Dukungan dana hibah Pemerintah Kabupaten Kendal senilai Rp20 miliar mendorong percepatan pembangunan Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Kendal. Hingga pekan ini, progres pembangunan rumah sakit empat lantai tersebut ditargetkan mencapai 23 persen.
Ketua Panitia Pembangunan RSNU Kendal, Sugiono, mengatakan, progres pembangunan sebelumnya berada di angka 15 persen. Dalam satu pekan terakhir, progres bertambah sekitar 8 persen sehingga ditargetkan mencapai 23 persen.
“Minggu kemarin 15 persen, satu minggu terakhir dapat 8 persen, sehingga menjadi 23 persen,” kata Sugiono, Sabtu (5/9/2026).
Ia menyebut percepatan pembangunan dilakukan dengan melibatkan 15 vendor dan mandor serta sekitar 200 tenaga kerja. Dengan dukungan tersebut, pihaknya menargetkan progres pembangunan bisa bertambah rata-rata 8 persen setiap minggu.
“Dalam 10 minggu ke depan target kita 80 persen. Ditambah 15 persen tadi menjadi 95 persen. Insyaallah November 2026 ini selesai,” ujarnya.
Sugiono juga menyebut, pembangunan RSNU yang bersumber dari dana hibah Pemkab Kendal sejauh ini berjalan lancar. Untuk memastikan pekerjaan tetap sesuai target, evaluasi dilakukan secara rutin setiap satu pekan, tepatnya setiap Rabu.
Ia menjelaskan, seluruh komponen pembangunan dikerjakan secara paralel. Pola tersebut diterapkan agar waktu pembangunan bisa dipangkas dan target penyelesaian dapat tercapai.
“Bangunan RSNU empat lantai tersebut kita laksanakan semua. Semua komponen pekerjaan dilakukan serempak, bareng-bareng, tidak secara bergantian,” jelas Sugiono.
Sementara itu, PCNU Kendal mulai menyiapkan tahapan setelah pembangunan fisik selesai. Perwakilan PCNU Kendal, Muh Nur Wahid, mengatakan, pihaknya akan membentuk panitia manajemen sekaligus mempersiapkan kelembagaan rumah sakit.
“Kita sedang menggodok bentuknya, PT atau yayasan, dan kita akan menentukan siapa direkturnya. Kemudian kita siapkan perizinannya,” ungkapnya.
Wahid melanjutkan, setelah kelembagaan dan perizinan disiapkan, tahapan berikutnya adalah pengadaan alat kesehatan (Alkes). Ia menyebutkan, PCNU Kendal menargetkan RSNU dapat mulai beroperasi pada 2027.
“Setelah itu baru kita akan pengadaan alkesnya. Insyaallah 2027 kita targetkan operasional,” ungkapnya.
Konsultan Manajemen Konstruksi, Arifin, menambahkan, pekerjaan secara paralel menjadi strategi utama untuk mengejar target progres. Seluruh pekerjaan yang memungkinkan dilakukan bersamaan akan dikerjakan secara simultan.
“Untuk mengejar target minggu ini 23 persen, kita bekerja paralel bareng-bareng,” tutupnya. (yud)