Lingkar.co – Direktur RSUD RAA Soewondo Pati, dr. Rini Susilowati, mengajukan pengunduran diri dari jabatannya. Pengunduran diri tersebut dilakukan karena alasan kesehatan setelah mengalami kecelakaan yang menyebabkan patah tulang ekor.
Saat dikonfirmasi pada Kamis (18/6/2026), dr. Rini membenarkan kabar tersebut. Ia mengatakan kondisinya saat ini membutuhkan perawatan dan waktu pemulihan yang cukup.
"Iya benar, saya mengundurkan diri karena sakit. Saya jatuh dan tulang ekor saya patah," kata dr. Rini.
Menurut informasi yang beredar, surat pengunduran diri telah diajukan kepada Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra pada 17 Juni 2026. Dalam surat itu, dr. Rini menyatakan pengunduran dirinya berlaku mulai 1 Juli 2026.
Ia menjelaskan keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan kondisi kesehatannya yang mengharuskan menjalani pengobatan rutin dan beristirahat untuk proses pemulihan.
Melalui surat tersebut, dr. Rini juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Pati atas kepercayaan yang diberikan selama dirinya memimpin RSUD RAA Soewondo Pati. Ia turut menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan tugas masih terdapat kekurangan.
Selain itu, dr. Rini berharap RSUD RAA Soewondo Pati terus berkembang dan mampu memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat.
Terpisah, Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengaku belum menerima surat pengunduran diri tersebut. Ia juga memastikan belum ada pembahasan terkait calon pengganti Direktur RSUD Soewondo.
"Belum, suratnya belum saya terima," ujarnya.
Meski telah mengajukan pengunduran diri, dr. Rini masih menjabat sebagai Direktur RSUD RAA Soewondo Pati hingga 30 Juni 2026. Jika disetujui, pengunduran dirinya akan efektif berlaku mulai 1 Juli 2026. (*)