PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang menyalurkan bantuan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) kepada Sanggar Tari Sekar Kemuning sebagai upaya mendukung pelestarian seni dan budaya di Kota Semarang.
Bantuan tersebut disalurkan melalui Program InJourney Airports Community Upskilling for Aviation pada Kamis (3/7/2026). Dana yang diberikan akan dimanfaatkan untuk pengadaan perlengkapan pertunjukan dan kostum tari guna menunjang aktivitas sanggar.
General Manager Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Sulistyo Yulianto, mengatakan dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memberdayakan komunitas budaya sekaligus menjaga kelestarian seni tradisional.
"Bantuan ini nantinya digunakan untuk pembelian alat pertunjukan seni dan kostum, sehingga dapat mendukung penampilan Sanggar Tari Sekar Kemuning sekaligus memperkuat pelestarian seni tari tradisional di Semarang," ujar Sulistyo.
Ia menambahkan, pengembangan komunitas budaya menjadi salah satu fokus program TJSL perusahaan. Selain memberikan dukungan fasilitas, Bandara Ahmad Yani juga berencana menghadirkan penampilan Sanggar Tari Sekar Kemuning di area bandara sebagai bagian dari pengalaman bagi para pengguna jasa.
Menurut Sulistyo, langkah tersebut diharapkan mampu memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada masyarakat luas, termasuk wisatawan yang datang maupun berangkat melalui Bandara Ahmad Yani.
"Melalui Program InJourney Airports Community Upskilling for Aviation, kami berharap dapat berkontribusi dalam pengembangan talenta lokal sebagai generasi penerus penggiat budaya," katanya.
Sementara itu, Pimpinan Sanggar Tari Sekar Kemuning, Kasmiran, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Bandara Ahmad Yani Semarang.
Menurutnya, bantuan tersebut akan meningkatkan kualitas sarana pendukung pertunjukan sehingga para penari dapat tampil lebih maksimal dalam berbagai kegiatan seni dan budaya, termasuk apabila tampil di lingkungan bandara.
Melalui kolaborasi tersebut, Bandara Ahmad Yani Semarang berharap program TJSL tidak hanya memberikan manfaat bagi komunitas seni, tetapi juga mendorong terciptanya ekosistem budaya yang berkelanjutan sekaligus memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar. ***