Lingkar.co - Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin mengatakan arus ekonomi di era global ini berdampak pada kondisi ekonomi yang kian dinamis. Untuk menghadapi perubahan itu, Indonesia membutuhkan inovasi dan pelaku usaha yang adaptif.
Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut memperkuat ekonomi daerah melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) karena menurutnya, UMKM memiliki fleksibilitas tinggi sehingga lebih cepat pulih saat menghadapi tantangan ekonomi.
"Kenapa? karena beda karakter skala besar dan skala kecil. Skala kecil biasanya memiliki fleksibilitas yang tinggi dan bisa cepat sekali recovery (pulih)," ujarnya, Kamis (25/6/2026).
Bupati menilai pelaku UMKM memerlukan modal usaha sekaligus kemauan kuat untuk berkembang.
"Karena jadi wirausaha itu tidak gampang. Tidak ada orang langsung kaya, tapi perlu effort (usaha) yang sungguh-sungguh," tegasnya.
Bupati berharap, gelaran Inaugurasi Program Wirahebat Batch 4 Tahun 2026 di Amphitheater Ciplaz Garut ini menjadi jaringan industri kecil yang mampu memperkuat kemandirian ekonomi Kabupaten Garut.
Program Wirahebat juga diharapkan menjadi ruang belajar dan berbagi pengalaman bagi para pelaku usaha.
Sementara, Koordinator Wirahebat Batch 4 Ganjar mengatakan program tersebut membangun ekosistem UMKM yang berkelanjutan.
"Dimana yang namanya ekosistem tidak hanya berhenti di kegiatan formal atau simbolis, tapi ada keberlanjutan," katanya.
Ganjar menjelaskan peserta mengikuti proses inkubasi dan kompetisi sebelum menerima stimulus pemerintah.
Ia memastikan penyaluran bantuan usaha kepada peserta dilakukan secara transparan dan tepat sasaran.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Garut Hendra Siswara Gumilang mengatakan seluruh rangkaian Wirahebat Batch 4 telah selesai dilaksanakan. Ia menyebut sebanyak 75 persen peserta Wirahebat Batch 1 hingga Batch 4 merupakan perempuan.
"Ada satu hal menarik dari pengusaha Garut, di mana dari Batch 1 sampai dengan Batch 4 itu, sebanyak 75 persen pesertanya adalah Ibu-ibu," ungkapnya.
Program Wirahebat juga disinergikan dengan berbagai perangkat daerah untuk memperkuat pemberdayaan UMKM. Kegiatan ditutup dengan pemberian penghargaan kepada pelaku usaha terbaik dalam berbagai kategori Wirahebat. (*)