Sidang putusan sela perkara dugaan korupsi yang menjerat mantan Bupati Pati, Sudewo, di Pengadilan Tipikor Semarang berakhir ricuh, Senin (29/6/2026). Kericuhan terjadi setelah majelis hakim menolak eksepsi atau nota keberatan yang diajukan Sudewo.
Usai sidang, Sudewo langsung diborgol oleh petugas KPK saat masih berada di ruang persidangan. Tindakan tersebut memicu protes dari para pendukungnya yang meminta agar Sudewo tidak langsung diborgol.
Ketegangan kembali terjadi saat Sudewo menyalami para pendukungnya di depan gerbang Pengadilan Tipikor. Karena dinilai terlalu lama berada di luar, petugas KPK kemudian menarik Sudewo untuk segera masuk ke mobil tahanan.
Massa pendukung pun berusaha menghalangi mobil tahanan keluar dari area pengadilan. Setelah sekitar 30 menit tertahan, Sudewo dipindahkan ke kendaraan taktis (rantis) Brimob.
Namun, massa kembali mengadang dengan menduduki mobil Brimob yang membawa Sudewo. Akibatnya, kendaraan tersebut tertahan sekitar satu setengah jam. Sejumlah pendukung juga terlihat melempar botol air mineral ke halaman pengadilan dan menjebol pagar untuk memasuki area gedung.
Situasi semakin memanas ketika seorang petugas KPK mencoba menemui massa. Petugas tersebut sempat ditarik oleh massa hingga seragamnya sobek sebelum akhirnya kembali masuk ke ruang tunggu jaksa.
Sekitar pukul 12.15 WIB, petugas KPK kembali menemui massa untuk memberikan penjelasan sekaligus menyampaikan permintaan maaf.
"Assalamualaikum. Bapak-bapak, ibu-ibu, perkenalkan saya Rusli, perwakilan dari KPK," kata petugas KPK tersebut.
"Mungkin tadi saya bersinggungan atau bagaimana, saya minta maaf. Bukan maksud saya, memang itu namanya lagi ramai Pak, berdesakan. Mohon maaf saya sampaikan," imbuhnya.
Permintaan maaf tersebut disambut sorakan dari para pendukung Sudewo. Setelah menyampaikan penjelasannya, petugas KPK kembali masuk ke ruang jaksa dan tidak memberikan keterangan lebih lanjut kepada awak media.
Sebelumnya, Ketua Koordinator Aksi Pendukung Sudewo, Sutirto, menduga kericuhan dipicu adanya tindakan kekerasan yang dilakukan petugas KPK terhadap Sudewo saat proses pengawalan menuju mobil tahanan.
"Kami secara langsung tidak tahu, tapi teman-teman ada saksi bilang itu ada unsur kekerasan, pemukulan. Maka teman-teman pendukung Pak Sudewo amarahnya ke situ," ujarnya.