Lingkar.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara masih membuka pendaftaran peserta didik baru untuk Sekolah Rakyat jenjang Sekolah Dasar (SD). Hingga saat ini, kuota yang tersedia belum terpenuhi karena masih terdapat 24 kursi kosong dari total 90 siswa yang ditargetkan.
Bupati Jepara, Witiarso Utomo, mengatakan pada tahun ajaran perdana Sekolah Rakyat membuka tiga jenjang pendidikan, yakni SD, SMP, dan SMA. Masing-masing jenjang terdiri atas tiga rombongan belajar (rombel) dengan kapasitas 30 siswa per rombel atau total 90 siswa di setiap jenjang.
"Untuk jenjang SD, hingga pekan lalu baru terdaftar 66 siswa. Artinya masih ada 24 kuota yang belum terisi," ujarnya, Rabu (8/7/2026).
Sementara itu, kuota untuk jenjang SMP dan SMA telah terpenuhi. Dengan demikian, total peserta didik yang akan mengikuti program Sekolah Rakyat tahun pertama ditargetkan mencapai 270 siswa.
Witiarso menjelaskan Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan gratis berasrama yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kategori desil 1 dan desil 2 sesuai data pemerintah. Kegiatan belajar mengajar dijadwalkan mulai pertengahan Juli 2026 menggunakan Kurikulum 2026.
Untuk mengejar kekurangan peserta didik jenjang SD, Pemkab Jepara melalui petugas Program Keluarga Harapan (PKH) bersama Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsospermades) terus melakukan penjangkauan langsung kepada keluarga yang berhak menerima program tersebut.
Ia juga mengimbau masyarakat yang memenuhi kriteria, namun belum tercatat dalam basis data PKH maupun Dinsospermades, agar segera mendaftarkan anaknya melalui pendamping PKH di desa atau langsung ke Dinsospermades Jepara.
"Silakan mendaftar jika memenuhi persyaratan. Sekolah ini gratis dengan fasilitas yang lengkap," katanya.
Kepala Sekolah Rakyat Rintisan Jepara, Asri Linda Listyaningrum, mengatakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dijadwalkan berlangsung pada 14–31 Juli 2026. Selama kegiatan tersebut, siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA akan mengikuti berbagai materi pengenalan sekolah dan pembentukan karakter.
Menurutnya, lokasi pelaksanaan MPLS masih menunggu kepastian, namun direncanakan berlangsung di Sekolah Rakyat Pakisaji.
Linda berharap sisa kuota siswa SD segera terpenuhi sehingga seluruh proses pembelajaran dapat dimulai sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Ia menambahkan calon peserta didik juga dapat mendaftar langsung ke Sekolah Rakyat. Namun, seluruh pendaftar tetap akan melalui proses verifikasi bersama pendamping PKH dan Dinsospermades untuk memastikan mereka memenuhi persyaratan sebagai penerima program.