ADVERTISEMENT
Iklan Header 1200x120

Grobogan Pecahkan Rekor MURI Panen Padi Gunakan Ani-Ani

Pemecahan rekor MURI Panen Padi dengan Pemetik Terbanyak Gunakan Ani-Ani pada Kamis (4/7/2024). Foto: Istimewa.
Pemecahan rekor MURI Panen Padi dengan Pemetik Terbanyak Gunakan Ani-Ani pada Kamis (4/7/2024). Foto: Istimewa.
ADVERTISEMENT
Top Article Ad 728x90

Lingkar.co - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan melalui Dinas Pertanian berhasil meraih penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) melalui Panen Padi dengan Pemanen Terbanyak Gunakan Ani-Ani pada Kamis (4/7/2024).

Perwakilan dari MURI, Sri Widayati menyebutkan total ada 762 peserta yang ikut dalam kegiatan pemecahan rekor ini.

"Sebenarnya hanya ada menerima pendaftaran 600 peserta. Namun, hasil verifikasi kami ada 762 peserta yang hari ini tadi ikut memetik padi dengan ani-ani," katanya.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Menurutnya, rekor yang berhasil ditorehkan tidak hanya tercatat sebagai rekor Indonesia, namun juga rekor dunia.

"Merupakan suatu kebanggaaan berada di sini, untuk mengapresiasi momentum bersejarah. Tidak hanya rekor Indonesia, namun ini menjadi rekor dunia," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Ani-ani merupakan alat pemetik tradisional yang kini mulai ditinggalkan. Bahkan, menurutnya generasi saat ini kemungkinan sama sekali tidak mengetahui alat ini.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Sementara itu, Bupati Grobogan Sri Sumarni mengatakan kegiatan ini juga diikuti seluruh jajaran Forkompimda di Kabupaten Grobogan. Mereka ikut turun ke sawah yang berada di belakang Kantor Dinas Pertanian itu.

Menurut Bupati, pemecehan rekor MURI ini juga sebagai bagian untuk mengenang sejarah pertanian. Di mana, Ani-ani adalah alat yang paling sering digunakan oleh petani saat memanen padi.

"Ini menjadi nostalgia tersendiri. Dulu panennya pakai ani-ani, sekarang sudah pakai combine dan sebagainya. Ini membuat kita mengenang zaman dulu," ujarnya.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Lebih lanjut, pihaknya berkomitmen akan terus mendorong produktivitas hasil pertanian di Kabupaten Grobogan.

"Insya Allah nanti Kabupaten Grobogan masih mempertahankan lumbung pangan," ujarnya. (*)

Penulis: Miftahus Salam

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280
ADVERTISEMENT
In Article Ad 336x280

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu