Sebanyak 1.138 hektare tanaman padi di Kabupaten Jepara, terhindar dari ancaman gagal panen setelah kebocoran Bendungan Welahan Bum di Kecamatan Pecangaan berhasil ditangani. Perbaikan bendungan menghentikan masuknya air laut ke saluran irigasi sehingga petani kembali memperoleh pasokan air untuk mengairi sawah.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Jepara Mudhofir mengatakan penanganan darurat dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan DKPP, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Dinas Pekerjaan Umum, dan para petani.
"Penanganan darurat dilakukan secara bergotong royong, melibatkan DKPP, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Dinas Pekerjaan Umum, serta para petani untuk mencegah air laut masuk ke bendungan agar petani bisa kembali mengairi sawahnya karena beberapa hari sebelumnya tidak terairi," kata Mudhofir, Senin (6/7/2026).
Ia menjelaskan kebocoran bendungan menyebabkan air laut masuk ke bendungan karena lokasinya berada di dekat pesisir. Akibatnya, air bendungan tercampur air asin dan tidak layak digunakan untuk irigasi.
Menurut dia, kondisi tersebut berpotensi mengganggu pertumbuhan tanaman padi. Selain itu, terhentinya pasokan irigasi juga dapat memicu gagal panen pada lahan seluas 1.138 hektare yang tersebar di belasan desa di beberapa kecamatan.
"Hal itu memang bisa mempengaruhi pertumbuhan tanaman padi. Termasuk, ketika petani tidak bisa mencukupi air irigasi untuk tanaman padinya juga terancam gagal panen yang total luas lahan terdampak mencapai 1.138 hektare yang tersebar di belasan desa di sejumlah kecamatan," ujarnya.
Mudhofir menambahkan, air asin yang mencemari Sungai SWD I hingga masuk ke areal persawahan juga berdampak pada penurunan produktivitas padi.
"Misal, jika sebelumnya setiap hektare hasil panennya mencapai 7 ton, setelah ada dampak air asin bisa berkurang menjadi 6 ton per hektarenya," katanya.
Penanganan darurat Bendungan Welahan Bum atau Bendungan Bongpes di Desa Gerdu dilakukan pada Jumat (3/7). Sehari kemudian, Sabtu (4/7), petani kembali memanfaatkan air bendungan untuk mengairi sawah.
Ia menyebut usia tanaman padi di wilayah terdampak bervariasi. Sebagian diperkirakan memasuki masa panen dalam dua pekan ke depan, sedangkan tanaman yang baru berumur sekitar dua bulan masih membutuhkan pasokan air irigasi hingga panen.
Sebelumnya, petani sempat mengeluhkan batang dan daun padi mulai mengering akibat masuknya air laut ke saluran irigasi. Namun, setelah kebocoran bendungan ditangani, pasokan air kembali normal sehingga risiko kerusakan tanaman dapat ditekan. (*)