Karya Sineas Muda Brebes Dukung Pelestarian Budaya, Ekonomi Kreatif dan Promosi Daerah

Inti berita

Lingkar.co - Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes, Fajar Adi Widiarso, mengatakan antusias masyarakat untuk menikmati karya sejumlah sineas…

Karya Sineas Muda Brebes Dukung Pelestarian Budaya, Ekonomi Kreatif dan Promosi Daerah
Brebes Night Creative (BNC) dan Ider Film di Pelataran Balai Desa Padasugih, Kecamatan Brebes. Foto: dokumentasi

Lingkar.co - Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes, Fajar Adi Widiarso, mengatakan antusias masyarakat untuk menikmati karya sejumlah sineas muda menunjukkan bahwa film lokal memiliki potensi besar sebagai media pelestarian budaya sekaligus sarana promosi daerah.

"Kami melihat antusiasme masyarakat yang luar biasa. Ini menjadi bukti bahwa masyarakat merindukan tontonan yang berkualitas, dekat dengan kehidupan mereka, sekaligus memperkenalkan budaya daerah," katanya, Kamis (25/6/2026).

Ia juga mengapresiasi keberhasilan Pemerintah Desa dalam mendukung pemutaran film Tabet, Sawengi, Benta Benti, Berandal, dan Jendela dalam rangkaian Brebes Night Creative (BNC) dan Ider Film di Pelataran Balai Desa Padasugih, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes itu menghadirkan pertunjukan seni budaya serta pemutaran film karya sineas lokal yang mengangkat cerita kehidupan masyarakat, legenda daerah, nilai sosial, hingga penggunaan bahasa khas Brebes sebagai bagian dari penguatan identitas budaya.

Fajar menegaskan bahwa karya sineas muda merupakan aset penting dalam pengembangan sektor ekonomi kreatif Kabupaten Brebes. Melalui film lokal, berbagai potensi daerah, bahasa, tradisi, dan kehidupan masyarakat dapat diperkenalkan kepada khalayak yang lebih luas.

"Film lokal bukan sekadar hiburan, tetapi juga media promosi daerah yang efektif. Para sineas muda telah menghadirkan karya yang merekam identitas Brebes sehingga patut mendapat dukungan dari seluruh masyarakat," ujarnya.

Ia mengajak masyarakat untuk mengapresiasi karya anak daerah dengan menonton, mempromosikan, dan menghargai hak cipta film lokal agar ekosistem industri kreatif di Kabupaten Brebes terus berkembang.

Pada kesempatan tersebut, Fajar Adi Widiarso secara resmi membuka rangkaian Brebes Night Creative dan Ider Film sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Brebes dalam memperluas ruang ekspresi bagi pelaku seni dan komunitas kreatif sekaligus memperkuat pelestarian budaya daerah.

Selain pemutaran film, kegiatan juga dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni tradisional, mulai dari tari, teater, musik, hingga penampilan peserta didik tingkat TK, SD, SMP dan sanggar seni. Penampilan tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat yang memadati pelataran Balai Desa Padasugih hingga kegiatan berakhir.

 Pemutaran film Tabet, Sawengi, Benta Benti, Berandal, dan Jendela mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Film-film tersebut menyajikan kisah yang dekat dengan kehidupan warga, mengangkat legenda daerah, serta memuat nilai-nilai budaya yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Kehadiran karya-karya tersebut menjadi bukti bahwa sineas muda Brebes mampu menghasilkan tontonan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengedukasi dan memperkuat kebanggaan terhadap identitas daerah.

Melalui Brebes Night Creative dan Ider Film, Pemerintah Kabupaten Brebes berharap ekosistem perfilman dan industri kreatif lokal terus berkembang. Kolaborasi antara pemerintah, komunitas seni, sineas muda, dan masyarakat diharapkan mampu melahirkan lebih banyak karya kreatif yang mendukung pelestarian budaya, meningkatkan daya tarik pariwisata, serta memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif di Kabupaten Brebes. (*)

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu