Lapas Semarang Skrining 780 Warga Binaan, Deteksi Dini HIV hingga Gangguan Jiwa

Inti berita

Lingkar.co – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang menggencarkan upaya deteksi dini penyakit melalui pelaksanaan skrining kesehatan bagi warga…

Lapas Semarang Skrining 780 Warga Binaan, Deteksi Dini HIV hingga Gangguan Jiwa
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang menggencarkan upaya deteksi dini penyakit. (dok Lapas Semarang)

Lingkar.co – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang menggencarkan upaya deteksi dini penyakit melalui pelaksanaan skrining kesehatan bagi warga binaan. Program tersebut dilakukan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Semarang guna memastikan kondisi kesehatan warga binaan tetap terpantau selama menjalani masa pidana.

Kegiatan skrining digelar di Graha Pancasila Lapas Kelas I Semarang, Rabu (24/6/2026), dengan menyasar warga binaan yang menempati Blok Citrawirya. Pada hari pertama pelaksanaan, sebanyak 130 warga binaan mengikuti pemeriksaan kesehatan.

Secara keseluruhan, program tersebut ditargetkan menjangkau 780 warga binaan secara bertahap selama enam hari pelaksanaan. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi skrining HIV, Tuberkulosis (TBC), Hepatitis B dan C, serta kesehatan jiwa. Kegiatan melibatkan petugas Dinas Kesehatan Kota Semarang bersama tenaga kesehatan Klinik Pratama Lapas Kelas I Semarang.

Kepala Lapas Kelas I Semarang, Ahmad Tohari, mengatakan pelayanan kesehatan merupakan hak dasar yang tetap harus dipenuhi bagi seluruh warga binaan. Karena itu, deteksi dini menjadi langkah penting untuk mengetahui kondisi kesehatan penghuni lapas sekaligus mempercepat penanganan apabila ditemukan indikasi penyakit.

“Melalui skrining ini kami ingin memastikan kondisi kesehatan warga binaan dapat dipantau sejak dini. Jika ditemukan indikasi penyakit, tindak lanjut medis bisa segera dilakukan secara cepat dan tepat,” ujarnya.

Menurut Ahmad Tohari, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang sehat, aman, dan produktif. Selain berorientasi pada pelayanan kesehatan, skrining dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit menular di dalam lapas.

Ia menambahkan, kondisi kesehatan yang baik akan mendukung proses pembinaan warga binaan sehingga mereka memiliki kesiapan yang lebih optimal saat kembali ke tengah masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini dapat membangun budaya hidup sehat di lingkungan lapas sekaligus mendukung pemasyarakatan yang lebih humanis, responsif, dan bermanfaat,” katanya.

Selama pelaksanaan skrining, petugas kesehatan turut didukung pejabat struktural, jabatan fungsional tertentu (JFT), jabatan fungsional umum (JFU), serta regu pengamanan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar. ***

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu