Tak Kunjung Ditangani Pemprov Jateng, Pemkab Kendal Tangani Penyebab Banjir

Inti berita

Kondisi Sungai Aji (Kali Aji) Kaliwungu yang sudah terlalu dangkal menyebabkan banjir dalam beberapa tahun ini. Meski demikian, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tak kunjung menangani permasalahan tersebut.

Tak Kunjung Ditangani Pemprov Jateng, Pemkab Kendal Tangani Penyebab Banjir
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari didampingi Kepala Dinas PUPR Sudaryanto saat meninjau pengerukan Sungai Aji Kaliwungu. Foto: Yoedhi/Lingkar.co

Kondisi Sungai Aji (Kali Aji) Kaliwungu yang sudah terlalu dangkal menyebabkan banjir dalam beberapa tahun ini. Meski demikian, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tak kunjung menangani permasalahan tersebut.

Banjir akibat luapan Sungai Aji menjadi langganan setiap musim hujan. Masyarakat sekitar pun merasa resah setiap musim hujan harus bersiap menghadapi banjir. 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal akhirnya melakukan pengerukan Sungai Aji Kaliwungu, meskipun bukan kewenangannya. 

Pengerukan Sungai Aji sudah dimulai sejak awal September menggunakan dua unit alat berat. Penggunaan alat berat untuk melakukan pengerukan terhambat dengan jaringan kabel seluler, sampai harus membongkar sebagian tanggul bibir sungai. 

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari didampingi Kepala Dinas PUPR Sudaryanto mengatakan, kewenangan pemerintah kabupaten hanya sebatas melakukan normalisasi sungai. Oleh karena itu, penanganan Sungai Aji ini hanya sebatas pemeliharaan. 

"Ini, sebagai solusi keluhan masyarakat, karena sudah bertahun-tahun tidak dilakukan pengertian," katanya, Sabtu (5/9/2026).

Bupati Kendal menjelaskan, ada tiga sungai untuk penanganan sungai yang menggunakan APBD Kabupaten Kendal tahun 2026. Tiga ruas, yakni ruas Sungai Aji, jembatan gedukan Krajankulon dan kawasan Brimob Plantaran sepanjang 900 meter. 

"Kemudian dilanjut di jembatan Desa Blorok sampai Desa Penjalin Kecamatan Brangsong sepanjang 3,1 kilometer. Jembatan di jalan Cepiring Gondang sampai jembatan ruas jalan pantura sepanjang 1,5 kilometer," jelasnya. 

Mujiono, warga Desa Plantaran Kaliwungu Selatan mengatakan, sudah puluhan tahun Sungai Aji belum pernah dikeruk. Selama ini tiap tahun hanya dilakukan kerja bakti secara manual untuk mengangkat sampah-sampah yang menumpuk di sepanjang sungai. 

"Sudah lama sekali belum dikeruk, mudah-mudahan, setelah pengerukan ini, tidak banjir, terutama kampung saya ini," harapnya. 

Mujiono menyebut, banjir di kampungnya sudah menjadi langganan, akibat Sungai Aji yang meluap. Setiap kali turun hujan, dalam waktu kurang dari setengah jam, air sungai sudah meluap ke jalan dan pemukim warga. 

"Pokoknya kalau hujan, tidak ada setengah jam, air sudah naik, langganan banjir di kampung saya," ujarnya. (*)

Bagikan artikel ini

Sebarkan ke teman atau simpan tautannya.

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu