Iklan

Musim Kemarau, Grobogan Jadi Langganan Kekeringan

Kekeringan Tertinggi Terjadi di Tahun 2019

Sementara menurutnya,  kejadian bencana kekeringan paling tinggi terjadi pada tahun 2019 lalu,  sebab pada tahun tersebut terdapat 124 desa  dari 18 kecamatan yang mengalami kekeringan.

Sehingga membutuhkan droping air bersih. Sedang pada tahun 2020  wilayah kekeringan  berkurang menjadi 15 Kecamatan dari 19 Kecamatan di Kabupaten Grobogan.

“Kekeringan yang sering terjadi di Kabupaten Grobogan, karena juga wilayah ini diapit oleh pegunungan kendeng selatan dan utara,” imbuhnya.

Oleh itu pihaknya mengimbau ke warga, bagi wilayah yang sering mengalami kekeringan atau tandus untuk membuat sumur-sumur resapan untuk mengantisipasinya.

Lanjut, terutama wilayah kabupaten bagian timur, dan wilayah kendeng utara. Hal itu menurutnya sejalan dengan yang dipaparkan oleh BNPB Pusat.

Sementara untuk mengatasi kekeringan pihaknya menyiapkan atau mengalokasikan anggaran sebanyak Rp 130 juta.

 “Untuk anggaran kekeringan kurang lebih 130 juta. Kalau kemarin (tahun lalu) kita menyediakan banyak  ternyata November sudah hujan.  Kalau memang nanti anggaran masih kurang kita meminta anggaran lagi,” jelasnya. (ori/luh)

Bagikan artikel ini

Sebarkan ke teman atau simpan tautannya.

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu