Lingkar.co - Tokoh Reformasi 1998 sekaligus Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Prof. Amien Rais, melontarkan kritik keras terhadap Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Ia menilai, besarnya dorongan kekuasaan membuat Jokowi bersikap berlebihan dalam politik nasional.
Menurut Amien, kecenderungan tersebut bahkan membuat Jokowi dinilainya sebagai sosok yang tidak pernah puas terhadap kekuasaan yang telah diemban selama dua periode kepresidenan.
"Dengan tanpa malu Jokowi menekuk-nekuk hukum dan undang-undang, bahkan menukangi konstitusi supaya bisa berkuasa selama 15 tahun. Itu angan-angan edan Jokowi," kata Amien Rais melalui kanal YouTube pribadinya, dikutip Selasa (2/6/2026).
Ia juga menyinggung sejumlah dinamika politik nasional yang menurutnya berkaitan dengan pengaruh Jokowi, termasuk proses yang mengantarkan Gibran Rakabuming Raka menjadi Wakil Presiden mendampingi Presiden Prabowo Subianto.
Amien menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari praktik politik yang ia nilai menyimpang dari prinsip ketatanegaraan. Ia juga menyinggung dugaan adanya upaya perpanjangan masa jabatan presiden di akhir periode kepemimpinan Jokowi.
"Bahkan, kata Amien, menjelang berakhirnya kekuasaan kepresidenannya pada 20 Oktober 2024, Jokowi pernah mencoba tambah satu periode lagi," ujarnya.
Ia menambahkan, alasan yang disebut pernah muncul terkait wacana tersebut adalah dampak pandemi Covid-19 yang dianggap mempengaruhi efektivitas pemerintahan saat itu.
Di sisi lain, Amien juga menyinggung rencana aktivitas Jokowi yang disebut akan kembali melakukan kunjungan ke sejumlah daerah pada Juni 2026, setelah kondisi kesehatannya membaik. Perjalanan tersebut dikabarkan akan dimulai dari Lampung, kemudian dilanjutkan ke Jawa Barat dan Nusa Tenggara Timur (NTT).