Iklan

IMATTU Semarang Buka Donasi untuk Korban Gempa Flores

Inti berita

Ikatan Mahasiswa Timor Tengah Utara (IMATTU) Semarang membuka donasi untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT)…

IMATTU Semarang Buka Donasi untuk Korban Gempa Flores
Suasa doa bersama untuk masyarakat terdampak gempa di Flores NTT oleh IMATTU Semarang. (dok Alan Henry)

Ikatan Mahasiswa Timor Tengah Utara (IMATTU) Semarang membuka donasi untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Penggalangan bantuan tersebut diawali dengan doa bersama yang digelar mahasiswa asal NTT di Semarang pada Selasa (18/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian mahasiswa NTT yang berada di Semarang terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Peserta doa bersama dan penggalangan donasi juga berasal dari berbagai organisasi daerah asal Nusa Tenggara Timur.

Ketua Panitia, Keyza Elisabeth Deva Lelo, mengatakan kegiatan tersebut memang secara khusus ditujukan sebagai bentuk dukungan bagi masyarakat terdampak gempa di Flores.

“Acara ini acara doa-doa bersama dan open donasi untuk korban bencana gempa di Flores Nusa Tenggara Timur,” kata Keyza usai kegiatan doa bersama di Semarang, Selasa (18/8/2026).

Penggalangan donasi berlangsung selama satu minggu, mulai 18 hingga 25 Agustus 2026. Bantuan yang diberikan masyarakat tidak hanya berupa uang, tetapi juga dapat berupa kebutuhan lain yang diperlukan para korban.

“Untuk donasi itu bisa lewat nomor rekening BRI 4667 0102 5223 534 atas nama Keyza Elisabeth Deva Lelo dan juga donasinya itu bisa dalam bentuk apapun,” ujarnya.

Masyarakat yang ingin menyerahkan bantuan secara langsung juga dapat mengantarkannya ke Kedai Raksa Kopi, Ruko Square, B1 Kios Joglo, Jalan Menoreh Raya No.68, Sampangan, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang selama masa penggalangan.

“Untuk donasinya itu dibuka selama satu minggu di tempat ini di Kedai Raksa Kopi. Jadi dalam satu minggu itu jika mau diantar ke Kedai Raksa Kopi,” jelas Keyza.

Bantuan Akan Disalurkan ke Flores

Keyza menjelaskan, bantuan yang terkumpul nantinya akan dititipkan kepada pihak yang hendak menuju Flores. Bantuan tersebut kemudian diharapkan dapat disalurkan kepada masyarakat yang terdampak gempa.

“Disalurkan kepada orang-orang yang mau menuju ke sana,” ujarnya.

Penggalangan bantuan ini juga dilatarbelakangi adanya mahasiswa dari organisasi daerah NTT lainnya yang memiliki keluarga terdampak gempa di Pulau Flores.

Meski tidak ada anggota IMATTU yang terdampak secara langsung, Keyza mengatakan sejumlah anggota organisasi daerah lain memiliki keluarga yang mengalami dampak bencana.

“Kebetulan di organisasi kami tidak ada, tapi di organisasi yang lain itu khususnya di Pulau Flores itu ada. Contohnya ada teman saya itu rumahnya juga hancur,” ungkapnya.

Adapun kebutuhan yang menjadi prioritas dalam penggalangan bantuan meliputi logistik, cash money, dan air bersih.

IMATTU Jadi Wadah Mahasiswa TTU

Ketua Komunitas IMATTU Semarang, Ryan Nenobais, menjelaskan bahwa IMATTU merupakan organisasi daerah yang menjadi wadah mahasiswa asal Timor Tengah Utara (TTU), NTT.

“Ini merupakan komunitas daerah, ikatan mahasiswa daerah. Daerah kami itu salah satu daerah di Nusa Tenggara Timur, tapi bukan Flores memang. Namanya Timor Tengah Utara, di bagian kepulauan Timor, perbatasan dengan Timor Leste,” kata Ryan.

Saat ini, IMATTU memiliki sekitar 30 anggota inti. Sementara jumlah anggota secara keseluruhan berkisar antara 50 hingga 60 orang.

“Saat ini keanggotaan kami itu udah kisaran anggota intinya 30 dan kemudian pesertanya atau anggota biasanya mencapai 50 sampai 60 anggotanya,” ujarnya.

Ryan mengatakan aktivitas IMATTU tidak hanya berfokus pada kegiatan sosial. Organisasi tersebut juga menjalankan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kemahasiswaan, intelektual, dan keilmuan.

“Selebihnya terkait dengan kegiatan organisasi kami berbasis pada kemahasiswaan, tentu intelektual, keilmuan. Di mana kami melakukan kegiatan-kegiatan seminar, kegiatan-kegiatan retreat dan lain sebagainya, pembentukan karakter,” jelasnya.

Menurut Ryan, kegiatan kemahasiswaan IMATTU pada dasarnya berkaitan dengan aktivitas akademik. Sementara aksi penggalangan bantuan bagi korban bencana menjadi salah satu bentuk kegiatan sosial yang dilakukan ketika terjadi kondisi darurat.

“Intinya kegiatan kemahasiswaan di Timor Tengah Utara selalu berkaitan dengan kegiatan akademik. Selebihnya kalau memang bukan akademik, salah satu contohnya seperti aksi sosial seperti pada saat ini,” pungkas Ryan. ***

Bagikan artikel ini

Sebarkan ke teman atau simpan tautannya.

Berita terkait

Rekomendasi untuk kamu