Iklan

Perkuat Peran di Era Digital, Santri Pesantren Asnawiyyah Dibekli Ilmu Jurnalistik dan Pengenalan AI

Inti berita

Pondok Pesantren Tahfizhul Qur'an (PPTQ) Asnawiyyah memperkuat peran santri di era digital dengan memberi bekal ilmu dan keterampilan jurnalistik dan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI)

Perkuat Peran di Era Digital, Santri Pesantren Asnawiyyah Dibekli  Ilmu Jurnalistik dan Pengenalan AI
Para santri Asnawiyyah saat praktik penggunaan kecerdasan buatan dalam Workshop Jurnalistik. Foto: dokumentasi

Pondok Pesantren Tahfizhul Qur'an (PPTQ) Asnawiyyah memperkuat peran santri di era digital dengan memberi bekal ilmu dan keterampilan jurnalistik dan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang kian marak digunakan masyarakat dewasa ini.

Sebanyak 16 peserta mengikuti kegiatan yang bertema Workshop Jurnalistik Santri di Aula SD Islam Asnawiyyah, Rabu (12/8/2026). Peserta terdiri atas santri yang menjadi pengurus pesantren, ustaz-ustazah serta guru SD Islam Asnawiyyah. 

Pengasuh PPTQ Asnawiyyah, KH. Ibrahim Cholilullah Al-Failany, menegaskan bahwa kebijakan pesantren tidak sebatas pada ilmu agama dan akhlak. Namun juga menekankan pentingnya kemampuan santri dalam mengikuti perkembangan teknologi. 

Ia mengingatkan pesan menantu Nabi Muhammad yaitu Sayyidina Ali bin Abi Thalib yang menuturkan agar umat Islam memberikan pembelajaran dan pendidikan karena setiap anak dilahirkan untuk hidup di zaman yang berbeda dengan orang tuanya.

“Dengan belajar AI diharapkan santri dapat menulis jurnalistik dengan mudah dan dapat melek digital,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, workshop juga digelar karena PPTQ Asnawiyyah ingin mengembangkan publikasi melalui website, media sosial maupun jejaring alumni. Dengan demikian, semua masyarakat bisa mendapatkan informasi yang berimbang tentang pendidikan pesantren.

Ia juga mengaku prihatin dengan percepatan teknologi informasi yang tidak dimanfaatkan dengan baik dan bijak. Sehingga, nilai-nilai luhur dalam tradisi pesantren kerap menjadi bahan informasi yang belum tentu benar.

Ia menyontohkan, roan merupakan tradisi gotong royong dalam membangun pesantren. Namun belakangan ini santer disebut memanfaatkan santri untuk kepentingan pribadi atau bahkan ada yang menyebut perbudakan. Padahal gotong royong sebagai tradisi bangsa Indonesia mulai luntur saat ini 

Contoh lain, lanjutnya, tradisi menunduk dan mencium tangan kiai sebagai tradisi membudayakan hormat dan patuh pada orang tua. Pendidikan etika ini juga pernah dikabarkan miring. Padahal, masyarakat sering mengeluh tentang etika generasi muda.

"Kemampuan menulis berita diharapkan dapat membantu pesantren mendokumentasikan dan menyampaikan berbagai kegiatan serta perkembangannya kepada masyarakat secara tepat," terangnya.

Pada sesi materi, Gus Nazirul Muhammad mengenalkan konsep jurnalistik dengan memanfaatkan AI, khususnya ChatGPT, sebagai alat bantu reporter. Peserta diperkenalkan pada penggunaan ChatGPT untuk mencari ide judul, menyusun pertanyaan wawancara, mengolah informasi, membantu menyusun berita, hingga memperbaiki bahasa.

Ia menegaskan, pemanfaatan AI dalam workshop ini diarahkan sebagai alat bantu dalam proses kerja jurnalistik, bukan sebagai pengganti reporter. Peserta tetap perlu memahami informasi yang diolah serta memastikan fakta yang digunakan dalam sebuah berita.

Setelah memperoleh materi, peserta kemudian melakukan praktik menulis berita secara individu. Berita yang ditulis mengangkat kegiatan workshop yang sedang berlangsung sehingga peserta dapat langsung menerapkan materi jurnalistik dan penggunaan ChatGPT yang telah diperkenalkan.

Peserta mengikuti praktik penulisan secara langsung, meskipun penggunaan AI dalam proses jurnalistik masih terasa sedikit membingungkan bagi sebagian peserta. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses peserta dalam memahami cara memanfaatkan teknologi untuk mendukung kegiatan jurnalistik.

Ke depan, workshop ini diharapkan menjadi langkah awal bagi rencana pengembangan tim jurnalistik di lingkungan PPTQ Asnawiyyah. Tim tersebut nantinya diharapkan dapat membantu menghasilkan berita mengenai kegiatan dan perkembangan pesantren untuk memperkuat publikasi melalui website dan media sosial. (Rif)

Bagikan artikel ini

Sebarkan ke teman atau simpan tautannya.

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu