PDAM Tirta Moedal Gandeng 16 Kampus dan Sekolah, Dorong Riset hingga Pengembangan SDM

Inti berita

Lingkar.co – Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Moedal Kota Semarang menjalin kerja sama dengan 16 lembaga pendidikan yang terdiri dari perguruan tinggi dan…

PDAM Tirta Moedal Gandeng 16 Kampus dan Sekolah, Dorong Riset hingga Pengembangan SDM
Foto bersama usai penandatangan MoU PDAM Tirta Moedal Kota Semarang bersama 16 lembaga pendidikan yang terdiri dari perguruan tinggi dan SMA/SMK sederajat. (dok Istimewa)

Lingkar.co – Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Moedal Kota Semarang menjalin kerja sama dengan 16 lembaga pendidikan yang terdiri dari perguruan tinggi dan SMA/SMK sederajat. Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) di Kantor PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, Rabu (24/6/2026).

Kerja sama melibatkan sejumlah perguruan tinggi, antara lain Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Semarang, Universitas Semarang, Universitas Dian Nuswantoro, Universitas Islam Negeri Walisongo, Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Universitas IVET, Universitas Sains Teknologi Ekonomi Digital Indonesia, Politeknik Negeri Semarang, serta Yayasan Pharmasi.

Selain itu, kerja sama juga dilakukan dengan sejumlah SMA dan SMK, di antaranya SMK Negeri Jateng, SMK Negeri 3 Semarang, SMK Negeri 4 Semarang, SMK Negeri 7 Semarang, SMK Negeri 8 Semarang, dan SMK NU Bandar Kendal.

Direktur Utama PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, Ady Setiawan, mengatakan kerja sama tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan dunia industri.

Menurutnya, tantangan pengelolaan air minum yang semakin kompleks tidak bisa diselesaikan hanya dari ruang kerja birokrasi maupun perusahaan daerah semata. Karena itu, kontribusi akademisi, peneliti, dan pelajar dinilai penting untuk menghadirkan inovasi serta solusi berbasis ilmu pengetahuan.

"Penandatanganan MoU ini bukan sekadar seremonial di atas kertas. Ini adalah komitmen nyata untuk mewujudkan ekosistem link and match antara dunia pendidikan dan dunia industri," kata Wawan sapaan akrabnya.

Ia menjelaskan ruang lingkup kerja sama mencakup program magang mahasiswa dan siswa, penelitian dan pengembangan, pengabdian kepada masyarakat, kuliah umum dan praktisi mengajar, hingga pengembangan kompetensi sumber daya manusia.

PDAM Tirta Moedal juga membuka peluang bagi kalangan akademisi untuk memanfaatkan perusahaan sebagai laboratorium nyata dalam mengembangkan berbagai riset dan inovasi.

"Kami membuka pintu selebar-lebarnya agar riset-riset akademis dapat langsung diaplikasikan untuk memecahkan persoalan riil di lapangan, mulai dari konservasi air, efisiensi energi, digitalisasi sistem distribusi, hingga edukasi lingkungan kepada masyarakat," ujarnya.

Wawan menambahkan, kolaborasi dengan perguruan tinggi dan sekolah juga diharapkan mampu mendukung upaya perusahaan dalam menghadapi berbagai tantangan pengelolaan air di Kota Semarang. Salah satunya terkait penurunan muka air tanah akibat eksploitasi yang terus berlangsung.

Menurut dia, rata-rata penurunan muka tanah di Kota Semarang mencapai 1 hingga 15 sentimeter per tahun. Kondisi tersebut mendorong PDAM untuk memperluas pemanfaatan air permukaan sebagai sumber air baku guna mengurangi ketergantungan terhadap air tanah.

"Kalau eksploitasi air tanah terus dilakukan secara masif, bukan tidak mungkin Kota Semarang akan menghadapi persoalan yang lebih besar di masa depan. Karena itu kami membutuhkan inovasi dan pemikiran dari dunia pendidikan untuk mendukung keberlanjutan layanan air minum," katanya.

Selain menjadi wadah penelitian, kerja sama tersebut juga diharapkan dapat mencetak lulusan yang lebih siap memasuki dunia kerja melalui program magang dan pembelajaran berbasis proyek atau project based learning.

"Kami ingin mahasiswa dan siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga memahami dinamika industri secara langsung sehingga memiliki kemampuan berpikir kritis dan siap menghadapi kebutuhan dunia kerja," tambahnya.

Sementara itu, Rektor Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Prof Suparjo, menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, dunia pendidikan membutuhkan mitra industri sebagai sarana praktik lapangan, penelitian, hingga pengembangan kompetensi mahasiswa.

Ia berharap kerja sama yang telah ditandatangani tidak berhenti pada aspek administratif, tetapi benar-benar diwujudkan dalam berbagai program konkret yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.

"Dunia pendidikan membutuhkan data dan kondisi nyata di lapangan agar penelitian yang dilakukan menghasilkan temuan yang valid dan bermanfaat. Karena itu kami berharap kerja sama ini dapat berjalan secara berkelanjutan," ujarnya.

Selain membuka akses penelitian dan magang, Prof Suparjo juga berharap program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang dimiliki PDAM Tirta Moedal dapat menjadi bagian dari kolaborasi dengan lembaga pendidikan, terutama untuk mendukung kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Melalui kerja sama tersebut, PDAM Tirta Moedal dan lembaga pendidikan diharapkan dapat membangun ekosistem kolaboratif yang tidak hanya menghasilkan inovasi di sektor pengelolaan air minum, tetapi juga berkontribusi dalam mencetak sumber daya manusia unggul untuk mendukung pembangunan Kota Semarang. ***

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu