Iklan

Pharma-Speak 2026 UNWAHAS Soroti Inovasi Pengobatan Penyakit Infeksi

Inti berita

Lingkar.co – Fakultas Farmasi Universitas Wahid Hasyim (UNWAHAS) kembali menggelar seminar internasional tahunan Pharma-Speak ke-5 pada Sabtu (11/7/2026)…

Pharma-Speak 2026 UNWAHAS Soroti Inovasi Pengobatan Penyakit Infeksi
Seminar internasional tahunan Pharma-Speak ke-5 yang yang digelwr oleh Fakultas Farmasi Universitas Wahid Hasyim (UNWAHAS). (dok UNWAHAS)

Fakultas Farmasi Universitas Wahid Hasyim (UNWAHAS) kembali menggelar seminar internasional tahunan Pharma-Speak ke-5 pada Sabtu (11/7/2026). Mengusung tema "Advancing Infectious Disease Prevention and Treatment: From Evidence to Innovation", kegiatan ini menjadi forum akademik yang mempertemukan peneliti, akademisi, dan praktisi industri farmasi untuk membahas perkembangan terbaru dalam pencegahan dan pengobatan penyakit infeksi.

Seminar yang berlangsung di Fakultas Farmasi UNWAHAS tersebut dibuka secara resmi oleh Rektor UNWAHAS, Prof. Dr. Ir. H. Helmy Purwanto, S.T., M.T., IPM., didampingi Dekan Fakultas Farmasi, Dr. apt. Yance Anas, M.Sc.

Dalam sambutannya, Rektor UNWAHAS menyampaikan bahwa penyelenggaraan seminar internasional ini merupakan wujud komitmen universitas dalam meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, serta kontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Hadirkan Akademisi Internasional dan Praktisi Industri

Pharma-Speak ke-5 menghadirkan tiga pembicara dari kalangan akademisi dan industri yang membahas berbagai isu strategis di bidang kesehatan.

Pembicara pertama, Assoc. Prof. Zrinka Puharic, Ph.D. dari University of Applied Sciences Bjelovar, Kroasia, membawakan materi "Borders, Quarantine, and Disease: Historical Lessons for Modern Epidemic Control".

Dalam paparannya, ia menjelaskan sejarah penerapan karantina dan pengendalian perbatasan sebagai bagian dari upaya menghadapi wabah penyakit. Menurutnya, pengalaman masa lalu memberikan banyak pelajaran yang masih relevan dalam menghadapi tantangan kesehatan global, termasuk pandemi COVID-19. Kehadirannya di UNWAHAS juga menjadi bagian dari penguatan kerja sama akademik antara Indonesia dan Kroasia.

Bahas Inovasi Industri Farmasi dan Ancaman AMR

Dari kalangan industri, seminar menghadirkan Plant Manager PT Sanbe Farma, apt. Dzuwfadzli Ahmad Rofi'i, S.Farm., yang membawakan materi "Innovation and Future Trends in Infectious Disease Treatment".

Ia menjelaskan perkembangan dunia farmasi yang mulai beralih dari terapi empiris menuju pengobatan presisi berbasis teknologi. Selain itu, ia juga memaparkan pemanfaatan digitalisasi melalui sistem Electronic Batch Manufacturing Record (E-BMR) dan Laboratory Information Management System (LIMS) untuk meningkatkan kualitas dan kepatuhan industri farmasi.

Dzuwfadzli juga menyoroti ancaman resistensi antimikroba (Antimicrobial Resistance/AMR) yang kini menjadi perhatian dunia serta berbagai strategi mitigasi yang diterapkan industri farmasi.

Penelitian Mikrobioma Kulit Jadi Sorotan

Pembicara ketiga berasal dari Fakultas Farmasi UNWAHAS, apt. Risha Fillah Fithria, M.Sc., Ph.D.(Cand.), yang saat ini tengah menempuh studi doktoral di Central South University, Tiongkok.

Melalui materi "Acne Vulgaris and the Skin Microbiome: Is Infection the Whole Story?", ia menjelaskan bahwa jerawat tidak hanya disebabkan oleh infeksi bakteri, tetapi juga dipengaruhi ketidakseimbangan mikrobioma kulit, respons imun, serta faktor lingkungan.
Risha juga memperkenalkan pendekatan terapi berbasis probiotik dan bakteriofag sebagai salah satu alternatif dalam menghadapi meningkatnya resistensi antibiotik.

Diikuti Lebih dari 300 Peserta

Seminar internasional Pharma-Speak ke-5 diikuti lebih dari 300 peserta yang terdiri atas mahasiswa Program Studi Sarjana Farmasi dan Profesi Apoteker UNWAHAS, dosen, serta tenaga kependidikan.

Selama kegiatan berlangsung, peserta tampak aktif mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab dengan para narasumber.

Ketua panitia menyampaikan penyelenggaraan Pharma-Speak ke-5 merupakan hasil kolaborasi seluruh sivitas akademika Fakultas Farmasi UNWAHAS dengan dukungan penuh pimpinan universitas.

Ia berharap seminar ini tidak hanya memperkaya wawasan peserta, tetapi juga menjadi awal terbentuknya kolaborasi riset dan pertukaran akademik yang lebih luas bersama perguruan tinggi di Kroasia maupun mitra industri farmasi nasional.

Melalui kegiatan ini, UNWAHAS kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong inovasi, kolaborasi global, serta pengembangan ilmu pengetahuan di bidang farmasi dan kesehatan untuk menjawab tantangan kesehatan di tingkat nasional maupun internasional. ***

Bagikan artikel ini

Sebarkan ke teman atau simpan tautannya.

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu