan dosen yang umumnya adalah kiai atau agamawan.

“Yang paling berkesan itu sekolah di tempat yang banyak kiainya,” akunya.

Kendati demikian, ia juga mengakui terkendala dalam memilih tempat pemagangan dan fasilitas dari kampus untuk berekspresi sesuai disiplin keilmuan yang belum maksimal karena keterbatasan ruang.

“Tapi itu yang di kampus lama, tidak tahu nanti kalau sudah pindah gedung di kampus yang baru. Mudah-mudahan jauh lebih baik dan lebih lengkap,” ujarnya.

Kesan yang sama juga dirasakan Muhammad Ikhwanuddin yang telah dinyatakan lulus dari jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah. Karenanya ia pun merasa senang.

“Merasa senang bisa lulus sebagai sarjana di Setia WS,” ucapnya.

Ia juga merasa terkesan dengan dosen yang dapat memaparkan materi perkuliahan dengan baik dan ramah.

Kelebihan dosen dan mahasiswa juga terbukti saat Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Wedung Demak. Wisudawan asal Grobogan ini mengungkapkan, tim KKN mampu mengangkat potensi ekonomi masyarakat atas bimbingan dosen dan keuletan para mahasiswa.

“Selama KKN di Wedung, Demak bisa berinteraksi dengan masyarakat sebagai mahasiswa sampai pada akhirnya bisa mengaktifkan kembali potensi ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

“Jadi di desa itu ada tempat semacam rawan yang dulunya pemancingan tapi lama tidak aktif. Itu kita aktifkan kembali,” sambungnya.

Sementara, Ketua Setia WS Semarang, Drs. KH. Muhlisin Bisri, MAg MM dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas pelaksanaan wisuda XXXII.

“Hari ini, saya dan seluruh civitas merasa senang dan bangga kepada para wisudawan,” ucapnya.

Setia WS Semarang selalu menekankan pendidikan karakter sebagaimana yang diajarkan oleh Imam Ghozali. Yaitu orang yang tahu bahwa dirinya memiliki ilmu dan kemampuan sehingga ia menjadi orang yang bermanfaat bagi masyarakat.

Bukan mengajarkan mahasiswa menjadi manusia tipe kedua, yaitu orang yang tahu tapi tidak tahu bahwa dirinya berilmu dan memiliki kecakapan sehingga ilmunya hanya bermanfaat bagi diri sendiri. Apalagi tipe ketiga dan keempat.

Sebagaimana filosofi padi yang berisi, ia berpesan agar para wisudawan berlaku rendah diri, dan menjauhi kesombongan dan sifat buruk lainnya.

“Jadilah ilmuwan yang santun, semakin tua semakin berisi dan semakin menunduk,” pesannya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidaya

Visi Muslimat NU Ungaran Timur Targetkan Lebih Jauh dan Satukan Semua Potensi NU

Lingkar.co , Ketua PAC Muslimat NU Ungaran Timur, Hj. Rojiah mengungkapkan visinya dalam memimpin Muslimat NU di Ungaran Timur. Yakni harus memiliki target yang lebih jauh dan menyatukan semua potensi NU.

“Kami ingin yang mengurus NU maupun banom itu berpikir untuk masa depan. Jadi ada prioritas kegiatan yang berdampak pada masyarakat luas,” ujarnya.

Ia katakan hal itu seusai penyerahan hadiah lomba dan santunan anak yatim di alun-alun Kalongan, Ungaran Timur Kabupaten Semarang, Jum’at (1/9/2023) sore.

Selain itu, lanjutnya, semua potensi yang ada harus disatukan agar NU memberikan kemaslahatan yang lebih luas.

Dalam kegiatan kali ini, Muslimat NU Ungaran Timur mengadakan aneka lomba edukatif yang digelar beberapa pekan lalu. Selanjutnya pemberian hadiah, santunan anak yatim, dan pada malam hari menggelar acara besar Muslimat NU Ungaran Timur Bersholawat.

Menghadirkan Habib Ahmad Al-Haddar dan grup rebana Ahbaabul Musthofa di alun-alun Kalongan. Kegiatan tersebut diharapkan bisa mendongkrak perekonomian masyarakat sekitar.

“Dengan kegiatan semacam ini, tentunya semua potensi NU kita akomodir dan masyarakat juga mendapatkan manfaat, baik dari sisi ekonomi maupun keagamaan,” jelasnya.

Senada, Ketua Panitia Kegiatan, Hj. Siti Rochmah berharap even perlombaan yang digelar bisa memperbaiki kaderisasi.

“Kami berharap even perlombaan ini bisa membantu memperbaiki kaderisasi NU dan banom yang ada di Ungaran Timur,” katanya.

Ia berharap, melalui berbagai lomba menumbuhkan semangat belajar dan menjadi santri. Sehingga pada masanya nanti bisa melanjutkan perjuangan NU di Ungaran Timur.

“Semoga adik-adik yang juara hari ini bisa terus berprestasi dan menjadi generasi sholih dan Sholihah untuk meneruskan khidmat berbangsa di Nahdlatul Ulama atau banomnya,” harapnya.

Ia sebut ada mewarnai kaligrafi Alquran, lomba adzan, lomba hafalan surat pendek menjadi tahapan menuju yang lebih jauh. Yakni memotivasi anak dan orangtuanya agar melanjutkan belajar di pesantren.

“Semoga nantinya adik-adik bisa jadi hafizh hafizhat, bisa bermanfaat bagi masyarakat bersama Nahdlatul Ulama,” tuturnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Hari Jadi Kabupaten Kebumen ke-394, Ferry Wawan Cahyono Dorong Potensi Wisata Kebumen

Lingkar.co – Pada Hari Jadi Kebumen ke-394 Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono dorong potensi wisata Kebumen.

Ferry mengungkapkan momentum hari jadi dapat menjadi tonggak penggalakan potensi daerah.

“Kebumen memang tidak punya tambang emas atau minyak, tapi Kebumen itu punya potensi wisata yang sangat besar. Nah, potensi besar ini yang saya dorong untuk nantinya lebih berkembang,” kata pria yang akrab disapa Mas Ferry itu.

Politisi Partai Golkar tersebut menjelaskan perlunya promosi masif untuk wisata Kebumen.

“Kebumen itu punya wisata air yang indah, seperti Pantai Menganti, Bopong Puring, Karang Bolong, Surumanis hingga Lampon dan lainnya. Belum lagi wisata alam lainnya seperti Goa Jatijajar dan bukit pentulu. Perlu adanya promosi pariwisata yang masif,” ujar Mas Ferry.

Dia menjelaskan potensi pariwisata yang begitu besar di Kebumen dapat memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Wisata dapat memunculkan multiplier effect yang besar dalam roda ekonomi. Dari satu destinasi wisata bisa memunculkan kegiatan ekonomi lain, misal perhotelan, kuliner hingga kriya. Ini yang perlu kita dorong bersama-sama,” jelasnya.

Pemprov Jateng, lanjut Mas Ferry, telah memberikan fasilitas-fasilitas kemudahan permodalan untuk UMKM, silahkan yang dari daerah dapat mengaksesnya.

“Tentu saya sebagai legislatif dan Kebumen merupakan konstituen saya ya nantinya pasti akan kita perjuangkan soal itu,” jelas Ketua MKGR Jateng tersebut.

Selanjutnya, Mas Ferry memberikan satu solusi riil untuk mempermudah promosi wisata Kebumen.

“Di wilayah Kebumen, Banjarnegara banyak pemuda-pemuda kreatif yang aktif di platform digital, youtuber juga. Kemarin di salahsatu episode saya sudah sempat memberikan contoh promosi pariwisata melalui platform digital. Bisa dicontoh nantinya,” pungkas Mas Ferry.

Penulis: Muhammad Nurseha
Editor: Muhammad Nurseha