Lingkar.co - Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras menilai program diskon tarif transportasi yang masuk dalam paket stimulus ekonomi semester II 2026 berpotensi mendorong pergerakan ekonomi masyarakat, termasuk sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menurut Andi, kebijakan yang disiapkan pemerintah tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan daya beli masyarakat, tetapi juga memperluas akses mobilitas dengan biaya yang lebih terjangkau.
"Pendekatan atas arahan langsung Pak Prabowo ini membuktikan Pemerintah berupaya memastikan stabilitas ekonomi nasional," kata Andi di Jakarta, Kamis (25/6/2026).
Program diskon transportasi menjadi bagian dari paket stimulus ekonomi pemerintah dengan total anggaran Rp26,34 triliun yang akan mulai disalurkan secara bertahap pada Juli 2026.
Andi menilai transportasi memiliki peran strategis dalam menggerakkan aktivitas ekonomi di berbagai daerah. Menurutnya, peningkatan mobilitas masyarakat akan berdampak langsung pada sektor perdagangan, pariwisata, hingga pelaku UMKM yang bergantung pada kunjungan konsumen.
“Program ini mencerminkan upaya Pemerintah menjaga konsumsi rumah tangga sebagai salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.
Ia menjelaskan dampak ekonomi dari sektor transportasi tidak hanya sebatas memindahkan orang dari satu wilayah ke wilayah lain, melainkan turut menciptakan aktivitas ekonomi baru di daerah tujuan.
Karena itu, peningkatan jumlah perjalanan masyarakat diyakini dapat memberikan efek berantai bagi pelaku usaha lokal yang selama ini mengandalkan arus kunjungan wisatawan maupun konsumen dari luar daerah.
Meski mendukung program tersebut, Andi menekankan efektivitas kebijakan harus diukur dari sejauh mana manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat luas dan mampu menggerakkan ekonomi daerah.
Ia juga mendorong pemerintah memanfaatkan momentum stimulus untuk mengevaluasi struktur biaya logistik dan transportasi nasional agar efisiensi yang tercipta tidak hanya bersifat sementara.
“Momentum ini juga perlu dimanfaatkan untuk mengevaluasi biaya logistik dan transportasi nasional agar efisiensi yang tercipta tidak hanya bersifat sementara pada masa stimulus, tetapi dapat berlanjut menjadi peningkatan konektivitas yang lebih berkelanjutan,” katanya.
Menurut Andi, perbaikan konektivitas dan efisiensi transportasi yang berkelanjutan akan memberikan dampak jangka panjang terhadap daya saing ekonomi nasional sekaligus memperkuat pertumbuhan sektor UMKM di berbagai daerah.
Program diskon tarif transportasi sendiri merupakan salah satu instrumen yang disiapkan pemerintah untuk menjaga konsumsi masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional pada paruh kedua tahun 2026. ***