Iklan

Operasional SMA Garuda Unggul Dipastikan Mulai 26 Juli, Pemprov Kaltara Harapkan Dampak Perekonomian Masyarakat

Inti berita

Lingkar.co - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) memastikan Sekolah Menengah Atas (SMA) Unggul Garuda Bulungan siap memulai tahun ajaran…

Operasional SMA Garuda Unggul Dipastikan Mulai 26 Juli, Pemprov Kaltara Harapkan Dampak Perekonomian Masyarakat
Suasana audiensi Sekda Kaltara, Denny Harianto dengan perwakilan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Euline bersama Kepala Sekolah SMA Unggul Garuda Bulungan Adhi Sulandani Pangreksa beserta jajaran di Ruang Rapat Sekprov, Kabupaten Bulungan. Foto: dokumentasi

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) memastikan Sekolah Menengah Atas (SMA) Unggul Garuda Bulungan siap memulai tahun ajaran baru pada 16 Juli 2026. Hadirnya sekolah program nasional bertaraf internasional itu diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar.

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara, H. Denny Harianto, mengungkapkan sejumlah persiapan terus dimatangkan, mulai dari pelaksanaan kegiatan belajar mengajar hingga pemenuhan tenaga pendidik.

“Insya Allah tanggal 16 sudah mulai pembelajaran tahun ajaran baru. Sementara waktu, proses belajar mengajar akan dipusatkan dulu di Konawe Selatan sambil menunggu pembangunan fisik sekolah di Bulungan selesai yang ditargetkan rampung pada Januari mendatang. Setelah sekolah siap digunakan, para siswa akan kembali belajar di Bulungan,” katanya

Namun, ia menyebut baru ada tujuh siswa putra asal Kalimantan Utara pada gelombang pertama yang akan mengikuti proses pembelajaran.

Selain kesiapan peserta didik, pertemuan juga membahas kebutuhan tenaga pengajar. Saat ini masih terdapat kekurangan sekitar delapan formasi guru yang akan dipenuhi melalui koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.

Saat menerima audiensi perwakilan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Euline bersama Kepala Sekolah SMA Unggul Garuda Bulungan Adhi Sulandani Pangreksa beserta jajaran di Ruang Rapat Sekprov, Kabupaten Bulungan, Kaltara pada Jumat (10/7/2026) kemarin, Denny menyatakan, Pemprov Kaltara akan mengupayakan skema insentif yang kompetitif agar mampu menarik guru-guru terbaik untuk mengabdi di SMA Unggul Garuda.

“Kita diskusikan formula yang tepat. Jangan sampai yang ditawarkan lebih rendah dari yang diterima ASN saat ini. Minimal sama, bahkan lebih baik agar menjadi daya tarik bagi guru yang ingin mengajar di SMA Unggul Garuda,” ujarnya.

Ia menegaskan, Pemprov Kaltara juga mendukung identitas lokal di lingkungan sekolah. Ia bilang, sesuai arahan Gubernur Kaltara, nantinya SMA Unggul Garuda Bulungan akan menggunakan ornamen khas daerah seperti Batik motif Kaltara dan penutup kepala tradisional Singal sebagai bagian dari penguatan karakter dan budaya lokal.

Di lain sisi, hadirnya SMA Unggul Garuda Bulungan juga diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi baru. Menurut dia, sekolah tersebut berpotensi membuka peluang usaha bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), menciptakan lapangan kerja, serta menggerakkan sektor jasa dan perdagangan di sekitar kawasan sekolah.

“Saya sudah sampaikan langsung kepada Bu Euline, untuk tenaga kerja seperti petugas kebersihan, sekuriti hingga layanan laundry, semuanya harus memberdayakan masyarakat lokal. Kami ingin masyarakat Kaltara ikut merasakan manfaat dari kehadiran sekolah ini,” tegasnya.

Denny bilang, konsep sekolah berasrama (boarding school) akan menghadirkan aktivitas ekonomi baru karena setiap tahun akan ada kunjungan orang tua siswa saat masa penerimaan peserta didik maupun kegiatan wisuda.

Kondisi tersebut, katanya, akan meningkatkan kebutuhan penginapan, transportasi, kuliner, hingga berbagai produk dan jasa lokal di sekitar kawasan sekolah.

Melihat potensi itu, Pemprov Kaltara berencana melibatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan pelaku UMKM agar mampu menangkap peluang ekonomi yang muncul, termasuk penyediaan guest house, fasilitas pendukung, serta ruang promosi bagi produk-produk lokal.

“Ini merupakan peluang bisnis yang sangat baik dan akan memberikan dampak ekonomi nyata bagi Kalimantan Utara. Ke depan akan kita diskusikan lebih lanjut, termasuk keterlibatan BUMD. Yang terpenting, kehadiran SMA Unggul Garuda harus membawa manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” urainya.

Pemprov Kaltara berharap kehadiran SMA Unggul Garuda menjadi pusat pendidikan unggulan sekaligus menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang mampu mendorong pertumbuhan UMKM, membuka lapangan kerja dan memperkuat ekonomi masyarakat di Bumi Benuanta. (*)

Bagikan artikel ini

Sebarkan ke teman atau simpan tautannya.

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu