Iklan

KA Joglosemarkerto, Penumpang Semester I 2026 Naik 10,29 Persen

Inti berita

Mobilitas masyarakat antarkota di Jawa Tengah hingga Daerah Istimewa Yogyakarta terus bertumpu pada konektivitas kereta api. Di wilayah operasional KAI Daop 4…

KA Joglosemarkerto, Penumpang Semester I 2026 Naik 10,29 Persen
Suasana di Stasiun Tawang Semarang. (dok KAI)

Mobilitas masyarakat antarkota di Jawa Tengah hingga Daerah Istimewa Yogyakarta terus bertumpu pada konektivitas kereta api. Di wilayah operasional KAI Daop 4 Semarang, tiga layanan aglomerasi yakni KA Joglosemarkerto, KA Kamandaka, dan KA Kaligung mencatat total 2.328.387 pelanggan sepanjang Semester I 2026.

Tingginya jumlah pelanggan tersebut menunjukkan kereta api tidak hanya digunakan untuk perjalanan rutin, tetapi juga menjadi penghubung berbagai pusat kegiatan masyarakat, mulai dari pekerjaan, pendidikan, perdagangan, pemerintahan hingga pariwisata.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Luqman Arif mengatakan pola mobilitas masyarakat kini semakin tidak terbatas oleh batas administrasi daerah.

“Batas administrasi wilayah tidak lagi menjadi batas aktivitas masyarakat. Banyak pelanggan melakukan perjalanan rutin untuk bekerja, kuliah, berbisnis, maupun berwisata ke kota lain dalam satu kawasan. Melalui layanan kereta api aglomerasi, KAI Daop 4 Semarang menghadirkan transportasi yang aman, nyaman, dan andal untuk mendukung mobilitas tersebut,” ujar Luqman.

KA Joglosemarkerto Tumbuh 10,29 Persen

Salah satu layanan yang mencatat pertumbuhan penumpang adalah KA Joglosemarkerto. Kereta ini menghubungkan sejumlah kota di Jawa Tengah dan DIY, termasuk Semarang, Solo, Yogyakarta, Purwokerto, Tegal, Pekalongan, Kutoarjo, Kroya dan Kebumen.

Pada Semester I 2026, KA Joglosemarkerto melayani 730.576 pelanggan. Jumlah tersebut meningkat 10,29 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang tercatat sebanyak 662.409 pelanggan.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin banyak masyarakat memanfaatkan kereta api untuk perjalanan regional tanpa harus berganti moda transportasi.

Sementara itu, KA Kamandaka menjadi salah satu penghubung kawasan selatan Jawa Tengah melalui layanan Semarang–Purwokerto–Cilacap.

Sepanjang Semester I 2026, KA Kamandaka melayani 608.550 pelanggan. Jalur tersebut menghubungkan sejumlah kawasan pemerintahan, pendidikan, perdagangan hingga destinasi wisata di sepanjang lintasan.

Adapun KA Kaligung menjadi salah satu pilihan utama masyarakat di jalur Pantura Jawa Tengah. Kereta ini melayani relasi Semarang–Pekalongan–Tegal–Brebes–Cirebon.

Pada periode yang sama, KA Kaligung mencatat 989.261 pelanggan.

Besarnya jumlah pelanggan membuat layanan tersebut berperan dalam menghubungkan kawasan permukiman, pusat perdagangan, kawasan industri hingga destinasi wisata di sepanjang Pantura.

Dorong Aktivitas Ekonomi dan Pariwisata

Konektivitas yang dibangun melalui ketiga layanan tersebut tidak hanya berkaitan dengan perjalanan harian. Masyarakat juga memanfaatkannya untuk bepergian ke berbagai kota seperti Solo, Yogyakarta, Purwokerto, Brebes, Kroya hingga Slawi.

Pergerakan masyarakat antardaerah tersebut turut membuka akses yang lebih mudah menuju berbagai pusat kegiatan. Konektivitas antarkota juga mendukung aktivitas ekonomi sekaligus perjalanan wisata di wilayah yang dilalui kereta api.

KAI Daop 4 Semarang menyatakan penguatan layanan aglomerasi akan terus dilakukan melalui evaluasi pola operasi, peningkatan kualitas pelayanan, optimalisasi kapasitas angkut, serta penyediaan fasilitas yang semakin memudahkan pelanggan.

“KAI Daop 4 Semarang berkomitmen terus menghadirkan layanan transportasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Dengan konektivitas yang semakin baik, kami berharap kereta api dapat menjadi pilihan utama masyarakat untuk melakukan perjalanan antarkota secara aman, nyaman, tepat waktu, dan berkelanjutan,” tutup Luqman. ***

Bagikan artikel ini

Sebarkan ke teman atau simpan tautannya.

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu