Iklan

Deretan Fenomena Astronomi Langka Sepanjang September 2026

Inti berita

Beberapa fenomena langka akan terjadi pada bulan September 2026

Deretan Fenomena Astronomi Langka Sepanjang September 2026
Foto: Pexels

Sepanjang bulan september 2026 langit pada malam atau siang hari akan mengalami sejumlah fenomena astronomi langka akibat pergerakan bumi dan benda langit lainnya.

Foto yang memperlihatkan Bulan Purnama di langit


Akan ada beberapa fenomena langit pada bulan September 2026 yang menarik. beberapa fenomena ini hanya berlangsung 1 kali dalam setahun sehingga moment ini menjadi salah satu penampakan langit yang menarik dan sayang untuk di lewatkan.
Melansir laman Nasional geografik pada kamis (27/08), berikut fenomena astronomi tersebut 


1. Bulan baru (11-12 September 2026)
Peristiwa ini berlangsung ketika posisi Bulan paling dekat diantara Bumi dan Matahari. Jarak bulan sangat dekat dengan Matahari, Dengan begitu sisi bayangan Bulan mengarah ke Bumi. Sehingga sisi Bulan yang membelakangi Bumi hampir tidak memancarkan cahaya sama sekali. Kondisi langit yang pekat tanpa paparan sinar Bulan ini menjadi moment ideal untuk mengamati objek luar angkasa seperti Galaxy, Nebula, hingga pusat Bimasakti.


2. Venus capai puncak kecerahan (18 September)
Planet Venus akan mencapai fase paling terang sepanjang penampakan di malam hari pada tahun 2026. Fase tersebut di perkirakan bakal terjadi pada 18 September 2026. Saat itu terjadi, magnitudo nya mencapai -4,8. Adapun Venus sendiri adalah salah satu objek langit yang paling mudah ditemukan oleh pengamat, bahkan Venus akan terlihat di kota-kota terang dan akan tepat muncul setelah Matahari terbenam di Cakrawala Barat.


3. Ekuinoks (22 September)
Fenomena ini ditandai dengan posisi semu Matahari yang berada tepat diatas garis Khatulistiwa Bumi. Peristiwa ini ditandai dengan musim gugur di belahan Bumi Utara dan musim semi di belahan Bumi Selatan. Selain itu, posisi kemiringan Bumi saat Ekuinoks juga memicu peningkatan aktivitas angin dan Matahari, sehingga menjadikan moment ini sebagai munculnya fenomena Aurora Borealis di wilayah Kutub Utara.


4. Bulan Purnama (26 September)
Fenomena Bulan Purnama akan di hiasi pemandangan spektakuler dengan puncak kecerahan terjadi menjelang pukul ET. Waktu paling ideal untuk mengamatinya adalah saat Bulan Baru terbit di ufuk Timur atau ketika hendak terbenam di ufuk Barat. Fenomena ilusi bulan akan membuat permukaannya tampak lebih besar, lebih terang, serta memancarkan rona kemerahan atau Orange yang khas. Menariknya penampilan Bulan Purnama kali ini akan di dampingi oleh Planet Saturnus yang terbit tak lama setelah nya. Kedua benda langit tersebut akan berdampingan pada malam hari dengan jarak yang sangat dekat yakni tidak lebih dari 6° sepanjang malam.

Fenomena ini bisa di saksikan di beberapa belahan Bumi salah satunya di Indonesia sendiri pada waktu tertentu seperti saat matahari terbit dan matahari terbenam.

Bagikan artikel ini

Sebarkan ke teman atau simpan tautannya.

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu