Iklan

Program Belanja Pinter Gizine Bener Bantu
Atasi Masalah Stunting di Kudus

Inti berita

Permasalahan stunting di Kabupaten Kudus perlu ditangani bersama oleh berbagai pihak. Oleh karena itu, tahun ini Bakti Sosial Djarum Foundation dan Savoria…

Program Belanja Pinter Gizine Bener Bantu
Atasi Masalah Stunting di Kudus
Hasil belanjaan para pekerja rokok saat dinilai dan diberikan edukasi oleh tim ahli gizi di SKT Garung, Kamis (6/8/2026). Foto: Istimewa.

Permasalahan stunting di Kabupaten Kudus perlu ditangani bersama oleh berbagai pihak. Oleh karena itu, tahun ini Bakti Sosial Djarum Foundation dan Savoria kembali menggelar program Belanja Pinter Gizine Bener.

Kegiatan tersebut diadakan di lima lokasi, yakni SKT Blolo pada Jum’at (23/7/2026), SKT Besito (28/7), SKT Tanjungkarang 1 (30/7), SKT Tanjungkarang 2 (4/8) dan SKT Garung (6/8). Total pekerja rokok yang terlibat dalam kegiatan ini yakni sekitar 2.500 orang.

Kegiatan ini merupakan langkah edukasi kepada pekerja rokok tentang jenis makanan sehat dan kandungannya. Dalam program ini, pekerja rokok diminta membelanjakan uang Rp.25.000 ke pasar terdekat di SKT.

Hasil pembelanjaan setiap karyawan akan dinilai oleh tim ahli gizi dan mendapatkan penjelasan yang lebih lengkap mengenai pentingnya berbelanja secara pintar sekaligus memenuhi kebutuhan gizi keluarga. Tidak hanya itu, diadakan juga berbagai games tentang makan sehat dan bergizi, yang bisa diikuti.

Program Director Bakti Sosial Djarum Foundation, Achmad Budiharto mengatakan bahwa program memberikan edukasi tentang keluarga sehat. Manfaat program ini tidak hanya untuk penanganan stunting saja, tapi juga membangun keluarga sehat. 

“Melalui program ini kami tidak hanya memberikan edukasi saja, tapi juga mengajak eksekusi langsung. Jadi pekerja rokok ini bisa memanfaatkan anggaran yang terbatas untuk memenuhi makanan sehat bagi keluarga,” katanya.

Senior Manager Bakti Sosial Djarum Foundation, David Setiadi menambahkan, diselenggarakannya Belanja Pinter Gizine Bener merupakan salah satu cara mengajak para karyawan memahami bahwa langkah hidup sehat dimulai dari piring dan belanja yang tepat.

"Belanja Pinter Gizine Bener merupakan salah satu upaya kami mengajak para karyawan memahami bahwa langkah hidup sehat dimulai dari piring dan belanja yang tepat. Mereka diminta berbelanja di pasar sekitar, lalu hasil belanja dinilai berdasarkan lima komponen gizi seimbang: karbohidrat, protein nabati, protein hewani, sayur, buah, dan pelengkap seperti susu. Peserta yang berhasil memenuhi seluruh kriteria memperoleh hadiah tambahan berupa sembako, sedangkan tiga peserta terbaik juga diganjar paket sembako lengkap. Penilaian dilakukan oleh tim ahli gizi berdasarkan hasil belanja, jawaban peserta, serta efisiensi anggaran yang digunakan,” paparnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, selain lomba belanja, kegiatan ini juga diwarnai dengan games edukatif seputar kebutuhan gizi seimbang untuk meningkatkan kesadaran hidup lebih sehat. Sesampainya di rumah, para peserta akan diminta untuk membuat konten terkait bagaimana mereka mengolah hasil belanja untuk dinikmati bersama dengan keluarga. Konten tersebut akan diupload ke sosial media masing-masing peserta dengan hashtag #BelanjaPinterGizineBener #GEMAS. 

Konten-konten tersebut diharapkan menjadi media untuk penyebarluasan informasi pentingnya memilih komponen belanja yang tepat untuk menjaga gizi keluarga.

"Kita berharap bahwa pembelajaran dan pilihan sikap untuk berbelanja secara pintar dan gizinya juga benar, dapat mereka terapkan dalam keseharian mereka," ujar David.

Seorang karyawan SKT Blolo Siti Zahro menyatakan, kegiatan ini tidak hanya hiburan tetapi juga pengetahuan yang penting terutama buat dirinya. Ia merasa sangat beruntung mendapatkan pengalaman berbelanja pinter dan bergizi bener, karena sebelumnya ia sama sekali tidak mempertimbangkan hal-hal penting Ketika berbelanja.

"Saya merasa beruntung mendapatkan pengalaman Belanja Pinter Gizine Bener, karena hal itu tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Belanja ya belanja saja, hari ini keluarga lagi kepengin makan apa ya saya belanjakan itu. Sekarang jadi agak lain, saya juga harus mempertimbangkan terpenuhinya gizi untuk kesehatan keluarga saya," kata Siti Zahro.

Hal senada juga disampaikan seorang ibu di SKT Besito Kirana. Ia sangat senang dengan kegiatan yang diselenggarakan Bakti Sosial Djarum Foundation di lokasi kerjanya.

"Saya sangat bersyukur ada kegiatan Belanja Pinter Gizine Bener ini. Saya mendapat banyak informasi yang sebelumnya saya tidak tahu. Misalnya, saya baru paham bahwa berbelanja itu ya tidak asal belanja. Harus mempertimbangkan gizinya juga. Dan tadi saya juga mendapatkan penjelasan kandungan gizi apa saja yang harus kita penuhi, sehingga kita juga semakin paham kita akan belanja apa saja di pasar," ujar Kirana.

Selanjutnya, Siti Fatimah yang bekerja di SKT Garung juga mengaku senang dengan hadirnya program Belanja Pinter Gizine Bener. Menurutnya, program ini membantu memberikan pemahaman tentang cara memenuhi kebutuhan gizi keluarga meski dengan uang yang terbatas.

“Saya belanja 4 sehat 5 sempurna, ada beras, ikan lele, tahu, tempe, sayur bayam, jeruk, kelengkeng dan susu. Tadi uang Rp 25.000 juga masih sisa Rp 1.500 buat beli bawang merah dan putih. Ini cukup satu kali makan satu keluarga dengan empat orang,” ujarnya.

Hasil belanja peserta kemudian dinilai oleh tim penilai gizi yang telah ditunjuk. Peserta yang berhasil memenuhi lima komponen gizi seimbang mendapatkan hadiah langsung berupa sembako. Selain itu, tiga peserta terbaik berhak atas paket sembako lengkap dengan penilaian berdasarkan kreativitas berbelanja, kemampuan menjawab pertanyaan seputar gizi, serta efektivitas penggunaan uang.

Bagikan artikel ini

Sebarkan ke teman atau simpan tautannya.

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu