Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang memperluas jaringan kerjasama internasionalnya melalui perintisan program kolaborasi bersama Belarusian State University of Foreign Languages (BSUFL). Penandatangan naskah Memorandum of Understanding (MoU) keduanya dilakukan di Jakarta.
Rektor Unwahas, Prof. Dr. Ir. Helmi Purwanto, S.T., M.T., IPM, mengatakan agenda penandatanganan MoU itu bagian dari rangkaian kegiatan Indonesia–Belarus Business Forum Business and Business Matching yang diselenggarakan di Aryaduta Hotel Menteng, Jakarta Pusat.
"Unwahas diundang oleh Pemerintah Republik Belarus untuk diajak kerjasama. Penandatangan MoU dilakukan bersama dengan penandatanganan kerjasama Kementerian-kementerian negara Belarus dengan Kementerian kementerian negara Indonesia untuk memperkuat hubungan bilateral dua negara," kata Prof Helmy di Semarang, Senin (6/7/2026).
Menurutnya, penandatanganan kerja sama itu menjadi bagian dari agenda penting forum bisnis yang mempertemukan berbagai institusi pendidikan, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan dari Indonesia dan Belarusia guna memperkuat hubungan bilateral di berbagai bidang, termasuk pendidikan tinggi, perdagangan, investasi, serta pengembangan sumber daya manusia.
Dari pihak Indonesia, lanjutnya opening remarks oleh Dr. James T. Riady (Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Hubungan Internasional KADIN Indonesia), remarks: H.E Airlangga Hartarto (Menteri Koordinator, Bidang Perekonomian). Hadir juga dari beberapa kementerian Indonesia dalam agenda ini.
Sedang dari pihak Belarus: Remarks: Michael Miatlikov (Ketua Kamar Dagang dan Industri Belarus), keynote speech; H.E Viktor Karankevich (Wakil Perdana Menteri Republik Belarus). Hadir juga Duta besar Belarus untuk Indonesia, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertahanan, Kementerian Pangan dan Pertanian dan Rektor Belarusian State University of Foreign LanguagesProsesi
Dia menambahkan, kerja sama antara Unwahas dan Belarusian State University of Foreign Languages ini menjadi tonggak penting dalam memperluas jejaring akademik internasional. Melalui MoU ini, kedua institusi berkomitmen mengembangkan kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, pertukaran dosen dan mahasiswa, pengembangan kompetensi bahasa asing, publikasi ilmiah, serta berbagai kegiatan akademik yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.
Kemitraan ini, ujarnya, merupakan bagian dari komitmen Unwahas untuk terus memperkuat posisi sebagai perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing global. Kerja sama internasional ini juga merupakan salah satu strategi penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi.
"Melalui kemitraan dengan Belarusian State University of Foreign Languages, kami berharap dapat membuka lebih banyak peluang kolaborasi akademik, pertukaran budaya, peningkatan kapasitas sivitas akademika, serta memperluas akses mahasiswa Unwahas terhadap pengalaman belajar di tingkat internasional," ujarnya.
Dikatakan Forum Bisnis Indonesia–Belarusia diharapkan menjadi momentum strategis dalam mempererat hubungan kedua negara, tidak hanya pada sektor ekonomi dan perdagangan, tetapi juga dalam pengembangan pendidikan tinggi sebagai fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Partisipasi Unwahas dalam forum internasional ini menunjukkan komitmen universitas dalam membangun kemitraan global yang produktif sekaligus mendukung implementasi program internasionalisasi kampus. Kolaborasi ini diharapkan mampu menghasilkan berbagai program konkret yang berdampak positif bagi pengembangan institusi, peningkatan kualitas lulusan, serta penguatan reputasi Universitas Wahid Hasyim di tingkat internasional.
Unwahas akan terus bergerak mereposisi diri sebagai perguruan tinggi yang adaptif terhadap dinamika global, memperluas jejaring internasional, serta menghadirkan pendidikan berkualitas yang mampu menjawab tantangan masa depan, sejalan dengan semangat 'Unwahas Unggul Menuju World Class University'. (*)