Ribuan warga yang masih bertahan di lokasi pengungsian pascagempa Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendapat dukungan logistik dari berbagai wilayah. Pada momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Polri menggerakkan bantuan secara serentak dari lima Polda jajaran.
Sebanyak 44 truk dan satu mobil box diberangkatkan membawa kebutuhan masyarakat terdampak. Pengiriman tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat distribusi bantuan ke sejumlah titik pengungsian yang masih membutuhkan pasokan.
Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan perbedaan jarak dan kondisi geografis membuat masing-masing Polda menggunakan moda transportasi berbeda.
“Pergerakannya berbeda-beda sesuai moda transportasi, tetapi tujuannya sama. Bantuan kita dorong sedekat mungkin ke wilayah terdampak,” ujar Trunoyudo.
Dari Bali, lima truk diberangkatkan dengan membawa ribuan dus kebutuhan dasar, mulai dari air mineral, mi instan, biskuit, susu, popok, selimut hingga kasur.
Polda NTB yang memiliki kedekatan geografis dengan NTT turut mengirim delapan truk. Muatannya berupa air mineral, makanan siap saji untuk dewasa dan balita, susu, selimut, alas tidur, terpal, roti dan biskuit.
Sementara dari Jawa Tengah, bantuan dikirim menggunakan 10 truk dan satu mobil box. Muatannya antara lain 6,8 ton beras, ribuan dus air mineral, mi instan dan popok, lebih dari 11 ribu selimut, pakaian anak dan remaja, abon, genset serta kebutuhan lainnya.
Polda Metro Jaya juga mengerahkan 12 truk bantuan dengan dukungan transportasi udara dari Halim Perdanakusuma.
Jawa Timur Bawa Dapur Lapangan hingga Water Treatment
Berbeda dengan empat Polda lainnya, pengiriman dari Jawa Timur tidak hanya berfokus pada bantuan konsumsi dan kebutuhan sehari-hari.
Polda Jatim mengerahkan sembilan truk yang membawa bantuan sosial sekaligus dua kendaraan dapur lapangan dan dua unit water treatment.
Dukungan personel juga disiapkan. Sebanyak 31 personel Satbrimob, empat personel Ditpolairud dan enam personel tim psikologi atau trauma healing ikut dikerahkan.
Karena membawa kendaraan berukuran besar, rombongan Polda Jatim memilih jalur laut. Kapal Ferry Dharma Kencana V dijadwalkan membawa bantuan dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, menuju Kupang pada Selasa (18/8/2026) pukul 15.00 WIB.
Perjalanan diperkirakan berlangsung sekitar lima hari.
Kehadiran dapur lapangan diharapkan dapat membantu penyediaan makanan bagi warga pengungsian, sementara water treatment digunakan untuk mendukung kebutuhan air bersih.
Bantuan Bergerak Mengikuti Kebutuhan Lapangan
Polri menyebut distribusi bantuan tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan logistik. Sejumlah unsur pendukung penanganan bencana juga telah digerakkan sejak awal, mulai dari Brimob BKO, SAR, K9, DVI, Dokkes hingga tim trauma healing.
Polri juga menggeser berbagai perangkat pendukung seperti tenda, genset, obat-obatan, Makanan Tambahan Polri, Watergen, water treatment, Wi-Fi portable, Wontech dan Starlink.
Menurut Trunoyudo, langkah tersebut dilakukan karena kebutuhan warga terdampak bencana terus berkembang.
“Ada kebutuhan pangan, air bersih, tempat tinggal sementara, kesehatan, komunikasi sampai dukungan psikologis. Karena itu, bantuan dan personel terus kita sesuaikan dengan data terbaru dari lapangan,” katanya.
Data sementara Posko Terpadu/Polda NTT mencatat sekitar 8.861 hingga 8.911 jiwa masih mengungsi di 22 titik. Jumlah tersebut masih dapat berubah seiring pembaruan data.
Distribusi Tak Berhenti di Titik Kedatangan
Setelah bantuan tiba di NTT, Polda NTT akan berkoordinasi dengan Polres-Polres di wilayah terdampak untuk menentukan distribusi berikutnya.
Skema tersebut dimaksudkan agar bantuan tidak menumpuk di satu lokasi, melainkan dapat diteruskan hingga mendekati masyarakat yang membutuhkan.
“Kami ingin bantuan ini tidak berhenti di gudang. Bantuan didorong sampai wilayah terdampak dan diteruskan melalui Polres setempat agar masyarakat yang membutuhkan bisa segera menerima,” kata Trunoyudo.
Pengiriman puluhan kendaraan bantuan dari Bali, NTB, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jakarta memperlihatkan pola respons Polri yang mengandalkan dukungan lintas wilayah.
Di tengah peringatan kemerdekaan, bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan warga terdampak gempa di Flores tetap mendapatkan kebutuhan dasar dan pendampingan selama masa pemulihan.