Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati mengusulkan anggaran kepada pemerintah pusat untuk merenovasi Alun-Alun Kembangjoyo. Renovasi diharapkan dapat membuat kawasan tersebut lebih representatif sebagai ruang publik sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.
Hal itu disampaikan Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra saat menghadiri Pagelaran Sandiwara Kethoprak “KRIDHO CARITO” di Alun-Alun Kembangjoyo, Senin malam (31/8/2026).
Chandra mengatakan, Pemkab Pati juga berencana mengaktifkan kembali kawasan tersebut melalui berbagai kegiatan masyarakat, termasuk Car Free Night.
“Car Free Night itu tidak hanya nanti kami laksanakan di Jalan Sudirman. Nanti juga akan kami laksanakan di Alun-Alun Kembangjoyo,” kata Chandra.
Menurutnya, pengaktifan kawasan Alun-Alun Kembangjoyo perlu diikuti dengan penataan dan pembaruan fasilitas. Terlebih, kawasan tersebut masih memiliki ruang yang cukup luas untuk dikembangkan menjadi ruang publik alternatif bagi masyarakat.
Chandra berharap usulan anggaran yang diajukan kepada pemerintah pusat dapat direalisasikan sehingga renovasi Alun-Alun Kembangjoyo segera dilakukan.
“Semoga anggaran dari pemerintah pusat bisa terealisasi untuk kita bisa melaksanakan pembangunan Alun-Alun Kembangjoyo dengan lebih megah,” ujarnya.
Ia menilai keberadaan ruang publik yang tertata dan ramai juga dapat memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat. Salah satunya dengan menjadi wadah aktivitas para pedagang kaki lima (PKL).
“Alun-alun tercinta ini selalu kita banggakan, selalu kita harapkan menjadi penggerak ekonomi masyarakat Kabupaten Pati,” katanya.
Selain pengembangan kawasan, Chandra mengajak masyarakat bersama-sama menjaga keamanan dan kondusivitas Kabupaten Pati. Menurutnya, kondisi daerah yang aman dan tenteram akan mendukung berbagai aktivitas masyarakat.
“Kalau Pati ini aman, Pati ini tenteram, Pati ini damai, tentunya negara kita juga akan damai dan tenteram,” ujarnya.
Chandra juga mengapresiasi para PKL yang terus berupaya menjalankan aktivitas usaha secara tertib. Ia berharap komunikasi antara pemerintah daerah dengan para pelaku PKL tetap terjalin untuk menyelesaikan berbagai persoalan di lapangan.
“Mari kita sama-sama bergandeng tangan untuk menciptakan kondusivitas Kabupaten Pati,” katanya.
Sementara itu, Pagelaran Sandiwara Kethoprak “KRIDHO CARITO” mengangkat cerita sejarah serta tokoh leluhur Pati. Dalam sambutannya, Chandra turut menyinggung kisah Ki Ageng Penjawi dan Mbah Wasis Joyokusumo sebagai bagian dari sejarah yang perlu terus dikenalkan kepada masyarakat.
Ia mengajak masyarakat mengambil nilai dari sejarah dan keteladanan para leluhur Pati, sekaligus menjaga potensi daerah agar terus berkembang.
Pagelaran tersebut dihadiri anggota DPRD Pati, jajaran perangkat daerah, camat Pati Kota, lurah Kalidoro, perwakilan dan para PKL, serta sejumlah tokoh masyarakat dan tamu undangan.